Salakan, BanggaiKep.go.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai Kepulauan terus mengintensifkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan mengerahkan sebanyak 158 petugas lapangan yang terdiri atas Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML). Seluruh petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan usaha secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin (29/6/2026).

Pendataan yang telah dimulai sejak 15 Juni 2026 ini akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, petugas akan mendatangi langsung rumah tangga, bangunan usaha, kawasan perdagangan, sentra industri, hingga berbagai lokasi usaha lainnya guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala BPS Kabupaten Banggai Kepulauan Hendra Setiawan, mengatakan bahwa seluruh petugas yang bertugas telah mengikuti pelatihan teknis secara intensif sebelum diterjunkan ke lapangan. Pelatihan tersebut bertujuan menyamakan persepsi mengenai konsep, definisi, klasifikasi usaha, teknik wawancara, serta penggunaan aplikasi pendataan berbasis digital.

“Saya menegaskan agar seluruh petugas menjaga etika, fokus pada tugas utama, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan pelaksanaan sensus ini. Kerahasiaan data dijamin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik. ” ujarnya.

Menurutnya, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik berskala nasional yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali. Kegiatan ini menjadi salah satu sumber data utama untuk mengetahui struktur perekonomian Indonesia hingga tingkat wilayah terkecil.

Melalui SE2026, BPS mendata seluruh kegiatan usaha nonpertanian, baik yang dijalankan secara perorangan maupun berbadan hukum. Pendataan mencakup berbagai sektor usaha seperti perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, transportasi, akomodasi, jasa pendidikan, jasa kesehatan, teknologi informasi, hingga usaha berbasis digital yang terus berkembang seiring transformasi ekonomi.

Selain mendata karakteristik usaha, petugas juga mengumpulkan berbagai informasi penting, antara lain lokasi usaha, jenis kegiatan ekonomi, jumlah tenaga kerja, bentuk badan usaha, penggunaan teknologi digital, serta karakteristik lainnya yang dibutuhkan dalam penyusunan statistik ekonomi nasional.

Data hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi landasan penting bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan ekonomi. Informasi tersebut juga dimanfaatkan untuk perencanaan investasi, pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor unggulan daerah, penyediaan lapangan kerja, hingga evaluasi berbagai program pembangunan yang telah berjalan.

Rusli Moidady (Bupati), menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan SE2026 di wilayah Banggai Kepulauan. Menurutnya, data statistik yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam menghasilkan kebijakan publik yang tepat sasaran.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha, untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026. Data yang diberikan akan menjadi dasar dalam merancang kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, setiap petugas telah dibekali identitas resmi berupa rompi, kartu pengenal, dan surat tugas dari BPS. Masyarakat diimbau untuk memastikan identitas petugas sebelum memberikan informasi.

BPS Kabupaten Banggai Kepulauan berharap seluruh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh elemen masyarakat. Partisipasi aktif para pelaku usaha dalam memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur akan menjadi kontribusi nyata dalam menghasilkan data statistik yang berkualitas untuk Indonesia. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING) dan Evaluasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Semester I Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kaban Bappeda, Kadis Kesehatan, Perwakilan Kantor Kementerian Agama Banggai Kepulauan, kepala perangkat daerah, Kepala DP3AP2KB beserta jajaran, para camat, kepala puskesmas se-Kabupaten Banggai Kepulauan, Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Banggai Kepulauan, tenaga ahli pemberdayaan masyarakat, koordinator kecamatan, serta para peserta sosialisasi.

Dalam sambutannya, Serfi Kambey mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan program percepatan penurunan stunting selama Semester I Tahun 2026, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan melalui Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING).

“Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian sosial untuk membantu keluarga yang berisiko stunting melalui pendampingan, pemenuhan gizi, edukasi, serta dukungan dari pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia karena tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga kualitas generasi mendatang. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi lintas sektor.

Serfi memaparkan, prevalensi stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan tercatat sebesar 30,6 persen pada 2021, meningkat menjadi 32,6 persen pada 2022, kemudian berhasil ditekan menjadi 27,7 persen pada 2023. Namun pada 2024 kembali mengalami kenaikan menjadi 28,4 persen.

“Data ini menunjukkan bahwa upaya yang kita lakukan telah memberikan hasil, tetapi belum mampu menjaga tren penurunan secara berkelanjutan. Karena itu, evaluasi hari ini harus menjadi bahan perbaikan untuk langkah-langkah ke depan,” katanya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya cakupan penimbangan balita (D/S) pada Triwulan I Tahun 2026 yang dinilai dapat memengaruhi kualitas pemantauan pertumbuhan anak sekaligus akurasi data sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memperoleh capaian membanggakan karena menjadi satu dari tiga kabupaten di Sulawesi Tengah yang berhasil menuntaskan 100 persen pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.

“Capaian ini membuktikan koordinasi lintas sektor telah berjalan baik. Tantangan kita selanjutnya adalah memastikan seluruh aksi tersebut benar-benar berdampak terhadap peningkatan status gizi masyarakat dan penurunan prevalensi stunting,” ujar Serfi.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, Posyandu tidak hanya menjadi tempat penimbangan balita, tetapi juga pusat edukasi keluarga mengenai gizi, pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemberian ASI eksklusif, MP-ASI, skrining ibu hamil berisiko tinggi, pemberian vitamin A, hingga pendampingan melalui kunjungan rumah.

Ia mengajak seluruh kepala desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk terus menghidupkan kembali fungsi Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar di tingkat desa dan kelurahan.

Serfi juga mengingatkan bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting memerlukan keterlibatan seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, TP PKK, pemerintah desa, hingga BKKBN bersama Tim Pendamping Keluarga memiliki peran strategis dalam memberikan intervensi yang tepat kepada keluarga berisiko stunting.

Menurutnya, strategi ke depan harus diarahkan pada penguatan layanan Posyandu, peningkatan pendampingan keluarga berisiko, penguatan surveilans gizi, pemberdayaan masyarakat, optimalisasi konvergensi lintas sektor, serta pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Ia juga mengingatkan pentingnya pencegahan stunting sejak sebelum kehamilan, dengan memberikan perhatian kepada remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai masa yang sangat menentukan kualitas generasi masa depan.

Sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan, Serfi mengajak seluruh unsur pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi.

“Jangan biarkan satu pun anak kehilangan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal hanya karena kurangnya perhatian dan kepedulian kita,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Serfi berharap kegiatan sosialisasi GENTING dan evaluasi TP3S mampu menghasilkan rekomendasi serta langkah-langkah konkret yang semakin memperkuat pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Wakil Bupati Serfi Kambey kemudian secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING) dan Evaluasi TP3S Semester I Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady secara resmi mencanangkan Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kabupaten Banggai Kepulauan dalam sebuah kegiatan yang digelar di Ruang Auditorium Bappeda dan Litbang Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin (29/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua DPRD, Asisten dan Staf Ahli Sekretariat Daerah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai Kepulauan beserta jajaran, para kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, Ketua MUI, camat, pimpinan organisasi, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Rusli Moidady menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) atas penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 yang merupakan agenda strategis nasional dalam menyediakan data dan informasi ekonomi yang lengkap, akurat, dan terpercaya.

“Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas data yang tersedia. Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting dalam menghadirkan potret menyeluruh mengenai kondisi perekonomian masyarakat, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar, sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk berperan aktif menyukseskan pelaksanaan sensus, mulai dari membantu sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha, memfasilitasi koordinasi dengan petugas BPS, hingga memastikan kelancaran pelaksanaan pendataan di lapangan.

Selain itu, seluruh ASN, masyarakat, dan pelaku usaha diimbau menerima petugas sensus serta memberikan data yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menghasilkan data ekonomi yang berkualitas.

Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap pendataan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sejalan dengan Surat Edaran Bersama Menteri Dalam Negeri dan Kepala BPS Nomor 500.2/4680/SJ dan Nomor 1 Tahun 2026 tentang Koordinasi Pemerintah Daerah, para kepala desa diminta memastikan seluruh unit usaha BUMDes terdata secara lengkap dan akurat.

“BUMDes merupakan salah satu pilar ekonomi desa yang harus menjadi bagian dari potret ekonomi daerah. Karena itu, saya menginstruksikan seluruh kepala desa untuk memastikan setiap unit usaha BUMDes masuk dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026,” tegasnya.

Tak hanya kepada pemerintah daerah, Bupati juga berpesan kepada seluruh petugas Sensus Ekonomi agar menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, serta menjaga kerahasiaan data yang diperoleh dari masyarakat.

Ia berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan data yang akurat, lengkap, dan berkualitas sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang efektif, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banggai Kepulauan.

Melalui pencanangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berbasis data dan informasi yang valid. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar Apel Gabungan Perangkat Daerah yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Senin (29/6/2026).

Apel gabungan dipimpin langsung oleh Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, yang sekaligus membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam rangka peringatan Harganas ke-33.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum refleksi bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas.

Bupati menegaskan bahwa di tengah tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), keluarga menjadi benteng pertama dalam menghadapi derasnya arus perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital yang semakin memengaruhi kehidupan anak-anak.

“Keluarga yang tangguh merupakan kunci dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dari lingkungan keluarga,” ujar Bupati saat membacakan sambutan Menteri.

Lebih lanjut disampaikan bahwa terdapat tiga pilar utama pembangunan keluarga yang harus diperkuat, yaitu kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi prioritas, disertai pembentukan karakter anak melalui pendidikan di lingkungan keluarga serta penguatan kesehatan mental agar anak mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak para ayah untuk mengambil peran lebih besar dalam pengasuhan anak. Kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, dinilai sangat penting dalam membentuk karakter serta menjaga stabilitas psikologis anak.

Selain itu, orang tua diimbau untuk bijak dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak serta membangun komunikasi yang hangat di dalam keluarga. Menurutnya, lemahnya fungsi keluarga dapat menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai persoalan sosial seperti perundungan, tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas.

Di akhir sambutan, Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan keluarga sebagai titik awal pembangunan bangsa. Pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, menurutnya, harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, bermoral, dan berdaya saing.

“Selamat Hari Keluarga Nasional ke-33. Mari cintai keluarga dengan cinta yang terencana untuk mewujudkan keluarga berkualitas, Indonesia kuat, SDM unggul, dan bangsa pemenang,” tutup Bupati.

Pada Peringatan Harganas ke-33 juga diserahkan penghargaan kepada 5 kategori yakni:

1. Aseptor KB Lestari 20 Tahun

2. Capaian KB PB tertinggi Kategori Kecamatan dlm rangka Peringatan Harganas (Kec. Tinangkung)

3. Capaian KB PP tertinggi (Kec. Totikum)

4. Capaian KB PB tertinggi Kategori Desa (Lumbi-Lumbia)

5. Capaian KB PP tertinggi kategori Desa (Okumel)

Turut hadir dalam kegiatan Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN, PPPK, dan para Penyuluh KB se-Kab. Banggai Kepulauan. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polres Banggai Kepulauan menggelar kegiatan olahraga bersama yang berlangsung meriah di halaman Polres Banggai Kepulauan, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Kapolres Banggai Kepulauan, Perwira Penghubung 1308/LB, Ketua TP-PKK Banggai Kepulauan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Banggai Kepulauan, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kepala Pelaksana BPBD, serta Kepala Dinas Pariwisata.

Suasana penuh kebersamaan tampak sejak awal kegiatan yang diawali dengan jalan santai mengelilingi area sekitar, diikuti oleh peserta dari berbagai instansi. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan senam zumba yang berlangsung energik dan penuh semangat, menambah kemeriahan peringatan Hari Bhayangkara tahun ini.

Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Ronaldus Karurukan S.I.K dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan olahraga bersama ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara jajaran Polri dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kebugaran dan semangat kebersamaan dalam mendukung tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi dan menambah antusiasme peserta, panitia juga menyediakan berbagai doorprize menarik yang dibagikan di akhir kegiatan. Pembagian hadiah tersebut semakin menyemarakkan suasana dan disambut meriah oleh seluruh peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder dapat terus terjalin dengan baik, sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan diwakili Sekretaris Daerah Muh. Aris Susanto secara resmi menyampaikan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, Kamis (25/6/2026).

Dalam sambutannya, Sekda mengawali dengan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menyampaikan penghormatan kepada pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, camat, pimpinan BUMD, serta seluruh undangan yang hadir.

Sekda menjelaskan bahwa penyampaian Raperda ini merupakan bagian dari mekanisme pengelolaan keuangan daerah yang wajib dilakukan pemerintah daerah sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Pertanggungjawaban APBD sendiri merupakan laporan keuangan tahunan pemerintah daerah yang telah diaudit dan disampaikan kepada DPRD untuk dibahas dan ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Dalam pemaparannya, Aris Susanto merinci realisasi APBD Tahun Anggaran 2025, di antaranya:
Pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp820,89 miliar atau 94,78% dari target.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp58,53 miliar atau 81,76%.
Pendapatan transfer terealisasi Rp762,26 miliar atau 95,95%.
Belanja daerah mencapai Rp857,72 miliar atau 93,93% dari anggaran.

Sementara itu, komponen belanja terdiri dari belanja operasi, belanja modal, serta belanja tidak terduga. Selain itu, terdapat transfer daerah serta pembiayaan yang mencakup penerimaan dan pengeluaran pembiayaan.

Pada akhir tahun anggaran 2025, tercatat defisit anggaran sebesar Rp36,82 miliar, serta Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp10,12 miliar.

Sekda juga menyampaikan bahwa laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2025 telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hal ini menjadi indikator bahwa pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan secara baik dan sesuai standar akuntansi pemerintahan.

Dalam Raperda tersebut turut dilampirkan laporan keuangan yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan. Komponen ini merupakan bagian penting dalam pertanggungjawaban APBD sebagai bentuk transparansi kepada publik dan DPRD.

Sekda berharap Raperda ini dapat segera dibahas bersama DPRD untuk memperoleh persetujuan dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Ia menegaskan bahwa penetapan tersebut akan memberikan manfaat besar dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banggai Kepulauan.

Menutup sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak serta berharap sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD terus terjalin demi kemajuan daerah.

“Semoga apa yang telah dilaksanakan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan,” tutup Sekda. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan gelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan dan Pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari upaya peningkatan perlindungan perempuan dan anak di daerah, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada 24–25 Juni 2026 di Hotel Sidapore Salakan ini bertujuan memperkuat kapasitas pemangku kepentingan desa dalam mengembangkan DRPPA menuju Ruang Bersama Indonesia (RBI), khususnya dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak (KTP dan KTA).

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber, diantaranya Kadis PPPA Prov. Sulteng Dr. Yudiawati V. Windarrusliana, SKM M.Kes, Kepala Bidang Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Tengah, Ibu Diana bersama Ibu Rahmawati selaku Fasilitator Daerah (Fasda).

Selain itu, turut hadir Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Banggai Kepulauan Ramlin M. Hamid selaku narasumber yang memberikan materi teknis terkait implementasi DRPPA di daerah.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Yudiawati V. Windarrusliana, SKM.,M.Kes yang mengikuti secara daring karena berhalangan hadir secara langsung, serta dipandu moderator Kabid PHP, PKA dan PUHA DP3AP2KB Bangkep Dewi Masita, SH.

Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga desa dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi kebijakan DRPPA dalam transformasi menuju RBI serta strategi percepatan implementasi program di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Diskusi interaktif juga menjadi bagian penting dalam menggali permasalahan serta solusi di tingkat desa.

Peserta kegiatan terdiri dari berbagai unsur, antara lain Perangkat Daerah, Camat, Kepala Desa Kecamatan Tinangkung, TP-PKK, organisasi perempuan (pengurus GOW bid. Pendidikan penyuluhan), PGRI, forum Genre, forum anak, serta komunitas masyarakat yang memiliki peran strategis dalam perlindungan perempuan dan anak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama lintas sektor dalam mendukung terwujudnya desa yang aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak di Kabupaten Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan secara resmi menyelenggarakan kegiatan penjemputan jamaah haji tahun 2026 dalam suasana penuh haru, syukur, dan kebahagiaan di Masjid Nur Hidayah Pemda, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi seluruh masyarakat dalam menyambut kepulangan para tamu Allah yang telah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci dengan selamat.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan diwakili Sekretaris Daerah Muh. Aris Susanto menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas kelancaran seluruh rangkaian ibadah haji yang dijalani para jamaah. Ia juga mengungkapkan kebahagiaan atas kepulangan jamaah dalam keadaan sehat dan selamat, sekaligus mengucapkan selamat datang kembali di tanah air dan kampung halaman tercinta.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan, kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jamaah haji. Semoga seluruh amal ibadah yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT dan para jamaah memperoleh predikat haji mabrur dan hajjah mabruroh,” ujar Sekda.

Lebih lanjut disampaikan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang sarat dengan nilai keikhlasan, kesabaran, kedisiplinan, persaudaraan, serta pengorbanan. Nilai-nilai luhur tersebut diharapkan dapat terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Pemerintah daerah juga berharap para jamaah haji dapat menjadi teladan dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai religius, persatuan, dan gotong royong.

Pada kesempatan tersebut, Aris Susanto turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari tahap persiapan, pemberangkatan, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga proses pemulangan ke daerah.

Kegiatan penjemputan jamaah haji sendiri merupakan bagian penting dalam rangkaian pelayanan haji di Indonesia, yang umumnya dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait sebagai bentuk penghormatan dan pelayanan kepada jamaah yang kembali dari Tanah Suci.

Acara ditutup dengan doa dan harapan agar kebahagiaan serta keberkahan senantiasa menyertai seluruh jamaah haji beserta keluarga, serta membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan di Kabupaten Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)

Jakarta, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey melaksanakan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam rangka melakukan koordinasi strategis terkait pengembangan sektor transportasi di daerah, khususnya Pelabuhan Salakan yang saat ini tengah dalam proses pembangunan, Rabu (24/6/2026).

Kunjungan tersebut difokuskan pada pembahasan terkait kesiapan operasional pelabuhan, termasuk penentuan rute pelayaran serta jenis kapal yang akan melayani Pelabuhan Salakan ke depan.

Hal ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan yakni Kasubdit Angkutan Tidak Dalam Trayek, Utomo Harmawan, A.TD, MT dan Kasubdit Angkutan Dalam Trayek, Irly Saritini Permata, ST, M.Sc, diperoleh kabar menggembirakan bahwa usulan trayek untuk tahun 2027 telah terakomodir. Pelabuhan Salakan direncanakan akan masuk dalam trayek R-6 sebagai salah satu pelabuhan singgah.

Adapun rute pelayaran yang direncanakan meliputi: Gorontalo – Salakan – Banggai – Samuya – Palabisahaya – Dofa – Sanana – Namlea (PP). Kapal yang direncanakan melayani trayek tersebut adalah KM Sabuk Nusantara 83, yang merupakan bagian dari armada kapal perintis dalam program tol laut untuk mendukung konektivitas wilayah kepulauan.

Keberadaan kapal perintis seperti KM Sabuk Nusantara 83 selama ini memang berperan penting dalam melayani daerah-daerah terpencil dan meningkatkan akses distribusi logistik serta mobilitas masyarakat antarwilayah.

Selain koordinasi terkait pelabuhan, dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Perhubungan Banggai Kepulauan Din L. Lamasada dan Kepala Bidang Perizinan Dinas PMPTSP Baharudin I. Saudia S.Pd.,M.Pd juga menyerahkan proposal bantuan bus sekolah kepada Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Bantuan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan layanan transportasi bagi pelajar di Banggai Kepulauan, khususnya dalam menunjang akses pendidikan yang aman dan layak.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur transportasi darat dan laut sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan terakomodirnya Pelabuhan Salakan dalam trayek nasional, diharapkan ke depan konektivitas wilayah semakin meningkat, distribusi barang menjadi lebih efisien, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (IKP-KOMINFO)

Lalong, BanggaiKep.go.id – Turnamen Berani Cup 2026 resmi ditutup dalam sebuah acara yang berlangsung meriah di Lapangan Muda Sakti, Desa Lalong, Kecamatan Tinangkung Utara, Selasa (23/06/2026).

Penutupan turnamen yang telah berlangsung selama beberapa waktu tersebut dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banggai Kepulauan oleh Ketua Umum KONI Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Fathur Razaq.

Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, tokoh masyarakat, pengurus cabang olahraga, para atlet, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan dua momentum penting bagi perkembangan olahraga di daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Turnamen Berani Cup yang dinilai mampu menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit atlet potensial di Banggai Kepulauan.

Ia berharap semangat kompetisi yang telah terbangun dapat terus dipelihara dan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk meraih prestasi di bidang olahraga.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Fathur Razaq secara resmi melantik jajaran Pengurus KONI Kabupaten Banggai Kepulauan periode 2025-2029. Pelantikan tersebut ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan serta penyerahan bendera pataka KONI sebagai simbol amanah dalam mengembangkan dan memajukan olahraga di daerah.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menyambut baik pelantikan pengurus KONI yang baru dan berharap kepengurusan yang terbentuk dapat bekerja secara profesional, solid, dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah.

Sementara itu, penutupan Turnamen Berani Cup ditandai dengan penyerahan trofi, medali, dan penghargaan kepada para juara. Suasana penuh semangat dan sportivitas mewarnai prosesi penyerahan hadiah yang disambut antusias oleh para peserta dan pendukung.

Melalui penyelenggaraan Turnamen Berani Cup dan pelantikan pengurus KONI yang baru, diharapkan pembinaan olahraga di Kabupaten Banggai Kepulauan semakin berkembang, mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi, serta mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional. (Decky-KOMINFO)