Salakan, BanggaiKep.go.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai Kepulauan terus mengintensifkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan mengerahkan sebanyak 158 petugas lapangan yang terdiri atas Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML). Seluruh petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan usaha secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin (29/6/2026).

Pendataan yang telah dimulai sejak 15 Juni 2026 ini akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, petugas akan mendatangi langsung rumah tangga, bangunan usaha, kawasan perdagangan, sentra industri, hingga berbagai lokasi usaha lainnya guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala BPS Kabupaten Banggai Kepulauan Hendra Setiawan, mengatakan bahwa seluruh petugas yang bertugas telah mengikuti pelatihan teknis secara intensif sebelum diterjunkan ke lapangan. Pelatihan tersebut bertujuan menyamakan persepsi mengenai konsep, definisi, klasifikasi usaha, teknik wawancara, serta penggunaan aplikasi pendataan berbasis digital.

“Saya menegaskan agar seluruh petugas menjaga etika, fokus pada tugas utama, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan pelaksanaan sensus ini. Kerahasiaan data dijamin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik. ” ujarnya.

Menurutnya, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik berskala nasional yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali. Kegiatan ini menjadi salah satu sumber data utama untuk mengetahui struktur perekonomian Indonesia hingga tingkat wilayah terkecil.

Melalui SE2026, BPS mendata seluruh kegiatan usaha nonpertanian, baik yang dijalankan secara perorangan maupun berbadan hukum. Pendataan mencakup berbagai sektor usaha seperti perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, transportasi, akomodasi, jasa pendidikan, jasa kesehatan, teknologi informasi, hingga usaha berbasis digital yang terus berkembang seiring transformasi ekonomi.

Selain mendata karakteristik usaha, petugas juga mengumpulkan berbagai informasi penting, antara lain lokasi usaha, jenis kegiatan ekonomi, jumlah tenaga kerja, bentuk badan usaha, penggunaan teknologi digital, serta karakteristik lainnya yang dibutuhkan dalam penyusunan statistik ekonomi nasional.

Data hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi landasan penting bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan ekonomi. Informasi tersebut juga dimanfaatkan untuk perencanaan investasi, pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor unggulan daerah, penyediaan lapangan kerja, hingga evaluasi berbagai program pembangunan yang telah berjalan.

Rusli Moidady (Bupati), menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan SE2026 di wilayah Banggai Kepulauan. Menurutnya, data statistik yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam menghasilkan kebijakan publik yang tepat sasaran.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha, untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026. Data yang diberikan akan menjadi dasar dalam merancang kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, setiap petugas telah dibekali identitas resmi berupa rompi, kartu pengenal, dan surat tugas dari BPS. Masyarakat diimbau untuk memastikan identitas petugas sebelum memberikan informasi.

BPS Kabupaten Banggai Kepulauan berharap seluruh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh elemen masyarakat. Partisipasi aktif para pelaku usaha dalam memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur akan menjadi kontribusi nyata dalam menghasilkan data statistik yang berkualitas untuk Indonesia. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING) dan Evaluasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Semester I Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kaban Bappeda, Kadis Kesehatan, Perwakilan Kantor Kementerian Agama Banggai Kepulauan, kepala perangkat daerah, Kepala DP3AP2KB beserta jajaran, para camat, kepala puskesmas se-Kabupaten Banggai Kepulauan, Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Banggai Kepulauan, tenaga ahli pemberdayaan masyarakat, koordinator kecamatan, serta para peserta sosialisasi.

Dalam sambutannya, Serfi Kambey mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan program percepatan penurunan stunting selama Semester I Tahun 2026, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan melalui Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING).

“Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian sosial untuk membantu keluarga yang berisiko stunting melalui pendampingan, pemenuhan gizi, edukasi, serta dukungan dari pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia karena tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga kualitas generasi mendatang. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi lintas sektor.

Serfi memaparkan, prevalensi stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan tercatat sebesar 30,6 persen pada 2021, meningkat menjadi 32,6 persen pada 2022, kemudian berhasil ditekan menjadi 27,7 persen pada 2023. Namun pada 2024 kembali mengalami kenaikan menjadi 28,4 persen.

“Data ini menunjukkan bahwa upaya yang kita lakukan telah memberikan hasil, tetapi belum mampu menjaga tren penurunan secara berkelanjutan. Karena itu, evaluasi hari ini harus menjadi bahan perbaikan untuk langkah-langkah ke depan,” katanya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya cakupan penimbangan balita (D/S) pada Triwulan I Tahun 2026 yang dinilai dapat memengaruhi kualitas pemantauan pertumbuhan anak sekaligus akurasi data sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memperoleh capaian membanggakan karena menjadi satu dari tiga kabupaten di Sulawesi Tengah yang berhasil menuntaskan 100 persen pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.

“Capaian ini membuktikan koordinasi lintas sektor telah berjalan baik. Tantangan kita selanjutnya adalah memastikan seluruh aksi tersebut benar-benar berdampak terhadap peningkatan status gizi masyarakat dan penurunan prevalensi stunting,” ujar Serfi.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, Posyandu tidak hanya menjadi tempat penimbangan balita, tetapi juga pusat edukasi keluarga mengenai gizi, pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemberian ASI eksklusif, MP-ASI, skrining ibu hamil berisiko tinggi, pemberian vitamin A, hingga pendampingan melalui kunjungan rumah.

Ia mengajak seluruh kepala desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk terus menghidupkan kembali fungsi Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar di tingkat desa dan kelurahan.

Serfi juga mengingatkan bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting memerlukan keterlibatan seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, TP PKK, pemerintah desa, hingga BKKBN bersama Tim Pendamping Keluarga memiliki peran strategis dalam memberikan intervensi yang tepat kepada keluarga berisiko stunting.

Menurutnya, strategi ke depan harus diarahkan pada penguatan layanan Posyandu, peningkatan pendampingan keluarga berisiko, penguatan surveilans gizi, pemberdayaan masyarakat, optimalisasi konvergensi lintas sektor, serta pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Ia juga mengingatkan pentingnya pencegahan stunting sejak sebelum kehamilan, dengan memberikan perhatian kepada remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai masa yang sangat menentukan kualitas generasi masa depan.

Sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan, Serfi mengajak seluruh unsur pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi.

“Jangan biarkan satu pun anak kehilangan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal hanya karena kurangnya perhatian dan kepedulian kita,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Serfi berharap kegiatan sosialisasi GENTING dan evaluasi TP3S mampu menghasilkan rekomendasi serta langkah-langkah konkret yang semakin memperkuat pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Wakil Bupati Serfi Kambey kemudian secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING) dan Evaluasi TP3S Semester I Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026. (Roy-KOMINFO)