Salakan, BanggaiKep.go.id – Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI) Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., memaparkan pentingnya perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi perkembangan zaman. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan paparan di Aula Bappeda dan Litbang Kabupaten Banggai Kepulauan, dalam rangka kunjungan kerja di daerah, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Sekretaris Daerah, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dari Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai Laut (Balut), serta tamu undangan lainnya.

Dalam paparannya, Zudan menekankan bahwa perubahan teknologi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk cara pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, ASN dituntut tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi juga mampu menyesuaikan pola pikir dan cara kerja.

Ia mengajak peserta membandingkan sistem pelayanan masa lalu dengan kondisi saat ini. Zudan mencontohkan perubahan dari penggunaan mesin ketik, pengiriman surat melalui faksimile, hingga pemanfaatan teknologi digital yang memungkinkan dokumen dikirim kepada ratusan penerima hanya dalam hitungan detik.

Menurut dia, perubahan serupa juga terjadi dalam industri perbankan. Jika dahulu masyarakat harus mengirim uang melalui wesel pos dan menunggu hingga berhari-hari, kini transaksi dapat dilakukan secara langsung melalui telepon genggam.

“Kalau dulu mengirim uang membutuhkan waktu sampai berhari-hari, sekarang dikirim hari ini, detik ini juga sampai. Inilah perubahan yang harus kita pahami,” ujarnya.

Zudan menilai, pemerintah harus mampu menghadirkan pelayanan publik yang sejalan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. Pelayanan dengan standar waktu 10 hingga 14 hari, menurut dia, perlu dievaluasi apabila sebenarnya dapat diselesaikan lebih cepat melalui pemanfaatan teknologi.

Ia juga menyoroti perubahan orientasi pelayanan. Pemerintah, kata dia, tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang mengurus kebutuhan administrasi, tetapi harus mulai menghadirkan pelayanan yang lebih mudah dijangkau.

“Bagaimana pelayanan bisa lebih mudah? Kalau masyarakat sudah mampu menggunakan layanan digital, berikan akses melalui handphone. Tetapi bagi masyarakat yang belum mampu, pemerintah harus hadir dan melakukan jemput bola,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Zudan turut memberikan contoh transformasi pelayanan yang dilakukan Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui ASN Digital. Melalui sistem tersebut, jutaan ASN dapat mengunggah dokumen, memperbarui data kepegawaian, hingga mengurus kenaikan pangkat secara mandiri dari rumah tanpa harus mendatangi kantor BKN.

Ia menegaskan, transformasi digital bukan semata-mata tentang penggunaan teknologi, melainkan perubahan mendasar dalam cara berpikir dan memberikan pelayanan.

Zudan kemudian mengaitkan hal tersebut dengan nilai dasar ASN BerAKHLAK, khususnya berorientasi pelayanan. Menurut dia, kemudahan dan kecepatan harus menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan.

Selain kemudahan, kecepatan juga menjadi tuntutan utama. ASN diharapkan mampu bekerja secara efektif, responsif, dan mengupayakan pelayanan secara real time sesuai jenis layanan dan kemampuan sistem yang tersedia.

Ia mengingatkan bahwa visi dan misi kepala daerah hanya dapat diwujudkan apabila didukung aparatur yang memiliki pola pikir terbuka, fleksibel, serta berani meninggalkan kebiasaan kerja yang tidak lagi relevan.

Paparan tersebut menjadi pengingat bagi jajaran ASN di Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai Laut bahwa kualitas birokrasi tidak hanya diukur dari terlaksananya administrasi pemerintahan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh pelayanan yang mudah, cepat, dan berkualitas.(Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menyampaikan sambutan pada kegiatan kunjungan kerja Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI), Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrulloh, S.H., M.H., di Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa (3/11/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Serfi Kambey menyampaikan ucapan selamat datang dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala BKN RI beserta rombongan atas kunjungan kerja di Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan, saya menyampaikan selamat datang dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrulloh beserta rombongan. Kami merasa bangga dan berterima kasih atas kesediaan Bapak hadir langsung di daerah kami,” ungkapnya.

Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam memperkuat tata kelola manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).

Serfi Kambey menjelaskan bahwa sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Banggai Kepulauan memiliki tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Kondisi geografis, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan pelayanan masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah menjadi perhatian penting dalam pengelolaan dan optimalisasi sumber daya aparatur.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan anggaran dan program kerja, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas, kompetensi, integritas, dan profesionalisme aparatur yang menjalankannya.

“Pemerintah daerah terus berupaya mendorong terwujudnya ASN yang profesional, berintegritas, disiplin, adaptif, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun, kami juga menyadari masih terdapat berbagai hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan, terutama dalam penguatan sistem manajemen kepegawaian yang sesuai dengan ketentuan dan kebijakan nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menyampaikan bahwa kehadiran Kepala BKN RI menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk memperoleh arahan, masukan, serta penguatan kebijakan terkait pengelolaan ASN.

Kepada seluruh ASN yang hadir, Serfi Kambey berharap agar dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, mendengarkan dan memahami setiap arahan yang disampaikan oleh Kepala BKN RI, serta menjadikannya sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas diri, kinerja, dan komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah.

“Menjadi ASN bukan sekadar tentang status dan jabatan, tetapi tentang amanah dan tanggung jawab untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

Melalui kunjungan kerja tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap dapat semakin memperkuat sinergi dengan BKN RI dalam mewujudkan manajemen ASN yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik serta pembangunan daerah.

Kegiatan bertempat di Gedung Auditorium Bappeda dan Litbang dan di hadiri Sekda Bangkep, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas Banggai Kepulauan dan Banggai Laut, serta undangan lainnya. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Banggai Kepulauan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Selasa (3/11/2026).

Upacara tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Banggai Kepulauan, Wakil Bupati, Bupati Morowali Utara, sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Sulawesi Tengah, pimpinan DPRD, unsur Forkopimda, jajaran aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelajar, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Zudan menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan 27 tahun Kabupaten Banggai Kepulauan. Ia menyebut usia tersebut sebagai momentum bagi daerah untuk semakin matang dan mempercepat pembangunan.

“Atas nama pribadi dan sebagai Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-27 kepada Kabupaten Banggai Kepulauan,” ujar Zudan.

Menurut dia, usia 27 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang diwarnai berbagai dinamika, perjuangan, dan kerja bersama dalam membangun daerah. Karena itu, Banggai Kepulauan tidak boleh lagi hanya belajar berjalan, tetapi harus mulai berlari lebih cepat.

Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para perintis, pendiri, dan pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Zudan mengingatkan bahwa pembangunan daerah harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan lebih dari 130 ribu masyarakat. Potensi unggulan daerah, terutama sektor kelautan, perikanan, pariwisata, dan produk lokal, perlu dikelola secara berkelanjutan.

Ia menyinggung sejarah masyarakat Banggai Kepulauan yang dikenal sebagai pelaut tangguh. Laut, menurut dia, sejak dahulu bukan menjadi pemisah, melainkan jalan penghubung antarmasyarakat.

Semangat tersebut, kata Zudan, harus diwariskan kepada generasi muda untuk menghadapi perubahan zaman, terutama perkembangan teknologi digital serta peluang ekonomi hijau dan ekonomi biru.

“Generasi muda Banggai Kepulauan harus lebih cerdas membaca perubahan zaman. Kekayaan alam yang dimiliki daerah ini harus dikelola dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan semangat kebersamaan,” katanya.

Selain kekayaan alam, Zudan menilai kerukunan, toleransi, dan persatuan masyarakat merupakan modal terbesar dalam menjaga keberlangsungan pembangunan daerah. Ia mengapresiasi masyarakat yang selama ini mampu mempertahankan suasana aman dan damai di tengah keberagaman.

Dalam kesempatan itu, Zudan juga memberikan pesan khusus kepada ASN. Menurut dia, jabatan merupakan amanah yang harus diukur dari seberapa besar manfaat dan dampak pelayanan yang dirasakan masyarakat.

Ia meminta aparatur pemerintah menjadikan setiap kritik, keluhan, dan pengaduan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Zudan menekankan enam hal penting dalam pelayanan pemerintahan. Pertama, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kedua, memastikan pelayanan berlangsung cepat, mudah, dan dilakukan dengan hati yang bersahabat.

Ketiga, tidak boleh ada masyarakat yang merasa salah pintu ketika mengurus pelayanan. ASN harus membantu mengarahkan warga ke unit pelayanan yang tepat. Keempat, pemerintah harus aktif mendatangi masyarakat melalui pelayanan jemput bola dan pemanfaatan teknologi digital.

Kelima, ASN harus hadir langsung di tengah masyarakat untuk memahami persoalan dan kesulitan yang dihadapi warga. Keenam, birokrasi harus berani mencoba berbagai inovasi demi menghadirkan pelayanan yang semakin baik.

“Jangan membuat masyarakat datang berkali-kali. Negara harus hadir mendatangi warga melalui pelayanan bergerak dan pemanfaatan teknologi digital,” tegasnya.

Ia juga mengajak DPRD, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk terus menyatukan visi pembangunan sesuai dengan rencana pembangunan daerah. Menurut dia, pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Kepada para pelajar dan mahasiswa, Zudan berpesan agar tidak membatasi cita-cita. Ia mendorong generasi muda menuntut ilmu setinggi mungkin, menguasai teknologi, membangun jaringan, dan kembali berkontribusi bagi kemajuan kampung halaman.

Zudan turut mengajak sekitar 6.000 ASN di Banggai Kepulauan menjadi duta promosi potensi daerah melalui media sosial. Pantai, Danau Kaca, ubi Banggai, serta berbagai produk unggulan lokal perlu diperkenalkan lebih luas agar mampu menarik perhatian wisatawan dan membuka peluang ekonomi masyarakat.

Menutup sambutannya, Zudan mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-27 sebagai titik tolak untuk memperkuat persatuan, mengoptimalkan kekayaan darat dan laut, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.

“Ombak boleh tinggi, angin boleh kencang, tetapi perahu Banggai Kepulauan tidak akan pernah karam. Syaratnya, nakhoda dan seluruh awak kapal harus mendayung bersama-sama, dengan kekompakan dan penuh rasa cinta,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa masa depan Banggai Kepulauan bergantung pada persatuan, kepemimpinan, dan kerja nyata seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, merata, dan berkelanjutan. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id– Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey, menghadiri ibadah syukur dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Banggai Kepulauan yang berlangsung di Gereja Imanuel, Salakan (2/11/2026).

Ibadah syukur tersebut dipimpin oleh Pdt. Mariati Lodong, S.Th. Suasana ibadah berlangsung khidmat, diikuti dengan doa dan ungkapan syukur atas perjalanan serta penyertaan Tuhan bagi Kabupaten Banggai Kepulauan hingga memasuki usia ke-27 tahun.

Kehadiran Wakil Bupati dalam ibadah tersebut menjadi bagian dari ungkapan rasa syukur pemerintah daerah bersama masyarakat atas berbagai berkat, penyertaan, dan kesempatan yang diberikan Tuhan dalam membangun daerah.

Momentum HUT ke-27 ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Banggai Kepulauan.

Dalam kesempatan tersebut, Serfi Kambey menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam ibadah syukur tersebut.

“Terima kasih semuanya. Tuhan memberkati kita semua,” ungkapnya.

Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Banggai Kepulauan diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk terus berkontribusi bagi kemajuan daerah. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, menghadiri kegiatan Pengajian Khataman Al-Qur’an dan Tabligh Akbar yang digelar di Masjid Nur Hidayah Pemda, Kabupaten Banggai Kepulauan Senin (2/11/2026).

Kegiatan keagamaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Pengajian Khataman Al-Qur’an merupakan bentuk kecintaan umat Islam terhadap kitab suci Al-Qur’an. Sementara itu, Tabligh Akbar menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman agama serta mengajak umat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Kehadiran Bupati Rusli Moidady dalam kegiatan tersebut mencerminkan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan pribadi, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membangun daerah yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan diharapkan terus mendorong kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang tidak hanya maju dalam pembangunan fisik, tetapi juga kuat dalam nilai moral dan spiritual. (Roy-KOMINFO)