Kindandal, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady membuka kegiatan Rembuk Agraria Pesisir bersama nelayan tradisional dan nelayan kecil Kabupaten Banggai Kepulauan di Desa Kindandal, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Zona Tengah Bakamla RI Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya, S.T., M.M., CHRMP, Sekretaris Jenderal DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Niko Amrullah, Kepala Dinas Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, jajaran pejabat pemerintah daerah, Camat Liang, para kepala desa Kecamatan Liang, serta para nelayan tradisional dan nelayan kecil.

Dalam sambutannya, Rusli menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan Bakamla RI dan pengurus pusat KNTI di Banggai Kepulauan. Menurut dia, kehadiran kedua pihak tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap perlindungan dan peningkatan kesejahteraan nelayan, khususnya di wilayah kepulauan.

Rusli mengatakan Banggai Kepulauan memiliki wilayah pesisir dan lautan yang luas. Laut bukan hanya bentang alam, melainkan sumber kehidupan sekaligus penopang perekonomian masyarakat, terutama nelayan tradisional dan nelayan kecil.

Dalam sambutannya, Rusli menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan Bakamla RI dan pengurus pusat KNTI di Banggai Kepulauan. Menurut dia, kehadiran kedua pihak tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap perlindungan dan peningkatan kesejahteraan nelayan, khususnya di wilayah kepulauan.

Rusli mengatakan Banggai Kepulauan memiliki wilayah pesisir dan lautan yang luas. Laut bukan hanya bentang alam, melainkan sumber kehidupan sekaligus penopang perekonomian masyarakat, terutama nelayan tradisional dan nelayan kecil.

Namun, dia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir. Persoalan tersebut antara lain kepastian hukum wilayah kelola pesisir, perlindungan ruang tangkap nelayan kecil, keselamatan saat melaut, serta kelestarian lingkungan dan dampak perubahan iklim.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penguatan sinergi dengan Bakamla RI dalam menjaga keamanan wilayah perairan dan meningkatkan keselamatan nelayan ketika melaut.

Pemerintah daerah, lanjut Rusli, akan mendorong kolaborasi bersama KNTI dan instansi terkait untuk membangun tata kelola pesisir yang mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan.

Rusli meminta para nelayan memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan aspirasi, kendala, serta harapan secara terbuka. Ia juga menginstruksikan jajaran perangkat daerah terkait agar mendengarkan dan mencatat setiap masukan sebagai bahan penyusunan kebijakan dan langkah konkret pemerintah ke depan.

“Pemerintah daerah siap terus berkolaborasi dengan KNTI, Bakamla RI, dan seluruh pemangku kepentingan demi terwujudnya wilayah pesisir yang berkeadilan, aman, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia berharap nelayan Banggai Kepulauan tidak hanya menjadi penonton di lautnya sendiri, tetapi memiliki kesempatan dan kemampuan untuk menjadi bagian utama dalam pengelolaan sumber daya kelautan serta menikmati hasilnya demi kesejahteraan keluarga.

Kegiatan Rembuk Agraria Pesisir ini secara resmi dibuka oleh Bupati Rusli Moidady dengan harapan menghasilkan kesepahaman dan langkah bersama dalam memperkuat perlindungan hak, keamanan, serta keberlanjutan kehidupan nelayan tradisional dan nelayan kecil di Kabupaten Banggai Kepulauan. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar malam ramah tamah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Daerah (HUTDA) ke-27, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan, dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah dan seluruh kepala daerah yang telah hadir untuk merayakan momentum hari jadi Kabupaten Banggai Kepulauan.

Menurut Rusli, kehadiran para pimpinan daerah tersebut bukan sekadar bentuk penghormatan, melainkan juga menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan, memperkuat silaturahmi, dan membangun semangat kebersamaan antardaerah.

Ia mengatakan, perjalanan 27 tahun Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan hasil perjuangan, pengorbanan, dan kerja keras para pendahulu serta seluruh masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Karena itu, Rusli mengajak masyarakat untuk menghargai jasa para pejuang pemekaran sekaligus melanjutkan cita-cita pembangunan Banggai Kepulauan.

“Dua puluh tujuh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ada perjuangan, pengorbanan, dan kerja keras para pendahulu serta seluruh masyarakat yang telah mengantarkan Banggai Kepulauan sampai pada hari ini,” ujarnya.

Rusli mengakui masih terdapat berbagai tantangan dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah. Namun, ia meminta seluruh elemen masyarakat tidak kehilangan optimisme dan terus mendorong kemajuan daerah.

Pada peringatan HUTDA ke-27 tahun ini, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mengusung tema “Banggai Kepulauan Bangkit, Berani Bergerak, Membawa Berkah.”

Menurut Rusli, tema tersebut mengandung pesan agar masyarakat memiliki keyakinan untuk membawa daerah menuju kemajuan, berani mengambil langkah perubahan, berinovasi, serta memperbaiki berbagai kekurangan.

Adapun makna membawa berkah, kata dia, adalah memastikan setiap program dan kebijakan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta menghadirkan kehidupan yang lebih baik.

Ia juga menegaskan bahwa kemajuan Banggai Kepulauan tidak dapat dipisahkan dari kemajuan Provinsi Sulawesi Tengah. Karena itu, diperlukan kolaborasi, dukungan, dan sinergi antarpemerintah daerah.

“Kami berharap kebersamaan malam ini tidak hanya menjadi pertemuan seremonial, tetapi juga semakin memperkuat komitmen kita untuk bersama-sama membangun Sulawesi Tengah yang lebih maju dan sejahtera,” kata Rusli.

Bersama Wakil Bupati Serfi Kambey, ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta berpartisipasi dalam pembangunan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, perangkat daerah, TNI-Polri, sponsor, peserta lomba, pelaku seni, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan rangkaian peringatan HUTDA ke-27.

Rusli berharap momentum hari jadi tersebut menjadi titik penguatan komitmen seluruh elemen daerah untuk terus bekerja bersama membawa Banggai Kepulauan menuju masa depan yang lebih baik.

“Mari kita melangkah bersama, bekerja bersama, dan membawa daerah tercinta ini menuju masa depan yang lebih baik,” tuturnya. (Roy-KOMINFO)