Salakan, BanggaiKep.go.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muh. Aris Susanto, S.E., M.E., membuka Musyawarah Cabang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Banggai Kepulauan Tahun 2026 di RS Trikora Salakan, Selasa, (29/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pengurus IDI Wilayah Sulawesi Tengah, dr. Ramla Tongko, M.Kes., Sp.PK dan dr. Asrawati Azis, Sp.FM, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan dr. James Pinontoan, Ketua IDI Cabang Banggai Kepulauan dr. Abdi Gunawan, MPH, Plt. Direktur RS Trikora Salakan Demiyanus Soolani, SKM, serta jajaran anggota IDI Cabang Banggai Kepulauan.
Dalam sambutannya, Aris mengatakan Muscab IDI bukan sekadar agenda organisasi untuk memilih kepengurusan maupun menyusun program kerja. Menurut dia, forum tersebut menjadi ruang evaluasi dan konsolidasi untuk merumuskan langkah organisasi dalam menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Musyawarah seperti ini menjadi ruang untuk melakukan evaluasi, menyatukan pemikiran, dan merumuskan langkah-langkah ke depan, khususnya dalam meningkatkan peran dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Aris.
Ia menyoroti tantangan pelayanan kesehatan di Banggai Kepulauan yang memiliki karakteristik geografis sebagai daerah kepulauan. Jarak antarwilayah, keterbatasan sarana, serta ketersediaan tenaga kesehatan menjadi sejumlah persoalan yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Dalam kondisi tersebut, Aris menilai keberadaan dokter memiliki peran penting. Dokter tidak hanya dituntut memberikan pelayanan medis, tetapi juga berperan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat, pencegahan penyakit, dan peningkatan kualitas kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, kata Aris, berharap IDI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan sektor kesehatan.
“Kita membutuhkan komunikasi dan kerja sama yang baik antara organisasi profesi, Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, serta seluruh tenaga kesehatan yang ada di daerah ini,” ujarnya.
Aris juga berharap Muscab IDI menghasilkan gagasan baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi pelayanan kesehatan di Banggai Kepulauan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter yang selama ini menjalankan tugas pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Tugas seorang dokter bukanlah tugas yang ringan. Ada tanggung jawab kemanusiaan yang besar di dalamnya,” kata Aris.
Menurut dia, pemerintah daerah akan terus membangun sinergi dan menciptakan lingkungan yang mendukung tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas pengabdian.
Musyawarah Cabang IDI Banggai Kepulauan 2026 diharapkan berlangsung tertib, demokratis, dan penuh kekeluargaan. Forum tersebut juga diharapkan menghasilkan keputusan yang memperkuat organisasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Aris kemudian secara resmi membuka Musyawarah Cabang Ikatan Dokter Indonesia Cabang Banggai Kepulauan Tahun 2026.
“Dengan memohon ridho dan penyertaan Tuhan Yang Maha Esa, Musyawarah Cabang Ikatan Dokter Indonesia Cabang Banggai Kepulauan Tahun 2026, dengan ini saya nyatakan dibuka,” ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian Muscab berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang mendorong kemajuan IDI serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan di Kabupaten Banggai Kepulauan. (Roy-KOMINFO)






Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!