Pos

Lumbi-lumbia, BanggaiKep.go.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan mewakili Bupati secara resmi membuka Festival Sea-Sea 2026 yang dilaksanakan di Desa Lumbi-Lumbia, Kecamatan Buko Selatan, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Jejak Luhur Sea-Sea: Dari Hulu Menuju Samudra, Warisan Untuk Dunia”.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Moh. Aris Susanto, disampaikan bahwa festival ini merupakan momentum penting untuk mengangkat nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan oleh leluhur agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Festival Sea-Sea bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam memperkenalkan potensi daerah, baik dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, maupun kearifan lokal masyarakat Banggai Kepulauan.

Pemerintah daerah memberikan apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat Desa Lumbi-Lumbia bersama tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah berinisiatif dan berkolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi contoh nyata semangat gotong royong dalam membangun daerah.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menggali potensi desa, mengembangkan inovasi, serta memperkuat pemberdayaan berbasis potensi lokal.

Festival ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, kuliner, kerajinan, dan promosi potensi lokal. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat identitas daerah serta menanamkan rasa bangga terhadap budaya sendiri, khususnya bagi generasi muda.

Kabupaten Banggai Kepulauan sendiri memiliki kekayaan alam dan budaya yang melimpah, mulai dari keindahan bentang laut hingga tradisi yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Potensi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Melalui Festival Sea-Sea 2026, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga warisan budaya, bahasa daerah, adat istiadat, serta kearifan lokal agar tidak tergerus oleh arus globalisasi.

Mengakhiri sambutan Bupati, Sekretaris Daerah secara resmi membuka kegiatan dengan harapan seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar, sukses, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Festival Sea-Sea 2026 secara resmi dinyatakan dibuka,” tutu Aris.

Turut hadir Fadhilatul Ulfa (Staf Strategi Investasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia), Ariesta Noer. P (Staf Promosi Investasi kementerian Pariwisata Republik Indonesia), Kepala Dinas Pariwisata Banggai Kepulauan, Kepala BPS Banggai Kepulauan, Camat Buko Selatan, Kepala Desa se Kecamatan Buko Selatan, Mahasiswa KKN UGM yogyakarta, Pelaku Budaya Banggai Kepulauan, dan masyarakat setempat. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda dan Litbang) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menggelar Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPPAR) Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026–2030, bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Kamis (30/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Perangkat Daerah terkait, Para Camat, Akademisi, Pelaku Usaha Pariwisata, Kepala Desa, serta Tim Penyusun dan Narasumber dari UGM Yogyakarta.

Dalam sambutan Wakil Bupati Serfi Kambey mengatakan, sektor pariwisata memiliki peran yang sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat Banggai Kepulauan.

Potensi alam yang indah, mulai dari pesisir laut hingga pegunungan, merupakan anugerah besar yang harus kita kelola secara berkelanjutan dan terarah.

Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPPAR) ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan arah kebijakan pembangunan pariwisata yang berkesinambungan. Dokumen ini akan menjadi pedoman strategis bagi seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat dalam pengembangan destinasi wisata yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial bagi masyarakat lokal.

“Saya berharap akan muncul berbagai masukan konstruktif dari seluruh peserta, sehingga dokumen RIPPAR Kabupaten Banggai Kepulauan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan, potensi, dan arah pembangunan pariwisata daerah untuk lima tahun ke depan,” ucap Serfi.

“Saya juga ingin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas masyarakat. Dengan demikian, pelaksanaan rencana induk ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program nyata yang berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dengan semangat Kabupaten Banggai Kepulauan Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan, marilah jadikan sektor pariwisata sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi daerah yang berwawasan lingkungan dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

“Akhirnya, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan dokumen ini. Semoga hasil dari seminar ini menjadi landasan kuat dalam mewujudkan Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi Tengah bahkan di tingkat Nasional,” tutup Wabup. (Decky-KOMDIGI)

Yogyakarta, BanggaiKep.go.id – Pj. Bupati Banggai Kepulauan Ihsan Basir, SH.,LL.M lakukan diskusi dan silaturahmi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta terkait Pengabdian Masyarakat melalui Sekolah Perempuan di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Selasa, (22/11/2022).

Pertemuan dilaksanakan di Ruang Joglo Alumni Fakultas Kedokteran UGM, turut dihadiri Dr. Atik Triratnawati M.A Ketua Program Studi S1 Antropologi Dept. Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya UGM, Dr. rer. nat. dr. BJ. Istiti Kandarina Dosen Prodi S1 dan S2 Gizi, Dept. Gizi Kesehatan dan Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UGM, Dr. Wahyudi Istiono, M.Kes., SP. KKLP Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat FKM UGM, Kadis Pariwisata Kab. Bangkep, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kab. Bangkep.

Hasil kesimpulan dalam diskusi dan silaturahmi yang di lakukan diantaranya, Sekolah Perempuan ditujukkan bagi peserta perempuan kejar paket, SMP dan SMA, Kendala tempat atau lokasi di Banggai Kepulauan bisa dilakukan dengan mencari tempat yang telah menerapkan sekolah perempuan, sekaligus diberikan kemudahan akses untuk melaksanakan pendidikan di tempat tersebut.

Kemudian, melihat angka perkawinan anak di Banggai Kepulauan tinggi, sehingga sekolah perempuan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada generasi-generasi pertiwi di Banggai Kepulauan sekaligus untuk meningkatkan SDM.

Selain itu, UGM juga telah melakukan penelitian di Bangkep, dengan garis besar sebagai berikut, Masterplan belum terintegrasi (mismatch), pendidikan 9-12 Tahun tidak tuntas, dan angka perkawinan anak tinggi serta perlu intervensi pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM, salah satunya melalui sekolah perempuan serta SMK Kelautan dan Pariwisata.

Peta konsep penerapan Sekolah Perempuan, tahun 2022 yaitu penerapan modul penundaan pernikahan dan kehamilan berbasis budaya, pembuatan model Sekolah Perempuan dan Pilot Study, Pembuatan Modul Cara Pelatihan dan Pendidikan yang terbaik, pada tahun 2023, Implementasi pengajaran modul penundaan pernikahan berbasis budaya di sekolah informal dan implementasi sekolah perempuan dan tahun 2024, Advokasi rekognisi “Sekolah Perempuan” sampai ke Pemda dengan pengeluaran sertifikat, evaluasi keberhasilan pelaksanaan program dengan melihat angka pernikahan dini, angka stunting, angka wanita ber-KB serta angkat serapan tenaga kerja wanita.

Disamping itu, Pj. Bupati Banggai Kepulauan Ihsan Basir juga menegaskan bahwa putus sekolah di Bangkep, bukan semata-mata faktor kemiskinan, melainkan karena tingginya minat anak-anak disana untuk langsung turun bekerja kelapangan (menjadi nelayan, dll) yang mereka anggap mendapatkan hasil yang lumayan.

“Sekolah perempuan lebih baik ditekankan di daerah Bongganan, karena angka putus sekolah sangat tinggi disana. Selain Bongganan, Desa Labotan Kandi juga bisa menjadi locus utama, karena daerah tersebut dominan buta huruf,” kata Bupati.

Pj. Bupati berharap agar untuk memudahkan pendidikan, diharapkan ada proses pelatihan khusus melalui modul-modul tertentu yang inovatif untuk menciptakan efisiensi dalam proses pelatihan. (IKP-KOMINFO)

Yogyakarta, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta jalin kerjasama dalam hal mempromosikan dan pengembangan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan ke Mancanegara.

Pertemuan yang dilaksanakan di Kampus UGM Yogyakarta melibatkan Pj. Bupati Bangkep Ihsan Basir, SH.,LL.M yang didampingi Kepala BPKAD dan Kadis Pariwisata Kab. Bangkep bersama jajaran Pimpinan Civitas Akademika UGM, Senin, (12/9/2022).

Dalam paparan Pj. Bupati Ihsan Basir mengatakan bahwa Kabupaten Banggai Kepulauan memiliki 112 daya tarik wisata alam, buatan dan budaya yang tersebar di 12 Kecamatan.

Ada 229 pulau dengan panjang garis pantai 805,77 kilometer serta bentang alam karst 97% dari wilayah daratan.

Bupati juga menjelaskan langkah-langkah strategis yang diambil Pemda dalam mendorong promosi wisata di Bangkep yaitu dengan melakukan pengembangan dan pembenahan destinasi wisata, sosialisasi pengembangan desa wisata serta pemasaran pariwisata.

Diketahui UGM Yogyakarta bekerjasama dengan Negara Eropa, Australia dan Amerika dan dengan programnya, para siswa dan mahasiswa luar negeri akan menimbah ilmu belajar di Desa Lukpanenteng, Tebeabul dan Desa Lalong Kabupaten Banggai Kepulauan.

Bupati juga menerangkan bahwa mereka akan tinggal selama empat balas hari akan belajar tentang lingkungan disekitar ada tracking, tentang kesehatan desa, bahasa indonesia ada kelas diskusi, kunjungan tempat-tempat tertentu, isu-isu gender dan lain-lain yang merupakan pembelajaran untuk turis mancanegara.

Penempatan mahasiswa Internasional dan Internal UGM pada pilot project diharapkan dapat menciptakan entitas bisnis pariwisata di negaranya yang kemudian di link-kan dengan project pengembangan pariwisata di Banggai Kepulauan. (Elsi-KOMINFO)

Lukpanenteng, BanggaiKep.go.id – Mewakili Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Kepala Dinas Pariwisata Edison E. Moligay, S.Sos, M.A.P membuka secara resmi Festival Sea-sea di Desa Lukpanenteng Kecamatan Bulagi Utara Tahun 2022 yang bertempat di Lapangan Desa Lukpanenteng, Kamis, (11/08/2022).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Kadis Pariwisata, menyambut baik dan mengapresiasi kepada panitia pelaksana kegiatan Festival Sea-sea dalam hal ini Mahasiswa Universitas Gajah Mada dan seluruh masyarakat yang berpartisipasi pada kegiatan ini.

“Saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang telah banyak membantu Pemerintah Daerah dalam membangun Kabupaten Banggai Kepulauan khususnya di bidang pariwisata yang ada di Kecamatan Bulagi Utara Desa Lukpanenteng, Sub Desa Puganda, dan Desa Ombuli,” ucapnya.

Kadis Pariwisata juga menambahkan, “Semoga dengan kerja keras adik-adik dalam melakukan program kegiatan di bidang pariwisata yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan dapat menjadikan destinasi wisata di tiga tempat tersebut, dan semoga semua program kegiatan yang di lakukan di Daerah kami bisa membantu adik-adik dalam menyelesaikan tugas perkuliahan.”

Turut hadir Kadis Lingkungan Hidup, Camat Bulagi Utara, Kepala Badan Geospasial Pusat dan para Kepala OPD atau yang mewakili serta masyarakat yang ikut hadir. (Decky-KOMINFO)