Salakan, BanggaiKep.go.id — Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey membuka Focus Group Discussion (FGD) Proyek Lentera Bonua Karstik Banggai di Kabupaten Banggai Kepulauan, Rabu, (7/10/2026).

Kegiatan ini mempertemukan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, International Union for Conservation of Nature (IUCN), tim pelaksana Proyek Lentera, perangkat daerah, akademisi, lembaga penelitian, organisasi masyarakat, pemerhati lingkungan, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Serfi mengatakan kegiatan tersebut memiliki arti strategis bagi Banggai Kepulauan. Wilayah kabupaten ini merupakan bagian dari kawasan Bonua Karstik Banggai yang memiliki nilai penting dari sisi ekologis, sosial, dan ekonomi.

Menurut dia, kawasan karst bukan sekadar bentang alam dan kekayaan geologi. Ekosistem tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, ketersediaan sumber air, keanekaragaman hayati, sekaligus menopang kehidupan masyarakat.

“Pengelolaan Bonua Karstik Banggai memerlukan pendekatan yang terintegrasi, berbasis ilmu pengetahuan dan data yang akurat,” kata Serfi.

Ia menilai pengelolaan kawasan karst juga harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari ekologi, hidrologi, sosial, budaya hingga kondisi ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, kata Serfi, menyambut baik pelaksanaan Proyek Lentera. Pemkab siap mendukung proses tersebut melalui penyediaan informasi daerah, koordinasi lintas perangkat daerah, serta pelibatan para pemangku kepentingan lokal.

“Pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan hasil proyek ini nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Serfi juga menekankan pentingnya membangun kesamaan pemahaman mengenai tujuan dan arah Proyek Lentera melalui forum tersebut. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, lembaga penelitian, masyarakat, dan pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam merumuskan pengelolaan kawasan karst yang berkelanjutan.

Ia secara khusus menyoroti keterlibatan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan karst. Pengetahuan serta pengalaman lokal masyarakat, menurutnya, dapat memperkaya hasil kajian ilmiah.

“Pengelolaan Bonua Karstik Banggai harus dibangun melalui kolaborasi dan partisipasi seluruh pihak,” kata Serfi.

Pemerintah daerah berharap keberadaan kawasan Bonua Karstik Banggai tetap terjaga, sumber daya air terlindungi, dan keanekaragaman hayati tetap lestari. Pada saat yang sama, kawasan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat saat ini maupun generasi mendatang. (Roy-KOMINFO)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *