Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menghadiri rapat persiapan pelaksanaan Car Free Day (CFD) yang dilaksanakan di Ruang Kerja Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Rabu (9/9/2026).

Rapat yang dimulai pukul 08.30 WITA tersebut membahas berbagai persiapan teknis dan koordinasi lintas perangkat daerah dalam rangka pelaksanaan kegiatan Car Free Day di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kegiatan Car Free Day diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, beraktivitas secara sehat, sekaligus menciptakan ruang publik yang nyaman dan interaktif bagi masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Serfi Kambey menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapan seluruh perangkat daerah terkait agar pelaksanaan CFD dapat berjalan tertib, aman, lancar, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pelaksanaan Car Free Day bukan hanya sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta menghidupkan ruang publik di daerah,” ujar Serfi Kambey.

Rapat tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), perwakilan Dinas Perhubungan, perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, serta Sekretaris Dinas Kesehatan.

Melalui rapat persiapan ini, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berkomitmen memastikan pelaksanaan Car Free Day dapat terlaksana secara terkoordinasi dan menjadi kegiatan positif yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. (Decky-KOMINFO)

Totikum Selatan, BanggaiKep.go.id — Plt. Kepala Badan Kesbangpol Banggai Kepulauan Umara Pundeng, S.H.,S.Sos.,M.H didampingi Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni Budaya, Kemasyarakatan dan Agama dan staf Bidang Kewaspadaan hadir secara langsung memberikan pembekalan dan sosialisasi pemahaman moderasi beragama kepada para siswa di SMKN 1 Totikum Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banggai Kepulauan, Rabu (9/9/2026).
Dalam pemaparannya yang bertajuk “Peran Pemerintah Dalam Membangun Kerukunan di Banggai Kepulauan”, Umara Pundeng menekankan pentingnya peran strategis generasi muda dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah kepulauan. Beliau menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar kondisi damai tanpa konflik, melainkan fondasi utama pembangunan daerah yang aman dan inklusif.
“Keragaman agama, budaya, dan adat istiadat di Banggai Kepulauan adalah modal sosial yang sangat berharga. Perbedaan tidak boleh memecah belah, tetapi harus dikelola dengan saling menghormati dan menghargai,” ujar Umara Pundeng di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, beliau memaparkan beberapa poin kunci yang harus dipegang teguh oleh para pelajar diantaranya: Pentingnya Moderasi Beragama: Beliau mengajak pelajar untuk bersikap adil, seimbang, dan tidak berlebihan dalam beragama, serta menghargai keyakinan orang lain tanpa mengorbankan akidah sendiri.
Peran Pelajar sebagai Agen Kerukunan: Pelajar diharapkan menjadi teladan kerukunan, baik di lingkungan kelas, lingkungan sekolah, maupun masyarakat.
Bijak Ber-Media Sosial: Umara Pundeng mengingatkan para siswa agar selalu menerapkan prinsip “saring sebelum berbagi”. Beliau meminta para pelajar untuk tidak ikut menyebarkan berita hoaks, fitnah, atau konten provokatif yang dapat merusak persatuan.
Langkah Menghadapi Provokasi: Jika menemukan isu yang mengadu domba di grup pertemanan atau media sosial, beliau mengimbau para siswa untuk tidak panik, memeriksa kebenaran informasi, bermusyawarah secara santun, dan melaporkannya kepada guru atau pihak yang berwenang jika diperlukan.
Mengakhiri pemaparannya, Umara Pundeng menegaskan komitmen Kesbangpol bersama FKUB untuk terus hadir memberikan pengarahan, fasilitas, dan edukasi bagi generasi muda. Beliau berharap para pelajar SMKN 1 Totikum Selatan mampu menjadi pilar perdamaian dan penerus masa depan Banggai Kepulauan yang harmonis. (IKP-KOMINFO)

Totikum, BanggaiKep.go.id — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banggai Kepulauan terus mendorong penguatan nilai toleransi dan kerukunan sejak dini melalui kegiatan Sosialisasi Peningkatan Pemahaman Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar yang digelar di SMKN 1 Totikum Selatan, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FKUB Banggai Kepulauan dalam menanamkan pemahaman tentang pentingnya hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman agama, suku, budaya dan latar belakang masyarakat.

Mengusung tema “Implementasi Nilai-nilai Pendidikan dalam Membangun Moderasi Beragama di Kabupaten Banggai Kepulauan”, sosialisasi menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang keagamaan, pemerintahan dan kerukunan umat beragama.

Materi yang disampaikan antara lain mengenai implementasi nilai-nilai kurikulum berbasis cinta dalam membangun toleransi di kalangan pelajar, peran pemerintah dalam membangun kerukunan di Kabupaten Banggai Kepulauan, serta kearifan lokal dalam membangun keberagaman di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Ketua FKUB Kabupaten Banggai Kepulauan Drs. H. Ahmad Yani turut memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya menjadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Sementara itu, narasumber lainnya berasal dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan yang juga merupakan Dewan Penasihat FKUB, serta Kepala Kesbangpol Kabupaten Banggai Kepulauan selaku Dewan Penasihat FKUB.

Di hadapan para pelajar, pesan utama yang dibangun adalah bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan bagaimana setiap pemeluk agama dapat menjalankan keyakinannya dengan baik sekaligus menghormati keyakinan orang lain.

Pelajar dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga masa depan kerukunan di Banggai Kepulauan. Lingkungan sekolah menjadi ruang penting untuk membangun karakter generasi muda yang terbuka, saling menghargai, tidak mudah terprovokasi, serta mampu menyikapi perbedaan secara bijaksana.

Melalui kegiatan tersebut, FKUB Banggai Kepulauan berharap nilai-nilai toleransi tidak berhenti pada pemahaman di ruang sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

Dari sekolah, moderasi beragama ditanamkan. Dari generasi muda, kerukunan Banggai Kepulauan dilanjutkan. (IKP-KOMINFO)