Salakan, BanggaiKeo.go.id — Sebanyak 195 pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan resmi dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumat (21/8/2026).

Pelantikan yang dimulai pukul 14.00 WITA tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, Wakil Bupati Banggai Kepulauan, jajaran Forkopimda, para Kepala Perangkat Daerah, serta seluruh pejabat yang dilantik dan diambil sumpah/janji jabatannya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyampaikan sambutan secara langsung sekaligus memberikan arahan kepada 195 pejabat yang baru dilantik.

Bupati menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar acara seremonial maupun pergantian atau pengisian jabatan dalam struktur pemerintahan. Lebih dari itu, pelantikan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah untuk memastikan roda organisasi pemerintahan berjalan semakin efektif, profesional, responsif, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Jabatan yang saudara-saudara emban hari ini adalah amanah dan kepercayaan. Di dalamnya terdapat tanggung jawab yang besar, baik kepada organisasi, kepada pemerintah daerah, kepada masyarakat, maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Bupati dalam sambutannya.

Bupati meminta seluruh pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh integritas, loyalitas, disiplin, dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan agar jabatan tidak dipandang sebagai fasilitas atau kebanggaan pribadi, melainkan sebagai ruang untuk mengabdi dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan.

Khusus kepada Pejabat Administrator, Bupati berharap mereka mampu menggerakkan organisasi, mengoordinasikan pelaksanaan program, membangun kerja sama, serta memastikan target-target pembangunan dapat dicapai secara efektif dan terukur.

Sementara itu, Pejabat Pengawas diharapkan mampu menjalankan peran strategis dalam memastikan pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan, meningkatkan disiplin aparatur, melakukan pengawasan secara objektif, serta memberikan pembinaan kepada jajaran di bawahnya.

“Jangan hanya menjadi pejabat yang mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi pemimpin yang mampu memberikan keteladanan,” pesan Rusli.

Bupati juga mendorong para pejabat untuk membangun komunikasi yang baik dengan pimpinan, rekan kerja, bawahan, dan terutama masyarakat. Lingkungan kerja yang sehat, terbuka, disiplin, dan berorientasi pada penyelesaian masalah dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan.

Selain itu, Bupati menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Para pejabat diminta menghindari penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan, serta berbagai tindakan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Laksanakan tugas sesuai peraturan perundang-undangan dan selalu kedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujarnya.

Kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, Bupati juga meminta agar segera memahami tugas pokok dan fungsi, mempelajari berbagai persoalan yang ada pada unit kerja masing-masing, serta menyusun langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja organisasi.

“Jangan menunggu masalah menjadi besar baru kemudian bertindak. Jadilah pejabat yang mampu membaca persoalan, mencari solusi, dan mengambil langkah secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Dalam arahannya, Bupati Rusli Moidady turut mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan membutuhkan aparatur yang mampu bekerja secara kolaboratif, inovatif, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

Perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi, menurutnya, menuntut pemerintah untuk memberikan pelayanan yang semakin cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.
Karena itu, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan didorong untuk terus meningkatkan kompetensi, memanfaatkan teknologi, membangun inovasi, serta memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah.

“Tidak ada perangkat daerah yang dapat bekerja sendiri. Keberhasilan pembangunan daerah adalah keberhasilan kita bersama,” kata Bupati.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh 195 pejabat Administrator dan Pengawas yang telah menerima amanah baru. Ia berharap momentum pelantikan tersebut menjadi awal lahirnya energi baru dalam organisasi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati juga berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjadi motor penggerak di unit kerja masing-masing, membangun semangat kebersamaan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi terwujudnya pemerintahan yang efektif dan masyarakat Banggai Kepulauan yang semakin sejahtera.

“Buktikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada saudara-saudara dapat dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata, dedikasi, dan prestasi,” pungkasnya.

Pelantikan ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh pejabat yang menerima amanah senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, petunjuk, dan kemudahan dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan daerah Kabupaten Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)

SK Pelantikan Pejabat Administrator dan Pengawas lingkungan Pemerintah Kab. Banggai Kepulauan tanggal 21 Agustus 2026 bisa diakses melalui link :

1. Jabatan Administrator Eselon III.a melalui link: https://drive.google.com/file/d/1dSiW6GYswA2jicXTUw5igS5eS42U7sQW/view?usp=drive_link

2. Jabatan Administrator Eselon III.b melalui link: https://drive.google.com/file/d/12H7LtdfiG0vz-LSh7j7x3POo3ecRDrJf/view?usp=drive_link

3. Jabatan Pengawas Eselon IV.a melalui link : https://drive.google.com/file/d/1r_agjcouQFt4vCZ-xk8IKa11n1dY72Q4/view?usp=drive_link

4. Jabatan Pengawas Eselon IV.b melalui link : https://drive.google.com/file/d/1I4hSP2XG8sDMATSyPbtYixb64F56TC35/view?usp=drive_link

Bangkep, BanggaiKep.go.id – Puluhan siswa di Kabupaten Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis, (20/8/2026).

Berdasarkan laporan sementara pada Kamis sore, terdapat sedikitnya 51 orang yang mengalami kondisi kesehatan dan membutuhkan penanganan.

Korban terbanyak berasal dari SD Negeri Mata, yakni sebanyak 47 siswa. Selain itu, satu siswa SD Negeri Kanali, satu siswa SD Muhammadiyah Peling, seorang ibu menyusui, serta seorang balita berusia lebih dari tiga tahun turut dilaporkan mengalami kondisi serupa.

Dalam laporan tersebut disebutkan, tiga orang sempat mendapatkan bantuan oksigen. Dua di antaranya telah kembali dalam kondisi normal, sementara satu orang, yakni seorang ibu, masih menggunakan oksigen. Korban tersebut disebut tidak menjalani infus.

Satu korban lainnya telah dirujuk ke RSUD Trikora Salakan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Menerima laporan kejadian tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan langsung bergerak menuju lokasi. Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, Wakil Bupati Serfi Kambey, Ketua DPRD Arkam Supu, Sekretaris Daerah Moh. Aris Susanto, serta Asisten III Tommy Boy Luasusun dilaporkan turun langsung untuk memantau kondisi para korban dan penanganan di lapangan.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan medis serta untuk mengetahui secara pasti penyebab munculnya dugaan keracunan setelah konsumsi makanan MBG.

Pemerintah daerah juga terus melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, tenaga kesehatan, dan unsur terkait untuk memantau perkembangan kondisi para siswa maupun warga yang terdampak.

Jumlah korban dalam laporan awal ini masih bersifat sementara. Pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap seluruh penerima MBG yang diduga mengalami gangguan kesehatan.

Penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat disimpulkan dan masih menunggu hasil pemeriksaan serta penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para korban. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id— Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama Yayasan Paisu Mas Lestari membahas rancangan pengelolaan dive center sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan wisata bahari di daerah tersebut. Pembahasan berlangsung di ruang rapat Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Kamis, (20/8/2026).

Kegiatan dipimpin Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey dan turut dihadiri Komisi III DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan, Dinas Pariwisata, perangkat daerah terkait, serta jajaran Yayasan Paisu Mas Lestari.

Dalam arahannya, Serfi mengatakan Banggai Kepulauan memiliki kekayaan alam, terutama potensi wisata bahari, yang menjadi aset penting bagi pembangunan daerah. Laut, terumbu karang, pesisir, dan keanekaragaman hayati, kata dia, harus dikelola secara bijaksana agar memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

“Keberadaan dive center merupakan sebuah peluang strategis untuk mendukung pengembangan wisata selam dan wisata bahari di daerah kita,” kata Serfi.

Namun, menurut dia, pengelolaan dive center tidak boleh semata-mata berorientasi pada aspek ekonomi dan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Faktor kelestarian lingkungan, keselamatan wisatawan, peningkatan kapasitas masyarakat, dan manfaat ekonomi bagi warga lokal harus menjadi bagian penting dalam rancangan pengelolaan.

Serfi meminta seluruh perangkat daerah terkait mengkaji secara menyeluruh berbagai aspek pengelolaan dive center. Kajian tersebut mencakup kelembagaan, pemanfaatan fasilitas, pembagian tugas dan tanggung jawab, pembiayaan, pemeliharaan, aspek lingkungan, hingga mekanisme evaluasi.

Ia berharap pembahasan bersama Yayasan Paisu Mas Lestari dapat menghasilkan pola pengelolaan yang jelas, transparan, profesional, dan berkelanjutan.

“Kita harus memastikan pengelolaannya tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, keselamatan wisatawan, peningkatan kapasitas masyarakat, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal,” ujarnya.

Serfi juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda Banggai Kepulauan. Menurutnya, keberadaan dive center harus membuka ruang bagi anak-anak muda untuk memperoleh keterampilan dan kesempatan kerja di sektor wisata selam.

Mereka, kata Serfi, dapat dikembangkan menjadi tenaga profesional seperti penyelam, pemandu wisata, instruktur, maupun tenaga pendukung lainnya.

Dengan demikian, dive center tidak hanya dipandang sebagai fasilitas pariwisata, tetapi juga dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan ekonomi daerah.

“Kita ingin alam memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi manfaat tersebut harus diperoleh dengan tetap menjaga kelestarian alam,” kata Serfi.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Paisu Mas Lestari atas perhatian dan kontribusinya dalam mendukung pengembangan potensi wisata bahari di Banggai Kepulauan.

Serfi berharap pembahasan berlangsung terbuka dan konstruktif sehingga pemerintah daerah bersama yayasan serta para pemangku kepentingan dapat menemukan kesepakatan terbaik dalam pengelolaan dive center.

“Kiranya Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah dan upaya kita dalam membangun Kabupaten Banggai Kepulauan yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pembahasan rancangan pengelolaan dive center antara Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dan Yayasan Paisu Mas Lestari kemudian secara resmi dinyatakan dimulai oleh Wakil Bupati Serfi Kambey. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady melepas secara resmi kontingen Gala Siswa Indonesia (GSI) Kabupaten Banggai Kepulauan yang akan berlaga pada kompetisi tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis, (20/8/2026).

Dalam sambutannya, Rusli menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang telah terpilih mewakili Banggai Kepulauan setelah melalui proses pembinaan dan seleksi. Menurut dia, keikutsertaan dalam GSI bukan semata-mata mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

“Melalui olahraga, kita belajar tentang disiplin, kerja keras, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, serta menghargai orang lain,” kata Rusli.

Ia meminta para atlet muda Banggai Kepulauan tampil penuh percaya diri ketika menghadapi peserta dari daerah lain. Rusli menegaskan, status Banggai Kepulauan sebagai daerah kepulauan bukan alasan bagi para siswa untuk merasa rendah diri.

“Jangan pernah merasa rendah diri karena kalian berasal dari daerah kepulauan. Tunjukkan bahwa anak-anak Banggai Kepulauan memiliki kemampuan, mental juara, dan semangat untuk berprestasi,” ujarnya.

Rusli juga berpesan agar seluruh anggota kontingen menjaga nama baik daerah selama mengikuti kompetisi di tingkat provinsi. Sikap, sopan santun, kekompakan, serta kepatuhan terhadap aturan pertandingan, kata dia, harus menjadi perhatian seluruh kontingen.

“Bertanding lah dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, patuhi aturan pertandingan, dan jaga nama baik daerah kita,” katanya.

Selain kepada para siswa, apresiasi juga disampaikan kepada pelatih, pembina, pendamping, dan official yang telah mempersiapkan kontingen.

Rusli berharap proses pembinaan olahraga bagi pelajar terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga potensi generasi muda Banggai Kepulauan dapat berkembang.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, kata Rusli, berkomitmen mendukung pengembangan potensi generasi muda, tidak hanya dalam bidang olahraga, tetapi juga pendidikan, seni, dan bidang lainnya.

“Prestasi anak-anak kita hari ini harus menjadi motivasi untuk membangun sistem pembinaan yang semakin baik ke depan,” ujarnya.

Kepada kontingen yang akan berangkat, Rusli meminta para siswa menjaga kesehatan, kekompakan, serta mengikuti arahan pelatih. Ia juga meminta mereka tidak gentar menghadapi lawan.

“Percayalah pada kemampuan diri sendiri, hasil latihan, serta doa dan dukungan masyarakat Banggai Kepulauan,” kata Rusli.

Di akhir sambutannya, Rusli secara resmi melepas kontingen GSI Kabupaten Banggai Kepulauan untuk mengikuti kompetisi tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

“Selamat berjuang, anak-anakku. Tunjukkan semangat, tunjukkan sportivitas, tunjukkan prestasi. Banggai Kepulauan bisa. Harumkan nama Banggai Kepulauan,” ujar Rusli.

Ia berharap seluruh rangkaian kompetisi berjalan lancar dan kontingen GSI Banggai Kepulauan mampu meraih hasil terbaik serta membawa pulang prestasi bagi daerah.

Turut hadir Wakil Bupati, Plt. Asisten II, Kadis Dikbud, Kabid Dikdas serta para peserta Kontingen. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, S.T., M.T., AIFO, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan/Krisis Air Bersih, Kamis, (20/8/2026).

Rapat koordinasi yang digelar di ruang rapat kantor Bupati tersebut dihadiri Ketua DPRD Banggai Kepulauan, Sekretaris Daerah, Asisten Setda, unsur Forkopimda, Kepala Pelaksana BPBD, para kepala perangkat daerah terkait, Ketua PMI, Direktur PDAM Banggai Kepulauan, Camat Bulagi Selatan, Camat Bulagi Utara serta pimpinan SPBU Mutiara Salakan dan SPBU Bulagi.

Dalam sambutannya, Rusli menegaskan penanganan karhutla dan kekeringan tidak boleh menunggu sampai bencana membesar. Menurut dia, pemerintah daerah harus memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan sejak ancaman mulai terlihat.

“Karhutla dan kekeringan merupakan kondisi yang harus kita antisipasi bersama. Kita tidak boleh menunggu sampai kebakaran meluas atau masyarakat benar-benar mengalami kesulitan mendapatkan air bersih baru kemudian bergerak,” kata Rusli.

Ia mengatakan karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pertanian, dan kehidupan sosial. Sementara kekeringan dapat menurunkan ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga, kesehatan, pertanian, dan kebutuhan dasar lainnya.

Rusli meminta BPBD bersama perangkat daerah terkait segera memetakan wilayah yang berpotensi mengalami karhutla dan kekeringan. Pemetaan tersebut harus dilengkapi data wilayah rawan, kondisi sumber air, jumlah masyarakat yang berpotensi terdampak, serta kebutuhan sarana dan prasarana.

Para camat hingga pemerintah desa dan kelurahan juga diminta memperkuat pemantauan di wilayah masing-masing. Jika sumber air mulai mengering atau masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, laporan harus segera disampaikan agar pemerintah dapat memberikan respons sebelum kondisi memburuk.

“Begitu pula apabila ditemukan titik api atau indikasi kebakaran lahan, harus segera ditindaklanjuti. Jangan sampai api yang awalnya kecil berkembang menjadi kebakaran yang sulit kita kendalikan,” ujarnya.

Menurut Rusli, penanganan karhutla dan krisis air bersih membutuhkan sinergi lintas sektor. Pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, dunia usaha, relawan hingga masyarakat harus memiliki pola kerja yang terkoordinasi.

“Tidak boleh ada ego sektoral. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, seluruh sumber daya yang tersedia harus dapat dikerahkan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” kata dia.

Selain kesiapsiagaan, pemerintah daerah diminta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, segera melaporkan titik kebakaran, serta menggunakan air secara hemat dan bijaksana.

Rusli menegaskan hasil rapat koordinasi tidak boleh berhenti pada pembahasan dan laporan. Ia meminta adanya langkah konkret, pembagian tugas yang jelas, serta mekanisme respons yang cepat.

“Pastikan peralatan pemadaman siap digunakan. Pastikan sarana distribusi air bersih tersedia dan dapat digerakkan apabila diperlukan. Pastikan komunikasi antara desa, kecamatan, BPBD, dan perangkat daerah berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kondisi geografis Banggai Kepulauan sebagai daerah kepulauan dengan karakteristik dan akses wilayah yang berbeda-beda. Karena itu, strategi penanganan karhutla dan kekeringan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

“Mari kita bekerja berdasarkan data, bergerak lebih cepat, dan mengutamakan keselamatan serta kebutuhan masyarakat,” kata Rusli.

Selanjutnya Kepala Pelaksana BPBD Banggai Kepulauan Ir. Asrin, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan kekeringan dari empat desa di wilayah Kecamatan Bulagi, Bulagi Selatan, dan Bulagi Utara.

Menurut Asrin, tim BPBD melalui bidang terkait telah melakukan asesmen langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi masyarakat dan kebutuhan air bersih akibat kekeringan.

“Untuk penanganan kekeringan, kami sudah menerima surat terkait kondisi di empat desa. Tim kami juga sudah melakukan asesmen di lapangan. Hasil asesmen nantinya akan dipaparkan secara detail oleh bidang terkait,” kata Asrin.

Asrin menjelaskan penanggulangan bencana memiliki sejumlah tahapan, mulai dari kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga transisi menuju pemulihan. Status dan langkah penanganan harus melihat perkembangan ancaman serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Ia menyebut tahap siaga darurat dapat dilakukan ketika potensi ancaman mulai mengarah pada terjadinya bencana, yang ditandai meningkatnya ancaman berdasarkan sistem peringatan dini dan perkiraan dampaknya.

“Dengan situasi yang sekarang, kita mungkin sudah harus siaga bencana,” ujarnya.

Tahap berikutnya adalah tanggap darurat ketika ancaman bencana telah terjadi dan mengganggu kehidupan masyarakat. Setelah ancaman menurun atau berakhir, pemerintah dapat memasuki tahap transisi darurat menuju pemulihan ketika dampak terhadap kehidupan masyarakat masih berlangsung.

Asrin mengatakan penanganan darurat tidak hanya berorientasi pada korban, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Pemerintah perlu memulihkan pelayanan dasar, memperbaiki infrastruktur yang rusak, menggerakkan kembali aktivitas ekonomi, serta memberikan perlindungan kepada kelompok rentan.

“Yang pertama kita harus memastikan keselamatan sebanyak mungkin korban dan menjaga mereka dalam kondisi sehat. Selanjutnya menyediakan kembali kecukupan diri dan pelayanan dasar, khususnya bagi kelompok yang paling rentan,” katanya.

Ia menambahkan, penanganan bencana perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat secara terukur, termasuk dampak yang berbeda terhadap laki-laki, perempuan, dan anak-anak.

Asrin juga menjelaskan bahwa secara umum bencana dapat dikategorikan menjadi bencana geologi dan hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi antara lain banjir, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, tanah longsor, kekeringan, gelombang pasang, dan abrasi.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, hingga 7 Agustus 2026 tercatat sebanyak 1.432 kejadian bencana secara nasional dari berbagai kategori. Data tersebut, menurut Asrin, menunjukkan besarnya tantangan dalam penanggulangan bencana, termasuk ancaman kekeringan yang kini dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Banggai Kepulauan.

Ia berharap hasil asesmen BPBD dapat menjadi dasar pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan penanganan kekeringan dan krisis air bersih.

“Kami berharap hasil pemaparan dan kajian yang telah disampaikan nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan dan upaya mitigasi yang tepat bagi masyarakat yang terdampak,” kata Asrin.

Asrin juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banggai Kepulauan beserta unsur Forkopimda atas perhatian dan dukungan terhadap kondisi kekeringan di sejumlah wilayah.

Menurut dia, dukungan pemerintah daerah penting untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh penanganan secara cepat dan tepat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

“Atas nama BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati atas kesempatan, waktu, perhatian, dan arahan yang telah diberikan terkait kondisi kekeringan di Kecamatan Bulagi, Bulagi Selatan, dan Bulagi Utara,” ujarnya.

Ia menegaskan BPBD akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan penanganan dilakukan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

“Perhatian, dukungan, dan arahan dari Bapak Bupati serta unsur Forkopimda sangat berarti dalam upaya penanganan kondisi ini,” kata Asrin.

Menutup sambutannya, Rusli mengajak seluruh pihak menjadikan rapat koordinasi tersebut sebagai momentum memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla, kekeringan, dan krisis air bersih.

“Dengan koordinasi yang baik, kerja sama yang kuat, dan kepedulian seluruh masyarakat, saya yakin kita dapat meminimalkan risiko dan dampak yang mungkin terjadi,” ujarnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id— Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, S.T.M.T., AIFO resmi melepas Kontingen Kabupaten Banggai Kepulauan yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah 2026. Pelepasan berlangsung di ruang rapat kantor Bupati dihadiri oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Ketua  Kontingen, Staf Dispora dan para atlet, pada Rabu, (19/8/ 2026).

Ketua Kontingen, Samel Bagilis, S.Sos., M.M., dalam laporannya mengatakan kontingen telah mempersiapkan atlet melalui sejumlah tahapan seleksi sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Buol sebagai lokasi pelaksanaan POPDA XXIV.

“Dengan segala keterbatasan yang kita miliki, semangat dan tekad untuk berprestasi tidak pernah padam,” kata Samel.

Menurut dia, POPDA XXIV mempertandingkan empat cabang olahraga. Namun, dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran, Banggai Kepulauan hanya mengirimkan kontingen pada cabang olahraga bola voli, masing-masing kategori putra dan putri.

Samel mengatakan proses seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi untuk memastikan status pelajar aktif dan memenuhi persyaratan, uji fisik untuk mengukur kebugaran, stamina dan kekuatan, hingga pengujian kemampuan dasar bola voli seperti passing, service, smash, serta pemahaman strategi dan kesiapan mental.

“Dari ratusan pelajar yang kami seleksi, akhirnya terpilih 21 orang terbaik yang akan kita kirimkan untuk bertanding. Mereka adalah benih-benih harapan baru bagi olahraga Kabupaten Banggai Kepulauan,” ujarnya.

Kontingen tersebut terdiri atas 12 atlet bola voli putra, sembilan atlet bola voli putri, satu tenaga medis, serta pendamping dan official. Total personel yang akan diberangkatkan sebanyak 34 orang.

Sebelum bertolak, para atlet menjalani pemusatan latihan atau training center selama empat hari, 16-19 Agustus 2026, di Lapangan Bola Voli Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banggai Kepulauan.

POPDA XXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dijadwalkan berlangsung pada 19-29 Agustus 2026 di Kabupaten Buol. Kontingen Banggai Kepulauan akan menempuh perjalanan menuju lokasi melalui jalur laut dan darat. Pembiayaan kegiatan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selanjutnya Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady meminta para atlet tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjaga nama baik daerah selama mengikuti pertandingan.

“Keberangkatan saudara-saudara bukan sekadar untuk mengikuti pertandingan. Kalian berangkat membawa nama baik Kabupaten Banggai Kepulauan dan harapan seluruh masyarakat,” kata Rusli.

Ia meminta para atlet bertanding dengan penuh semangat, percaya diri, disiplin, serta menjunjung tinggi sportivitas.

“Jangan takut menghadapi lawan. Jangan merasa rendah diri karena kita berasal dari daerah kepulauan. Tunjukkan bahwa anak-anak Banggai Kepulauan mampu bersaing dan memiliki semangat juang yang tinggi,” ujarnya.

Rusli bahkan menegaskan target tinggi kepada tim bola voli yang menjadi satu-satunya cabang olahraga yang diikuti Banggai Kepulauan.

“Cabang olahraga yang dilombakan ada empat, kita hanya mengirimkan satu cabang olahraga, yaitu voli. Artinya kita harus juara. Tidak ada pilihan lain. Kita harus juara karena kalau tidak juara di voli, kita juara di mana lagi?” kata Rusli.

Meski demikian, Rusli mengingatkan atlet agar tidak bermain secara individual. Kekompakan dan kerja sama tim, menurut dia, menjadi kunci menghadapi pertandingan.

“Harus tanamkan mental menang, mental juara. Yang penting disiplin, kerja kompak, jangan ada yang egois. Kalau ada kesempatan, berikan kepada teman,” katanya.

Rusli mengatakan medali memang menjadi target, tetapi karakter atlet sebagai pelajar juga harus dijaga. Para atlet diminta menghormati lawan dan wasit, menjaga kekompakan, serta tidak mudah menyerah.

“Yang lebih penting adalah bagaimana kalian menunjukkan karakter sebagai atlet dan pelajar yang baik. Hormati lawan, hargai wasit, jaga kekompakan, serta jangan mudah menyerah. Berikan kemampuan terbaik dan berjuang sampai akhir,” ujar dia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, official, pendamping, sekolah, orang tua dan seluruh pihak yang telah mendukung pembinaan para atlet.

Menurut Rusli, pemerintah daerah akan terus mendorong pembinaan olahraga, terutama bagi generasi muda. POPDA, kata dia, bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari proses mencetak atlet muda yang berprestasi dan berkarakter.

“Ketika kalian mengenakan seragam kontingen dan memasuki arena pertandingan, ingatlah bahwa di belakang kalian ada keluarga, pelatih, sekolah, pemerintah daerah dan masyarakat Banggai Kepulauan yang terus mendukung dan mendoakan perjuangan kalian,” katanya.

Rusli meminta para atlet tidak terbebani dengan hasil akhir pertandingan. Mereka diminta fokus memberikan penampilan terbaik di setiap laga.

“Jangan takut kalah. Takutlah jika kita tidak memberikan yang terbaik. Jangan berpikir nanti melawan siapa, tetapi berpikir bagaimana memaksimalkan permainan yang terbaik,” ujarnya.

Ia optimistis kerja keras, disiplin, doa dan semangat pantang menyerah akan membawa hasil terbaik bagi kontingen Banggai Kepulauan.

Rusli juga menjanjikan apresiasi bagi atlet apabila mampu meraih prestasi dalam ajang tersebut. “Kalau dapat juara, saya dan Pak Wakil Bupati akan memberikan hadiah sebagai bentuk dukungan supaya anak-anak semakin semangat,” katanya.

Selain prestasi, Rusli mengingatkan para atlet untuk menjaga kondisi kesehatan selama mengikuti POPDA. Pola tidur dan asupan makanan harus diperhatikan agar kebugaran tetap terjaga selama pertandingan.

Ia meminta atlet menghindari makanan yang dapat mengganggu kondisi tubuh dan mengutamakan makanan bergizi. Tenaga medis yang ikut dalam kontingen juga diminta aktif memantau kondisi para atlet.

“Kalau ada yang merasa kurang nyaman, segera sampaikan kepada petugas kesehatan supaya bisa ditangani,” kata Rusli.

Dengan mengandalkan satu cabang olahraga, bola voli putra dan putri, Banggai Kepulauan berharap kontingen yang berjumlah 34 orang tersebut mampu membawa pulang prestasi sekaligus menunjukkan bahwa atlet dari daerah kepulauan mampu bersaing di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Upacara penurunan bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Banggai Kepulauan berlangsung khidmat, Senin, (17/8/ 2026).

Upacara digelar di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan pada pukul 16.30 WITA. Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey, bertindak sebagai inspektur upacara.

Prosesi penurunan Sang Merah Putih berlangsung tertib dan penuh penghormatan. Seluruh peserta upacara mengikuti setiap tahapan dengan sikap khidmat sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Bupati Banggai Kepulauan turut hadir bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, serta jajaran pejabat dan tamu undangan lainnya.

Upacara penurunan bendera tersebut menjadi rangkaian penutup peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Banggai Kepulauan. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, dan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan daerah.

Dengan berakhirnya prosesi penurunan bendera, rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Banggai Kepulauan ditutup dengan tertib dan penuh penghormatan. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Banggai Kepulauan berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Senin, (17/8/2026).

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, S.T., M.T., AIFO, bertindak sebagai inspektur upacara. Upacara diikuti Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Ketua TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, jajaran aparatur sipil negara, serta tamu undangan.

Peringatan HUT ke-81 RI tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk menjaga kedaulatan, memperkuat keadilan, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Suasana khidmat terasa ketika pasukan pengibar bendera memasuki lapangan. Langkah mereka terdengar tegas saat membawa Sang Merah Putih menuju tiang bendera. Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, bendera Merah Putih dikibarkan dengan penuh penghormatan.

Pengibaran bendera menjadi salah satu momen penting dalam upacara. Merah Putih yang berkibar di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan menjadi simbol persatuan sekaligus penghormatan atas perjuangan para pahlawan yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Selanjutnya, Ketua DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan, Arkam Supu, S.Th.I., M.H., membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Pembacaan proklamasi mengingatkan kembali pada 17 Agustus 1945, ketika Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan.

Bupati Rusli Moidady kemudian membacakan Pancasila yang diikuti seluruh peserta dan tamu undangan. Lima sila tersebut kembali ditegaskan sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Peringatan HUT ke-81 RI di Banggai Kepulauan pun menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa dalam melanjutkan pembangunan.

Dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti dalam seremoni, tetapi diterjemahkan melalui kerja nyata untuk membangun Banggai Kepulauan yang semakin maju, mandiri, adil, dan sejahtera. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Banggai Kepulauan yang akan bertugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Sabtu (15/8/2026).

Prosesi pengukuhan bertempat di Auditorium Bappeda dan Litbang Kabupaten Banggai Kepulauan dan di hadiri Sekretaris Daerah, para pembina dan pelatih Paskibraka, serta para orang tua anggota Paskibraka serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Rusli Moidady menyampaikan bahwa pengukuhan Paskibraka merupakan momentum penting dan penuh makna. Para anggota Paskibraka tidak hanya dipercaya sebagai petugas pengibar bendera, tetapi juga mengemban kehormatan dan tanggung jawab dalam rangkaian peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bendera Merah Putih merupakan simbol negara, simbol persatuan, dan simbol perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia,” ujar Bupati.

Karena itu, Bupati berpesan agar seluruh anggota Paskibraka melaksanakan tugas pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan penuh tanggung jawab, disiplin, kekompakan, serta rasa bangga sebagai putra-putri terbaik Kabupaten Banggai Kepulauan.

Bupati juga mengingatkan bahwa sebelum dikukuhkan, para anggota Paskibraka telah melalui berbagai tahapan seleksi, pembinaan, latihan fisik dan mental, pembentukan kedisiplinan, serta penguatan karakter.

“Semua proses tersebut tentu tidak mudah. Namun, dari proses itulah kalian ditempa menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih disiplin, dan lebih bertanggung jawab,” katanya.

Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh selama proses pembinaan tidak berhenti pada pelaksanaan tugas sebagai Paskibraka, tetapi dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari. Para anggota Paskibraka diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, dengan menjunjung tinggi disiplin, tanggung jawab, persatuan, serta sikap saling menghargai.

“Ketika kalian mengenakan seragam Paskibraka dan berdiri membawa Merah Putih, di pundak kalian ada nama baik keluarga, sekolah, dan Kabupaten Banggai Kepulauan,” pesan Bupati.

Bupati meminta seluruh anggota Paskibraka untuk menjaga kesehatan, kekompakan dan konsentrasi, serta tidak mudah menyerah dalam menjalankan tugas. Ia juga mengajak mereka untuk percaya pada kemampuan diri sendiri sekaligus membangun kepercayaan terhadap seluruh anggota tim.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Rusli Moidady turut menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para pembina dan pelatih atas dedikasi, kesabaran, serta kerja keras dalam membimbing dan mempersiapkan para anggota Paskibraka.

Ucapan apresiasi juga disampaikan kepada para orang tua yang telah memberikan doa, dukungan, dan pengorbanan sehingga anak-anak mereka dapat mengikuti seluruh proses pembinaan hingga sampai pada tahap pengukuhan.

Menutup sambutannya, Bupati berpesan kepada seluruh anggota Paskibraka agar terus menjadi generasi muda yang memiliki karakter kuat, berintegritas, mencintai tanah air, serta siap memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Banggai Kepulauan dan Indonesia.

Pengukuhan ini sekaligus menjadi tanda kesiapan Paskibraka Kabupaten Banggai Kepulauan untuk menjalankan tugas mulia pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar kegiatan pelepasan peserta Lomba Gerak Jalan tingkat SD, SMP, SLTA, dan Umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Kota Salakan, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat kebangsaan. Para peserta dari berbagai jenjang pendidikan maupun kelompok masyarakat tampak antusias mengikuti perlombaan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutan Sekda Banggai Kepulauan Muh. Aris Susanto menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan merupakan momentum untuk mengenang sekaligus menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan dengan pengorbanan yang tidak ternilai. Karena itu, tugas kita sebagai generasi penerus adalah mengisi kemerdekaan dengan karya, prestasi, persatuan, serta pengabdian terbaik bagi bangsa dan daerah,” ujar Sekda dalam sambutan tersebut.

Dijelaskan, Lomba Gerak Jalan tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan untuk menentukan siapa yang terbaik. Lebih dari itu, kegiatan ini mengandung nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kekompakan, ketertiban, sportivitas, semangat kebersamaan, serta pantang menyerah.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk terus ditanamkan, khususnya kepada generasi muda Banggai Kepulauan agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, disiplin, berkarakter, memiliki semangat kebersamaan, dan mampu berprestasi.

Kepada seluruh peserta, pemerintah daerah berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan kegembiraan, menunjukkan kemampuan terbaik, menjaga kekompakan regu, mematuhi seluruh ketentuan perlombaan, serta menjunjung tinggi sportivitas.

“Menang adalah prestasi, tetapi menjaga persaudaraan dan kebersamaan adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Selain sebagai ajang perlombaan, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan antarsekolah, antar kelompok masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan.

Apresiasi dan ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para guru, pembina, orang tua, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pemerintah daerah berharap seluruh rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat semakin memperkuat semangat persatuan dan gotong royong masyarakat.

“Mari kita semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat persatuan dan gotong royong. Jadikan momentum kemerdekaan ini sebagai energi positif untuk terus membangun Kabupaten Banggai Kepulauan menjadi daerah yang semakin maju, aman, sejahtera, dan berdaya saing,” kata Sekda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di hadiri kepala perangkat daerah guru, pembina, panitia pelaksana, serta masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan. (Decky-KOMINFO)