Laporan harga harian sembako di pasar Salakan pada 3 Agustus 2026.

Selengkapnya dapat mengunduh link:
Laporan harga harian sembako di pasar Salakan pada 3 Agustus 2026.

Selengkapnya dapat mengunduh link:
Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara Yudisium Dokter Internship RSUD Trikora Salakan, Senin (3/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Pj. Direktur RSUD Trikora Salakan beserta jajaran, kepala perangkat daerah, tenaga kesehatan, serta para peserta Program Internship Dokter Indonesia.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Program Internship Dokter Indonesia yang telah menyelesaikan masa pengabdian dan pembelajaran di RSUD Trikora Salakan. Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan program tersebut merupakan capaian penting sekaligus awal dari pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menuntaskan masa internship dengan baik. Semoga pengalaman selama bertugas di Banggai Kepulauan menjadi bekal berharga dalam menjalankan profesi sebagai dokter,” ujar Serfi Kambey.
Ia menegaskan, program internship merupakan tahapan strategis dalam membentuk dokter yang tidak hanya memiliki kemampuan klinis, tetapi juga kepekaan sosial, etika profesi, kemampuan berkomunikasi, serta semangat melayani masyarakat. Pengalaman bertugas di daerah kepulauan, kata dia, akan memperkaya pemahaman para dokter terhadap tantangan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Wakil Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada manajemen RSUD Trikora Salakan beserta seluruh dokter pembimbing yang telah memberikan pendampingan selama pelaksanaan program. Menurutnya, sinergi antara rumah sakit dan institusi pendidikan harus terus diperkuat guna melahirkan tenaga medis yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan yang berkualitas.
Lebih lanjut, Serfi Kambey menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi sumber daya manusia kesehatan, serta perluasan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Ia menilai pembangunan sektor kesehatan hanya dapat berhasil melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, rumah sakit, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, hingga masyarakat.
Kepada para dokter yang mengikuti yudisium, Wakil Bupati berpesan agar senantiasa memegang teguh sumpah profesi, menjunjung tinggi etika kedokteran, terus meningkatkan kompetensi, serta memberikan pelayanan terbaik dengan empati, integritas, dan profesionalisme.
“Jadikan momentum yudisium ini sebagai awal pengabdian yang lebih luas. Berikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat di mana pun saudara bertugas,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap para dokter yang telah menyelesaikan program internship mampu menjadi tenaga medis yang profesional serta berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mendukung pembangunan sektor kesehatan di Indonesia. (Roy-KOMINFO)
Salakan, BanggaiKep.go.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Muh. Aris Susanto, S.E., M.E menegaskan pentingnya peningkatan disiplin aparatur sipil negara (ASN), percepatan penataan aset daerah, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Senin (3/8/2026).
Apel tersebut diikuti oleh para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, para asisten, staf ahli bupati, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam arahannya, Muh. Aris Susanto menyampaikan bahwa Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) akan melakukan pencatatan terhadap tingkat kehadiran ASN pada apel pagi. Menurutnya, ASN yang tidak mengikuti apel sebanyak dua kali akan mendapat teguran dari pimpinan perangkat daerah, sedangkan yang tidak hadir lebih dari dua kali akan diberikan teguran langsung oleh pimpinan daerah.
“Kami berharap tidak ada ASN yang sampai mendapatkan teguran. Jika berhalangan hadir, segera sampaikan kepada atasan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Aris.
Selain menekankan disiplin, Sekda juga menyampaikan hasil pertemuan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dihadiri Bupati Banggai Kepulauan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Inspektorat, serta Kantor Pertanahan.
Dalam pertemuan tersebut, KPK memberikan perhatian serius terhadap penataan aset milik pemerintah daerah. Seluruh aset, kata Aris, harus berada pada OPD yang berwenang. Aset tidak boleh dibawa ketika pejabat berpindah tugas, melainkan wajib diserahkan kepada pejabat pengganti.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan aset masih menjadi salah satu catatan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), termasuk aset yang dikuasai pihak lain atau masih dibawa oleh pejabat yang telah mutasi.
“Apabila masih ada aset pemerintah yang dikuasai dan bukan menjadi kewenangan perangkat daerah saat ini, segera dikembalikan kepada OPD yang bersangkutan,” tegasnya.
Perhatian lainnya adalah masih adanya sekitar 600 bidang tanah milik Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan yang belum memiliki sertifikat. Berdasarkan arahan KPK bersama Kementerian ATR/BPN, seluruh aset tanah pemerintah daerah ditargetkan telah tersertifikasi paling lambat 31 Desember 2026.
Untuk itu, Sekda meminta seluruh OPD segera melaporkan aset tanah yang belum bersertifikat kepada BPKAD agar dapat diusulkan kepada Kantor ATR/BPN untuk proses sertifikasi.
Ia menjelaskan, apabila aset belum memiliki dokumen administrasi seperti surat hibah karena sulit ditelusuri, pemerintah daerah tetap dapat mengusulkan sertifikasi melalui surat keterangan yang ditandatangani Sekretaris Daerah. Kondisi tersebut banyak ditemukan pada aset berupa lahan sekolah yang telah lama dihibahkan masyarakat tanpa dokumen tertulis.
Selain persoalan aset, Aris juga menyampaikan atensi KPK terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Ia meminta seluruh pimpinan OPD menggali potensi pendapatan di masing-masing sektor sekaligus memastikan tidak terjadi kebocoran penerimaan daerah.
“PAD harus terus ditingkatkan, terlebih di tengah kebijakan pengurangan transfer ke daerah. Jangan sampai ada penerimaan daerah yang tertahan di tangan oknum atau dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok,” katanya.
Pada kesempatan itu, Sekda juga mengimbau seluruh ASN untuk mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Menurutnya, partisipasi ASN sangat penting untuk meningkatkan capaian program pemeriksaan kesehatan gratis di Kabupaten Banggai Kepulauan.
Apel pagi tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk memperkuat disiplin aparatur, mempercepat penataan aset daerah, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, serta mengoptimalkan pendapatan daerah guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (Roy-KOMINFO)