Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai menghadiri kegiatan penandatanganan prasasti Gedung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dirangkaikan dengan pembukaan Pameran Expo Kuliah Kerja Nyata Merdeka Belajar (KKN MB) Universitas Muhammadiyah Luwuk ke-XL serta kegiatan Kuliner Lokal Tradisional se-Kecamatan Liang, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan dihadiri Sekda, Rektor, Dekan, Unsur forkopimcam, Kepala OPD serta undangan lainya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyampaikan bahwa penandatanganan prasasti Gedung BUMDes bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi penanda sejarah sekaligus bukti nyata pembangunan dan semangat kemandirian masyarakat desa.

Keberadaan BUMDes diharapkan mampu menjadi instrumen penting dalam mendorong desa mengelola potensi dan sumber daya yang dimiliki secara produktif. Gedung BUMDes diharapkan tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas ekonomi desa, tempat tumbuhnya inovasi, kreativitas, dan pengembangan usaha masyarakat.

Karena itu, para kepala desa dan pengelola BUMDes didorong untuk terus meningkatkan kapasitas pengelolaan, mengembangkan usaha sesuai potensi masing-masing desa, serta membangun kemitraan yang lebih luas. Pengelolaan BUMDes harus dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, pembukaan Expo KKN MB Universitas Muhammadiyah Luwuk ke-XL juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banggai. Kegiatan KKN dinilai menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus ruang untuk mengembangkan inovasi di tingkat desa.

Mahasiswa peserta KKN diharapkan tidak hanya melaksanakan program selama berada di desa, tetapi juga mampu menggali potensi lokal, menghadirkan inovasi, mendukung digitalisasi, membantu pengembangan UMKM dan BUMDes, serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

“KKN harus menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, desa, dan masyarakat. Mahasiswa membawa ilmu dan gagasan, sementara masyarakat memiliki pengalaman, potensi, serta kearifan lokal. Jika semuanya dipadukan dengan baik, maka akan lahir berbagai inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” demikian disampaikan dalam sambutan.

Selain itu, kegiatan Kuliner Lokal Tradisional se-Kecamatan Liang juga mendapat perhatian sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kuliner tradisional tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi merupakan bagian dari identitas, budaya, dan kekayaan daerah yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana memperkenalkan berbagai makanan tradisional khas Kecamatan Liang, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan kelompok usaha masyarakat.

Masyarakat juga diajak untuk memiliki kebanggaan terhadap produk lokal dengan mengolah, mengemas, mempromosikan, dan memasarkannya secara lebih luas. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Banggai terus mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan desa, pelestarian budaya, serta pengembangan potensi lokal.

Seluruh masyarakat Kecamatan Liang diajak untuk terus menjaga semangat gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi. Sebab, keberhasilan pembangunan membutuhkan dukungan serta partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Kepada para mahasiswa KKN MB Universitas Muhammadiyah Luwuk, disampaikan pesan agar selama berada di tengah masyarakat senantiasa menjaga nama baik almamater, menghormati adat dan budaya setempat, membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta memberikan kontribusi terbaik sesuai ilmu dan kemampuan yang dimiliki.

Momentum penandatanganan prasasti Gedung BUMDes, Expo KKN MB, dan Kuliner Lokal Tradisional ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan desa yang mandiri, masyarakat yang sejahtera, serta pembangunan daerah yang semakin maju dan berdaya saing. (Decky-KOMINFO)