Salakan, BanggaiKep.go.id — Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey meminta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan memperkuat koordinasi dalam upaya mencegah dan menurunkan angka stunting.

Desakan itu disampaikan setelah data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menjadi bahan evaluasi menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan naik 0,7 persen.

Serfi menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Evaluasi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026, Selasa (27/10/2026).

Ia menegaskan, kenaikan tersebut harus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi efektivitas program, bukan sekadar mengejar kelengkapan administrasi dan pelaporan.

“Keberhasilan percepatan penurunan stunting tidak hanya diukur dari lengkapnya laporan atau terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari meningkatnya cakupan pelayanan, kehadiran masyarakat di posyandu, membaiknya perilaku hidup sehat, serta menurunnya prevalensi stunting berdasarkan pengukuran yang valid,” kata Serfi.

Menurut Serfi, stunting bukan semata-mata persoalan tinggi badan anak. Kondisi tersebut berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia karena dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kecerdasan, kesehatan, hingga produktivitas anak pada masa mendatang.

Karena itu, ia menilai penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader posyandu, Tim Penggerak PKK, organisasi profesi, hingga masyarakat harus terlibat dalam intervensi yang terintegrasi.

Di tengah kenaikan prevalensi stunting, Serfi mengapresiasi capaian penginputan data Analisis Situasi (Ansit) Kabupaten Banggai Kepulauan di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang telah mencapai 100 persen.

Namun, ia mengingatkan bahwa capaian administrasi tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan program yang tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap perbaikan status gizi anak serta kesehatan ibu.

“Kelengkapan data harus diikuti dengan ketepatan pelaksanaan program, kualitas intervensi, dan hasil nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Serfi menempatkan posyandu sebagai salah satu ujung tombak pencegahan stunting. Menurut dia, fungsi posyandu tidak terbatas pada penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan anak, tetapi juga mencakup pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta deteksi dini risiko stunting.

Ia meminta petugas dan pemerintah desa meningkatkan pendekatan kepada keluarga apabila partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu masih rendah. Kunjungan rumah dan edukasi berkelanjutan, kata dia, perlu dilakukan untuk memastikan anak-anak yang berisiko tidak luput dari pemantauan.

Selain persoalan pemantauan pertumbuhan anak, pemerintah daerah juga menghadapi sejumlah tantangan, antara lain anemia pada remaja, rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi, persoalan sanitasi, serta belum optimalnya praktik pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dan pelayanan keluarga berencana pasca persalinan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Serfi mendorong pemberian tablet tambah darah secara rutin kepada remaja putri, peningkatan penyuluhan gizi dan kesehatan, serta perbaikan sanitasi melalui kolaborasi lintas sektor.

Edukasi mengenai ASI eksklusif juga perlu diperkuat melalui posyandu dan gerakan PKK. Sementara itu, penyuluhan keluarga berencana pasca persalinan dan pembinaan perkawinan diperlukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, dan persiapan kehamilan yang sehat.

Serfi menegaskan, setiap perangkat daerah harus menjalankan perannya sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Sektor kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, pemberdayaan masyarakat, dan pengendalian penduduk perlu menyatukan langkah agar intervensi tidak berjalan sendiri-sendiri.

Dalam rapat evaluasi tersebut, pelaporan melalui Web Monitoring Bina Bangda juga menjadi perhatian. Serfi meminta seluruh perangkat daerah memastikan ketepatan waktu, kelengkapan, dan validitas data yang dilaporkan.

Menurut dia, data yang akurat harus menjadi dasar pengambilan keputusan, penentuan sasaran intervensi, dan perbaikan program. Pemerintah daerah perlu mengidentifikasi capaian yang telah berhasil, target yang belum terpenuhi, serta langkah konkret untuk mengatasi kekurangan.

Ia juga meminta penguatan koordinasi melalui aksi konvergensi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S), mulai dari penyelarasan perencanaan dan anggaran hingga pembagian tanggung jawab yang terukur.

Serfi berharap rapat evaluasi menghasilkan rekomendasi yang dapat segera ditindaklanjuti, bukan berhenti pada pembahasan dan pencatatan capaian program.

“Kita harus menjadikan kenaikan angka stunting sebagai peringatan sekaligus dorongan untuk bekerja lebih baik, memperkuat koordinasi, dan memastikan setiap intervensi tepat sasaran,” katanya.

Rapat evaluasi tersebut dihadiri Kaban Bappeda dan Litbang, Kepala Dinas Kesehatan, pimpinan perangkat daerah, perwakilan organisasi profesi dan kemasyarakatan, Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional, para camat, kepala puskesmas, koordinator PKB/PLKB, tenaga ahli pemberdayaan masyarakat, koordinator wilayah Badan Gizi Nasional, serta undangan lainnya.

Serfi menegaskan, investasi terbaik bagi masa depan Banggai Kepulauan adalah memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan produktif. Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat komitmen dan memastikan setiap program pencegahan stunting benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banggai Kepulauan Muhamad Aris Susanto secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi guru pengelola perpustakaan di jenjang SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola perpustakaan sekolah sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Sekda Muhamad Aris Susanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia berharap Bimtek ini dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan serta mendorong tumbuhnya minat baca dan kemampuan literasi peserta didik.

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, peserta didik tidak cukup hanya memiliki kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga harus mampu memahami, memilah, serta menilai kebenaran informasi yang diperoleh, baik melalui buku maupun media digital.

“Oleh karena itu, literasi informasi menjadi kemampuan penting dalam membentuk generasi yang kritis, cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menegaskan, perpustakaan sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung proses pembelajaran. Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat sumber belajar yang dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, memperluas wawasan, serta membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat.

Dalam konteks tersebut, guru pengelola perpustakaan memiliki tanggung jawab penting untuk menghadirkan layanan yang menarik, koleksi bacaan yang bermanfaat, serta lingkungan belajar yang mampu mendorong peserta didik mencintai ilmu pengetahuan.

Melalui kegiatan Bimtek ini, para guru diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola koleksi perpustakaan, memanfaatkan teknologi informasi, serta mengembangkan berbagai kegiatan literasi yang kreatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Sekda juga mengajak seluruh kepala sekolah dan madrasah agar memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan perpustakaan, baik melalui penyediaan sarana dan prasarana maupun dukungan terhadap pelaksanaan program literasi di sekolah masing-masing.

Kepada para guru pengelola perpustakaan, ia berpesan agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah.

Ia berharap perpustakaan sekolah dapat menjadi tempat yang menyenangkan dan dirindukan peserta didik untuk membaca, belajar, serta menemukan pengetahuan baru, bukan sekadar tempat yang dikunjungi karena kewajiban.

Lebih lanjut, Sekda menekankan bahwa kemajuan Kabupaten Banggai Kepulauan tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak dini melalui pendidikan dan penguatan budaya literasi.

“Membangun budaya literasi berarti turut membangun masa depan daerah dan bangsa,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.

Menutup sambutannya, Sekda berharap kegiatan Bimtek Literasi Informasi dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Sekda Muhamad Aris Susanto dengan mengucapkan basmalah, sebagai tanda dimulainya Bimbingan Teknis Literasi Informasi bagi Guru Pengelola Perpustakaan se-Kabupaten Banggai Kepulauan. (Decky-KOMINFO)

TOTIKUM SELATAN, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady mengikuti pelaksanaan salat Istisqa di Desa Kanali, Kecamatan Totikum Selatan, pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Salat Istisqa merupakan ibadah yang dilaksanakan umat Islam untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT, khususnya ketika suatu wilayah mengalami kondisi kekeringan atau membutuhkan curah hujan yang memadai.

Kehadiran Bupati Rusli Moidady dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama masyarakat melalui doa dan ibadah, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan serta kebutuhan masyarakat.

Pelaksanaan salat Istisqa ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak doa, serta memohon rahmat dan keberkahan Allah SWT bagi Kabupaten Banggai Kepulauan.

Melalui kegiatan keagamaan ini, diharapkan terjalin kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi cuaca dan ketersediaan air yang berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap agar doa yang dipanjatkan bersama membawa keberkahan bagi daerah dan masyarakat, serta senantiasa diberikan keselamatan, kesejahteraan, dan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (Decky-KOMINFO)