Salakan, BanggaiKep.go.id — Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banggai Kepulauan menjadi instansi pertama dalam kegiatan  sosialisasi antikorupsi bagi perangkat daerah yang digelar oleh Inspektorat Banggai Kepulauan, Senin (26/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh tim antikorupsi Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Dinas Kominfo, Sekretaris Dinas, para kepala bidang, kepala subbagian, serta sejumlah staf Dinas Kominfo yang hadir untuk mengikuti sosialisasi.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran aparatur pemerintah mengenai pentingnya pencegahan korupsi, penguatan integritas, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Banggai Kepulauan Rahmad Labou menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim antikorupsi Inspektorat yang telah berkenan memberikan sosialisasi kepada jajaran Dinas Kominfo.

Ia berharap materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan oleh seluruh peserta sehingga memberikan dampak positif terhadap perbaikan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Rahmad juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi. Menurutnya, transformasi digital merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan transparansi, memperkuat pengawasan, serta meminimalkan peluang terjadinya penyimpangan dalam proses pelayanan dan administrasi pemerintahan.

“Tidak ada pintu lain dalam proses reformasi birokrasi. Salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah digitalisasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Dinas Kominfo telah menyelesaikan penyusunan dokumen arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), termasuk perencanaan arsitektur hingga tahun 2030.

Ke depan, dokumen tersebut diharapkan menjadi landasan bagi setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengembangkan arsitektur SPBE sesuai dengan kebutuhan dan tugas masing-masing, dengan Dinas Kominfo sebagai penanggung jawab koordinasi di bidang tersebut.

Rahmad menambahkan, transformasi digital membutuhkan komitmen bersama dari seluruh perangkat daerah. Digitalisasi tidak hanya sebatas penggunaan aplikasi dan teknologi, tetapi juga harus disertai perubahan pola kerja, peningkatan kualitas pelayanan, serta pembentukan budaya kerja yang berintegritas.

“Yang paling penting adalah komitmen setiap orang untuk tidak melakukan korupsi. Mari kita mulai dari diri sendiri, mendekatkan diri kepada Tuhan, menyayangi keluarga, dan tidak memberikan ruang bagi niat maupun kesempatan untuk melakukan penyimpangan,” tegasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Inspektur Pembantu Wilayah I Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan menegaskan bahwa korupsi merupakan musuh besar yang tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Ia mengingatkan bahwa aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat, termasuk dalam mengelola informasi publik, memberikan pelayanan, dan menjaga transparansi di era digital.

Menurutnya, Dinas Kominfo memiliki peran strategis karena data, informasi, dan layanan yang dikelola menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, integritas aparatur harus senantiasa dijaga agar kepercayaan publik terhadap pemerintah tetap terpelihara.

Ia juga menjelaskan bahwa sosialisasi antikorupsi merupakan salah satu upaya yang dilaksanakan pada tahun 2026 untuk mendukung peningkatan capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan daerah harus disertai dengan niat yang tulus, kejujuran, dan tanggung jawab dalam bekerja. Sosialisasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana pembelajaran, pencerahan, dan penguatan komitmen bersama untuk membangun pemerintahan yang bersih.

“Transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan yang bersih merupakan kunci utama dalam mewujudkan kinerja Dinas Kominfo yang dapat dibanggakan,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh aparatur yang mengikuti kegiatan tersebut untuk menjadikan sosialisasi sebagai momentum introspeksi diri, memperkuat komitmen, serta menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Menurutnya, kejujuran merupakan modal penting bagi aparatur pemerintah, sementara pekerjaan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab akan menjadi warisan kebaikan bagi generasi mendatang.

Melalui kegiatan sosialisasi antikorupsi ini, diharapkan seluruh aparatur Dinas Kominfo Kabupaten Banggai Kepulauan semakin memahami pentingnya pencegahan korupsi dan mampu menerapkan nilai-nilai integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Dengan demikian, upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik dapat berjalan secara berkelanjutan demi kemajuan Kabupaten Banggai Kepulauan. (Decky-KOMINFO)

TOTIKUM SELATAN, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIII Tahun 2026 tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan, di Desa Kanali Kecamatan Totikum Selatan, Sabtu (24/10/2026)

Pembukaan MTQ tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Sekretaris Daerah, Ketua TP-PKK, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Ketua MUI, para kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, dewan hakim, panitera, serta para kafilah dari seluruh kecamatan.

Turut hadir qari internasional Ustadz Qadarasmadi Rasyid, S.Hum., M.Pd.I., yang ikut menyemarakkan pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Rusli Moidady menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia penyelenggara, Pemerintah Kecamatan Totikum Selatan, LPTQ, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan MTQ ke-XXIII Tahun 2026.

Bupati juga menyampaikan selamat kepada seluruh kafilah yang mengikuti musabaqah. Ia berharap para peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan MTQ sebagai sarana untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Menurutnya, tema MTQ tahun ini, “Dengan MTQ Kita Wujudkan Masyarakat Qurani, Berakhlak Mulia, dan Berdaya Saing,” mengandung pesan penting bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an, melainkan juga momentum untuk memperkuat keimanan, membentuk akhlak, serta mendorong pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Masyarakat Qurani bukan hanya masyarakat yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga masyarakat yang menjadikan ajarannya sebagai pedoman dalam bersikap, bekerja, menjaga persaudaraan, dan memperlakukan sesama dengan penuh kepedulian,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati turut mengingatkan masyarakat mengenai tantangan lingkungan yang sedang dihadapi Kabupaten Banggai Kepulauan, terutama musim kemarau yang ditandai dengan kebakaran hutan dan lahan, penurunan kualitas udara akibat asap, serta kekeringan di sejumlah wilayah.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan masyarakat, ketersediaan air bersih, sektor pertanian, dan aktivitas sehari-hari warga.

Karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum MTQ sebagai sarana memperkuat kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an mengajarkan umat manusia untuk tidak melakukan kerusakan di muka bumi serta senantiasa menjaga keseimbangan kehidupan.

Ia mengimbau masyarakat agar menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar, tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, serta segera melaporkan kepada pemerintah setempat atau petugas terkait apabila menemukan titik api.

Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijaksana, menghemat persediaan air bersih, menjaga sumber-sumber air, dan saling membantu warga yang mengalami kesulitan akibat kekeringan.

Kepada perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait, Bupati berharap agar koordinasi dan langkah nyata dalam penanganan kebakaran, pemenuhan kebutuhan air bersih, serta perlindungan kesehatan masyarakat dari dampak asap terus ditingkatkan.

Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap sesama dan lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata.

Lebih lanjut, Bupati berharap pelaksanaan MTQ ke-XXIII dapat melahirkan generasi muda Banggai Kepulauan yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki ilmu pengetahuan, karakter yang kuat, disiplin, dan daya saing dalam menghadapi masa depan.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun keluarga yang harmonis, masyarakat yang rukun, pemerintahan yang amanah, serta daerah yang maju dan sejahtera.

Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan keikhlasan. Menurutnya, kemenangan merupakan hal yang membanggakan, tetapi semangat belajar, memperbaiki diri, dan mengamalkan Al-Qur’an memiliki nilai yang lebih utama.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Rusli Moidady secara resmi menyatakan pembukaan MTQ ke-XXIII Tahun 2026 tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan di Kecamatan Totikum Selatan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.

Pelaksanaan MTQ ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan para peserta dalam berbagai cabang musabaqah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat syiar Islam, membangun karakter generasi muda, serta mewujudkan masyarakat Banggai Kepulauan yang Qurani, berakhlak mulia, dan berdaya saing. (Decky-KOMINFO)

Totikum Selatan, BanggaiKep.go.id — Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menegaskan pentingnya integritas, kejujuran, dan objektivitas dewan hakim dalam menentukan peserta terbaik pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIII tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan. Ia meminta seluruh dewan hakim dan panitera menjalankan tugas secara profesional tanpa intervensi maupun tekanan dari pihak mana pun.

Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian pembukaan MTQ XXIII tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan yang digelar di Kecamatan Totikum Selatan, Sabtu, (24/10/2026).

Menurut Rusli, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak cukup diukur dari kemeriahan pembukaan atau megahnya panggung perlombaan. Hal yang lebih penting adalah kualitas penyelenggaraan dan keadilan dalam proses penilaian terhadap seluruh peserta.

“Penilaian yang transparan dan jujur adalah kunci untuk melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa para peserta yang terpilih nantinya diharapkan mampu membawa nama baik Kabupaten Banggai Kepulauan pada ajang MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Tengah hingga nasional.

Karena itu, Rusli meminta dewan hakim menjadikan sumpah dan janji yang telah diucapkan sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas. Amanah tersebut, kata dia, bukan hanya menjadi tanggung jawab kepada panitia dan pemerintah daerah, melainkan juga kepada Allah SWT.

Bupati mengingatkan agar seluruh dewan hakim membebaskan diri dari subjektivitas, tekanan, dan kepentingan tertentu. Penilaian harus dilakukan berdasarkan standar kualitas yang objektif sehingga setiap peserta memperoleh kesempatan yang adil untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa para dewan hakim dan panitera memiliki kemampuan serta integritas untuk menjalankan tugas secara bertanggung jawab.

Dalam kesempatan tersebut, Rusli menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kecamatan Totikum Selatan dan seluruh panitia pelaksana atas kesiapan mereka menjadi tuan rumah MTQ XXIII tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan.

Ia mengajak seluruh pihak mendukung kelancaran kegiatan agar setiap tahapan perlombaan berlangsung tertib, aman, dan penuh keberkahan.

MTQ merupakan ajang untuk mengembangkan kemampuan membaca, menghafal, dan memahami Al-Quran sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi dalam bidang tilawah dan hafalan, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Quran sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Penyelenggaraan MTQ XXIII di Totikum Selatan juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarkecamatan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembinaan kehidupan keagamaan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Menutup sambutannya, Rusli mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh dewan hakim dan panitera. Ia berharap mereka senantiasa mendapat petunjuk, kesehatan, dan keteguhan hati dalam menjalankan amanah selama pelaksanaan MTQ XXIII. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Muhamad Aris Susanto meminta aparatur sipil negara (ASN) meningkatkan disiplin dan kinerja di tengah tekanan anggaran daerah yang diperkirakan semakin berat pada 2027. Pemerintah daerah, kata dia, tetap berkomitmen mengalokasikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dalam APBD 2027 meski terjadi penurunan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi.

Arahan tersebut disampaikan Aris saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Senin (26/10/2026).

Ia mengingatkan bahwa komitmen pemerintah daerah mempertahankan alokasi penghasilan pegawai harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Jangan sampai gaji dan TPP tetap dialokasikan, tetapi kinerja dan disiplin kita justru menurun,” ujar Aris dalam arahannya di hadapan para ASN.

Aris menjelaskan, kondisi keuangan daerah pada 2027 diperkirakan menghadapi tekanan cukup besar. Ia menyebutkan penurunan transfer dari pemerintah pusat mencapai sekitar Rp 4 miliar, sedangkan transfer dari pemerintah provinsi berkurang sekitar Rp 10 miliar. Di sisi lain, kebutuhan belanja pegawai justru meningkat.

Menurut Aris, bertambahnya jumlah pegawai yang menjadi tanggungan pemerintah daerah turut memengaruhi struktur belanja APBD. Ia memperkirakan kebutuhan anggaran untuk belanja pegawai akan meningkat sekitar Rp 7 miliar, terutama untuk membiayai pegawai yang baru diangkat menjadi pegawai negeri sipil.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya dalam pertemuan dengan jajaran Kementerian Dalam Negeri pada pekan sebelumnya, sejumlah daerah mulai menghadapi kesulitan mengalokasikan anggaran gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), termasuk untuk tahun anggaran 2027.

Aris mengatakan, pemerintah pusat akan menanggung gaji kelompok PPPK tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sementara itu, pembiayaan pegawai lainnya masih menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Karena itu, ia meminta seluruh ASN Banggai Kepulauan menjaga komitmen pelayanan kepada masyarakat. Menurut dia, keberlanjutan pemberian penghasilan pegawai harus berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kinerja organisasi perangkat daerah.

“Harapan kami, komitmen pemerintah daerah ini berbanding lurus dengan kinerja dan disiplin kita,” katanya.

Selain persoalan belanja pegawai, Aris mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar mempercepat pelaksanaan kegiatan APBD 2026. Ia mengatakan tahun anggaran telah memasuki periode akhir sehingga setiap perangkat daerah perlu memastikan program berjalan sesuai perencanaan.

Ia juga menyampaikan bahwa tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dijadwalkan melakukan pemeriksaan pendahuluan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Aris meminta setiap OPD segera menyiapkan laporan pertanggungjawaban serta dokumen administrasi yang diperlukan dalam proses pemeriksaan. Kelengkapan dokumen, menurut dia, penting untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kegiatan-kegiatan yang dapat dilaksanakan agar segera dilaksanakan. Persiapkan juga laporan pertanggungjawaban dan dokumen yang diminta oleh pihak BPK. Jangan sampai ada dokumen yang tercecer,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa keterlambatan pelaksanaan kegiatan maupun ketidaklengkapan administrasi dapat menimbulkan persoalan dalam pertanggungjawaban anggaran. Karena itu, koordinasi antar perangkat daerah perlu diperkuat menjelang berakhirnya tahun anggaran.

Dalam arahannya, Aris juga mengajak ASN memanfaatkan momentum peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Banggai Kepulauan untuk memperkuat kecintaan terhadap daerah.

Ia mengatakan, ASN memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik daerah karena bekerja, memperoleh penghasilan, dan menjalankan pengabdian di Banggai Kepulauan.

Aris meminta setiap persoalan internal pemerintahan diselesaikan melalui mekanisme koordinasi dan komunikasi secara berjenjang. Ia mengingatkan ASN agar tidak membawa persoalan internal organisasi ke luar lingkungan pemerintahan tanpa terlebih dahulu menempuh jalur penyelesaian yang semestinya.

“Kalau ada persoalan, masalah, atau hambatan, sampaikan kepada pimpinan secara berjenjang. Jangan justru menyampaikan persoalan internal kepada pihak luar,” katanya.

Ia menegaskan, menjaga marwah ASN dan nama baik daerah merupakan tanggung jawab bersama. Menurut dia, komunikasi yang baik di lingkungan kerja menjadi salah satu kunci untuk menjaga stabilitas organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Aris juga mengapresiasi dedikasi ASN yang selama ini telah menjalankan tugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan. Ia berharap semangat pengabdian tersebut terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh ASN mendukung jalannya pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik secara profesional. Ia menekankan bahwa komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan penghasilan pegawai harus dijawab dengan tanggung jawab, kedisiplinan, dan hasil kerja yang semakin baik.

Menurut Aris, peningkatan kinerja ASN menjadi penting seiring dengan upaya pemerintah daerah membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik, termasuk melalui program pembangunan zona integritas. (Roy-KOMINFO)