Salakan, BanggaiKep.go.id –  Pj. Bupati Banggai Kepulauan Ihsan Basir, SH.,LL.M membuka secara resmi kegiatan Uji Publik Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Kamis (27/10/2022).

Kegiatan bertempat di ruang rapat kantor Bupati di hadiri oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah, Tim Penyusun, Asisten Setda, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya Pj. Bupati Ihsan Basir mengatakan “Dalam pelaksanaan otonomi daerah, pemerintah diberikan kewenangan untuk mengelola keuangan daerah termasuk untuk mengurus penerimaan daerah sektor pajak daerah dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”

“Dalam menjalankan amanat UU No. 1 tentang hubungan keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pemerintah daerah harus menetapkan perda tentang pajak dan retribusi daerah yang mengatur selaras dengan kebijakan fiskal nasional, kepentingan umum, peraturan perundang-undangan lebih tinggi, serta tidak menghambat ekosistem investasi dan kemudahan berusaha,” terangnya.

Sehingga Bupati mengajak bersama-sama untuk membangun daerah ini dengan memberikan kontribusi yang terbaik bagi pembangunan Kabupaten Banggai Kepulauan dengan porsi dan profesi masing-masing.

Selanjutnya, dalam sambutan Kaban Pendapatan Daerah Din Lamasada, SH.,M.AP mengatakan bahwa Kegiatan ini di dasari dengan kerjasama kami dengan Tim Akademik Universitas Tompotika Luwuk, pemerintah kabupaten kota diamanatkan untuk menetapkan perda pajak dan retribusi daerah berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD.

“Penyusunan naskah akademik dengan bertujuan memberikan arah atau petunjuk kebijakan terkait pengelolaan pajak dan retribusi daerah namun tetap mendukung pelaku usaha,” ucapnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pj. Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Ihsan Basir, SH.,LL.M buka dengan resmi Forum Grup Discussion Pengelolaan Berkolaborasi dan Rencana Program Pengelolaan Perikanan Gurita Berkelanjutan di Banggai Kepulauan, Rabu, (26/10/2022).

Kegiatan bertempat di Aula Kantor Bappeda dan Litbang Banggai Kepulauan dan di hadiri Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, Perwakilan Kapolres, Perwakilan Pabung, Perwakilan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Sulteng, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bangkep, para Kepala OPD serta undangan yang sempat hadir.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Ihsan Basir mengatakan Gurita ini memang komoditi yang memberikan banyak sekali kontribusi terhadap pendapatan perkapita Nasional dan tentu akan berimbas secara langsung pada pendapatan Daerah.

“Untuk kegiatan seperti ini saya sangat support dan saya juga meminta kepada Bappeda untuk membuat seminar khusus para Offtaker dan kita undang bukan hanya para pejabat melainkan para investor untuk diskusi seminar atau FGD seperti yang kita lakukan saat ini,” kata Bupati.

Sehingga memudahkan daya ingat kita untuk focus pada program-program tertentu dengan menamakan Banggai Kepulauan sebagai kota IKAN (Indah, Kreatif, Aman, dan Nyaman).

Di samping itu, Bupati juga mengajak agar kita juga harus berupaya mencegah pemboman ikan, maka harus di bicarakan juga dari sisi keamanan.

“Karena ini masih sering banyak keluhan bahwa karang itu hanya bisa berevolusi menjadi terumbu karang yang sama itu butuh 100 tahun untuk menciptakan karang yang baru dan karang itu tempat atau habitatnya ikan,” terang Bupati.

“Saya berharap kita kemudian bisa diskusi lebih real (nyata), bagaimana juga kemudian pendekatan yang di lakukan ke masyarakat tentang gurita, nanti teman-teman di perikanan bisa memberikan masukan secara teknis,” harap Bupati. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pj. Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Ihsan Basir, SH.,LL.M hadiri Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program BPJS Ketenagakerjaan di Banggai Kepulauan, bertempat di Ruang Kerja Bupati Banggai Kepulauan dan di hadiri Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, Ketua Komisi I DPRD, Kepala BPJS, serta undangan yang hadir, Selasa, (25/10/2022).

Dalam rapat tersebut, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah 3B (Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut) Mansur menjelaskan bahwa untuk menjadi peserta BPJS Ketenaga Kerjaan itu seluruh masyarakat pekerja berhak, “Kalau dalam undang-undang itu wajib setiap pekerja wajib melindungi dirinya walaupun dilindungi melalui perusahaan yang melindunginya,” katanya.

Ada beberapa manfaat di dalam program BPJS Ketenaga Kerjaan, ada 5 program yaitu, Jaminan Kematian, Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

“Untuk Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan itu baru mendaftarkan 1.600 pekerja Non ASN, termasuk tenaga pendidik dan kependidikan yang honorer di Dinas Pendidikan itu juga belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenaga Kerjaan, Pemerintah Desa juga baru 6 Desa yang mendaftar,” terang Kepala BPJS.

Pj. Bupati Bangkep Ihsan Basir juga mendukung dan berharap semua bisa dilaksanakan dengan baik dan mencapai target-target yang kita inginkan bersama.

Disamping itu, Pj. Bupati berterima kasih kepada kepala BPJS yang sudah meluangkan waktu memberikan sosialisasi. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Daerah terkait logistik pangan, Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) lakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan (MOU) Kerjasama dengan BULOG Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa, (25/10/2022).

Penandatanganan dilakukan Pj. Bupati Ihsan Basir, SH.,LL.M bersama Tim BULOG Provinsi Sulawesi Tengah di ruang kerja Bupati.

Dalam wawancara bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jibran Malotes mengatakan “Dinas Ketahanan Pangan diberikan tugas memberikan bantuan sosial berupa beras, gula, dan minyak goreng maka kita melakukan kerjasama MoU dengan Bulog,” ucapnya.

“Besarannya sekitar 17 ton beras, gula 8 ton, minyak goreng 7000 liter kita akan berikan bantuan kepada 1.438 Kepala Keluarga yang tersebar di 34 desa, 8 kecamatan yaitu adalah tindak lanjut dari pada pengendalian inflasi daerah di Banggai Kepulauan di desa-desa rawan pangan,” tambah Kadis Ketahanan Pangan.

Menurut Kadis Ketahanan Pangan, bantuan yang disalurkan akan diberikan kepada masyarakat miskin yang sudah di verifikasi sesuai data, “Kita menyediakan melalui Dinas Ketahanan Pangan untuk kita hitung sesuai dengan peta ketahan dan kerentangan pangan jadi dari peta tersebut kita identifikasi ada kurang lebih 34 desa yang rawan pangan.”

“Dari 34 desa itu ketika kita memberikan bantuan kita memberikan langsung ke KK miskin, data tersebut kita mengambil dari dinas sosial data kemiskinan dari 1.438 KK kita verifikasi kembali ke desa-desa sehinnga kita pastikan yang mendapatkan bantuan masyarakat miskin,” jelas Kadis. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) gelar Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Manajemen Wirausaha dalam Penguatan Kapasitas Kelembagaan Sentra IKM (PK2SIKM), Jumat, (20/10/2022).

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian mendirikan sentra industri kecil menengah pangan berbasis Kelapa Dalam dan Gula Aren.

Pendiri sentra ini diharapkan mampu merelokasi IKM pengolahan gula aren dan kelapa dalam yang tersebar maupun menempatkan IKM baru sehingga dapat dilakukan pengembangan dan penumbuhan IKM secara efisien.

Dalam sambutan Pj. Bupati Bangkep yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Ekasilawati Sipatu, S.Pd.,M.Kes mengatakan bahwa ada beberapa sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan DAK non Fisik bidang IKM antara lain, Meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia pelaku IKM melalui pelatihan ini.

“Agar para pelaku IKM dapat meningkatkan kemampuan dalam hal mengelola bisnis dan menatanya untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, serta dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan demi keberlangsungan usahanya,” kata Ekasilawati Sipatu.

Pemda Bangkep menyambut baik diselenggarakannya kegiatan ini, karena merupakan kegiatan positif bagi terciptanya pelaku usaha yang tangguh dan berdaya saing tinggi.

Disamping itu, Pemda berharap para peserta dapat menyerap ilmu atau materi yang diajarkan agar dapat mempraktekkannya dalam menjalani usaha.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama lima hari mulai 20-24 Oktober 2022 di Hotel Sidapore Salakan, dan dihadiri Dinas PMPTSP, Pemateri/Instruktur dari Dosen Untad Palu dan Dosen Unismuh Luwuk, Perwakilan Bank Mandiri Cabang Salakan, Peserta IKM Kecamatan Tinangkung, Tinangkung Utara dan Totikum. (IKP-KOMINFO)

Tentena, BanggaiKep.go.id – Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura buka secara resmi Festival Danau Poso (FDP) Tahun 2022 yang bertempat di Anjungan Danau Poso, Tentena, Kabupaten Poso, Kamis, (20/10/2022).

Kegiatan Festival Danau Poso dilaksanakan dengan tema “Pesona Megah Sulawesi Tengah” dengan rangkaian acara meliputi, pengenalan pariwisata, kuliner, workshop budaya, penampilan teatrikal, pertunjukan kolaborasi musik lokal dan tarian daerah.

Tujuan dilaksanakannya FDP ini adalah untuk meningkatkan kepariwisataan Sulawesi Tengah pada umumnya dan kepariwisataan Poso pada khususnya sehingga lahirlah ikon FDP yakni “Pesona Megah Sulawesi Tengah”.

Pada acara pembukaan FDP tahun ini, turut di tampilkan juga Tarian Kolosal Danau Poso yang diikuti 350 Pelajar Se- Kabupaten Poso, penampilan musik lokal dan modern serta dero masal.

Dalam sambutan Bupati Poso Dr. Verna Gladies Merry Inkiriwang mengatakan, FDP di selenggarakan pertama kalinya pada tahun 1989, dengan tujuan sebagai sarana pengembangan pariwisata di Kabupaten Poso. Namun, festival ini sempat terhenti akibat konflik kemanusiaan yang melanda negeri Sintuwu Maroso hingga tahun 2000-an.

Selain itu, Bupati Poso juga menyampaikan bahwa Poso memiliki keindahan danau yang luar biasa dan ada peninggalan sejarah patung Megalit yang memikili daya tarik untuk di kunjungi karena patung Megalit tersebut sudah ada 3.000 tahun yang lalu.

Disamping itu, Gubernur Rusdy Mastura dalam sambutannya mengatakan bahwa danau poso yaitu sebuah danau yang terbentuk dari aktivitas tektonik dan menjadi danau terdalam ke-3 di Indonesia dengan panjang 32 km dan lebar 16 km.

Danau poso merupakan habitat dari sejumlah ikan endemik, seperti ikan sidat atau oleh masyarakat lokal dinamai ikan sogili, beserta belut dan siput air tawar.

Selain itu, tidak jauh dari danau poso dapat ditemukan situs megalith yang merupakan peninggalan zaman prasejarah yang tersebar di sepanjang lereng gunung dan perbukitan di tengah padang rumput di lembah napu, lembah behoa dan lembah bada. Dari warisan zaman megalitikum inilah, maka kami membranding destinasi wisata poso dengan julukan “Poso Negeri Seribu Megalith”.

Diakhir sambutan Gubernur berharap Semoga FDP Tahun ini, dapat menjadi magnet yang sukses menarik minat wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara untuk berkunjung ke danau Poso, meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Poso dan Provinsi Sulawesi Tengah serta dapat dimasukan dalam Kalender Event Nusantara (KEN).

Turut hadir, Unsur Forkopimda, Unsur Pemerintah Kabupaten Poso, Bupati/Walikota, Deputi Bidang Seni Budaya dan Kelembagaan Kemepan Ekraf RI, Kepala OPD, Ketua DPRD Prov. Sulteng, Gubernur Kalimantan Utara, Anggota DPR RI Dapil Sulteng, Anggota DPD RI Dapil Sulteng,  Ketua TP-PKK dan Wakil Ketua Prov. Sulteng, Badan Usaha, Perbankan, Industri Jasa Keuangan dan UMKM, Miss Tour Indonesia, Stakeholder, Mitra Kerja, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan tokoh perempuan. (IKP-KOMINFO)

Malanggong, BanggaiKep.go.id – Gedung Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Eklesia Malanggong Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan diresmikan oleh Bupati Banggai Kepulauan dan Majelis Daerah GPdI Sulawesi Tengah, Selasa, (18/10/2022).

Peresmian Gedung Gereja GPdI Jemaat Eklesia Malanggong diawali dengan prosesi diluar gedung gereja dengan pengalungan bunga bagi Majelis Daerah GPdI Sulawesi Tengah serta Bupati Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Asisten I Setda dan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah

Sesudah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya selanjutnya berdoa dan pembacaan firman Tuhan kemudian dilanjutkan sambutan-sambutan dan sebagai tanda gedung gereja Jemaat GPdI Eklesia Malanggong diresmikan ditandai dengan pembukaan selubung papan nama gereja oleh Asisten I Dra. Abderiana Loto, MM dan pengguntingan pita oleh Majelis Daerah GPdI Sulawesi Tengah.

Pj. Bupati Banggai Kepulauan Ihsan Basir, SH.,LL.M dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Setda Dra. Abdreana Loto mengharapkan dengan selesainya pembangunan gedung gereja ini dapat mendorong warga jemaat untuk beribadah kepada Tuhan Allah guna pertumbuhan iman jemaat, terutama dalam melaksanakan tri tugas panggilan gereja yakni bersekutu, bersaksi dan melayani.

Selain membangun gedung gereja tentunya ada hal penting lagi yang perlu diingat oleh warga jemaat yakni dengan membangun iman dan hati serta mentaati firman-firman yang diperintahkan didalam Alkitab, sehingga mampu melayani sebagai garam dan terang dalam kehidupan kita bersama sesama.

Pembinaan dan pembangunan dalam bidang keagamaan mempunyai kedudukan dan peran yang sangat penting sebagai bagian integral dari upaya meletakkan standar moral dan spiritualitas yang kokoh, guna keberhasilan pembangunan dan menjadi modal utama dalam membina dan mewujudkan kerukunan antar umat beragama.

Dalam sambutannya juga Pj. Bupati Banggai Kepulauan mengajak peran aktif dari semua tokoh Agama dan segenap masyarakat sebagai individu yang beragama untuk dapat berperan aktif dan memberikan kontribusi untuk menjaga kehidupan bersama membangun kerukunan antar umat agama serta saling membantu dan menopang guna untuk kebaikan bersama menuju pada kesejahteraan.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mengucapkan banyak atas diresmikannya gedung gereja Jemaat GPdI Eklesia Malanggong, kiranya gedung gereja ini dapat dijaga dan dirawat sebagai sarana peribadatan umat.

Diakhir sambutanya Pj. Bupati mengajak segenap masyarakat Bangkep menjadikan Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai Kota IKAN “Indah, Kreatif, Aman, dan Nyaman”.

Kegiatan peresmian gedung gereja Jemaat GPdI Eklesia Malanggong dihadiri Staf Ahli Bidang Pembangunan Perekonomian dan Keuangan, Ir. Kondrad D. Galala, MM, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Ronald Gulla, ST, Ketua Majelis Wilayah GPdI Sulawesi Tengah bersama jajarannya, Unsur Muspika Kecamatan Buko, dan Kepala Desa Malanggong, Ketua Jemaat GPdI Eklesia Malanggong, Pdt. Roni Ompi, S.Th. (JAR-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pelatihan Keterampilan Pembuatan Souvenir bagi Anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Ekasilawati Sipatu, S.Pd.,M.Kes mewakili Bupati Bangkep.

Kegiatan dilaksanakan di Pendopo rumah jabatan Bupati Bangkep dan dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Bank BPD Sulteng Cabang Bangkep, Sekdis Sosial, Narasumber, Pengurus TP-PKK Kabupaten dan para peserta pelatihan, Selasa, (18/10/2022).

Dalam sambutan Bupati Bangkep yang dibacakan Asisten III Ekasilawati Sipatu mengucapkan selamat datang kepada narasumber dan ucapan terimakasih atas waktu dan upaya Bapak/Ibu untuk datang guna berbagi ilmu dan informasi bagi masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan TP-PKK Banggai Kepulauan sebagai mitra kerja pemerintah dan organisasi masyarakat yang terus aktif berupaya meningkatkan kualitas SDM anggota dan organisasi untuk dapat berkontribusi secara lebih kepada masyarakat,” ucapnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat menginspirasi dan menjadi pembuka jalan guna meningkatkan kualitas dalam pembuatan souvenir di Kab. Bangkep baik dalam pembuatan maupun teknis pemasarannya.

“Saya menghimbau para peserta pelatihan untuk dapat mengikuti pelatihan dengan baik, sehingga ilmu atau keterampilan dapat terserap sempurna dan bisa diaplikasikan secara maksimal,” jelas Ekasilawati.

Pada kesempatan yang sama Ketua TP-PKK Kab. Bangkep Ny. Wahyuningsih, SE.,M.Sc dalam sambutannya menyampaikan kondisi Kabupaten Banggai Kepulauan yang masih banyak kemiskinan mencapai 14% lebih dan bagaimana upaya sehingga Bangkep bisa lebih baik lagi.

“Kami berharap tentunya dengan kita dapat bekerjasama harusnya kemiskinan ini harus dibawah 10 persen, kami berupaya keras bagaimana caranya supaya masyarakat berdaya,” ujarnya.

Ketua TP-PKK Kabupaten mengajak kepada ibu-ibu serta peserta pelatihan untuk bagaimana biar dirumah tapi ibu-ibu berpenghasilan luar biasa.

“Sebanyak 75 orang peserta pelatihan selama tiga hari, mulai hari ini sebanyak 25 peserta dengan keterampilan menjahit pakai mesin, kemudian besok menjahit pakai tangan dan hari ketiga kerajinan dari kerang dijadikan kalung juga dibuat bros,” terang Ketua TP-PKK.

“Saya sangat antusias dan semangat untuk mengurus ini, yang insyaallah tujuan akhirnya adalah jangan sampai masyarakat kita ada yang hidup dibawah garis kemiskinan dan berupaya mengurangi angka kemiskinan dari 14%,” ucap Ketua TP-PPK Bangkep. (IKP-KOMINFO)

Kuakon, BanggaiKep.go.id – Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan agenda rutin Kemendikbud setiap tahun untuk pemetaan mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan.

Pada kegiatan tersebut diwajibkan setiap peserta harus mengikuti asessmen tersebut via daring/online/semi online, dan dalam pelaksanaan ANBK dibutuhkan dukungan fasilitas yang madai agar siswa dapat mengikuti ANBK guna pemetaan mutu pendidikan.

Sekolah Dasar Negeri Kuakon yang terletak disudut ibukota Kabupaten Banggai Kepulauan yang merupakan wilayah Sub Desa Ambelang Kecamatan Tinangkung, harus menyeberang menggunakan perahu ketinting agar sampai ke Ibu kota Salakan untuk mengikuti gladi bersih ANBK akibat rusaknya jalan.

Dampak dari rusaknya jalan dan beresiko untuk dilewati, sehingga tak ada jalan lain selain harus menggunakan perahu ketinting menuju ke lokasi tempat menumpang pelaksanaan ANBK karena keterbatasan fasilitas.

Kepala SD Negeri Kuakon, Aswandi A. Basi, S.Pd, saat dihubungi via WhatsApp, Selasa, (18/20/202) mengatakan, SD Negeri Kuakon merupakan bagian dari pelaksanaan ANBK maka kami turut serta dalam kegiatan dimaksud.

“Oleh karena di sekolah kami untuk jaringan internet sama sekali tidak ada dan ketersediaan fasilitas lainnya seperti laptop atau komputer sehingga mengharuskan kami harus bergeser tempat ke ibukota untuk kegiatan tersebut,” jelas Kepsek SDN Kuakon.

Lanjutnya, “Sebenarnya perjalanan dari Dusun Kuakon sudah bisa ditempuh jalur darat sejauh 6 KM, karena kurang memungkinkan untuk dilewati diakibatkan jalan rusak parah apalagi di musim hujan sehingga jalur perjalanan siswa dan guru pendamping kami melalui jalur laut.”

“Dari sekolah di dusun Kuakon siswa dan para guru harus menempuh jarak 2 km ke Lopon sebagai tempat tambatan perahu menuju desa ambelang. Dari Lopon menuju ke desa Ambelang menempuh waktu 20 menit untuk tiba di Desa Ambelang sebagai desa induk. Selanjutnya anak-anak kami dan guru pendamping menempuh jalur darat kendaraan roda 4 menuju kota Salakan tempat pelaksanaan ANBK,” kata Aswandi.

Sehingga besar harapan Kepsek SDN Kuakon untuk jalan yang rusak dapat diperbaiki agar dapat memudahkan aktivitas mereka.

“Harapan kami kedepankan kiranya jalan menuju ke Sub Desa Kuakon Desa Ambelang Kecamatan Tinangkung dapat diperiki agar memudahkan kami dalam beraktivitas ke ibu kota kabupaten di Salakan, dan jika masih ada lagi pelaksanaan ANBk ditahun-tahun kedepan, kiranya sekolah kami dapat diberikan bantuan fasilitas yang memadai serta jaringan internet agar tidak lagi menumpang di sekolah lain,” tutup Kepsek SDN Kuakon. (JAR-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Harga kopra berapa bulan terakhir ini mengalami terjun bebas alis anjlok, hal ini membuat para petani kelapa di Banggai Kepulauan harus mengelus dada dan menangis pilu akibat dampak dari anjloknya harga kopra dan Pemerintah memutuskan kenaikan BBM bersubsidi beberapa waktu lalu yang menyebabkan harga barang naik dan perekonomian terasa semakin sulit.

Salah satu petani kelapa asal Kelurahan Sabang, Kecamatan Bulagi Utara Kab. Banggai Kepulauan saat dijumpai pada hari Kamis (13/10/2022) dilokasi pengolahan kopra ruas jalan Trans Pulau Peling Sabang-Ombuli, mengutarakan isi hatinya betapa sangat kecewa dengan anjloknya harga kopra.

“Kalau dua tahun belakangan ini harga kopra sangat bagus menembus angka Rp. 10.000/Kg tapi sayang sekarang harga kopra turun drastis sampai diangka 5.000/Kg,” ucap salah satu petani kelapa asal Sabang yang engan namanya disebut.

Lanjutnya, “Apa lagi ekonomi saat ini semakin sulit bahan-bahan naik semua dampak BBM naik sedangkan kami para petani yang hanya bergantung pada hasil kopra setiap 3 bulan sekali panen harganya anjlok, kasihan kami para petani sedangkan memenuhi kebutuhan makan saja sulit apalagi untuk menyekolahkan anak,” pungkasnya.

Demikian juga dengan petani kelapa asal Kecamatan Buko, Papa Aten mengatakan harga kopra anjlok sedangkan biaya pengolahan dari kelapa untuk jadi kopra tidak muda.

“Apalagi saya yang hanya mengharapkan tenaga buruh tani yang semua harus disewa mulai dari pemanjatan, pengumpulan, pengupasan sampai pengangkutan ketika sudah berbentuk kopra memakan biaya yang cukup besar,” katanya.

Menurutnya, bahkan harga sewanya pun naik seiring naiknya bahan pokok. “Kalau mau dihitung-hitung dengan harga kopra sekarang ini kami mengalami kerugian, tapi apa daya kalau tidak mau diolah rugi percuma juga,” ucap papa Aten.

“Ada yang bilang bikin minyak goreng saja karena harganya menjanjikan tapi kalau dihitung-hitung sama saja siapa yang “mo bekang minyak kelapa yang ribuan biji, tetap banyak juga doi keluar,” ucap papa Aten sambil berkelakar.

“Untuk itu kami hanya harap pemerintah dapat memberikan perhatian bagi kami dan ambil langkah agar harga komoditi pertanian khususnya kopra dapat segera membaik,” tutupnya (JAR-KOMINFO)