Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan (BanggaiKep) Salim J. Tanasa buka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) Revisi Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2016 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan 2016-2036 dan Review Peta RTRW Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa, (2/10/2021).

Kegiatan bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan dan di hadiri oleh Ketua Komisi II DPRD, Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR dan undangan yang hadir.

Dalam sambutan Wakil Bupati BanggaiKep mengatakan berterima kasih dan apresiasi kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan selaku ketua TIM Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) bersama anggota dan pokja TIM Koordinasi Penataan Ruang Daerah Kabupaten BanggaiKep.

“Semoga pembahasan revisi rencana tata ruang wilayah Kabupaten BanggaiKep saat ini dapat berjalan dengan baik dan dpat dilaksanakan oleh seluruh stakeholder khususnya camat selaku kepala wilayah agar dapat memberikan data yang jelas dan update terkait program-program yang akan dilaksanakan,” ucap Wabup.

Ia juga berharap bagi seluruh peserta untuk dapat memberikan masukan dan saling bertukar pendapat antar sesama peserta.

“Sehingga dalam pembahasan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan dapat memperoleh hasil yang baik demi terbitnya tata ruang di Daerah ini yang tentunya sesuai dengan perturan yang berlaku,” tutur Wabup. (DeckyKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Tiga Camat di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Bupati H. Rais D. Adam pada hari ini, Selasa,(12/10/2021).

Tiga camat tersebut yaitu Camat Tinangkung Utara, Camat Liang dan Camat Tinangkung. Meraka resmi di Lantik di masing-masing wilayah kerja. Pelantikan ini bertujuan untuk mendongkrak kinerja pejabat struktural dan mengisi kekosongan.

Pelantikan Camat Tinangkung Umara Pundeng, S.Pd.,SH.,MH dilaksanakan di Gedung BPU Kecamatan Tinangkung secara sakral oleh Bupati BanggaiKep pukul 09.00 WITA.

“Camat mempunyai tugas pokok memimpin, merumuskan serta mengendalikan tugas umum pemerintahan yang dilimpahkan oleh pemerintah Kabupaten yakni untuk menangani sebagai urusan pemerintah di wilayah yang telah dipercayakan,” ucap Bupati.

“Saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk membantu kelancaran tugas Camat juga dalam mewujudkan visi misi pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan,” lanjut Bupati.

“Akhir kata, Selamat kepada Camat yang baru saja di lantik. Semoga selalu amanah ” tutup Bupati.

Pelantikan ini dihadiri Forkopimda Kabupaten, Asisten & Staf Ahli Bupati, TP PKK Kecamatan Tinangkung, TP PKK desa se-Kecamatan Tinangkung, Kepala Desa/Lurah se-Kecamatan Tinangkung, Imam Desa, Pendeta dan undangan lainnya. (TrisKominfo)

Liang, BanggaiKep.go.id – Setelah melewati tahapan seleksi terbuka jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) lingkup Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Camat Liang resmi dilantik oleh Bupati Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Selasa, (12/10/2021).

Pelantikan dipimpin langsung Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam di Gedung BPU Kecamatan Liang Kabupaten BanggaiKep serta dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten, Forkopimcam, Asisten, Staf Ahli, TP PKK Kecamatan Liang, Kepala Desa Kecamatan Liang, Imam Desa Kecamatan Liang, BPD Kecamatan Liang serta undangan lainnya.

Acara ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan serta penyematan tanda jabatan oleh Bupati Banggai Kepulauan kepada Camat yang lulus seleksi yaitu Irpan Majang, SH.

“Saya mengucapkan selamat kepada Camat Liang yang baru saja dikukuhkan, Semoga selalu amanah dalam menjalankan tugas,” ucap Bupati dalam sambutannya.

“Harapan saya, semoga Camat yang baru turut aktif dalam mengambil peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Banggai Kepulauan yang kita cintai ini,” tutur Bupati. (TrisKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id -Pelantikan Pengurus Tim Penggerak PKK Kecamatan Tinangkung dan Ketua TP-PKK Desa/Kelurahan se-Kecamatan Tinangkung Tahun 2021 Kabupaten Banggai Kepulauan dilaksanakan pada pukul 09.00 Wita di Gedung BPU Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Selasa, (12/10/2021).

Kegiatan dihadiri oleh Camat Tinangkung, Tim Penggerak PKK Kecamatan Tinangkung, Tim Penggerak PPK Desa Se-Kecamatan Tinangkung, Kepala Desa se- Kecamatan Tinangkung serta undangan lainnya.

 

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PKK dilanjutkan dengan pembacaan dan penetapan Ketua PKK Desa se – Kecamatan Tinangkung.

Sekitar pukul 09.30 wita dilakukan Pelantikan pengurus TP-PKK Kecamatan Tinangkung oleh Camat dan dilanjutkan dengan Pelantikan Ketua TP-PKK Desa/Kelurahan oleh Ketua TP-PKK Kecamatan.

Acara tersebut dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan serta pembatasan undangan yang hadir. (TrisKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Sidang VIII SAG Sulutenggo yang digelar di Salakan  Kabupaten Banggai Kepulauan dengan pusat tempat kegiatan Jemaat GPIBK Toksion Tampodau Klasis Salakan, dalam penetapan Tata Dasar/aturan Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo (Tata Dasar SAG Sulutenggo) terjadi perubahan struktur organisasi SAG Sulutenggo.

Yang tadinya dipimpin oleh Sekretaris Jendral, berubah dipimpin oleh Majelis Pekerjaan Harian (MPH) dengan komposisi sebanyak 5 orang dengan jabatan Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris dan Bendahara.

Dalam pemilihan MPH SAG Sulutenggo untuk masa pelayanan 2021-2025 yang dilaksanakan dalam Sidang VIII SAG Sulutenggo, Pdt. Dina Sofia Werat, S.Th yang merupakan perutusan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) terpilih sebagai Ketua MPH Sinode SAG Sulutenggo.

Pdt. Dina Sofia Werat, S.Th saat diwawancarai seusai acara pelantikan (8/10/2021) mengatakan, sebagai Ketua yang dipercayakan bersama teman-teman pelayan yang lain untuk kami akan terus membawa perahu Oikumene SAG ini.

“Kami akan terus membawanya dalam keesaan gereja, dengan tujuan gereja kristen yang esa, keesaan gereja itu bukan hanya terlihat dari pertemuan-pertemuan bersama tetapi keesaan itu akan terlihat dari berbagai aksi dan akta yang akan terlihat, sehingga gereja-gereja yang ada dalam SAG ini akan betul-betul merasakan manfaat dari wadah Oikumene ini,” ucap Pdt. Dina.

Lanjut Pdt. Dina “Serta bagaimana SAG Sulutenggo ini akan menjadi kekuatan dimana ada Roh Allah didalamnya yang menjadi kekuatan gereja untuk menjadi saksi KRISTUS untuk turut berperan.”

“Serta dalam pergumulan-pergumulan Bangsa, tentunya ini yang menjadi pekerjaan kita bersama gereja hadir untuk menjadi saksi dan menjadi terang dan garam yang mampu menerangi yang gelap dan memberi rasa bagi dunia,” tambahnya.

Pdt. Dina Sofia Werat, S.Th merupakan sosok pribadi yang menghamba kan dirinya bagi pekerjaan TUHAN sejak tahun 1986 diurapi sebagai seorang pendeta Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), bahkan dipercayakan sampai sekarang ini sebagai Ketua BPMJ selama 4 periode pelayanan dipercayakan sebagai Ketua Badan Pekerjaan Majelis Wilayah (BPMW).

Serta pernah menjabat sebagai Kepala Depertemen PSD Sinode GMIM dan saat sidang SAG Sulutenggo di Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow (GMIBM) dipercayakan sebagai Wakil Sekretaris Jendral SAG Sulutenggo dan sekarang dipercayakan untuk jabatan Ketua MPH Sinode SAG Sulutenggo.

Pdt. Dina Sofia Werat, S.Th telah mengabdikan dan menghamba bagi pekerjaan TUHAN selama 36 tahun. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Puncak Acara Sidang VIII Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo dilaksanakannya ibadah penutupan Sidang VIII dan Pelantikan Majelis Pekerjaan Harian (MPH), Badan Penatalayanan dan Pengawasan (BPP), Badan Pengembalaan (BP) yang terpilih dalam Sidang VIII SAG Sulutenggo serta Anggota Majelis Pekerjaan Lengkap (MPL) yang merupakan utusan dari 13 Sinode Gereja yang berhimpun bersama dalam SAG Sulutenggo, Jumat, (8/10/2021).

Ibadah Penutup Sidang VIII SAG Sulutenggo dilaksanakan di Jemaat GPIBK Toksion Tampodau Klasis Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan dan dipimpin oleh Sekjen SAG Sulutenggo, Pdt. Zakkaria Wahyu Widodo, M.Th.

Pelantikan MPH, BPP dan BP Sinode Am Gereja-gereja Sulutenggo hasil pemilihan pada Sidang VIII SAG Sulutenggo dan Pelantikan Majelis Pekerjaan Lengkap (MPL) dilaksanakan oleh Wakil Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (Wasekum PGI) Pdt. Ny. Krise Rotti Gosal, M.Th.

Diawali dengan pembacaan Surat Keputusan penetapan MPH, BPP, dan BP serta Anggun MPL Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo Periode 2021-2025.

Wasekum PGI, Pdt. Ny. Krise Rotti Gosal, M.Th mengharapkan agar MPH SAG Sulutenggo yang baru terpilih dan 13 Sinode gereja yang terhimpun didalamnya, dapat menjalankan keputusan-keputusan Sidang gerejawi baik mulai dari atas Nasional, Regional bahkan keputusan ditingkat Sinodal itu sendiri.

Ibadah Penutup Sidang VIII SAG Sulutenggo dan Pelantikan diikuti juga melalui zoom dikarenakan ada beberapa anggota BPP, BP dan MPL yang berhalangan hadir jadi hanya dapat diikuti melalui live Streaming. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Ada hal yang menarik dalam acara pembukaan Sidang VIII Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo (S-SAG SULUTENGGO) yang dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Oktober 2021 bertempat di BPU Kecamatan Tinangkung, Kab. Banggai Kepulauan (BanggaiKep).

Hal tersebut terlihat dari penampilan Sekretaris Jendral Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo (Sekjen SAG Sulutenggo), kalau biasanya dalam agenda seperti ini pasti pemimpin organisasi akan mengenakan baju seragam yang menonjolkan organisasi yang dipimpinnya.

Tapi penampilan yang beda dari Sekjen SAG Sulutenggo Pdt. Zakkaria Wahyu Widodo, M.Th yaitu Ia mengenakan baju batik khas Banggai Kepulauan yang bermotif Gagak Peling dan ubi Banggai yang merupakan ciri khas dari BanggaiKep.

Pdt. Zakkaria Wahyu Widodo, M.Th saat diwawancarai (8/10/2021) mengatakan bahwa salah satu ciri khas dari Asia adalah The Power of Culture (kekuatan budaya).

“Dalam sidang SAG Sulutenggo ini kami memakai baju batik bermotif Gagak Peling dan Ubi Banggai yang adalah simbol Banggai Kepulauan, bukan baju yang berlogo SAG Sulutenggo atau logo Oikumene,” ucap Sekjen.

“Kami bangga pakai simbol budaya Banggai Kepulauan, ini merupakan bahwa budaya Banggai Kepulauan sangat dihormati dalam persidangan gereja dan yang menaungi kegiatan Sidang VIII SAG Sulutenggo ini,” tambahnya.

Budaya Banggai Kepulauan itu nampak dalam persidangan ini yang dimana menyambut tamu bagaikan raja dengan penuh keramahtamahan serta sopan  santu.

“Kiranya Banggai Kepulauan terus bersinar dengan kekuatan budayanya dan menjadi berkat bagi dunia, Banggai Kepulauan adalah matahari pagi yang kiranya akan terus bersinar dengan kekuatan budayanya dan menjadi berkat,” tutup Pdt. Zakkaria Wahyu Widodo. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Agenda terakhir dari Sidang Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo (S-SAG Sulutenggo) yang digelar di Jemaat GPIBK Toksion Tampodau Klasis Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan adalah pemilihan Majelis Pekerjaan Harian (MPH), Badan Penatalayanan dan Pengawasan (BPP) dan Badan Pengembalaan (BP).

Pemilihan MPH, BPP dan BP Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo dipimpin oleh 2 orang Ketua Panitia Pemilihan yakni Pdt. Piet M. Tampi, S.Th, M.Si dan Drs. Philip Morse Regar, M.Si.

Pemilihan Majelis Pekerjaan Harian Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo dilaksanakan pada Kamis, 7 Oktober 2021, untuk pemilihan MPH, BPP dan BP Sinode Am Gereja-gereja Sulutenggo yang melakukan pemilihan adalah ketua 13 Sinode Anggota Gereja-gereja Sulutenggo atau yang mewakili.

Pdt. Dina Sofia Werat, S.Th terpilih sebagai Ketua MPH Sinode SAG Sulutenggo, Wakil Ketua Pdt. Zakkarias Wahyu Widodo, M.Th, Sekretaris Gbl. Fetrisia Yuliasanti Aling, M.Th, Wakil Sekretaris Pdt. Vera Legi, S.Th dan Bendahara Pdt. Fanny Lim Sengke Wurangian, M.Th.

Majelis Pekerjaan Harian Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo akan menuntun jalannya perahu Oikumene SAG Sulutenggo sejak terpilih ditahun ini 2021 s/d 2024. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Sidang Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo (S-SAG Sulutenggo) yang digelar di Kabupaten Banggai Kepulauan diawali dengan ibadah pembukaan yang dilaksanakan di BPU Kec. Tinangkung, Kamis, (7/10/2021).

Ibadah ini dilayani oleh Wakil Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (Wasekum PGI) Pdt. Krise Rotti Gosal, M.Th sebagai pemberita Firman Tuhan dan Wakil Ketua II Sinode GPIBK, Pdt. Masye Elisabeth Tatamu Pangkey, M.Th sebagai pemimpin Litorgis.

Pembacaan Firman Tuhan yang dibaca  dari Kitab Markus 9:38-50 dengan Tema Khotbah ” Menjadi Gereja Bagi Semua”.

Dalam Khotbah Pdt. Krise Rotti Gosal, M.Th mengatakan bagian awal teks yang kita baca tadi mengandung pendasaran teologi yang universal atas misi Yesus. Misi Yesus tidak dapat di klaim sebagai milik sekelompok orang tertentu.

Misi Yesus memang adalah misi para murid tsb, tetapi para murid tidak dapat mengklaimnya secara eksklusif. Allah dalam Yesus adalah yang bebas menggunakan dan mengasihi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Maka tidak ada alasan bagi para murid untuk merasa diri lebih berhak dan lebih hebat dari yang lainnya.

Sebagai media pembelajaran, Yesus memakai anggota tubuh yang menyesatkan, dan juga memakai anak-anak kecil, untuk menegaskan kepada para murid agar terbuka terhadap komunitas yang tak berdaya, yang hidupnya bergantung pada orang lain, seperti halnya anak kecil.

Terdengar ekstrim ketika Yesus menyebut bahwa jika tanganmu, kakimu, menyesatkan mu maka penggalah dan jika mata menyesatkan cungkilah, sesungguhnya pesan yang mau disampaikan Tuhan Yesus adalah bebaskan dirimu dari berbagai batu sandungan, yaitu kepentingan yang membebani dan merusak panggilan mu.

Sebagaimana kita tidak bisa mencungkil mata kita maka lawanlah segala sesuatu yang menghalangi dan menjauhkan sesama kita dari hak nya untuk menikmati Kasih Allah yang universal itu.

Yesus pun mengakhiri tegurannya dengan mengingatkan para murid akan panggilannya membawa perubahan yang baik bagi lingkungannya, sebagaimana fungsi garam yang mencegah mikroba perusak makanan, membasmi bakteri pembusuk, dan memberi rasa enak pada yang hambar.

Dalam Khotbahnya Pdt Krise Rotti Gosal mengajak agar pemberitaan kabar baik (FIRMAN ALLAH) membawa pemulihan, pembebasan, penyembuhan, dan lain-lain, itu dari sudut solidaritas Allah dengan dunia sebagaimana  jelas terungkap dalam peristiwa agung Inkarnasi, dimana Allah memperlihatkan kesetiakawanan dengan manusia.

Maka gereja sebagai yang diberikan amanat ini hendaknya juga memperlihatkan solidaritas dengan masyarakat di mana ia berada.

Pemberitaan solidaritas Allah adalah pemberitaan Kabar Baik itu sendiri. Ini sekaligus menegaskan bahwa dasar kita menjalin relasi dengan orang lain diluar lingkaran bukan sekadar sesuatu yang praktis, tetapi alkitabiah.

Tapi yang sering terjadi adalah sering orang bukan mendengar Kabar Baik, tetapi kabar buruk, karena cara-cara pemberitaan yang tidak berkenan. Ada berbagai motivasi menyimpang, ada persaingan, klaim pembenaran diri, ada pengelompokan dunia sosial: “kita’ dan “mereka”, pemaksaan dan iming-iming

Pdt. Krise katakan Gereja memang mempunyai sisi organisasi dan sekaligus sisi organisme. Yang dimaksud dengan sisi organisasi adalah, gereja dapat menerapkan aturan-aturan organisasi ke atasnya yaitu bagaimana cara mengaturnya dan seterusnya.

Itulah sebabnya, ada hal-hal yang dapat diukur di dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban gereja. Pada pihak lain, gereja mempunyai sisi organisme, yaitu yang diibaratkan seperti tubuh yang saling berhubungan satu sama lain.

Antara organisasi dan organisme pun sering terjadi “ketegangan”. Kalau gereja terlampau menekankan organisasinya, maka gereja seperti ini disebut terlalu institusionalis. Sehingga dalam gereja seperti itu aspek cinta kasih menjadi tidak jelas.

Mungkin kita mesti bertanya apakah persekutuan gereja benar-benar diinspirasikan oleh dan di dalam Allah (Yoh 17:21), ataukah hanya sekadar bersekutu supaya kita punya kekuatan untuk menantang orang-orang lainnya? Apakah persekutuan kita merupakan sekadar merupakan “mobilisasi” kekuatan untuk memperlihatkan bahwa jumlah kita tidak kalah dengan orang-orang lainnya? Ataukah persekutuan kita justru mesti merupakan persekutuan terbuka yang memberi tempat bagi orang-orang lain, bukan sekadar solidaritas, tetapi empati?

Dan jika kesaksian masih menjadi salah satu panggilan, maka kesaksian seperti apa yang dimaksudkan? Adakah dengan menempelkan berbagai label “Kristen” yang dalam banyak hal dapat saja menimbulkan kecurigaan pihak lain? Ataukah kesaksian kita adalah kesaksian “senyap”, tetapi yang hasil kerjanya dirasakan di mana-mana, laksana garam yang tidak kelihatan namun rasanya dapat dinikmati.

Pdt. Krise mengajak, SAG menjadi influencer, bawa pengaruh dan citarasa sedap ditengah lingkungan kita. Memurnikan segala kebusukan hidup dengan mencontoh pada kesetiakawanan Allah dengan manusia. Keagungan gereja tidak terletak dalam kepiawaian kita membenarkan diri dan menyerang komunitas atau agama lain, tetapi dalam transformasi nilai yang dikandung oleh gereja itu sendiri dan bagaimana kita anggotanya mengamalkannya bagi kepentingan bersama. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Musik Montolutusan yang berarti persaudaraan dari Desa Nulion Kecamatan Totikum Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) yang begitu unik di tampilkan dalam penyambutan Wakil Gubernur Drs. H. Ma’mun Amir di Gedung BPU Kecamatan Tinangkung, Kamis, (7/10/2021).

Dalam wawancara singkat bersama Kepala Desa Nulion Marseli Sadil, A. Md.S menjelaskan bagaimana proses musik tersebut di mainkan dengan personil yang dibutuhkan dalam memainkan musik tradisional Montolutusan.

“Peserta yang memainkan 20 orang sampai dengan 25 orang yang ikut memainkan musik montolutusan dengan nama alat musik yang berbeda-beda seperti Trembas, Trembonet, Kulele, Liso, Tambur, Marwas, Suling, Botol, Tuntungan,” ucap Kades Nulion.

Selanjutnya, Kades Nulion menjelaskan persiapan menjelang tampil, “Biasanya kami dari kelompok musik montolutusan sebelum tampil dalam undangan acara biasanya tiga bulan atau satu bulan kami sudah persiapan tapi karena posisi yang dijadwalkan begitu cepat jadi kami persiapan hanya satu minggu,” ucapnya.

Untuk melestarikan musik tradisional khususnya musik montolutusan, menurut Kades Nulion sudah kurang, “Khususnya anak muda karena mereka lebih suka musik -musik yang tren dibandingkan musik tradisional,” tutur Marseli.

Marseli juga berharap sebagai Pemerintah di Desa dan sebagai penanggung jawab musik ini, “Harapan saya di sekolah-sekolah terutama disekolah kita dimasukan ekstrakurikuler untuk musik ini supaya tetap terjaga kelestariannya,” harapnya. (RoyKominfo)