Tataba, BanggaiKep.go.id – Memasuki masa panen raya cengkeh adalah yang ditunggu oleh para petani cengkeh maupun buruh tani (pemetik) bunga cengkeh karena hasilnya yang cukup menjanjikan.

Tapi sayang harapan itu pupus ditengah pandemi Covid-19 dalam situasi perekonomian yang buruk harga barang melonjak, tapi harga cengkeh kering anjlok drastis yang biasanya sekilo bisa mencapai 85 ribu bahkan sampai 100 ribu kini hanya dihargai 49 ribu sampai dengan 50 ribuan per kg, sedangkan cengkeh mentah dihargai Rp. 6.000 sampai Rp. 7.000 per liter.

Bapak Sion salah satu petani cengkeh asal Desa Olusi saat ditemui Rabu, (15/9/2020) mengatakan, “Tahun ini kami merugi dengan turunnya harga cengkeh karena biaya yang kami keluarkan untuk merawat tanaman cengkeh cukup besar mulai dari pembersihan, biaya pemetikan sampai pengeringan.”

“Semoga ada perhatian dari Pemerintah agar harga cengkeh dapat membaik sehingga kami tidak rugi, apalagi dimasa pandemi saat ini,” harap Sion. (AmosKominfo)

Alul, BanggaiKep.go.id – Dalam menjawab tugas panggilan gereja berdasarkan keputusan Sidang Sinode Tahun 2020, Majelis Pekerja Harian Sinode GPIBK melaksanakan Conven Pekerja GPIBK.

Conven Pekerja GPIBK dilaksanakan di Jemaat Lembah Sion Alul Klasis Bulagi tanggal 15-17 September 2020, kegiatan Conven ini di awali dengan ibadah pembukaan yang pimpin oleh Pdt. A.C Salobo, S.Th dengan tema khotba “Integritas Seorang Hamba Tuhan”.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Sinode GPIBK Pdt. Anasir Suayong, M.Th, dalam sambutannya mengatakan tujuan dari pelaksanaan Conven Pekerja GPIBK untuk meningkatkan solidaritas dan integritas Pekerja GPIBK untuk mewujudkan kesejahteraan bersama melalui persekutuan, kesaksian dan pelayanan.

Peserta adalah para  pendeta dan pekerja tetap GPIBK, tenaga Vic. Pendeta serta tenaga orientasi dengan jumlah peserta 165 orang.

Kegiatan Conven Pekerja GPIBK menghadirkan narasumber dari Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Pdt. Dr. Tertius Y. Lantigino, M.Th, Pdt. Niel Parinsi, M.Th dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) serta dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulteng. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19 Kecamatan Buko tetap eksis melakukan pencegahan virus corona dipintu masuk keluar Kecamatan Buko yakni di pelabuhan penyeberangan Leme-leme Bungin meski diguyur hujan lebat, Sabtu (13/9/2020).

Hujan lebat yang terus melanda wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan yang tidak kunjung berhenti tidak mengurungkan niat anggota Satuan Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kecamatan Buko untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab dalam pencegahan Virus Corona di Kab. Banggai Kepulauan khususnya di wilayah Kecamatan Buko.

Salah satu anggota Satgas Covid-19 Kec. Buko dari anggota Koramil 1308-13 Buko Sertu Salno Lalio mengatakan, “Hujan bukan penghalang bagi kami untuk melakukan tugas dan tanggungjawab dalam upaya mengendalikan penyebaran virus Corona di Kabupaten Banggai Kepulauan.”

Secara rutin anggota Satgas Covid-19 Buko melakukan pencegahan dengan melakukan scane suhu badan, pendataan penumpang serta riwayat perjalanan bahkan menghimbau agar masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Penyambutan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si beserta rombongan di Pelabuhan Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan berlangsung aman dan tertib sesuai protokol kesehatan tadi, Senin (14/09/2020).

Sebelum rombongan Gubernur tiba di pelabuhan, Tim Satgas mengingatkan kepada penjemput untuk membatasi jumlah orang  yang mendekati rombongan kecuali Jurnalis atau Wartawan yang meliput dengan tetap menjaga jarak.

Menurut Serka Jamal Djahasa selaku Koordinator Tim Satgas Pencegahan Covid-19 Pintu masuk Pelabuhan Salakan, “Mohon perhatian agar tidak terlalu mendekat ke area yang sudah disterilkan oleh satgas kecuali Wartawan yang mengambil gambar dokumentasi,” tegas Jamal.

Gubernur Sulteng beserta rombongan disambut oleh Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam beserta Perangkat Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan dan diarahkan langsung mencuci tangan serta scan suhu badan di tempat yang disediakan oleh satgas.

Setelah diarahkan sesuai protokol kesehatan, lalu dilakukan pengalungan bunga disertai penyambutan secara adat oleh Basalo Tinangkung dan selanjutnya Gubernur dan rombongan menuju ke Rumah Jabatan Bupati.

Kunjungan kerja Gubernur bersama rombongan adalah dalam rangka Peresmian 4 unit Puskesmas Rawat Inap dan 5 unit Pasar Rakyat di Wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan yang dipusatkan di Desa Kanali Kecamatan Totikum Selatan besok Selasa 15 September 2020. (TrisKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Dalam upaya meringankan beban masyarakat dimasa pendemi Covid-19 khususnya masyarakat miskin, Pemerintah melanjutkan program Bantuan Langsung Tunai (BST).

Sebanyak 420 kepala keluarga miskin di Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan yang tersebar di 13 Desa menerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BST) sebesar Rp.300.000 perbulan.

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BST) tahap 4 dan 5 yang diperuntukkan bulan Juli dan Agustus 2020 bagi 420 KK di Kec. Buko dilaksanakan di Kantor Camat Buko, Rabu (9/9/2020).

Penyaluran BST dilakukan oleh PT. Pos Indonesia Cabang Salakan serta di dampingi oleh pendamping program keluarga harapan.

Pemerintah Kecamatan Buko beserta Anggota Polsek Buko memantau langsung proses penyaluran BST sampai selesai penyaluran. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Dalam upaya pencegahan penyebaran Virus Corona diwilayah Kabupaten Banggai Kepulauan khususnya di Kecamatan Buko,  Kapolsek Buko Marthen Tangkelagi, SH bersama gabungan anggota Polsek Buko dan anggota Koramil 1308-13 Buko melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Bupati No. 23 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, serta dilakukan pembagian masker.

Kegiatan Sosialisasi Perbup ini dan pembagian masker dilaksanakan di Pelabuhan penyebarangan Leme-leme Bungin, Rabu 9/9/2020.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Buk, Marthen Tangkelangi, SH yang melibatkan gabungan personil Polsek Buko dan Anggota Koramil 1308-13 Buko.

Marthen Tangkelangi menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Polri guna melakukan pencegahan penyebaran virus corona, serta mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 berdasarkan Peraturan yang berlaku.

“Bagi masyarakat yang tidak mengindahkan penerapan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan covid-19 akan dikenakan sangsi berdasarkan peraturan yang berlaku,” ucap Marthen.

Dalam kegiatan sosialisasi ini Kapolsek Buko beserta gabungan anggota Polsek Buko dan Anggota Koramil 1308-13 Buko membagikan masker bagi masyarakat serta mengingatkan untuk selalu kenakan masker ketika berada diluar rumah. (AmosKominfo)

Jakarta, BanggaiKep.go.id – Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang saya hormati, Bapak Wakil Presiden;
Bapak/Ibu sekalian yang saya hormati.

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Pilkada serentak, pada siang hari ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal bahwa perlu saya tegaskan kembali. Pertama bahwa keselamatan masyarakat, kesehatan masyarakat adalah segala-galanya. Jadi, protokol kesehatan tidak ada tawar-menawar. Yang kedua, keberhasilan kita untuk keluar dari berbagai risiko akibat pandemi adalah jika kita berhasil menangani permasalahan kesehatan. Bisa menangani permasalahan pandemi.

Oleh karena itu, sekali lagi, kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Pilkada harus dilakukan, harus ditegakkan, dan tidak ada tawar-menawar. Karena saya mengikuti situasi di lapangan, masih banyak pelanggaran protokol (kesehatan) yang dilakukan oleh bakal pasangan calon (kepala daerah). Misalnya masih ada deklarasi bakal pasangan calon Pilkada yang menggelar konser yang dihadiri oleh ribuan dan mengundang kerumunan, menghadirkan massa, hal-hal seperti ini saya kira harus menjadi perhatian kita. Dan situasi tidak bisa dibiarkan, sekali lagi, tidak bisa dibiarkan. Penyelenggaraan Pilkada harus tetap dilakukan dan tidak bisa menunggu sampai pandemi (Covid-19) berakhir, karena memang kita tidak tahu, negara mana pun enggak tahu, kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir.

Oleh karena itu, penyelenggaraan Pilkada harus dilakukan dengan norma baru, dengan cara baru. Dan pada kesempatan ini, saya minta kepada semua pihak, kepada penyelenggara Pemilu: KPU, Bawaslu, aparat pemerintah, jajaran keamanan, dan penegak hukum, kepada seluruh aparat TNI dan Polri, seluruh tokoh masyarakat, tokoh organisasi, untuk aktif bersama-sama mendisiplinkan masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan.

Selain taat dalam menjalankan protokol kesehatan, saya juga minta agar kualitas demokrasi kita dijaga, ditingkatkan. Kita ingin dalam posisi yang sulit seperti ini, demokrasi kita semakin dewasa, demokrasi kita semakin matang. Oleh sebab itu, yang pertama, saya minta kepada aparat birokrasi, TNI dan Polri, tetap terus bersikap netral dan tidak memihak kepada pasangan calon tertentu.

Dan yang kedua, kita juga tidak membiarkan, jangan membiarkan penggunaan bahasa-bahasa, penggunaan narasi, penggunaan simbol-simbol yang membahayakan persatuan dan kesatuan masyarakat. Harus ada ketegasan, jangan sampai menggunakan politik-politik identitas, politik SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) karena itu akan membahayakan persatuan dan kesatuan. Ini yang harus dicegah dan kita harus mendorong para calon (kepala daerah) untuk beradu program, kontestasi gagasan, beradu kemampuan untuk menjadi pemimpin daerah. Dan, kita juga harus mendorong masyarakat untuk mempelajari track record calon (kepala daerah) agar daerah memperoleh pemimpin yang baik, yang terbaik.

Yang ketiga, saya juga meminta kepada penyelenggara Pilkada untuk bekerja keras menghasilkan proses Pilkada yang berkualitas, netralitas, profesionalitas, dan transparansi. Penyelenggara Pilkada berperan besar untuk menjaga kualitas demokrasi kita sekaligus menjaga stabilitas politik di daerah serta penerimaan masyarakat terhadap hasil-hasil Pilkada yang kita lakukan.

Terakhir, saya mengharapkan dukungan dari para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para aktivis, akademisi di daerah, untuk mendukung upaya-upaya yang tadi saya sampaikan. Saya rasa itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan.

(Rapat Terbatas dilanjutkan secara tertutup)

Selasa, 8 September 2020

Istana Merdeka, Jakarta

BIRO PERS, MEDIA DAN INFORMASI SEKRETARIAT PRESIDEN. KondKominfo

Salakan, BanggaiKep.go.id – Tim Satuan Tugas Penanganan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Banggai Kepulauan serta Kecamatan Tinangkung dan Polsek Tinangkung laksanakan Sosialisasi Protokol Kesehatan dan pembagian Masker dengan rute perjalanan start awal di pertigaan kantor Polsek Tinangkung kemudian berlanjut di Pasar Salakan, selanjutnya di perempatan Desa Baka dan berakhir di pertigaan SDN Pembina Salakan, mulai dari jam 08.00 sampai dengan 12.30 wita berlangsung aman dan baik serta lancar sesuai rencana. Kamis, (27/08/2020).

Sesuai arahan Ketua Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam, agar dapat memberikan sosialisasi protokol kesehatan dan pembagian masker dengan cara sebaik-baiknya kepada masyarakat, maka kegiatan ini dilaksanakan baik didalam pasar bagi Pedagang dan Pengunjung dan juga di jalan raya bagi pengendara kendaraan roda dua, bentor dan kendaraan mobil.

Kegiatan lapangan ini dilakukan oleh Kepala Dinas Kominfo Ir. Kondrad D. Galala, MM, Camat Kecamatan Tinangkung Din L. Lamasada, KaPolsek Tinangkung Ipda. Andi Rahman Syah, SH, TNI Kodim 1308/LB Danramil Tinangkung Serma Hanafi, MK, Kepala Desa Baka Tris Linggamo, Kabid LLAJ Dinas Perhubungan Martomi Panggili, SH., M.MSiP, Perawat Puskesmas Tinangkung Linda MP bersama perawat lainnya, Anggota Pol PP Kecamatan Tinangkung Isran Tanggais, Tokoh Agama Pdt. Meisky M. Takus, SH, Lurah Salakan serta sejumlah aparat petugas lapangan lainnya.

Menurut Tris Linggamo Kepala Desa Baka saat diwawancarai di pasar Salakan menyampaikan, “Sebelum kegiatan ini, kami sudah beberapa kali melakukan pembagian masker kepada masyarakat dan kali ini masker yang dibagikan berjumlah 19 lusin. Alhamdulillah masyarakat Banggai Kepulauan khususnya masyarakat desa Baka sudah mulai banyak yang menggunakan masker ketika berada di luar rumah karena semakin menyadari manfaatnya untuk mencegah penularan dan meminimalisir penyebaran Covid-19 di Banggai Kepulauan.”

Sementara itu, Din L. Lamasada juga menjelaskan bahwa, “Ini merupakan sosialisasi tahap awal penerapan Perbup tentang disiplin protokol kesehatan yang ada di Banggai Kepulauan. Tentunya kita terus mengingatkan secara berulang-ulang kepada masyarakat sehingga masyarakat sadar dengan selalu menggunakan masker ketika berada diluar rumah tentunya untuk melakukan pencegahan menularnya virus corona ini.”

“Alhamdulillah dengan action ini mudah-mudahan masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan,” lanjut Camat Tinangkung.

“Setelah terbitnya Perbup nanti akan diberlakukan sanksi bagi yang melanggarnya, antara lain teguran tertulis dan sanksi administrasi. Hal ini kami terus sampaikan secara berulang-ulang kepada masyarakat serta kami juga bekerja sama dengan beberapa unsur Pemerintah Desa dalam hal penyiapan masker,” kata Camat.

Selain itu, Ipda. Andi Rahman Syah, SH selaku KaPolsek Tinangkung juga menyampaikan, “Langkah-langkah yang sudah kita lakukan ini memang sudah skala prioritas. Prioritas utama yang harus kita lakukan yaitu di internal kita dulu dan itu sudah kami lakukan sejak beberapa bulan yang lalu kemudian kita lihat progresnya memang sudah banyak yang mentaati.”

“Kemudian kita merambah sampai ke tingkat pedesaaan. Untuk melihat progresnya kita serahkan kepada Pemerintah Desa yang menilainya karena yang kita gaungkan adalah masker sebagai kebiasaan hidup atau life style. Semoga masyarakat bisa patuh kepada anjuran Pemerintah dalam memerangi Covid 19 ini,” tutup Andi. (TrisKominfo).

Ponding-Ponding, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75, personil Polsek Kecamatan Tinangkung yang diwakili Anggota Bhabinkamtibmas Kecamatan Tinangkung Utara Brigpol Roby Pasongli membagikan bantuan sosial berupa beras kepada warga masyarakat di Kecamatan Tinangkung Utara, Selasa, (18/8/2020).

Bantuan sosial (Bansos) ini merupakan wujud kepedulian POLRI terhadap Masyarakat yang terdampak Covid -19.

BrigPol Roby Pasongli membagikan paket sembako beras 5kg perkepala Keluarga (KK) kepada warga kurang mampu dimana yang diprioritaskan para lansia yang tidak bisa beraktifitas lagi untuk mencari nafkah.

Diwawancarai oleh jurnalis Kominfo Pemda BanggaiKep via telepon, Brigpol Roby Pasongli mengatakan, “Meskipun bansos ini nilainya kecil tapi sudah bisa bermanfaat dan bisa meringankan beban hidup warga dimasa pandemi Covid -19 ini.”

“Muda-mudahan bantuan sosial ini bisa bermanfaat bagi warga yang sangat membutuhkan,” lanjut Roby.

Warga juga diingatkan agar selalu patuh pada anjuran Pemerintah yaitu mengikuti protokol kesehatan Covid-19 rajin mencuci tangan, pakai masker bila keluar rumah, jauhi kerumunan dan menjaga imun tubuh agar selalu sehat.

“Muda-mudahan wabah ini cepat berlalu sehingga kita bisa seperti sedia kala untuk mencari kebutuhan hidup kita sehari hari,” kata Roby. (FeriKominfo)

Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang terus menyebar diberbagai Daerah di Indonesia mengharuskan guru tidak melakukan tatap muka dengan siswa di sekolah tapi melalui metode proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Koordinator Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Kepulauan Kec. Bulagi Utara Welly Mosoli, S.Pd saat diwawancarai jurnalis DisKominfo Pemda Banggai Kepulauan pada Rabu, (19/8/2020) menyampaikan mengenai proses pembelajaran dimasa pandemi Virus Corona yang melarang guru mengumpulkan siswa di sekolah, yang mengharuskan proses pembelajaran tetap dilaksanakan dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) apakah lewat daring (Online) maupun Luring (Offline).

“Untuk sementara proses pembelajaran di Kecamatan Bulagi Utara berjalan lancar walupun melalui metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan guru adalah peserta didik dikunjungi oleh guru dirumah masing-masing oleh guru kelas maupun guru mata pelajaran baik itu tingkat TK/PAUD, SD dan SMP di wilayah kerja kami di Bulagi Utara,” ungkap Welly.

“Guru melakukan secara Luring karena kalau dilakukan secara Daring tidak semua siswa memiliki HandPhone Android serta tidak semua sekolah dijangkau oleh jaringan internet, tapi memang ada beberapa guru yang melakukan dengan cara Daring karena jarak siswa antara rumah siswa dengan guru cukup jauh dan memungkinkan untuk cara daring karena siswa memiliki HP yang memadai dan mudah mengakses jaringan internet,” jelas Welly.

Saya secara rutin melakukan monitoring dan pengawasan proses pembelajaran jarak jauh bagi TK/PAUD yang berjumlah 14 Sekolah, SD 14 Sekolah dan SMP 8 Sekolah, agar dapat memastikan apa yang menjadi hambatan, kendala proses pembelajaran yang dilakukan oleh satuan pendidikan dimasa pandemi, serta memastikan walupun pembajaran dilakukan tidak dilingkungan sekolah tetap guru dan siswa wajib menerapkan protokol kesehatan, kata Welly.

Memang guru agak kewalahan dengan metode pembelajaran jarak jauh dengan metode luring, tapi apa daya ini yang hanya bisa dilakukan oleh guru untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Harapan kami jika pandemi masih terus berlanjut kiranya kedepan dapat disiapkan fasilitas pendukung bagi siswa dan guru agar proses pembelajaran dapat dilaksanakan secara Daring (Online) sehingga siswa dan guru sama-sama tertolong,” tutup Welly. (AmosKominfo)