Jakarta Banggaikep.go.id. Pj. Bupati Banggai Kepulauan, Ihsan Basir, SH, LL.M, bersama Ketua DPRD Banggai Kepulauan, Arkam Supu, S.Th., I., MH, didampingi oleh Pj. Sekretaris Daerah, Dr. Ariyono Orab, S.Pd, S.Sos, MM. Kepala Dinas PUPR  Asrin ST., M.Si laksanakan gelar pertemuan koordinasi dan konsultasi bersama Subdirektorat Air Tanan dan Air Baku, Direktorat Jendral Sumber Daya Air. Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Pertemuan ini berlangsung pada Rabu 11/12/2024 di kantor Kementerian PUPR di Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas berbagai agenda strategis terkait pembangunan dan pengelolaan infrastruktur perairan di Kabupaten Banggai Kepulauan. Fokus diskusi adalah peningkatan akses masyarakat terhadap penanganan air bersih, serta pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Bupati” Ihsan Basir menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah Daerah dan kementerian dalam mewujudkan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Olehnya itu harapan kami untuk memastikan bahwa seluruh program pembangunan perairan di Banggai Kepulauan berjalan dengan baik dan sesuai kebutuhan masyarakat, lebih khusus terkait penanganan air bersih di wilayah Bulagi bersaudara.

Ketua DPRD, Arkam Supu, juga menambahkan bahwa sinergi ini sangat penting untuk mendukung pembangunan di Daerah, Dengan adanya dukungan teknis dan anggaran dari pemerintah pusat, tentunya, kami optimis bahwa Banggai Kepulauan akan mampu mengatasi berbagai tantangan di sektor perairan, ujarnya.

Subdirektorat Air Tanah dan Air Baku Direktorat Jendral SDA, Kementerian PUPR menyambut baik usulan dan aspirasi yang disampaikan. Oleh Pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Mereka juga berjanji untuk memberikan Bantuan Anggaran di tahun 2025 dan melaksanakan pendampingan teknis serta mendorong percepatan pelaksanaan program infrastruktur perairan di Banggai Kepulauan.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat kerja sama antara pemerintah Daerah dan P usat untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Banggai Kepulauan. (Hendro Wibowo IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pj. Bupati Banggai Kepulauan diwakili Plh. Sekretaris Daerah Iswan Saleh, S.Sos buka secara resmi kegiatan seminar literasi budaya Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) bertempat di ruang rapat Kantor Bupati, Kamis (12/12/2024).

Dalam sambutan Bupati yang di bacakan Iswan Saleh menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai Kepulauan yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.

“Seminar literasi budaya ini adalah langkah strategis untuk memperkuat pemahaman kita semua akan pentingnya budaya sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus sebagai pondasi untuk membangun masyarakat yang berkarakter,” ucapnya.

Kabupaten Banggai Kepulauan memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari seni tradisional, adat istiadat, bahasa daerah, hingga kearifan lokal yang telah menjadi identitas masyarakat.

Namun, di tengah perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi, budaya lokal sering kali menghadapi tantangan besar. Tantangan ini mencakup perubahan gaya hidup masyarakat, masuknya budaya asing, hingga minimnya dokumentasi dan pengarsipan budaya lokal.

Iswan juga menjelaskan bahwa dalam konteks Kabupaten Banggai Kepulauan, literasi budaya dapat menjadi alat yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya kita kepada generasi muda.

“Generasi muda memiliki peran penting sebagai penerus yang akan menjaga dan mengembangkan warisan budaya kita. Oleh karena itu, seminar seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangun kesadaran dan kecintaan terhadap budaya lokal,” katanya.

Selain itu, peran institusi seperti perpustakaan dan kearsipan sangat krusial dalam melestarikan budaya. Perpustakaan adalah pusat pengetahuan yang dapat menjadi sumber literasi budaya, sedangkan arsip adalah penjaga memori kolektif kita sebagai masyarakat.

Dokumentasi yang baik dan pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi solusi untuk memastikan bahwa warisan budaya kita tetap terjaga dan dapat diakses oleh generasi mendatang.

“Saya berharap kita semua, khususnya para peserta, dapat menggali wawasan yang lebih luas tentang pentingnya literasi budaya. Jadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk belajar, berdiskusi, dan menemukan ide-ide baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari- hari,” ujar Iswan.

Plh Sekda juga mengajak kita untuk menjadikan budaya sebagai sumber kekuatan yang mempersatukan dan menginspirasi.

“Saya berharap agar seminar ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang dapat diimplementasikan untuk memajukan literasi budaya di Kabupaten Banggai Kepulauan,” pungkasnya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ramlin Hamid S.Pd dalam sambutannya mengatakan Kegiatan seminar literasi budaya kegiatan pada hari ini adalah rangkaian dari kegiatan hari ulang tahun Banggai Kepulauan ke 52 tahun 2024, karena ini adalah sehubungan dengan budaya.

“Kami merasa penting sekali untuk tetap dilaksanakan seminar pada hari ini didahului dengan diskusi kelompok yang membahas tentang sejarah Banggai Kepulauan dan literasi budaya kemudian seni dan budaya Banggai Kepulauan,” terangnya.

Ramlin juga sangat mengharapkan peserta yang hadir dari Camat, Tokoh Adat dan Tokoh Agama bisa memberikan kontribusi terkhusus kepada kegiatan diskusi.

“Kami dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Banggai Kepulauan tidak punya wewenang penuh untuk pengembangan kebudayaan, kami ambil melalui jalur literasi pengenalan dulu kemudian kita pahami bersama dan kita laksanakan, karena pada momen ini tidak seluruh kebudayaan diulas hanya sebagian kecil tetapi kenapa sejarah Banggai Kepulauan kami ambil karena itu adalah tonggak dari kebudayaan kita,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa Perpustakaan Nasional Republik Indonesia telah meminta semua daerah mengumpulkan atau mengirimkan sejarah terbentuk daerahnya sendiri dikumpulkan dalam sistem informasi kearsipan nasional perpustakaan literasi, “Kami mengambil kesempatan menitipkan perlu kita kirimkan supaya diakui di nasional terbentuknya Banggai Kepulauan,” tuturnya.

“Saya minta pendapat dari peserta yang hadir ini agar kita sepakati nanti bahwa terbentuknya Banggai Kepulauan, kemudian kami nanti kirimkan ke sistem informasi kearsipan nasional yaitu sudah dialih media kan nanti secara nasional bisa membaca sejarah Kabupaten Banggai Kepulauan terbentuknya,” tambahnya.

Turut hadir Ketua MUI, Narasumber, Camat, Tokoh Adat, Tokoh Agama serta undangan lainnya. (Roy-DISKOMDIGI)

Jakarta, BanggaiKep.go.id – Penjabat (Pj) Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Ihsan Basir, SH.,LL.M hadiri Peringatan Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia Ke-76 Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (10/12/2024).

Dengan mengusung tema “Harmoni Dalam Keberagaman Menuju Indonesia Emas 2045”, acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai. kegiatan ini diharapkan dapat memberikan semangat untuk memperkuat nilai-nilai HAM, demokrasi, keadilan dan perdamaian di tengah masyarakat yang beragam, menghormati HAM menjadi pilar utama pembangunan nasional.

Natalius Pigai dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk menegakkan nilai-nilai HAM karena 50 persen dari poin Astacita yang diusung menyangkut tentang hal-hak asasi.

“Dari delapan poin (Astacita), khususnya yang menyangkut tentang HAM itu adalah empat poin. 50 persen dari poin Astacita adalah menyangkut tentang HAM”, ucapnya.

“Itu artinya apa? Artinya HAM dianggap sangat penting bagi bangsa ini karena HAM adalah titik temu peradaban antara nilai-nilai fundamental bangsa, berpijak kepada Pancasila dan juga nilai-nilai yang dianut di dunia internasional,” tegasnya.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Permasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan isu-isu HAM sebagai prioritas bersama.

“Momen peringatan Hari HAM Sedunia ke-76 ini harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang persoalan HAM yang menjadi agenda penting pemerintah saat ini dan di masa depan,” ungkap Yusril.

Di akhir sambutannya, Yusril mengemukakan bahwa pembangunan Indonesia ke depan akan berbasis HAM, sebagaimana konstitusi mengamanatkan bahwa perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan HAM adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah.

Dalam acara tersebut juga dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan oleh Menteri HAM kepada Gubernur yang telah membina kabupaten/kota peduli HAM tahun 2023 serta kepada masyarakat atas ide-ide kreatif dan pemahaman nilai-nilai HAM dalam berbagai lomba dalam menyambut Hari HAM Sedunia ke-76 tahun 2024. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pj. Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) diwakili Plh. Sekretaris Daerah Iswan Saleh hadiri Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan Ke-25 Kab. Banggai Kepulauan, Selasa (10/12/2024).

Kegiatan bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati dan di hadiri Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, Pabung 1308/LB, Kepala-kepala OPD Lingkup Pemda, Ketua Dharma Wanita serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Pj. Bupati yang di bacakan Plh. Sekda mengatakan dharma wanita persatuan telah menjadi wadah yang strategis bagi perempuan untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, serta saling mendukung dalam berbagai aspek kehidupan.

Banyak program yang telah dilaksanakan, mulai dari pelatihan keterampilan, penyuluhan kesehatan, penguatan pendidikan anak, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat kita.

“Melihat perjalanan Dharma Wanita Persatuan yang luar biasa selama 25 tahun, saya mengajak kita semua untuk merenungkan betapa pentingnya peran perempuan dalam setiap aspek kehidupan. Perempuan bukan hanya sebagai pendamping atau ibu rumah tangga, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang,” ucapnya.

“Saya juga ingin menekankan pentingnya sinergi antara Dharma Wanita Persatuan Dengan Pemerintah Daerah, serta dengan organisasi-organisasi perempuan lainnya. Kerja sama yang solid dan terkoordinasi akan memberikan dampak yang jauh lebih besar bagi pembangunan daerah kita,” jelas Plh. Sekda.

Selanjutnya, melalui kolaborasi yang erat, kita dapat menciptakan berbagai program yang lebih bermanfaat, serta memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat, terutama perempuan dan keluarga.

Iswan juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya berbagai kegiatan dharma wanita persatuan selama ini.

“Saya juga ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun Yang Ke-25 Kepada Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai Kepulauan, semoga usia yang semakin matang ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat peran serta perempuan dalam pembangunan,” tuturnya. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, melalui Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menggelar Rapat Kelompok Kerja (Pokja) Pengarusutamaan Gender (PUG) Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan bertempat di Ruang Rapat Wakil Bupati, Selasa (10/12/2024).

Rapat ini dihadiri oleh Pj. Bupati Banggai Kepulauan diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Banggai Kepulauan Edison E Moligay, S.Sos.,M.A.P, Pemateri dari Dinas PPPA bersama tim, Yayasan Sikola Mombine Provinsi Sulawesi Tengah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutan Pj Bupati Banggai Kepulauan diwakili Asisten II Setda Edison E Moligay menyampaikan pentingnya pengarusutamaan gender sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan.

“Kesetaraan gender bukan hanya soal hak perempuan, tetapi juga tentang bagaimana kita menciptakan kebijakan yang adil bagi semua, baik perempuan maupun laki-laki, untuk berkontribusi dalam pembangunan,” ucapnya.

Menurutnya, dengan kolaborasi yang kuat dapat memastikan bahwa program pembangunan di Kabupaten Banggai Kepulauan benar-benar inklusif dan menjawab kebutuhan semua kelompok masyarakat.

Selain itu, sebagai narasumber Bidang Kualitas hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga Dinas PPPA Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Ni Made Anggreiniyati,SE.,M.Si. dan Direktur Eksekutif Yayasan Sikola Mombine Provinsi Sulawesi Tengah Nur Safitri Lasibani, S.IP memberikan pemaparan terkait pentingnya Pengarusutamaan Gender untuk menjamin perempuan dan laki-laki mempunyai akses dan kontrol terhadap sumber daya, memperoleh manfaat pembangunan dan pengambilan keputusan yang sama di semua tahapan proses pembangunan.

Kesetaraan gender dalam kebijakan pembangunan menjadi indikator yang yang cukup signifikan, karena kesetaraan gender akan memperkuat kemampuan daerah untuk berkembang, mengurangi kemiskinan dan memerintah secara efektif.

Semakin tinggi apresiasi gender dalam proses perencanaan pembangunan, maka semakin besar upaya suatu daerah untuk menekan angka kemiskinan, dan sebaliknya rendahnya apresiasi dimensi gender dalam pembangunan akan meningkatkan angka kemiskinan.

Rapat ini membahas evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan PUG tahun 2024 termasuk tantangan yang dihadapi dan pencapaian yang telah diraih. Selain itu, disusun juga rencana kerja untuk tahun 2025 yang mencakup integrasi PUG dalam berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan perlindungan sosial.

Salah satu fokus utama tahun ini adalah meningkatkan kapasitas OPD dalam merancang program yang responsif gender serta menguatkan kolaborasi lintas OPD untuk mendukung percepatan pengarusutamaan gender di Kabupaten Banggai Kepulauan. (Admin-DP3AP2KB)

Saiyong, BanggaiKep.go.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar kegiatan “Pelatihan Pengasuhan Dengan Cinta (PDC) Guna Pelibatan Ayah Dalam Pengasuhan Anak (Malane Mola) Tingkat Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2024” di Kantor Desa Saiyong Kecamatan Tinangkung, Senin (9/12/2024).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pj. Bupati Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Edison E Moligay, S.Sos.,M.A.P.

Dalam sambutan Pj. Bupati yang disampaikan Edison Moligay mengatakan bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak hanya di bebankan kepada ibu tetapi juga ayah.

“Dalam budaya kita, peran ayah sering kali dianggap lebih sebagai penyedia sementara ibu yang lebih aktif dalam mendidik dan merawat anak,” ucapnya.

Ia juga berharap melalui pelatihan ini para ayah dapat semakin memperkuat peran mereka dalam Keluarga dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam membentuk karakter anak.

Kegiatan ini dihadiri oleh Organisasi Perangkat daerah dan berbagai elemen masyarakat, termasuk Pj. Kepala Desa Saiyong, Perangkat Desa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat Desa Saiyong.

Sebagai narasumber, Sekretaris Dinas P3AP2KB Riska Pratiwi Thirayo, S.Ip. dan Direktur Eksekutif Yayasan Sikola Mombine Provinsi Sulawesi Tengah, Nur Safitri Lasibani, S.IP memberikan pemaparan yang lebih menekankan terkait perjalanan seorang ayah dalam membentuk melalui kasih sayang dan bimbingan, ayah memainkan peranan penting dalam perkembangan anak dan bagaimana ayah dapat mempengaruhi masa depan anak-anak mereka.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan peran ayah dalam keluarga sebagai pemimpin, ayah memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai keluarga. Dengan memberikan contoh yang baik, ayah dapat mengajarkan anak-anak tentang tanggung jawab, kasih sayang, dan kerja sama.

Program Malane Mola sejalan dengan pengarusutamaan gender dimana akses, partisipasi, kontrol dan manfaat atas pengambilan keputusan dalam keluarga, keterlibatan ayah dalam pengasuhan termasuk pembagian peran dalam keluarga dirasakan setara antar perempuan dan laki-laki atau suami dan istri.

Keterlibatan ayah sangat berpengaruh dalam perkembangan anak. Konsep Malane Mola merupakan sebuah komitmen kaum laki-laki dan anak laki-laki di Kabupaten Banggai Kepulauan sebagi agen perubahan untuk mendorong dan memberi kesempatan sebesar-besarnya kepada kaum Perempuan agar dapat meningkatkan kualitas dan kemampuannya sehingga dapat mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Melalui Program Peningkatan Kualitas Keluarga dan Program Inovasi Daerah Malane Mola, DP3AP2KB berharap Desa Saiyong dapat menjadi desa percontohan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Kab. Banggai Kepulauan.(Admin DP3AP2KB)

Palu, BanggaiKep.go.id – Kawal hak pilih, Bawaslu Banggai Kepulauan turut awasi pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dan penetapan hasil pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2024 yang di laksanakan di Kantor KPU Sulawesi Tengah, Sabtu (7/12/2024).

Ketua dan Anggota Muslim Abd. Muin B dan Jainudin Laruhami serta staf teknis mendampingi Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah dalam pleno tersebut.

Sebelum dilakukan pleno tingkat Provinsi, Bawaslu Bangkep lakukan pengawasan pleno tingkat Kabupaten dan setelahnya, Bawaslu Bangkep lakukan sinkronisasi data rekapitulasi perolehan suara di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Muslim menyampaikan kami memastikan bahwa proses rekapitulasi di setiap jenjang, mulai dari TPS, Kecamatan, Kabupaten hingga tingkat provinsi berjalan konsisten dan transparan. “Hal
ini kami lakukan untuk mencegah potensi ketidaksesuaian data yang dapat mengganggu integritas pemilihan,” ucapnya.

Turut dibacakan jumlah Model C Pemberitahuan yang tidak terdistribusi serta berbagai kejadian khusus di tingkat kabupaten/kota. Bawaslu
memastikan bahwa seluruh permasalahan yang terjadi telah dicatat dan dievaluasi untuk memberikan solusi yang adil dan proporsional.

Proses rekapitulasi ini menjadi salah satu momen penting dalam memastikan hasil pemilihan serentak tahun 2024 yang jujur, adil, dan transparan. (Admin-Bawaslu)

PaluBanggaikep.go.id Kepulauan.  Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pengakuan pengalaman profesional guru di Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banggai Kepulauan, Ikhsan Nursin, S.Pd., MM., menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan program studi penyelenggara Rekognisi Pengalaman Lampau (RPL) di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako, Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama strategis yang telah terjalin antara Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan dan Universitas Tadulako. Kegiatan ini berlangsung di Aula Untad.Jumat, 6/12/2024,

Perjanjian Kesepakatan ini, bertujuan untuk memberikan akses lebih luas kepada tenaga pendidik sebagai bagian dari pengembangan kompetensi akademik.

Dalam sambutannya, Ikhsan Nursin menyampaikan harapannya agar program RPL ini dapat membantu guru-guru di wilayah Banggai Kepulauan untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“MoU ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik di daerah kita. Kami berharap program RPL dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi para guru, terutama dalam mendukung kualitas pendidikan di Banggai Kepulauan,” ujar Ikhsan Nursin.

Sementara itu, perwakilan dari FKIP Universitas Tadulako menyatakan komitmennya untuk menjalankan program RPL dengan sistem yang terstruktur dan transparan, sehingga peserta program dapat merasakan dampak positif dari kerja sama ini.

Kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaborasi lainnya yang dapat mendukung pengembangan pendidikan di Banggai Kepulauan, terutama dalam mempersiapkan tenaga pendidik yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Dengan adanya program ini, tentunya, menunjukkan keseriusan Pemerintah Daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pembangunan sumber daya manusia di Banggai Kepulauan. (IKP-HENDRO WIBOWO KOMINFO)

Palu, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai (Bangkep) bersama Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Tengah lakukan penandatanganan nota kesepakatan terkait pengelolaan keuangan dan pembangunan di Banggai Kepulauan, Kamis (5/12/2024).

Dalam sambutannya Pj. Bupati Banggai Kepulauan Ihsan Basir menyampaikan bahwa Pemerintah Banggai Kepulauan berkomitmen untuk terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan pembangunan.

Menurutnya, kerjasama yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dan Perwakilan BPKP Provinsi Sulteng merupakan langkah strategis yang sangat penting.

Melalui penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi landasan hukum dalam mewujudkan upaya-upaya pengawasan dan pendampingan terkait pengelolaan keuangan dan pembangunan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Kami percaya bahwa dengan pendampingan BPKP, kami dapat lebih memaksimalkan potensi daerah serta mengurangi potensi penyalahgunaan anggaran yang dapat merugikan kepentingan masyarakat, ” ucap Ihsan.

Selain itu, Bupati juga berharap melalui MoU ini dapat membangun sinergi yang lebih erat dengan BPKP dalam rangka pengawasan dan pendampingan terhadap pengelolaan keuangan dan pembangunan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Kami berharap agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan signifikan baik untuk peningkatan kualitas pelayanan publik maupun untuk akselerasi pembangunan di daerah kita,” ujar Bupati Ihsan Basir.

Kegiatan dilaksanakan di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah dan turut dihadiri Kepala Perwakilan BPKP Sulteng berserta jajarannya dan Kepala Bagian Hukum Kab. Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pj. Bupati Banggai Kepulauan diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Tommy Luasusun, SH buka secara resmi PGP Pendidikan Guru Penggerak angkatan 11 daerah khusus, Rabu (4/12/2024).

Dalam sambutan Bupati yang di bacakan Tommy mengatakan Selaku pimpinan pemerintahan daerah Kabupaten Banggai Kepulauan dan pribadi, saya mengucapkan selamat datang di Kabupaten Banggai Kepulauan kepada tim Balai guru penggerak Provinsi Sulawesi Tengah.

“Harapan kami Bapak/Ibu menikmati perjalanan tugas daerah kami dan dapat membawa kenangan yang baik tentang Kabupaten Banggai Kepulauan setelah kembali nanti,” ucapnya.

Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan kegiatan pengembangan profesi melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar mampu mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik.

Terlibat dalam peran aktif dan proaktif dalam pengembangan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan belajar agar bersama calon guru penggerak dapat menjelaskan proses yang dialami dan praktik baik yang didapatkan dalam pengembangan program yang berdampak pada murid.

Calon guru penggerak dapat menjelaskan saran untuk pengembangan program dari para pengunjung, ketika calon guru penggerak dapat membagikan hasil pembelajaran selama pertemuan tatap muka terhadap diri, kepada undangan lokal Karya (Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan, Komunitas Daerah).

“Saya yakin dengan tekat, semangat, kesungguhan, dan kemauan yang keras untuk tergerak bergerak dan menggerakkan setiap Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan yang kita memiliki akan berhasil,” terangnya.

Selain itu, Pemkab Bangkep berharap panen hasil belajar bisa memacu dan memotivasi lahirnya karya-karya baru yang lebih inovatif dan kreatif teruslah bersemangat dan tunjukkan serta buktikan bahwa guru-guru di Kabupaten Banggai Kepulauan adalah guru yang berkompeten, kreatif dan inovatif.

Selanjutnya, Ketua Tim Kerja Transformasi Kepemimpinan Sekolah PGP Provinsi Sulawesi Tengah Nunun Kalsum J. Marhum, S.Pd.,M.Pd mengatakan program pendidikan guru penggerak ini bukan sekedar pelatihan biasa tapi merupakan suatu gerakan perubahan paradigma pendidikan melalui program pendidikan guru penggerak ini harapan kita tidak hanya mencetak guru-guru yang menguasai materi pelajaran tapi kita dapat mencetak guru-guru yang bisa berperan sebagai seorang fasilitator dalam pembelajaran seorang fasilitator yang punya inovasi kreativitas dalam pembelajaran yang selalu berpusat berorientasi pada pengembangan karakter dan potensi peserta didik.

Melalui PGP ini harapan kita bisa mencetak para guru-guru sebagai calon pemimpin pembelajaran yang rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik kita untuk menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat pembelajaran kurang lebih selama enam bulan lamanya.

PGP ini diselenggarakan dengan dua modal yaitu reguler dan daerah khusus seperti itu dan pada angkatan 11 kali ini kami balai guru penggerak Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan program pendidikan guru penggerak angkatan 11 pada lima kabupaten/kota sasaran tiga kabupaten/kota diselenggarakan dengan modal reguler yaitu kota Palu Kabupaten, Morowali, Morowali Utara dan khususnya untuk Kabupaten Banggai Kepulauan serta Kabupaten Sigi ini diselenggarakan dengan mudah daerah khusus.

“Banggai Kepulauan telah memiliki 54 orang guru penggerak yang telah lulus dari angkatan-angkatan sebelumnya dan untuk TGP Tenaga Guru Pendidikan angkatan 10 diikuti oleh 43 orang Calon Guru Penggerak (CGP) dari Banggai Kepulauan akan menambah jumlah para guru penggerak yang berdedikasi tinggi di Kabupaten Banggai Kepulauan,” jelas Nunun.

Ia juga berharap kepada bapak ibu calon guru penggerak semangatnya tetap berkobar, tetap tidak berhenti bergerak melakukan pengembangan diri dan perubahan di sekolah masing-masing, “Semoga bisa menjadi agen perubahan dan bisa membawa semangat perubahan di ekosistem sekolah ibu bapak masing-masing sehingga bisa menjadi semangat baru dalam pendidikan di Kabupaten Banggai Kepulauan,” harapnya.

Penggerak Provinsi Sulawesi Tengah selaku penyelenggara PGP di Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kolaborasi yang terjalin sangat baik selama ini di antara kami dengan pemerintah daerah Kabupaten Banggai Kepulauan khususnya melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kegiatan bertempat di Aula SMK Tinangkung dan dihadiri Perwakilan Kepala Dinas dan jajaran, Pengawas SD, SMP dan SMA , Pengurus Organisasi PGRI serta calon PGP Pendidikan guru Penggerak Angkatan 11 Daerah Khusus. (Roy-DISKOMDIGI)