Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id — Sebanyak 195 pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan resmi dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumat (21/8/2026).

Pelantikan yang dimulai pukul 14.00 WITA tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, Wakil Bupati Banggai Kepulauan, jajaran Forkopimda, para Kepala Perangkat Daerah, serta seluruh pejabat yang dilantik dan diambil sumpah/janji jabatannya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyampaikan sambutan secara langsung sekaligus memberikan arahan kepada 195 pejabat yang baru dilantik.

Bupati menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar acara seremonial maupun pergantian atau pengisian jabatan dalam struktur pemerintahan. Lebih dari itu, pelantikan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah untuk memastikan roda organisasi pemerintahan berjalan semakin efektif, profesional, responsif, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Jabatan yang saudara-saudara emban hari ini adalah amanah dan kepercayaan. Di dalamnya terdapat tanggung jawab yang besar, baik kepada organisasi, kepada pemerintah daerah, kepada masyarakat, maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Bupati dalam sambutannya.

Bupati meminta seluruh pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh integritas, loyalitas, disiplin, dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan agar jabatan tidak dipandang sebagai fasilitas atau kebanggaan pribadi, melainkan sebagai ruang untuk mengabdi dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan.

Khusus kepada Pejabat Administrator, Bupati berharap mereka mampu menggerakkan organisasi, mengoordinasikan pelaksanaan program, membangun kerja sama, serta memastikan target-target pembangunan dapat dicapai secara efektif dan terukur.

Sementara itu, Pejabat Pengawas diharapkan mampu menjalankan peran strategis dalam memastikan pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan, meningkatkan disiplin aparatur, melakukan pengawasan secara objektif, serta memberikan pembinaan kepada jajaran di bawahnya.

“Jangan hanya menjadi pejabat yang mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi pemimpin yang mampu memberikan keteladanan,” pesan Rusli.

Bupati juga mendorong para pejabat untuk membangun komunikasi yang baik dengan pimpinan, rekan kerja, bawahan, dan terutama masyarakat. Lingkungan kerja yang sehat, terbuka, disiplin, dan berorientasi pada penyelesaian masalah dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan.

Selain itu, Bupati menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Para pejabat diminta menghindari penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan, serta berbagai tindakan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Laksanakan tugas sesuai peraturan perundang-undangan dan selalu kedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujarnya.

Kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, Bupati juga meminta agar segera memahami tugas pokok dan fungsi, mempelajari berbagai persoalan yang ada pada unit kerja masing-masing, serta menyusun langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja organisasi.

“Jangan menunggu masalah menjadi besar baru kemudian bertindak. Jadilah pejabat yang mampu membaca persoalan, mencari solusi, dan mengambil langkah secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Dalam arahannya, Bupati Rusli Moidady turut mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan membutuhkan aparatur yang mampu bekerja secara kolaboratif, inovatif, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

Perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi, menurutnya, menuntut pemerintah untuk memberikan pelayanan yang semakin cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.
Karena itu, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan didorong untuk terus meningkatkan kompetensi, memanfaatkan teknologi, membangun inovasi, serta memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah.

“Tidak ada perangkat daerah yang dapat bekerja sendiri. Keberhasilan pembangunan daerah adalah keberhasilan kita bersama,” kata Bupati.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh 195 pejabat Administrator dan Pengawas yang telah menerima amanah baru. Ia berharap momentum pelantikan tersebut menjadi awal lahirnya energi baru dalam organisasi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati juga berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjadi motor penggerak di unit kerja masing-masing, membangun semangat kebersamaan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi terwujudnya pemerintahan yang efektif dan masyarakat Banggai Kepulauan yang semakin sejahtera.

“Buktikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada saudara-saudara dapat dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata, dedikasi, dan prestasi,” pungkasnya.

Pelantikan ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh pejabat yang menerima amanah senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, petunjuk, dan kemudahan dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan daerah Kabupaten Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)

SK Pelantikan Pejabat Administrator dan Pengawas lingkungan Pemerintah Kab. Banggai Kepulauan tanggal 21 Agustus 2026 bisa diakses melalui link :

1. Jabatan Administrator Eselon III.a melalui link: 2016 3700 ess III.a

2. Jabatan Administrator Eselon III.b melalui link: 2026 3701 ess III.b

3. Jabatan Pengawas Eselon IV.a melalui link : 2026 3702 ess IV.a

4. Jabatan Pengawas Eselon IV.b melalui link : 2026 3703 ess IV.b

Lumbi-lumbia, BanggaiKep.go.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan mewakili Bupati secara resmi membuka Festival Sea-Sea 2026 yang dilaksanakan di Desa Lumbi-Lumbia, Kecamatan Buko Selatan, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Jejak Luhur Sea-Sea: Dari Hulu Menuju Samudra, Warisan Untuk Dunia”.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Moh. Aris Susanto, disampaikan bahwa festival ini merupakan momentum penting untuk mengangkat nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan oleh leluhur agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Festival Sea-Sea bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam memperkenalkan potensi daerah, baik dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, maupun kearifan lokal masyarakat Banggai Kepulauan.

Pemerintah daerah memberikan apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat Desa Lumbi-Lumbia bersama tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah berinisiatif dan berkolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi contoh nyata semangat gotong royong dalam membangun daerah.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menggali potensi desa, mengembangkan inovasi, serta memperkuat pemberdayaan berbasis potensi lokal.

Festival ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, kuliner, kerajinan, dan promosi potensi lokal. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat identitas daerah serta menanamkan rasa bangga terhadap budaya sendiri, khususnya bagi generasi muda.

Kabupaten Banggai Kepulauan sendiri memiliki kekayaan alam dan budaya yang melimpah, mulai dari keindahan bentang laut hingga tradisi yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Potensi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Melalui Festival Sea-Sea 2026, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga warisan budaya, bahasa daerah, adat istiadat, serta kearifan lokal agar tidak tergerus oleh arus globalisasi.

Mengakhiri sambutan Bupati, Sekretaris Daerah secara resmi membuka kegiatan dengan harapan seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar, sukses, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Festival Sea-Sea 2026 secara resmi dinyatakan dibuka,” tutu Aris.

Turut hadir Fadhilatul Ulfa (Staf Strategi Investasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia), Ariesta Noer. P (Staf Promosi Investasi kementerian Pariwisata Republik Indonesia), Kepala Dinas Pariwisata Banggai Kepulauan, Kepala BPS Banggai Kepulauan, Camat Buko Selatan, Kepala Desa se Kecamatan Buko Selatan, Mahasiswa KKN UGM yogyakarta, Pelaku Budaya Banggai Kepulauan, dan masyarakat setempat. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan sukses digelar bertempat di Aula SMK Negeri 1 Tinangkung. Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi dan berbagi praktik baik antar pendidik dari berbagai jenjang pendidikan, Sabtu (18/07/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Kepulauan, perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua IGI, Koordinator Pengawas, Ketua PGRI, Ketua AGPAII, Ketua MGMP Mata Pelajaran, para kepala sekolah, guru TK/SD/SMP/MTs/SMA/SMK se-Kabupaten Banggai Kepulauan, serta peserta Temu Pendidik Nusantara XIII lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, mitra, dan pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Pendidikan hari ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan berkolaborasi. Tema Cita-cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia mengandung makna yang sangat mendalam, yaitu bagaimana kita membentuk generasi yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal, namun mampu bersaing di tingkat global,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan bangsa, tempat lahirnya nilai gotong royong, toleransi, serta kearifan lokal yang harus terus dijaga dan dikembangkan melalui pendidikan.

“Peran pendidik sangat strategis. Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga penggerak perubahan, pembimbing karakter, dan inspirator bagi lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” tambahnya.

Melalui forum Temu Pendidik Nusantara XIII ini, Bupati berharap akan lahir berbagai inovasi, gagasan, dan praktik baik yang dapat diterapkan di satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

“Pemerintah Kabupaten berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta pemerataan akses pendidikan sebagai investasi terbaik bagi masa depan daerah,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum ini sebagai ruang kolaborasi dalam memperkuat jejaring antar pendidik.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah bersama dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi masa depan. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Temu Pendidik Nusantara XIII secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutup Bupati.

Kegiatan Temu Pendidik Nusantara XIII diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat peran guru sebagai agen perubahan di Kabupaten Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)

Jakarta, BanggaiKep.go.id –  Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST.,MT, AIFO melakukan audiensi dengan Direktorat Sungai dan Pantai Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Jumat (19/6/ 2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Direktur Sungai dan Pantai tersebut diterima langsung oleh Plt. Direktur Sungai dan Pantai, Mochammad Dian Alma’ruf.

Audiensi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air yang dinilai penting bagi keselamatan masyarakat serta keberlanjutan pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banggai Kepulauan menyampaikan sejumlah usulan bantuan peningkatan infrastruktur sumber daya air yang menjadi kebutuhan mendesak di beberapa wilayah pesisir dan daerah aliran sungai di Banggai Kepulauan.

Usulan yang diajukan meliputi pembangunan dan penguatan tanggul pantai di sejumlah desa yang rentan terhadap abrasi dan gelombang pasang, yakni Desa Sabang, Desa Balalon, Desa Bakalinga, Desa Luksagu, Desa Paisubatu, dan Desa Lalong.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan program normalisasi sungai di Desa Okumel dan Desa Manggalai guna mengurangi risiko banjir, memperlancar aliran air, serta mendukung aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air memiliki peran strategis dalam menjaga kawasan pesisir, melindungi permukiman warga, serta meningkatkan ketahanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi.

Menanggapi usulan tersebut, Plt. Direktur Sungai dan Pantai Kementerian PU, Mochammad Dian Alma’ruf, menyambut baik aspirasi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan. Ia menyatakan bahwa usulan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan sesuai mekanisme perencanaan dan penganggaran yang berlaku di lingkungan Kementerian PU.

Audiensi berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kolaborasi. Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat serta penguatan ketahanan wilayah pesisir di Kabupaten Banggai Kepulauan. (Roy-KOMINFO)

SALAKAN, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menggelar acara resmi untuk menyambut kembali kepulangan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang telah selesai berjuang pada ajang MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Kabupaten Sigi. Acara penjemputan ini berlangsung khidmat bertempat di Rumah Jabatan Bupati, Senin (15/6/2026).

​Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST., MT., AIFO, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kembali dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota kafilah, panitia, pelatih, pembina, serta official. Beliau menegaskan bahwa prestasi yang diraih merupakan buah dari proses panjang, ikhtiar sungguh-sungguh, doa yang tidak putus, serta kerja konsisten.

​Perjuangan kafilah Kabupaten Banggai Kepulauan pada MTQ ke-XXXI kali ini membuahkan hasil yang sangat menggembirakan. Banggai Kepulauan sukses menembus Peringkat Juara Umum Ke-6 dari 13 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah dengan total membawa pulang 22 gelar juara.

​Rincian perolehan gelar juara yang berhasil diraih adalah sebagai berikut:

  • 3 Gelar Juara I
  • 3 Gelar Juara II
  • 4 Gelar Juara III
  • 12 Gelar Juara Harapan I sampai dengan Juara Harapan III

​”Capaian ini merupakan prestasi yang patut kita banggakan bersama dan menjadi bukti bahwa putra-putri terbaik Banggai Kepulauan memiliki kemampuan dan kualitas yang mampu bersaing di tingkat provinsi,” ujar Rusli Moidady.

​Meski sempat menghadapi kendala terkait akomodasi pada awal kedatangan di Kabupaten Sigi, Bupati memuji keteguhan seluruh tim yang tetap solid, kompak, dan saling mendukung. Semangat juang yang tidak surut tersebut dinilai tidak lepas dari kepemimpinan para pimpinan kafilah yang mampu mengayomi dan memotivasi seluruh anggota.

​Selain itu, Bupati secara khusus memberikan penghargaan kepada para pelatih lokal Kabupaten Banggai Kepulauan. Dedikasi dan kompetensi mereka membuktikan bahwa daerah memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang mampu menghasilkan prestasi tanpa harus selalu bergantung pada pelatih luar daerah.

​Menutup sambutannya, Bupati berpesan agar prestasi ini tidak membuat kafilah cepat puas diri, melainkan menjadi pijakan dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan Al-Qur’an di Kabupaten Banggai Kepulauan demi menghadapi ajang MTQ yang akan datang. Beliau berharap keberhasilan ini membawa keberkahan bagi daerah serta semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar rapat pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, yang telah disampaikan pada 26 Mei di Palu.

Rapat tersebut dihadiri oleh Bupati Banggai Kepulauan, Wakil Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, Kepala BPKAD, Bappeda, Inspektorat, camat, kepala puskesmas, serta unsur perangkat daerah lainnya, Kamis (4/6/2026).

Inspektur Inspektorat Banggai Kepulauan, Dra. Jeane Rorimpandey, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan BPK RI menghasilkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang dinilai sebagai capaian penting pemerintah daerah. Namun demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh perangkat daerah.

“Opini WTP ini merupakan komitmen bersama seluruh OPD. Namun masih terdapat 13 rekomendasi yang harus menjadi perhatian serius kita semua,” ujar Jeane.

Beberapa temuan utama yang disoroti antara lain kelebihan pembayaran tunjangan pegawai akibat tidak mutakhirnya data kepegawaian, belanja barang dan jasa yang tidak sesuai ketentuan seperti perjalanan dinas, honorarium, serta belanja listrik yang berulang menjadi temuan. Selain itu, terdapat pula temuan pada belanja hibah, pengadaan barang, hingga pekerjaan infrastruktur yang mengalami kelebihan pembayaran.

Jeane menegaskan perlunya pembaruan data kepegawaian secara berkala, termasuk rekonsiliasi data setiap enam bulan antara BKPSDM, OPD, dan pengelola gaji di BPKAD. Ia juga menyoroti pentingnya ketertiban administrasi perjalanan dinas dan penguatan dasar hukum dalam pembayaran honorarium agar tidak kembali menjadi temuan berulang.

“Beberapa temuan ini bersifat berulang setiap tahun. Ini harus menjadi perhatian serius agar tidak terus terjadi,” tegasnya.

Selain itu, Inspektorat juga menyoroti pengelolaan aset daerah yang masih lemah, termasuk barang milik daerah yang tidak jelas keberadaannya, belum tertibnya pencatatan, serta aset yang masih dikuasai namun tidak tercatat secara administrasi.

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, S.T.,M.T.,AIFO dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas capaian opini WTP tersebut, namun menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diikuti dengan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi BPK secara optimal.

“Meraih WTP itu sulit, tetapi mempertahankannya jauh lebih sulit. Kita hanya memiliki waktu 60 hari untuk menyelesaikan tindak lanjut ini dengan target minimal 80 persen,” tegas Bupati.

Ia juga meminta seluruh OPD membentuk tim percepatan tindak lanjut dan melakukan evaluasi berkala. Menurutnya, beberapa temuan bersifat berulang sehingga diperlukan perubahan pola kerja dan penguatan disiplin administrasi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah menambahkan bahwa tindak lanjut akan dilakukan melalui jadwal terstruktur mulai 15 Juni, dengan mekanisme evaluasi bertahap hingga pemanggilan OPD yang progresnya rendah.

“Target kita adalah minimal 80 persen tindak lanjut dalam 60 hari. Bahkan kita dorong bisa lebih dari itu,” ujarnya.

Rapat tersebut juga menyoroti penguatan pengelolaan aset daerah, penertiban piutang PBB-P2, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah desa dan perangkat daerah terkait pendapatan daerah.

Kegiatan diakhiri dengan penegasan bahwa seluruh rekomendasi BPK harus segera ditindaklanjuti secara terukur, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Rusli Moidady secara resmi melepas keberangkatan Kafilah Banggai Kepulauan untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026, Kamis (4/6/2026).

Acara dihadiri unsur Forkopimda, Anggota DPRD, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua MUI, Ketua LPTQ, para kepala perangkat daerah, pelatih, pembina, official, pendamping, serta seluruh peserta kafilah.

Dalam sambutannya, Bupati Banggai Kepulauan menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT karena seluruh peserta dan tamu undangan dapat menghadiri acara pelepasan dalam keadaan sehat dan penuh semangat untuk mengemban amanah mewakili daerah pada ajang MTQ tingkat provinsi.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pembina, pelatih, official, dan peserta yang telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk mengikuti MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih prestasi, melainkan juga merupakan sarana syiar Islam yang bertujuan meningkatkan kecintaan umat terhadap Al-Qur’an serta memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, para peserta yang tergabung dalam kafilah tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga mengemban tugas sebagai duta syiar Islam yang akan memperkenalkan karakter masyarakat Banggai Kepulauan yang religius dan berakhlak mulia.

Bupati berpesan kepada seluruh anggota kafilah agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, percaya diri, serta menjaga kekompakan dan sportivitas. Ia berharap para peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik yang telah diasah selama masa pembinaan dan pelatihan.

“Jadikan setiap penampilan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT. Prestasi memang menjadi harapan kita bersama, namun yang lebih penting adalah menunjukkan akhlak yang baik, menjaga nama baik daerah, serta menjalin ukhuwah Islamiyah dengan peserta dari kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Tengah,” pesannya.

Kepada para pembina dan official, Bupati juga meminta agar terus memberikan pendampingan, motivasi, dan perhatian kepada seluruh peserta sehingga mereka dapat tampil maksimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan berkelanjutan pada berbagai cabang MTQ, seperti tilawah, tahfiz, tafsir, dan cabang-cabang lainnya.

“Semoga upaya yang kita lakukan bersama dapat melahirkan generasi Qurani yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Banggai Kepulauan secara resmi melepas keberangkatan kafilah dengan mengucapkan, “Dengan memohon ridha Allah SWT, Bismillahirrahmanirrahim, Kafilah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk mengikuti MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi saya lepas.”

Pelepasan kafilah tersebut menjadi wujud dukungan penuh Pemerintah Daerah terhadap para peserta yang akan berjuang membawa nama harum Kabupaten Banggai Kepulauan di ajang MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. Diharapkan para peserta mampu meraih prestasi terbaik sekaligus menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai acara purna tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan, H. Sofyan Arsyad, S.Pd.I., M.Si., yang digelar di Kantor Kementerian Agama Banggai Kepulauan, Selasa, (2/6/2026).

Acara tersebut dihadiri Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, S.T., M.T., AIFO, jajaran Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, pimpinan instansi vertikal, Ketua MUI Bangkep, Ketua Baznas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pendidikan, serta keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Bupati Rusli Moidady menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian H. Sofyan Arsyad selama memimpin Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan. Menurutnya, Sofyan telah memberikan kontribusi besar dalam membangun kehidupan keagamaan, memperkuat kerukunan umat beragama, dan mendukung berbagai program pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan, saya menyampaikan apresiasi yang tulus atas kontribusi dan pengabdian Bapak H. Sofyan Arsyad dalam membangun kehidupan keagamaan, memperkuat kerukunan umat beragama, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah,” kata Rusli.

Bupati menilai selama menjabat, Sofyan menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, memperkuat moderasi beragama, membina kerukunan antar umat beragama, serta membangun sinergi yang harmonis antara Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah.

Menurut Rusli, masa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan fase baru yang menandai keberhasilan seseorang dalam menunaikan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap nilai-nilai integritas, profesionalisme, keteladanan, dan semangat pelayanan yang diwariskan Sofyan dapat terus dilanjutkan oleh seluruh jajaran Kementerian Agama.

Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada keluarga H. Sofyan Arsyad yang selama ini memberikan dukungan dalam setiap langkah pengabdiannya. “Keberhasilan seorang pemimpin tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga yang selalu menyertai,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan perpisahannya, H. Sofyan Arsyad mengungkapkan rasa syukur sekaligus haru setelah menuntaskan masa pengabdian sebagai aparatur sipil negara. Ia menyebut purna tugas bukanlah perpisahan, melainkan perpindahan peran dalam perjalanan kehidupan.

“Hari ini adalah hari yang spesial bagi saya dan keluarga. Saya tidak merasa berpisah, tetapi hanya berpindah peran dalam panggung kehidupan. Jabatan hanyalah amanah dan titipan, tetapi kejujuran serta kebaikan adalah warisan yang akan terus dikenang,” ujar Sofyan.

Selama memimpin Kantor Kementerian Agama, Sofyan mengaku lebih mengedepankan keteladanan dibandingkan pendekatan yang bersifat instruktif. Ia percaya disiplin yang lahir dari kesadaran akan lebih kuat daripada disiplin yang muncul karena tekanan.

“Saya selalu percaya bahwa disiplin yang lahir dari kesadaran jauh lebih kuat daripada disiplin yang lahir dari tekanan. Karena itu saya berusaha memimpin dengan memberi contoh,” katanya.

Sofyan juga menegaskan bahwa keberhasilan yang diraihnya selama bertugas merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat Banggai Kepulauan.

“Saya bukan Superman. Saya hanya berusaha membangun super tim. Kalau hari ini ada apresiasi kepada saya, itu karena saya bekerja bersama orang-orang hebat,” ujarnya.

Menjelang akhir sambutannya, Sofyan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung tugas dan pengabdiannya. Ia juga memohon maaf atas segala kekhilafan selama menjalankan amanah sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan.

Acara purna tugas tersebut berlangsung penuh haru. Sejumlah tamu tampak meneteskan air mata saat memberikan ucapan selamat dan penghormatan kepada Sofyan Arsyad yang telah mengakhiri masa baktinya setelah bertahun-tahun mengabdi dalam pembinaan kehidupan keagamaan dan penguatan kerukunan umat beragama di Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Perpisahan menjadi berat bukan karena lamanya kebersamaan, tetapi karena indahnya kebersamaan yang pernah kita bangun bersama. Semoga silaturahmi tetap terjaga dan kita semua senantiasa diberi kekuatan untuk terus berbuat baik,” tutupnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, S.T.M.T, AIFO membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar Senin, 1 Juni 2026.

 

Dalam sambutan tersebut, ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bagi seluruh bangsa untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tema yang diusung pada peringatan tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan Indonesia, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan Bupati Rusli Moidady.

Dalam sambutan itu juga disampaikan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pancasila disebut menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai sebagai instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia untuk menjembatani perbedaan serta menghentikan berbagai konflik yang terjadi.

Indonesia juga dinilai telah menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga perdamaian global melalui keterlibatan pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan.

Selain menyoroti peran Indonesia di tingkat internasional, sambutan tersebut juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan Kepala BPIP.

Kepada para menteri dan kepala daerah, termasuk seluruh penyelenggara pemerintahan di berbagai tingkatan, disampaikan pesan agar setiap kebijakan publik selalu berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta memberikan perlindungan kepada kelompok yang paling rentan.

Pemerintah juga diingatkan untuk terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi mengganggu harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menutup sambutannya, Kepala BPIP mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,”

Kegiatan bertempat di halaman kantor bupati di hadir Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Pabung 1308 L/B, serta undangan lainnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) bagi perangkat daerah se-Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2026, Selasa (12/5/2026).

Peserta kegiatan ini merupakan para Admin dan pengelola aplikasi srikandi perangkat daerah se Kab. Banggai Kepulauan bertempat di ruang rapat kantor Bupati Banggai Kepulauan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan arsip berbasis digital yang modern, terintegrasi, serta mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Setda Muchsin H. S. Yasano, S.Ag menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi menuntut pemerintah untuk terus beradaptasi, khususnya dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Salah satu langkah nyata adalah melalui implementasi aplikasi SRIKANDI sebagai sistem pengelolaan arsip dan tata naskah dinas secara elektronik.

“Aplikasi SRIKANDI merupakan bagian penting dari transformasi digital pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan arsip. Ini bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menjamin keamanan dan keteraturan arsip daerah,” ujarnya.

Doc: Dispusip Bangkep

Melalui kegiatan Bimtek ini, peserta diharapkan dapat memahami secara menyeluruh tata cara penggunaan aplikasi SRIKANDI, mulai dari pengelolaan surat masuk dan keluar, disposisi elektronik, hingga pengarsipan dokumen secara digital dan terintegrasi.

Muchsin juga menekankan bahwa keberhasilan implementasi SRIKANDI sangat bergantung pada komitmen dan kesiapan seluruh perangkat daerah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar setelah pelatihan, aplikasi tersebut dapat diimplementasikan secara optimal di masing-masing instansi.

Selain itu, sinergi dan koordinasi antar perangkat daerah dinilai sangat penting dalam mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah, guna mewujudkan birokrasi yang profesional, modern, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai Kepulauan Ratnasari N. Turungku, SKM.,MPH dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pengelola arsip dan operator perangkat daerah dalam mengoperasikan aplikasi SRIKANDI secara baik dan benar.

Ia berharap, melalui Bimtek ini, aplikasi SRIKANDI tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai alat utama dalam mendukung tata kelola administrasi pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan.

Di akhir sambutannya, Bupati secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Aplikasi SRIKANDI dengan harapan kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas pengelolaan arsip elektronik yang tertib dan berkualitas di daerah. (IKP-KOMINFO)