Mansamat, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Aris Susanto melaksanakan kunjungan kerja di Puskesmas Mansamat, Rabu (02/09/2026).

Kunjungan kerja yang dilaksanakan pada pukul 13.00 WITA tersebut bertujuan untuk melakukan peninjauan sekaligus memberikan perhatian terhadap kedisiplinan pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Serfi Kambey menekankan pentingnya kedisiplinan aparatur sebagai salah satu faktor utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang optimal. Kehadiran dan tanggung jawab pegawai di tempat kerja merupakan bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang baik dan maksimal.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di seluruh perangkat daerah dan fasilitas pelayanan masyarakat, termasuk pada sektor kesehatan.

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kabupaten Banggai Kepulauan serta Kepala Puskesmas Mansamat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai Puskesmas Mansamat dapat semakin meningkatkan disiplin, profesionalisme, serta tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, demi memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. (Decky-KOMINFO)

Jakarta, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, S.T., M.T., melaksanakan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), Selasa (1/9/2026).

Audiensi yang berlangsung di Ruang Pertemuan Wakil Menteri Kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam mendorong peningkatan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas bersama Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia beserta jajaran.
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah pemenuhan fasilitas dan alat kesehatan, sebagai langkah percepatan peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di RSUD maupun Puskesmas yang berada di wilayah terpencil dan kepulauan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga menyampaikan kebutuhan terkait pemerataan tenaga kesehatan, khususnya strategi pemenuhan dokter spesialis dan tenaga medis strategis guna meningkatkan akses serta kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Poin penting lainnya dalam audiensi tersebut adalah pembahasan mengenai dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan, dalam rangka menyinkronkan program prioritas nasional dengan kebutuhan pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Audiensi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih merata, berkualitas, dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.

Turut mendampingi Bupati Banggai Kepulauan dalam audiensi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan, dr. James Hendrik D. Pinontoan, serta Plt. Direktur RSUD Trikora, Demiyanus Soolani, S.KM., M.Kes.

Sementara dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, audiensi dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), bersama tim.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor kesehatan dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan masyarakat Banggai Kepulauan yang sehat dan sejahtera. (Decky-KOMINFO)

Jakarta, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST., MT dalam audiensi bersama Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P (K), yang berlangsung di Ruang Pertemuan Wakil Menteri Kesehatan, Selasa (1/9/2026).

Audiensi tersebut menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan dan prioritas pembangunan sektor kesehatan, sekaligus membangun sinergi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam mempercepat peningkatan pelayanan kesehatan di daerah.

Dalam pertemuan tersebut, terdapat tiga agenda utama yang menjadi fokus pembahasan.
Pertama, pemenuhan fasilitas dan alat kesehatan. Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menyampaikan kebutuhan akselerasi peningkatan sarana, prasarana, fasilitas serta alat kesehatan, baik di Rumah Sakit Daerah maupun Puskesmas, terutama fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di wilayah terpencil dan kepulauan.

Kondisi geografis Banggai Kepulauan yang terdiri atas wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mudah dijangkau masyarakat. Karena itu, penguatan fasilitas kesehatan dinilai penting untuk memastikan masyarakat di seluruh wilayah memperoleh pelayanan yang memadai.

Kedua, pemerataan tenaga kesehatan. Pemenuhan dan pemerataan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis serta tenaga medis strategis, turut menjadi perhatian utama.

Pemerintah daerah mendorong adanya strategi dan dukungan pemerintah pusat agar kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan dapat terpenuhi secara bertahap dan berkelanjutan.

Ketersediaan tenaga kesehatan yang memadai diharapkan mampu memperkuat pelayanan sekaligus mengurangi kesenjangan akses kesehatan antara wilayah perkotaan dan daerah kepulauan maupun terpencil.

Ketiga, dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan. Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga mendorong penguatan dukungan DAK melalui sinkronisasi program daerah dengan program prioritas nasional di bidang kesehatan.

Sinkronisasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang dukungan yang lebih optimal bagi percepatan pembangunan dan peningkatan mutu layanan kesehatan di Kabupaten Banggai Kepulauan, sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik wilayah.

Bupati Rusli Moidady menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan merupakan salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat Banggai Kepulauan.

Melalui audiensi ini, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat dengan Kementerian Kesehatan, sehingga berbagai kebutuhan strategis di bidang kesehatan dapat memperoleh perhatian dan dukungan pemerintah pusat.

Audiensi turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan dr. James Hendrik D. Pinontoan dan Plt. Direktur RSD Trikora Demiyanus Soolani, SKM, M.Kes, bersama tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berkomitmen untuk terus membangun sinergi lintas sektor dan lintas pemerintahan guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin merata, berkualitas, dan mampu menjangkau seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada di pulau-pulau terluar dan wilayah terpencil. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey melakukan inspeksi mendadak (sidak) disiplin aparatur sipil negara di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa, (1/9/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan aparatur pemerintah daerah menjalankan kewajiban kedinasan, terutama terkait kehadiran dan disiplin kerja. Wabup Serfi meninjau langsung kondisi kehadiran pegawai di lingkungan Dinas PUPR.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memperkuat disiplin aparatur sekaligus memastikan pelayanan pemerintahan tetap berjalan secara optimal.

Serfi menegaskan bahwa disiplin ASN bukan sekadar persoalan hadir dan mengisi daftar absensi. Menurut dia, kedisiplinan merupakan bagian dari tanggung jawab aparatur kepada masyarakat.

“Disiplin itu bukan hanya soal hadir di kantor. Ada tanggung jawab yang harus dilaksanakan karena kita bekerja untuk masyarakat,” ujar Serfi.

Ia meminta pimpinan perangkat daerah melakukan pengawasan secara konsisten terhadap bawahannya. Pegawai yang memiliki tugas pelayanan maupun pekerjaan teknis, kata dia, harus memastikan pekerjaannya berjalan sesuai target.

Menurut Serfi, Dinas PUPR memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah. Berbagai program pembangunan infrastruktur membutuhkan aparatur yang bekerja secara tertib, profesional dan bertanggung jawab.

“Jangan sampai masyarakat menunggu pelayanan atau pekerjaan pemerintah hanya karena aparatur tidak disiplin. Setiap OPD harus menunjukkan kinerja yang nyata,” katanya.

Sidak tersebut juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kedisiplinan pegawai di lingkungan organisasi perangkat daerah. Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berencana terus melakukan pengawasan terhadap kehadiran dan kinerja ASN.

Serfi mengatakan pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan. Ia meminta ASN tidak hanya bekerja ketika ada pemeriksaan pimpinan, tetapi menjadikan disiplin sebagai budaya kerja sehari-hari.

“Jangan disiplin karena ada sidak. Disiplin harus menjadi kebiasaan dan bagian dari integritas seorang ASN,” kata dia.

Ia berharap langkah tersebut dapat mendorong peningkatan kinerja birokrasi dan pada akhirnya berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat Banggai Kepulauan. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey memimpin rapat evaluasi penanganan siaga darurat hidrometeorologi, khususnya kekeringan dan krisis air bersih, Selasa (1/9/2026).

Rapat tersebut di hadiri Ketua DPRD, Kabag Ops, Pabung 1308 L/B, unsur Forkompinda rapat tersebut menjadi tindak lanjut dari rapat koordinasi penanganan bencana yang digelar pada 20 Agustus 2026.

Serfi mengatakan evaluasi diperlukan untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara tepat.

“Tujuan rapat koordinasi pagi hari ini untuk mengevaluasi pelaksanaan penanganan siaga darurat hingga saat ini. Kita menilai perkembangan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat,” kata Serfi.

Menurut dia, kondisi kekeringan masih terjadi di sejumlah wilayah Banggai Kepulauan. Selain krisis air bersih, pemerintah juga perlu mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan akibat kondisi cuaca yang kering.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kecamatan Bulagi, Bulagi Utara, dan Bulagi Selatan.

Serfi mengatakan pemerintah perlu mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan dan merumuskan solusi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Keputusan yang akan diambil harus berdasarkan data yang akurat, kebutuhan masyarakat, kondisi ketersediaan air bersih, potensi karhutla, serta kemampuan pemerintah dalam menangani dampak bencana,” ujarnya.

Status siaga darurat kekeringan dan krisis air bersih di Banggai Kepulauan dijadwalkan berakhir pada 3 September 2026. Karena itu, rapat evaluasi tersebut juga menjadi forum untuk menentukan apakah status siaga darurat perlu diperpanjang atau ditingkatkan menjadi status tanggap darurat.

Serfi meminta seluruh organisasi perangkat daerah, BPBD, PDAM, unsur TNI-Polri, relawan, dan pihak terkait menyampaikan informasi berdasarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Saya berharap seluruh peserta memberikan informasi, data, dan masukan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing secara objektif dan faktual,” katanya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banggai Kepulauan Hasanul Basri A. Abuhadjim memaparkan hasil evaluasi penanganan krisis air bersih hingga 31 Agustus 2026.

Menurut Hasanul, terdapat 10 desa terdampak dengan jumlah sekitar 3.400 jiwa atau 1.223 kepala keluarga. Namun, baru 520 jiwa yang mendapatkan pelayanan distribusi air bersih.

“Dari 10 desa yang terdampak, baru satu desa yang bisa kita tanggulangi atau distribusikan air bersih, yaitu Desa Sosom,” kata Hasanul.

Dengan demikian, sekitar 2.481 jiwa masih belum memperoleh pelayanan distribusi air bersih.

Total kebutuhan air bersih berdasarkan hasil evaluasi mencapai sekitar 840.280 liter. Sementara volume air yang telah didistribusikan baru sekitar 145.600 liter. Artinya, tingkat pemenuhan kebutuhan baru sekitar 17,3 persen.

Hasanul mengatakan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena berdasarkan informasi cuaca, potensi hujan dalam beberapa hari ke depan masih rendah.

“Data BMKG menunjukkan hujan sampai 10 hari ke depan masih rendah. Kemarin memang ada hujan, tetapi intensitasnya sangat kecil dan hanya sekitar lima menit berupa rintik,” ujarnya.

Ia juga menyebut kondisi puncak El Nino berpotensi terjadi pada September sehingga ancaman kekeringan masih perlu diantisipasi.

BPBD mencatat Kecamatan Bulagi Selatan menjadi salah satu wilayah dengan kebutuhan penanganan paling mendesak. Sejumlah desa yang berada di wilayah pegunungan mengalami keterbatasan sumber air, baik dari sumur maupun air hujan.

Desa-desa seperti Kepala Palabatu Satu, Kokondong, dan sejumlah wilayah di bagian atas menjadi perhatian karena akses distribusi cukup sulit.

“Untuk prioritas paling tinggi per hari ini yaitu Bulagi Selatan. Ada desa-desa di atas gunung yang memang harus diprioritaskan paling utama,” kata Hasanul.

Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah desa yang sebelumnya mengandalkan air hujan. Karena hujan tidak turun dalam waktu cukup lama, persediaan air masyarakat ikut menipis.

BPBD merekomendasikan peningkatan intensitas dan frekuensi distribusi air, terutama ke desa dengan kebutuhan tinggi.

BPBD juga meminta penambahan armada tangki air. Menurut Hasanul, jarak dan kondisi geografis menjadi kendala utama dalam distribusi.

“Kalau sudah memasuki wilayah Bulagi Selatan, jangkauannya cukup jauh. Jarak dari desa Bangunemo sampai ke desa Kokondong sekitar 33 kilometer. Kami membutuhkan penambahan armada sekitar satu sampai dua unit,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah desa telah memiliki sumber air dari sumur bor. Hasanul menyebut Desa Alul dan Momotan mulai mendapatkan manfaat dari pembangunan sumur bor, termasuk dukungan pembangunan sumur bor melalui Balai Wilayah Sungai.

Namun, pemanfaatan sumber air tersebut masih menghadapi kendala sosial. Sebagian masyarakat belum terbiasa menggunakan air tanah dan masih khawatir terhadap kualitas air.

“Airnya sudah jernih, tidak berbau dan sangat bersih. Tetapi masyarakat masih takut menggunakan air tersebut. Kami berharap dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan dan lingkungan hidup, dapat memberikan sosialisasi,” kata Hasanul.

Menurut dia, masyarakat selama ini lebih terbiasa menggunakan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Ketika hujan berhenti, mereka mengalami kesulitan mendapatkan sumber air alternatif.

Direktur PDAM Banggai Kepulauan Syamsul Bahri mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD untuk membantu penanganan krisis air bersih.

Namun, PDAM hanya memiliki satu armada mobil tangki yang saat ini kondisinya sudah tidak optimal.

“Mobil kami sudah cukup berumur. Untuk penanganan di desa yang berada di ketinggian, secara otomatis mobil kami mungkin tidak bisa menyuplai secara maksimal,” kata Syamsul.

Menurut dia, kondisi sasis kendaraan yang mulai keropos membuat mobil tangki tidak dapat membawa muatan air secara penuh ketika harus melewati medan menanjak.

Syamsul mengatakan PDAM telah berkoordinasi dengan BPBD terkait usulan peminjaman mobil tangki dari pemerintah provinsi.

Ia berharap dukungan tambahan armada dapat segera diperoleh sehingga distribusi air ke desa-desa yang sulit dijangkau dapat dilakukan secara maksimal.

“Kalau masih dibutuhkan mobil tangki, kami siap membantu teman-teman BPBD dan TNI-POLRI. Kami siap kapan saja dan di mana saja,” ujarnya.

Syamsul juga mengingatkan bahwa kondisi sumber air yang saat ini masih tersedia dapat kembali menurun apabila musim kering berlangsung lebih lama.

“Kalau sudah dua atau tiga bulan, secara otomatis sumber air akan turun drastis,” katanya.

Rapat evaluasi tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan kebijakan lanjutan terkait status siaga darurat. Pemerintah juga akan mempertimbangkan data perkembangan kekeringan, kebutuhan air masyarakat, kemampuan distribusi, ketersediaan armada, serta potensi bencana hidrometeorologi dalam menentukan langkah berikutnya. (Roy-KOMINFO)

Luwuk Banggai, BanggaiKep.go.id- Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan penyaluran Dana Alokasi Umum Specific Grant (DAU SG) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik berjalan sesuai ketentuan. Koordinasi dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Muh. Aris Susanto S.E.M.E, di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Cabang Luwuk Banggai, Senin, (31/8/2026).

Pertemuan yang dimulai pukul 09.30 Wita tersebut membahas sejumlah hal terkait proses penyaluran dana transfer, termasuk koordinasi antara pemerintah daerah dan KPPN agar pelaksanaan program yang dibiayai melalui DAU SG maupun DAK Fisik dapat berjalan tepat waktu dan tidak terkendala persoalan administrasi.

DAU Specific Grant dan DAK Fisik menjadi instrumen penting dalam mendukung pembiayaan berbagai program pemerintah daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menilai koordinasi dengan KPPN perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan persyaratan penyaluran, kelengkapan dokumen, serta tahapan administrasi dipenuhi sesuai ketentuan.

Setelah agenda di KPPN, Sekda Banggai Kepulauan melanjutkan konsultasi ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Luwuk. Konsultasi tersebut secara khusus membahas kepatuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.

Kepatuhan pelaporan SPT Tahunan menjadi perhatian karena ASN memiliki kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi sesuai peraturan. Melalui konsultasi tersebut, pemerintah daerah memperoleh penguatan informasi mengenai pelaporan SPT serta hal-hal yang perlu diperhatikan ASN dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Koordinasi di dua instansi vertikal tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan, baik dalam pengelolaan dana transfer maupun pelaksanaan kewajiban perpajakan aparatur. Pemerintah daerah berharap tidak ada keterlambatan administrasi yang dapat menghambat pelaksanaan program maupun menurunkan tingkat kepatuhan ASN.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekda Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Kantor KPPN Cabang Luwuk Banggai, dan Kepala KPP Pratama Luwuk. Pertemuan berlangsung di Kantor KPPN Cabang Luwuk Banggai dan Kantor KPP Pratama Luwuk. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey melakukan peninjauan lokasi rencana pembangunan Kampung Nelayan di Desa Bajo, Kecamatan Liang, Senin (31/8/2026).

Peninjauan yang dilaksanakan pada pukul 13.00 WITA tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi dan kesiapan lokasi yang direncanakan sebagai kawasan pembangunan Kampung Nelayan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat yang menggantungkan kehidupan dan mata pencahariannya pada sektor perikanan dan kelautan.

Melalui peninjauan langsung di lapangan, diharapkan rencana pembangunan Kampung Nelayan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran serta memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Bajo dan sekitarnya.

Pemerintah daerah terus berkomitmen memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu potensi penting dalam mendukung peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan. (Decky-KOMINFO)

Palu, BanggaiKep.go.id — Dua pelajar asal Kabupaten Banggai Kepulauan Davies E. Dalim dan Edward Laempah, mengharumkan nama daerah setelah meraih juara III nomor ganda putra dalam pertandingan Inscourt antarpelajar SMA sederajat tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Kompetisi tersebut berlangsung di GOR Siranindi, Kota Palu, dan dibuka pada 28 Agustus 2026. Davies dan Edward merupakan lulusan SMP Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, yang kini melanjutkan pendidikan di SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Palu.

Keduanya tampil membawa nama sekolah dalam ajang yang mempertemukan pelajar dari berbagai SMA sederajat di Sulawesi Tengah. Performa Davies dan Edward mengantarkan pasangan tersebut menempati posisi ketiga pada nomor ganda putra.

Prestasi itu menjadi catatan tersendiri bagi Banggai Kepulauan. Selain membawa nama sekolah, keberhasilan tersebut menunjukkan potensi pelajar asal daerah kepulauan yang mampu bersaing dalam kompetisi olahraga di tingkat provinsi.

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady mengapresiasi pencapaian kedua pelajar tersebut. Menurut dia, prestasi Davies dan Edward menjadi kebanggaan bagi daerah sekaligus motivasi bagi pelajar lain untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Kami menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi yang diraih Davies E. Dalim dan Edward Laempah. Mereka telah membawa nama baik Banggai Kepulauan di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus berlatih, belajar, dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” kata Rusli.

Rusli mengatakan pemerintah daerah akan terus mendorong pembinaan generasi muda, termasuk melalui pengembangan bakat dan prestasi di bidang olahraga. Menurut dia, keberhasilan atlet atau pelajar daerah di tingkat provinsi merupakan hasil dari proses pembinaan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Anak-anak kita memiliki potensi yang besar. Tugas kita adalah memberikan ruang, dukungan, dan kesempatan agar potensi tersebut dapat berkembang,” ujarnya.

Davies E. Dalim dan Edward Laempah merupakan dua putra daerah Banggai Kepulauan yang sebelumnya menimba ilmu di SMP Tinangkung. Pilihan melanjutkan pendidikan di SMANOR Palu menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam mengembangkan kemampuan olahraga sekaligus pendidikan.

Raihan juara III di GOR Siranindi menjadi modal bagi keduanya untuk terus meningkatkan kemampuan. Prestasi tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa pelajar dari Banggai Kepulauan mampu tampil kompetitif ketika mendapatkan pembinaan dan kesempatan bertanding yang memadai.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap pencapaian Davies dan Edward tidak berhenti pada satu kompetisi. Keduanya diharapkan terus berlatih dan dapat mengukir prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempercepat pelaksanaan program dan serapan anggaran menjelang akhir triwu solan III 2026. Ia mengingatkan kepala OPD agar tidak membiarkan kegiatan dan anggaran menumpuk menjelang akhir tahun.

Pesan itu disampaikan Serfi saat memimpin Apel Pagi Gabungan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin, (31/8/ 2026).

Menurut Serfi, penghujung triwulan III harus menjadi momentum bagi setiap OPD untuk mengevaluasi program dan kegiatan yang telah direncanakan. Kegiatan yang sudah dianggarkan diminta segera direalisasikan sesuai ketentuan.

“Program dan kegiatan yang telah direncanakan dan dianggarkan harus segera dilaksanakan sesuai ketentuan. Jangan sampai terjadi penumpukan kegiatan dan anggaran pada akhir tahun karena lemahnya perencanaan maupun keterlambatan pelaksanaan,” kata Serfi.

Ia menegaskan percepatan serapan anggaran tidak boleh sekadar mengejar angka realisasi. Belanja pemerintah harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, terutama melalui pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.

Serfi meminta kepala OPD segera mengidentifikasi kegiatan yang masih menghadapi kendala dan mengambil langkah percepatan sesuai aturan.

Dalam apel tersebut, Serfi juga menyoroti kualitas pelayanan publik. Perhatian khusus diberikan kepada perangkat daerah yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan menjadi bagian dari pemantauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Beberapa perangkat daerah yang disebut antara lain Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Mal Pelayanan Publik, BKPSDM, hingga rumah sakit.

Serfi meminta pelayanan kepada masyarakat dilakukan secara cepat, tepat, transparan, akuntabel, dan tidak diskriminatif.

“Jangan sampai masyarakat dipersulit dalam mendapatkan hak pelayanan yang seharusnya mereka terima,” ujarnya.

Ia juga meminta pimpinan OPD tidak hanya menyerahkan persoalan pelayanan kepada petugas pelaksana. Pengawasan harus dilakukan secara langsung dan seluruh standar operasional prosedur (SOP) diterapkan secara konsisten.

“Jangan hanya baik ketika ada pemantauan. Jadikan pelayanan yang baik sebagai budaya kerja kita sehari-hari,” kata Serfi.

Menurut dia, pelayanan publik merupakan salah satu ukuran paling nyata untuk melihat kinerja pemerintah daerah karena masyarakat berhadapan langsung dengan aparatur ketika membutuhkan layanan pemerintah.

Serfi kemudian mengingatkan aparatur sipil negara (ASN), khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Tinangkung, untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi yang memasuki hari terakhir pada 31 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), masih terdapat ASN di wilayah Tinangkung yang belum mengikuti atau belum terdata dalam sensus.

Serfi meminta ASN memanfaatkan kesempatan terakhir tersebut untuk memastikan data mereka tercatat. Jika menemui kendala, ia meminta agar segera berkoordinasi dengan BPS.

“Tidak ada lagi ASN yang tidak terdata hanya karena persoalan komunikasi atau kendala teknis yang sebenarnya masih dapat dikoordinasikan,” ujarnya.

Ia menilai ASN harus menjadi contoh dalam mendukung program pemerintah. Data sensus, kata dia, akan menjadi salah satu bahan penting dalam perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan.

Serfi juga menyinggung pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan yang berlangsung sekitar sepekan sebelumnya.

Ia meminta para pejabat yang baru dilantik segera bekerja dan membuktikan amanah jabatan melalui kinerja.

“Jangan jadikan jabatan sebagai tameng saja atau sebagai unggulan. Jabatan itu harus dibuktikan dengan kinerja,” kata Serfi.

Ia mengatakan pemerintah daerah bersama Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady akan melakukan evaluasi kinerja pejabat secara berkala. Evaluasi akan mengacu pada aturan dan indikator kinerja yang telah ditetapkan.

“Setiap pejabat harus mampu menunjukkan progres. Evaluasi dilakukan untuk meningkatkan pelayanan di Kabupaten Banggai Kepulauan,” ujarnya.

Serfi menegaskan evaluasi tidak harus menunggu jadwal yang telah ditentukan. Pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi sewaktu-waktu apabila ditemukan persoalan dalam pelaksanaan tugas.

Selain kinerja, Serfi menyoroti kedisiplinan ASN. Ia mengatakan Bupati Rusli Moidady dalam sepekan terakhir melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah OPD dan masih menemukan ASN yang belum hadir pada pagi hari.

“Kemarin Pak Bupati sudah melakukan sidak ke beberapa OPD. Masih ditemukan banyak yang tidak hadir pagi-pagi. Itu menjadi salah satu penilaian,” kata Serfi.

Ia meminta kondisi tersebut tidak kembali terjadi. Menurutnya, disiplin kehadiran merupakan bagian dari tanggung jawab aparatur sekaligus salah satu indikator penilaian kinerja.

Serfi juga mengingatkan ASN agar tidak menjadikan efisiensi anggaran sebagai alasan untuk berhenti berinovasi.

“Efisiensi bukan alasan untuk berhenti berinovasi,” tegasnya.

Ia meminta seluruh aparatur bekerja berdasarkan aturan, memiliki target yang jelas, serta memastikan pekerjaan yang dilakukan memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

“Bekerjalah dengan hati, bekerjalah dengan sungguh-sungguh, bekerjalah berdasarkan aturan, dengan target yang jelas. Tunjukkan hasil yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Serfi.

Serfi juga mengingatkan ASN yang belum dilantik maupun mereka yang nantinya mendapat amanah jabatan agar tetap menunjukkan kinerja terbaik. Kinerja tersebut akan menjadi bagian dari penilaian pemerintah daerah dalam menentukan keberlanjutan penugasan.

“Yang belum dilantik dan yang nanti ke depan tetap bekerja maksimal. Bekerjalah yang terbaik. Itu akan dilakukan penilaian oleh pemerintah daerah bersama Bapak Bupati dan Bapak Sekda,” katanya.

Ia meminta seluruh kepala OPD meneruskan arahan tersebut kepada jajaran masing-masing. Apel, kata Serfi, tidak boleh berhenti sebagai agenda rutin setiap pekan.

“Jangan sampai arahan hanya berhenti pada apel, tetapi harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata dan hasil kerja yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Serfi.

Serfi mengajak seluruh ASN meningkatkan disiplin, integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita bekerja bukan hanya untuk memenuhi kewajiban sebagai ASN, tetapi untuk memberikan pelayanan terbaik dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan,” kata Serfi. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady melakukan kunjungan kerja sekaligus inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Salakan untuk memantau secara langsung perkembangan harga dan ketersediaan bahan pangan di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumat (28/8/2026).

Dalam kunjungannya, Bupati Rusli Moidady mengecek sejumlah komoditas kebutuhan pokok yang dijual para pedagang. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi harga bahan pangan di pasaran, termasuk mengetahui apakah terdapat kenaikan harga yang dapat berdampak terhadap masyarakat.

Selain memantau harga, Bupati juga memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Kelancaran distribusi dan rantai pasok bahan kebutuhan pokok turut menjadi perhatian dalam sidak tersebut, termasuk mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat distribusi barang ke Pasar Salakan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok, sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

Dalam pelaksanaan sidak tersebut, Bupati Banggai Kepulauan didampingi oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banggai Kepulauan, termasuk Kepala Bagian Perekonomian serta Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan.

Melalui pemantauan langsung di lapangan, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap kondisi harga tetap stabil, pasokan bahan pangan terjaga, serta distribusi kebutuhan pokok kepada masyarakat dapat berjalan dengan lancar. (Decky-KOMINFO)