Bolonan, BanggaiKep.go.id – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan , disaksikan oleh Camat Totikum Irwan Mayang, Kepolisian, SAT POL PP, dan seluruh Kepala Desa Kecamatan Totikum atau yang mewakili, yang dihadiri oleh Masyarakat penerima bantuan bertempat di Gedung Posyandu Dahlia Desa Bolonan, Sabtu 23/05/2020.

Saat proses penerimaan BST untuk masyarakat Kecamatan Totikum berjalan dengan baik dan lancar.

Adapun sedikit kendala seperti masyarakat tidak membawa KK (Kartu Keluarga) asli atau KTP (Kartu Tanda Penduduk) asli, namun hal ini langsung cepat ditangani oleh Kepala Desa atau yang mewakili.

Dalam proses penerimaan bantuan, masyarakat serta semua yang hadir tetap mengikuti Protokol Covid-19 yaitu selalu menggunakan masker baik yang di luar ataupun di dalam gedung, kemudian dari Kepolisian dan SATPOL PP tetap mendampingi selama berlangsungnya proses penerimaan BST hingga selesai.

Penerimaan bantuan ini sudah sesuai dengan penyampaian Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam saat Launching Penyaluran Bantuan Sosial Tunai di halaman Kantor Bupati pada hari Senin 18 /05/2020.

Jumlah uang yang berhak menerima per KK adalah Rp. 600.000 dan akan diserahkan selama tiga bulan.

Jumlah masyarakat penerima BST di Kecamatan Totikum sebanyak 212 KK dan dana keseluruhan yang disalurkan sebanyak Rp 127.200.000. (ViktorKominfo).

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati  Banggai Kepulauan H. Rais D Adam bersama Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Aditya Surya Dharma didampingi Sekretaris Daerah Rusli Moidady, mengikuti rapat koordinasi melalui video conference (vicon) yang digelar oleh Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Letjen TNI Doni Monardo.

Rakor ini menghadirkan Gubernur dan Bupati/Walikota yang wilayahnya belum ada kasus positif Covid-19, dengan topik Mitigasi Penanganan Covid-19 pada 124 Kabupaten Kota yang belum mendapat laporan  terjangkit Pasien positif Covid-19.

Ikut hadir mendampingi Bupati Banggai Kepulauan, Kepala Dinas Kominfo, Direktur RSUD Trikora, Juru Bicara Gugus Tugas dan Pejabat Dinas Kesehatan, Pejabat BPBD dan Anggota Gugus Tugas Kabupaten Banggai Kepulauan.

Tempat pelaksanaan di ruangan kerja Bupati pada Kamis malam 21/5/2020 berlangsung jam 21.00 sampai selesai.

Dalam pembicaraan secara virtual Bupati melaporkan kegiatan pelaksanaan Percepatan Penanganan Covid-19 oleh Gugus Tugas Kabupaten Banggai Kepulauan.

Bupati menganggap bahwa virus corona disease adalah sebagai musuh sehingga diperlukan cara menghadapinya. “Kalau virus corona itu dianggap musuh maka caranya Bupati memperkuat Tim dalam Gugus Tugas yang sudah dibentuk bersama sama dengan Forkopimda. Dalam Gugus Tugas ada DPRD, TNI, POLRI dan ada satuan satuan lain sebagai Anggota.”

“Memang virus corona ini tidak bisa dilihat langsung oleh mata manusia, berarti untuk melawannya, maka Petugas yang berhadapan dengan virus itu, adalah Petugas yang betul betul pilihan,” ujar Bupati.

Selanjutnya Bupati memandang daerahnya sebagai daerah kepulauan, artinya pintu masuk keluar adalah melalui Pelabuhan, dimana geografi ini menguntungkan bagi upaya pencegahan covid-19.

“Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai daerah kepulauan, terletak di Provinsi Sulawesi Tengah berada di tengah lautan sehingga geografis ini menguntungkan karena semua pergerakan manusia menggunakan kapal laut dan kapal laut itu akan bersandar di pelabuhan. Disitulah peran Petugas yang terdiri dari TNI, POLRI  kemudian SATPOL PP dan petugas inti Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan penumpang dalam rangka pencegahan covid-19, termasuk dari DPRD turun monitoring” jelas beliau.

Bupati juga sangat memperhatikan pemeriksaan kesehatan bagi Petugas di Pelabuhan. “Setiap selesai melakukan pemeriksaan para penumpang, maka para Petugas-pun langsung diperiksa juga agar memastikan kesehatannya.”

Pada kesempatan ini Bupati mengucapkan rasa terima kasih kepada Bapak Gubernur.  “Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Sulawesi Tengah yang telah memberikan APD yang baik.” kata Bupati.

“Tadinya ibarat teriak kiri kanan untuk memperoleh APD, syukur saat ini Bapak Gubernur Sulawesi Tengah telah memberikan APD. Tanpa APD maka Bupati tidak akan gegabah menurunkan Tim. Tim perlu juga dilindungi sehingga Tim merasa aman dan merasa ada dorongan moril didukung oleh Pimpinan.”

“Tidak boleh petugas di lapangan spekulasi bertugas tanpa APD. Karena APD bisa membangkitkan kepercayaan terhadap diri sendiri. Ibaratnya kalau perang, APD ini adalah senjata, bagaimana kalau senjata yang ditembakkan tidak begitu bagus, juga APD kalau hanya asal-asal tentunya akan mempengaruhi moril petugas dalam bekerja itu,” jelas beliau.

Bupati juga melaporkan kepedulian masyarakat di daerah wisata dalam masa pandemi untuk melaporkan jika ada orang asing yang datang. “Banggai Kepulaun memilik pelabuhan yang begitu banyak, pelabuhan resmi dan pelabuhan tidak resmi,pelabuhan yang kecil-kecil. Adanya daerah tujuan wisata, pasti bahwa banyak orang asing yang sering kesini. Orang asing kadang tidak masuk melalui pelabuhan resmi tapi masuk melalui pelabuhan yang menggampangkan dia untuk bisa menjangkau tempat-tempat wisata itu. Alhamdulillah masyarakat setempat ikut membentu Gugus Tugas sehingga semua orang asing yang datang bisa terpantau dan identitasnya dapat diketahui,” tuturnya.

Khususnya ketersediaan makanan pokok alhamdulilah mudah mudahan sampai 3 bulan kedepan masih tetap terjaga karena daerah tetangga masih siap untuk menyuplai bahan makanan pokok.

“Diharapkan tidak menjadi masalah suplai bahan makanan pokok dari daerah tetanga yang hanya tergantung pada alat transportasi kendaraan laut. Dari kegiatan-kegiatan koordinasi  yang sudah dilakukan oleh Gugus Tugas disini dengan Kabupaten tetangga, maka seluruh bahan bahan makanan yang disuplai, akan tetap lancar meskipun misalnya nanti ada perubahan status Covid-19,” harap Bupati.

Dalam hal pelaksanaan salat sebagaimana keinginan Presiden bahwa Pemerintah tidak melarang salat. Bupati beserta seluruh Forkopimda, Ketua MUI Kabupaten Banggai Kepulauan dan seluruh organisasi keagamaan menyetujui untuk tetap melaksanakan salat di rumah masing masing. Prinsipnya lebih baik mencegah daripada mengobati artinya lebih baik kita melakukan apa yang sdh ditunjukkan  pemerintah supaya cepat cepat terbebas dari virus corona tahun ini juga.

Bupati juga menyatakan bahwa setiap minggu dilakukan analisa dan evaluasi terhadap pelaksanaan Gugus Tugas. Dari apa yang dilaksanakan, terpenting adalah doa yang ditujukan kepada Yang Mahakuasa Allah SWT, selalu dipanjatkan doa, insyaallah apa yang dikerjakan ini bernilai ibadah.

Di akhir sesi Banggai Kepulauan, Moderator diskusi Gugus Tugas Nasioanal menyatakan berterima kasih kepada Bapak Bupati Banggai Kepulauan. Seraya mengingatkan bahwa Kabupaten Banggai Kepulauan adalah pulau pulau kiranya diwaspadai pintu masuk melalui laut dan jangan dilupakan pintu masuk laut yang kecil-kecil perlu juga ada pemeriksaan, sehingga Banggai Kepulauan bisa negative covid-19 kedepannya. (KondKominfo)

 

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam laksanakan rapat koordinasi bersama Unsur Forkopimda Kabupaten dan OPD terkait lainnya dalam rangka membahas persiapan pawai takbiran dan Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1441 H di tengah pandemi Covid – 19 di ruang rapat lantai dua Kantor Bupati Banggai Kepulauan. Rabu, (20/05/2020).

Rapat dimulai pukul 10.40 wita dihadiri oleh pejabat Daerah diantaranya Sekertaris Daerah Kabupaten BanggaiKep Rusli Moidady, ST., MT, Inspektur Inspektorat M Ilyas, SE., MM, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Dra. Jeane Rorimpandey, Kadis Dikbud diwakili Sekdis Ariono Orab S.pd. M.Pd, Kadis Perhubungan Suripto Nurdin, Kadis Kominfo diwakili Kasie penyiaran Taqyudin Lumbon, Kasat Pol PP diwakili Kabid Tribun Karmein Moidady, S.STP., MH, Kepala BKPSDM Maryam Ibaad, Sekdis Pertanian Bambang serta Para Camat diantaranya Camat Tinangkung Din L.Lamasada SH., M.A.P, Camat Totikum Irwan Mayang dan Sekcam Tinangkung Selatan Husen D. Taher.

Mengawali rapat, Bupati Rais D. Adam mengatakan “Betapa seriusnya Pemerintah dalam menangani kasus Covid-19 ini, dengan munculnya Presiden RI hampir setiap hari di TV untuk menginformasikan situasi terkini Indonesia”.

Disusul pemaparan Ketua MUI Kabupaten BanggaiKep Suardy Arif Esa yang mengatakan “Kalau Majelis Ulama sudah mengeluarkan Fatwa terkait panduan dan tata cara pelaksanaan sholat Idul fitri dirumah masing-masing. Namun selebihnya kami serahkan kepada Pemerintah untuk memberikan keputusan resmi terkait hal ini. Kami juga akan mendukung sepenuhnya keputusan Pemerintah”.

Kemudian beberapa camat dan imam Masjid memberikan pendapat yang secara menyeluruh mendukung keputusan Pemerintah Daerah dalam rangka memutus mata rantai Covid dan menjaga wilayah Banggai Kepulauan dari pandemi ini.

“Dari beberapa pembicara ini semuanya mendukung kegiatan mulai dari Pemerintah pusat sampai dengan Pemerintah Daerah, hanya yang bersedia soal bunyi yang diharapkan didasari atas ketegasan. Oleh karena itu Sholat kita tidak dilarang, namun yang diharapkan oleh Pemerintah adalah tetap sholat dirumah masing-masing. Itu adalah bentuk putusan hari ini dan nanti akan diedarkan surat himbauan keputusan bersama dari Bupati, Ketua DPR, Kapolres, Pabung Ketua MUI, Kemenag, dan Camat,” jelas Bupati.

Hasil rapat menyimpulkan beberapa hal diantaranya semua unsur Forkopimda dan peserta rapat mendukung untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1441 H di rumah masing-masing.

Pelaksanaan Takbir dalam rangka menyambut Idul Fitri dilaksanakan di Masjid masing-masing dibolehkan dengan cara jahar (menggunakan kaset) dan waktunya setelah sholat Magrib sampai waktu menjelang sholat Isya. Diperintahkan seluruh Camat agar mensosialisasikan keputusan bersama ini kepada masyarakat masing-masing.(TrisKominfo)

Sabang, BanggaiKep.go.id – Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, M.A.P yang juga selaku Ketua Satuan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19, terus bersinergi dan tidak pernah lengah untuk memastikan keadaan wilayah yang ia pimpin selalu berada dalam keadaan yang aman dan terkendali dalam situasi pandemi Covid-19.

Mendapat informasi adanya pelaku perjalan dari luar negeri, Edison Moligay, S.Sos, M.A.P langsung menghubungi Kepala PKM Sabang dan Lurah Sabang untuk memastikan berita tersebut tentang kedatangan warga dari luar Negeri di Kelurahan Sabang.

Bukan hanya sampai disitu tindakan Edison Moligay pada hari Selasa (19/5/2020) Beliau turun langsung ke lokasi untuk memastikan hal tersebut serta memastikan yang bersangkutan menjalani karantina/isolasi mandiri.

Didampingi Lurah Sabang Jefrien Molonggui, Sos dan Tenaga Medis PKM Sabang meninjau langsung lokasi karantina pelaku perjalanan dari Jerman yang jaraknya dari kampung (Kelurahan Sabang) kurang lebih 300 Meter yang terletak dibelakang kampung.

Sudah ada pondok yang disiapkan oleh pihak keluarga lengkap dengan kebutuhan yang bersangkutan untuk menjalani karantina mandiri selama 14 hari kedepan.

Dari hasil konfirmasi Jurnalis DisKominfo Kab.Banggaikep dengan Kapus Sabang Asrion, A.M.G melalui via Handphone pada Rabu (20/5/2020) Asrion menjelaskan “Pelaku perjalanan yang menjalani karantina di Kelurahan Sabang memiliki riwayat perjalanan dari Jerman, Makasar, Luwuk kemudian pulang ke Sabang melewati Pelabuhan Leme-leme pada hari Minggu (17/5/2020) yang bersangkutan membawa dokumen resmi dari Jerman dan Makasar bebas dari Covid-19”.

“Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani karantina dalam pemantuan Tim Relawan Pencegahan Covid-19 Kelurahan Sabang dan tenaga medis PKM Sabang”, jelas Asrion.(AmosKominfo)

 

Landonan Bebeau, BanggaiKep.go.id – Karang Taruna Desa Landonan Bebeau Kecamatan Buko Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan tidak bisa dipandang sebelah mata karena mereka adalah kumpulan anak muda Desa Landonan Bebeau yang energik dan terus bersinergi dalam segala hal guna mendukung dan menyukseskan kegiatan Pemerintah Desa.

Ditengah pandemi penyebaran virus corona desease 2019 (Covid-19) Karang Taruna Desa Landonan Bebeau bersinergi dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Pemdes dan Tim Relawan Pencegahan Covid-19 Desa Landonan Bebeau, mulai dari sosialisasi edukasi pencegahan penyebaran dan pemutusan mata rantai virus corona, bagi masker kepada masyarakat serta penyemprotan disinfektan di wilayah Desa Landonan Bebeau.

Dalam upaya pemantauan kedatangan orang dari luar Daerah dan Desa Landonan Bebeau, Karang Taruna membuat pos penjagaan pencegahan Covid-19 serta melakukan penjagaan sesuai jadwal dan pembagian waktu jaga yang sudah dibuat oleh pengurus Karang Taruna Desa Landonan Bebeau.

Ketua Karang Taruna Desa Landonan Bebeau Bilsan Kopolusi saat diwawancarai Jurnalis Dinas Kominfo Kab.Banggai Kepulauan Rabu, (19/5/2020) menyatakan bahwa generasi muda yang ada di Desa Landonan Bebeau yang terhimpun bersama dalam organisasi Karang Taruna tidak tinggal diam dengan apa yang sedang dialami oleh bangsa dan negara.

“Terutama Daerah kita Kabupaten Banggai Kepulauan yang sedang berada dalam darurat bencana nasional akibat pandemi covid-19 yang dampaknya sudah meresahkan semua pihak”, kata Bilsan.

Lanjut Bilsan “Sehingga kami sebagai anak muda memainkan peran kami dalam upaya pencegahan Covid-19 dengan terlibat dalam Tim Relawan Pencegahan Covid-19, dibeberapa hari terakhir ini program kami membuat pos penjagaan dan melakukan penjagaan siang dan malam dalam upaya pencegagahan penyebaran virus corona”.

“Aktifitas yang karang taruna lakukan di pos penjagaan ada beberapa hal yakni mengifentarisir kedatangan orang dari luar daerah dan luar desa Landonan Bebeau serta aktifitas yang dilakukan dan setiap kendaraan dan pejalan kaki yang melewati pos wajib diperiksa, dan cuci tangan dan pakai masker”, ujar Bilsan.

Bilsan pun menyampaikan dengan adanya pos penjagaan ini banyak hal positif yakni masyarakat selalu pakai masker ketika keluar rumah apalagi hendak keluar dari wilayah desa.

Tidak ada lagi kendaraan dengan kecepatan tinggi serta jika ada masyarakat yang mengalami kendala dapat dibantu, “Untuk itu saya selalu berharap kiranya semua pihak dapat membantu Tim Relawan Pencegahan Covid-19 Desa Landonan Bebeau serta mendukung karang taruna dalam melakukan penjagaan”,harap Bilsan. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Sekertaris Daerah Banggai Kepulauan Rusli Moidady ST. MT, mengikuti Rapat melalui Vidcon yang dipimpin Tim BPK RI Perwakilan Sulawesi Tengah bersama beberapa staf lainya terkait dengan Belanja Perjalanan Dinas pada Perangkat Daerah (PD) di ruang video conference Sekda, Selasa 19/05/2020.

Sekda pada kesempatan ini didampingi oleh Inspektur Inspektorat, Kepala BPKAD dan Kepala Perangkat Daerah terkait lainnya.

Ketua Tim Pemeriksa dari BPK RI Perwakilan Sulawesi Tengah, Herman Cahyadi menyampaikan, “Kami telah melakukan review atas belanja perjalanan dinas pada seluruh OPD, kami menemukan adanya tumpang tindih perjalanan dinas atau perjalanan dinas didua tempat (dua ST) pada tanggal yang sama sehingga menimbulkan kelebihan pembayaran belanja perjadin (perjalanan dinas)”.

“Kelebihan pembayaran yang kami hitung adalah komponen uang harian yang dibayarkan pada dua atau lebih kegiatan pada tanggal yang sama (double pembayaran) dan kelebihan pembayaran dihitung dari tarif terendah yang diterima. Untuk itu kami menyimpulkan bahwa penatausahaan dan pengelolaan pendapatan pada pendapatan daerah belum memadai”, kata Herman Cahyadi.

“Perhitungan kelebihan pembayaran tersebut sudah kami kirimkan ke Inspektorat dan telah didistribusi ke masing-masing PD. Perlu dicatat bahwa perhitungan tersebut masih sementara bukan temuan pemeriksaan. Apabila dari perhitungan kami tersebut terdapat kekeliruan mohon agar masing-masing OPD melakukan klarifikasi pada Ibu Annisa dan mengirim bukti pendukung yang lengkap. Batas waktu klarifikasi sampai dengan hari ini jam 04.00 sore. Setelah batas waktu tersebut, kami menganggap bahwa OPD telah menyetujui perhitungan kelebihan pembayaran kami,” lanjut Herman.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Drs. Muis Abd Latif, M.Pd mengklarifikasi terkait temuan yang ada, “Setelah kami menerima catatan dari pemeriksa BPK, kami cek versi dengan administrasi yang ada di Badan Pendapatan, jadi itu ada dua versi. Yang pertama karena itu merupakan pencatatan laporan yang dokumennnya bertentangan dan tidak sama tanggalnya dengan pelaporan yang dikoreksi jadi kami sudah sesuaikan”.

“Ada dokumennya memang yang benar tetapi ada juga yang kita harus kembalikan karena waktu yang sama dan itu sudah kami pahami. Jadi ada yang memang perjalanannya benar hanya pelaporan tanggalnya yang keliru tapi ada juga yang memang harus dikembalikan karena memang waktu yang sama SPPDnya dan itu ada empat orang sudah deal dan memang kita lakukan setelah kiriman STS nya”, lanjut Muis.

Sebelum mengakhiri Vidcon, Tim Pemeriksa BPK mengingatkan kembali kepada seluruh PD yang belum mengirimkan bukti pendukung yang lengkap, “Saya berikan waktu hari ini kepada seluruh PD terkait perjalanan dinas, mohon jika ada PD yang masih ingin memberikan klarifikasi atas perhitungan perjalanan dinas tolong hari ini juga dikirimkan file bukti otentiknya di-scan atau di-fotokan dan dikirim ke nomor WA Ibu Annisa, nomornya sudah saya share di grup WA supaya cepat prosesnya. Jadi untuk PD yang belum sependapat terkait pehitungan perjalanan dinas, hari ini masih bisa dikirimkan”, ungkap Herman.

“Jadi untuk teman-teman PD yang mau mengirimkan file buktinya bisa dikirimkan hari ini sampai pukul 04.00 sore,” tegas Sekda. (TrisKominfo).

Montop, Banggaikep.go.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Perwakilan Kecamatan Bulagi Utara peduli dengan pencegahan dan memutus mata rantai pencegahan corona virus desease 2019 (Covid-19) di Kecamatan Bulagi Utara.

Kepedulian Perwakilan PGRI Kec.Bulagi Utara dibuktikan dengan terlibat aktifnya mereka dalam pencegahan Covid-19 dengan memberikan sosialisasi edukasi pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 bagi masyarakat, langkah perwakilan PGRI Kec.Bulagi Utara bukan hanya sampai di situ saja.

Melalui pengurus PGRI Kec.Bulagi Utara, Udin Sahip, S.Pd memberikan bantuan masker kain dan cairan disenfektan untuk Tim Relawan Pencegahan Covid-19 di Desa Montop dan beberapa desa lainnya Kec.Bulagi Utara, Senin, (18/5/2020).

Bantuan ini merupakan donasi dari guru-guru yang ada di wilayah Kec.Bulagi Utara sebagai wujud peran aktif PGRI dalam membantu Pemerintah untuk memutuskan mata rantai covid-19.

Bantuan masker dan disinfektan dari PGRI Kec.Bulagi Utara untuk Desa Montop diterima oleh Kasie Kesejahtraan Pemdes Montop Nurdin Yatii, “Atas bantuan yang disalurkan PGRI Bulagi Utara, atas nama Pemdes Montop dan Tim Rekawan Covid-19 Desa Montop mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian PGRI melalui bantuan masker dan cairan disinfektan, ini sangatlah bermanfaat dalam upaya pencegahan virus corona”, kata Nurdin. (AmosKominfo)

 

Ebenheizer-Batangono, BanggaiKep.go.id – Dusun Ebenheizer merupakan Sub.Desa Batangono Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan yang jarak dari Batangono kurang lebih 6 KM ditempuh dengan berjalan kaki, jika menggunakan kendaraan bermotor via Desa Paisubatu kurang lebih 12 KM.

Dusun Ebenheizer mayoritas masyarakatnya berasal dari dataran Osan (suku Sea-sea) yakni Osan, Tatarandang, Labotakandi, dan Lemelu yang boleh dikatakan tingkat pengetahuan dan pendidikan mereka dibawah.

Tetapi dengan adanya pandemi Penyebaran Virus Corona Desease 2019 (Covid-19) diseluruh dunia termasuk Indonesia, masyarakat Ebenheizer nampak siaga dan cepat merespon guna melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 agar mereka aman dari ancaman virus Corona.

Kadus Ebenheizer Desa Batangono Elpin Talemo saat dijumpai pada Minggu, (17/5/2020) di pos penjagaan pencegahan Covid-19 beliau mengatakan, “Sejak gemparnya kabar penyebaran virus corona kami masyarakat yang ada di Eben mulai resah, yang walaupun jangkauan kami jauh dari kampung tapi banyak orang yang masuk keluar Eben untuk berdagang seperti penjual ikan, kue, pakain dan lain sebagainya apalagi penjual pakaian adalah mas-mas, sehingga pasca ditetapkannya 1 OTG terkonfirmasi Positif Covid-19 hansip dan bapak yang ada di Eben langsung membuat pos penjagaan guna mengontrol orang yang datang dari luar Eben”.

Lanjut Elpin “Siapa yang masuk Eben wajib untuk diperiksa dari mana kedatanganya dan untuk apa datang ke Eben dan sebelum masuk kampung wajib untuk mencuci tangan dengan sabun yang sudah disiapkan di pos penjagaan”.

Yoner Bapise merupakan hansip di Dusun Eben yang bertanggungjawab di pos penjagaan mengatakan, “Kami juga sudah sampaikan kepada masyarakat Eben jikalau ada anggota keluarga kita yang datang dari luar daerah wajib untuk karantina dan lokasi karantina tidak boleh didalam kampung tapi kami siapkan pondok (sandung) yang jarak dari kampung kurang lebih 2,5 KM, ini untuk menjaga keamanan masyarakat Eben dari bahaya wabah, dan keluarga diwajibkan untuk mengantar makanan dan perlengkapan yang diperlukan selama karantina”, jelas Yoner.

dr. Maria Patty yang merupakan tenaga medis PKM Tataba yang adalah bagian dari anggota Satgas Pencegahan Covid-19 Kec.Buko memberikan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada masyarakat Eben yang sudah mengambil langka sejauh ini untuk pencegahan Covid-19.

“Ini patut dicontohi oleh desa-desa yang ada di Kec.Buko bayangkan saja Eben yang jauh ditengah hutan tapi sudah siaga dalam memerangi penyebaran Covid-19, dengan pembuatan pos penjagaan sedangkan desa-desa yang ada dijalan poros masih belum menerapkan pos penjagaan kiranya ini dapat ditiru”, ujar dr.Maria. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama Unsur Forkopimda menggelar launching Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial RI dan Bantuan Beras Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah dampak Covid-19 di Halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan. Senin, (18/05/2020).

Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D Adam menyampaikan, “Sesuai data yang berhak menerima, per Kepala Keluarga adalah enam ratus ribu rupiah dan akan diserahkan selama tiga bulan. Selanjutnya, beras juga begitu dari provinsi akan diserahkan kepada penerima berdasarkan data yang ada sebanyak 10 kilo per KK selama tiga bulan”.

“Saya sudah banyak memberikan petunjuk, yang pertama untuk petugas baik Dinas Sosial maupun pihak Kantor Pos dalam proses penyerahan nanti, jangan sekali-kali tidak melibatkan anggota TNI Polri dan Petugas Pol PP, karena masyarakat tahu beras ini adalah beras cuma-cuma dan uang ini adalah uang cuma-cuma kemungkinan nanti ada orng-orang yang tidak bertanggung jawab akan mengganggu,” lanjut Bupati Rais.

Rais Adam juga mengingatkan kepada pihak Kantor Pos agar menghentikan penyaluran bantuan ini jika terjadi keributan, “Dan saya juga ingatkan kepada pegawai Kantor Pos apabila dalam kegiatan penyerahan bantuan ini terdapat hal-hal yang biasa terjadi seperti keributan, maka saya memberikan informasi agar dihentikan sampai kita tahu apa masalahnya”.

Selain itu, Bupati juga berharap, “Saya berharap dan berdoa mudah-mudahan bantuan ini dapat berguna dan sampai ke tangan orang-orang yang berhak mendapatkan”.

Kegiatan ini dihadir pula para Kepala OPD Kabupaten Banggai Kepulauan, Camat se – Kabupaten Banggai Kepulauan. (TrisKominfo)

Ebenheizer-Batangono, Banggaikep.go.id – Untuk memastikan pelaku perjalanan menjalani karantina/isolasi mandiri serta memastikan keadaan kesehatan pelaku perjalanan dalam keadaan sehat dan menunjukkan gejala atau tidak, Anggota Satgas Pencegahan Covid-19 Kecamatan Buko yang terdiri atas tenaga medis PKM Tataba, Anggota Polsek Buko, Anggota Koramil 1308-13 Buko dan Jurnalis DisKominfo BanggaiKep, melakukan pemantauan pelaku perjalanan dari luar daerah di Dusun Ebenheizer Desa Batanggono Kec. Buko Kabupaten Banggai Kepulauan, Minggu, (17/5/2020).

Setiba di Dusun Ebenheizer dan berjumpa dengan Kepala Dusun Eben Eplin Talemo, menurut penjelasan Kadus “Yang baru datang di Eben sudah dikarantina sejak tiba di Eben dan lokasi karantinanya diluar kampung untuk keamanan masyarakat Eben karena yang bersangkutan dari Manado”.

Kemudian Anggota Satgas Covid-19 Kec. Buko ditemani Hansip dusun Ebenheizer Yoner Bapise menuju ke lokasi karantina yang menempuh jarak kurang lebih 2,5 KM dari ampung Eben, setelah sampai dilokasi karantina ternyata yang bersangkutan menjalani karantina di sandung.

Menurut Yoner dalam bahasa Daerah Banggai, “Yana sodo polong doi Eben, langsung tinoruson dai sandung, (dia sampai di Eben langsung dibawa langsung ke pondok)”.

Pelaku perjalanan yang menjalani karantina di pondok, beliau sudah dua bulan di Luwuk Kab. Banggai kerja sebagai kuli bangunan sejak dari Kota Manado, tapi saat tiba di Eben yang bersangkutan diminta untuk karantina lagi oleh Kadus, dia pun tidak menolak dan mengatakan, “Kalau untuk keselamatan kita semua di Eben saya siap berapa hari pun” ujar Anto pelaku peajalanan yang dikarantina mandiri.

Bahkan yang patut dicontohi oleh keluarga yang anggotanya menjalani karantina yakni jarak kurang lebih 20 meter, ada sandung milik masyarakat di Batangono yang juga saat itu sedang Losikon (tidur dikebun) oleh keluarga diminta untuk menjauh dari tempat itu dan disuruh pulang dulu jangan sampai ada apa-apa.

Masyarakat yang berkebun bertetangga dengan lokasi karantina pun memilih untuk pulang ke kampung (Batangono) pihak keluarga pun memberikan uang sebesar Rp. 300.000 untuk ojek pulang dan sedikit pengorbanan keluarga karena pekerjaan mereka terganggu. (AmosKominfo)