Tataba, BanggaiKep.go.id – Hidup dan mati adalah kehendak Sang Khalik yang menciptakan kita manusia dan yang memberi kita kesempatan untuk menjalani hari-hari hidup ini, tapi bukan berarti kita pasrah pada keadaan dan tidak berpikir arif dan bijaksana guna menyikapi Pandemi Covid-19.

Ditengah terbatasnya Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan oleh Tim Relawan Covid-19 Kecamatan Buko bahkan APD jauh dibawah standar tetapi itu tidak mengurungkan niat dan semangat dari tim dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Tim Relawan tetap antusias menjalankan tugas kemanusiaan, untuk Kecamatan Buko bebas Covid-19 dan Kabupaten Banggai Kepulauan pada umumnya.

Dalam keterbatasan APD dan fasiltas pencegahan Covid-19, Tim Relawan terus mengandalkan pertolongan dan perlindungan dari Sang Maha Kuasa, sehingga disetiap awal kegiatan Tim Relawan Covid-19 selalu diawali dengan doa menurut kepercayaan masing-masing.

Sudah memasuki hari ke 24 pada Rabu (15/4/2020) karena sesunguhnya tidak ada satu pun akan menimpa umatNya jika Perlindungan itu datang dari Sang Pencipta manusia.

Kepala PKM Tataba Sianti, Amd.Kep selaku selalu mengingatkan Tim untuk “Jangan lupa selalu mengawali dengan doa dalam melaksanakan kegiatan pencegahan Covid-19, baik di pelabuhan maupun saat turun ke desa-desa, karena perlindungan sesungguhnya datang dari Tuhan Yang Maha Kuasa”, ujar Sianti. (AmosKominfo)

Labasiano, BanggaiKep.go.id – Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkitan) Kabupaten Banggai Kepulauan melakukan verifikasi bantuan rumah swadaya bagi masyarakat Banggai Kepulauan yang layak dan pantas menerima bantuan Pemerintah tersebut.

Verifikasi bantuan rumah swadaya dilaksanakan oleh tim verifikasi yang dibawah pimpimpinan Kepala Bidang  Perumahan Disperkitan Kab. Banggai Kepulauan verifikasi dilakukan dengan turun langsung ke lokasi dengan mengunjungi rumah masyarakat yang telah diusulkan melalui pemerintah Desa Labasiano.

Kabid Perumahan DisPerkitan Kab. BanggaiKep Selvi Arthaty Yabie saat dijumpai disela-sela kegiatan verifikasi di Desa Labasiano pada Rabu (15/4/2020) menjelaskan bahwa benar ada bantuan rumah swadaya bagi masyarakat yang ada di Desa Labasiano Kecamatan Buko.

“Semua melalui tahapan yang harus dilalui yakni melalui verifikasi baik berkas maupun turun kelapangan langsung guna memastikan layak tidaknya keluarga tersebut menerima bantuan rumah swadaya berdasarkan kategori dan persyaratan yang ada”, ujar Kabid Perumahan Selvi.

Jurnalis DisKominfo BanggaiKep saat mewawancarai Selvi Artaty Yabie menayakan berapa nominal bantuan dan berapa unit rumah bantuan swadaya yang akan dikucurkan di Desa Labasiano, menurut Selvi Yabie, “Bantuan rumah swadaya bagi desa Labasiano sebanyak 19 Unit dari data usulan desa sebanyak 26 maka kami akan melakukan verifikasi siapa yang layak menerimanya dan untuk satu unit rumah diberikan bantuan sebesar Rp.15 juta dengan ketentuan sudah memenuhi untuk Lantai, dinding dan atap”.

Tim Verifikasi Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kab. Banggai Kepulauan saat melakukan verifikasi didampingi oleh aparat desa Labasiano. (AmosKominfo)

Batangono, BanggaiKep.go.id – Hari Selasa malam masyarakat Dusun Ebenheizer Desa Batangono Kecamatan Buko gempar dengan meninggalnya seorang lansia yang baru 7 hari tiba di Eben dari Desa Lauwon Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai untuk menggunjungi anak dan cucunya.

Pada hari Rabu, (15/4/2020) pukul 5.30 anggota Polsek Buko menerima laporan via HandPhone dari salah satu anggota BPD Batangono yang tinggal di dusun Eben yang bernama Yet menyampaikan bahwa di Eben ada yang meninggal dan masyarakat takut dan enggan membantu keluarga yang berduka, karena Almarhuma baru 7 hari tiba di Dusun Eben.

Anggota Polsek Buko langsung menghubungi Jurnalis Diskominfo BanggaiKep untuk berkoordinasi dengan Kepala PKM Tataba langka apa yang harus dilakukan.

Kepala PKM Tataba, Sianti, Amd.Kep saat dijumpai dikediamannya pukul 06.00 menjelaskan bahwa sudah menghubungi petugas medis untuk naik ke Eben beserta Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko.

Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko yang terdiri dari 4 orang dari PKM Tataba, 1 orang Anggota Polsek Buko dan 1 orang anggota Koramil 1308-13 Buko serta Jurnalis DisKominfo pada pukul 07.15 langsung bergerak ke Dusun Ebenheizer Desa Batangono, setiba di Dusun Eben suasana kampung tampak sepi hanya ada beberapa orang saja dijalan yang lain dirumah masing-masing.

dr. Nurul selaku penanggungjawab lapangan menjumpai tenaga medis di Dusun Eben untuk menanyakan kronologi peristiwa, Ses Feby selaku tenaga kesehatan di Eben menjelaskan bahwa “Beberapa hari yang lalu almarhum datang ke Pustu untuk memeriksakan diri karena sakit dan dari hasil pemeriksaan almarhuma menderita hipertensi dan juga pengaruh usia yang sudah rentah dan dari pemantauan kami sampai almarhuma meninggal tidak ada sedikit pun menunjukkan gejala Covid-19”, ujar Ses Feby.

Kemudian Tim menuju rumah duka untuk menggali keterangan dari pihak keluarga ternyata almarhuma memang memiliki riwayat penyakit Hipertensi dan Jantung dipengaruhi juga dengan usia yang sudah tua, menurut keluarga usia almarhuma berkisaran 80an tahun.

Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko pun langsung mengambil langka dan memberikan himbauan dan sosialisasi serta penjelasan kepada masyarakat Ebenheizer melalui pengeras suara yang ada di gereja sedangkan masyarakat didepan rumah masing-masing, Tim menjelaskan “Kona Tambu nia mate bolikon Covid-19, kona tambu nia motua mo, tambu nia ano ko penyakit Dara Tinggi dan Jantung, jadi komiu pelengele tambu nia mate boliko ko Virus penyebabnya”, soasialisasi dan himbauan disampaikan dengan mengunakan bahasa Banggai sehingga masyarakat muda mengerti dan memahaminya.

Setelah selesai himbauan dan sosialisasi dari Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko masyarakat satu persatu mulai berdatangan untuk membantu keluarga membuat peti karena mayat akan dikebumikan di Desa Lauwon Kec. Luwuk Timur Kab. Banggai.(AmosKominfo)

Stok Pangan Sulteng Aman : Pekerjaan Menyiapkan Pangan Tugas Mulia

Puncak panen padi di wilayah Sulteng yang akan terjadi Juni nanti, dipastikan menjaga ketersediaan stok pangan di tengah pandemi virus corona (covid-19).

“Kita masih surplus lebih kurang 90 ribu ton beras dengan asumsi konsumsi beras 118 kg per kapita,” jelas Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulteng Ir. Trie Iriany Lamakampali, MM, yang memastikan tidak ada penurunan produksi padi di Sulteng, pada Rabu (15/4).

Meski begitu ada beberapa wilayah di Sulteng karena kondisi lahannya yang kering sehingga tidak signifikan pada panen padi nanti seperti Banggai Laut, Banggai Kepulauan dan Tojo Unauna.

Kondisi itu lanjutnya bisa disiasati petani dengan menanam komoditi pangan yang cocok dengan lahan kering seperti jagung atau dengan menerapkan sistem pertanian ladang.

Terkait kebijakan kementerian pertanian dan pemerintah provinsi selama pandemi virus corona dinilainya sudah sinkron, seperti memastikan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi dan bantuan-bantuan pertanian ke petani tetap lancar dan tidak terganggu meski berlaku kebijakan pembatasan akses keluar masuk antar wilayah.

Pada kesempatan itu, birokrat perempuan ini juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan tani yang ikut berjuang menjaga ketahanan pangan karena urusan ini sangat erat kaitannya dengan proses pembentukkan imunitas tubuh supaya kebal melawan penyakit.

“Tentu ini bisa merepotkan dan membuat masalah baru,” kata kadis jika kondisi ketahanan pangan tidak tercapai.

Olehnya, Ia mengharap insan tani agar saat bekerja di sawah/ladang tetap menaati segala ketentuan protokol kesehatan supaya tidak terjangkit virus dan produksi pangan Sulteng bisa tetap meningkat walau di tengah pandemi.

“Karena pekerjaan menyiapkan pangan adalah tugas yang mulia, sama seperti tenaga medis yang ada di garis depan,” pungkas Kadis TPH Trie Iriany Lamakampali.

(Sumber: Biro Humas Protokol Setda Prov Sulteng) (FeriKominfo)

Salakan, BanggaKep.go.id – Musrenbang RKPD Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2021 dilaksanakan melalui Video Conference (VidCon) dibuka oleh Bupati BanggaiKep H. Rais D Adam. Rabu, 15/04/2020.

Mengawali sambutannya, Bupati BanggaiKep menyampaikan beberapa potret realita BanggaiKep antara lain potret ekonomi, kesehatan dan pendidikan.
“Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai Kepulauan mengalami peningkatan dimana Banggai Kepulauan berada pada peringkat ke 4 dari 13 Kabupaten/Kota se – Sulteng, ini sebelum Covid”.

Lanjut Rais “Dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2019 sebesar 6,23% meningkat dari tahun 2018 sebesar 6,8%, hal ini menjadi pemicu semangat kita bersama untuk selalu optimis ditahu-tahun yang akan datang dan selalu berusaha dan bekerja keras lagi sehingga hal ini dapat kita pertahankan lagi”, kata Bupati Rais Adam.

Selanjutnya Kepala BAPENNAS RI yang di wakili oleh Direktur pengembangan wilayah dan kawasan Drs. Sumedi Andono Mulyo, MA. Ph.D berkata, “Kita harus menyiapkan langkah-langkah antara lain, dalam menangani virus Corona, penguatan jaring pengamanan sosial dan pemulihan ekonomi, Langkah pemulihan ekonomi dibutuhkan komunikasi dan kerja sama antara Dinas Pertanian, Kehutanan, Kelautan, Perindustrian, Perdagangan, PU untuk bersama-sama membangun desa dan kecamatan yang tak lupa koordinasi antara kabupaten, provinsi dan pusat di dalam mengembangkan daerah dan yang terakhir bagaimana nanti penguatan kecamatan terhadap perubahan pusat transformasi”, kata Sumedi.

Sedangkan Kepala BAPPEDA Sulteng dalam paparannya menjelaskan “Dalam paparan ini ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan, yang pertama adalah terkait dengan mekanisme perencanaan, pencapaian secara umum Sulawesi Tengah, Pertumbuhan ekonomi relatif stabil, bisa kita lihat di tahun 2019 sebesar 6,23% dan di tahun 2018 sebesar 6,8%, Secara Provinsi Kabupaten Banggai Kepulauan telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan”.

“Ada beberapa daerah yang pembangunannya sangat pesat disebabkan daerah tersebut mempunyai satu sektor yang mendukung. Contohnya adalah Banggai dan Morowali Utara. Daerah tersebut didukung oleh sektor pangan yang bisa membantu daerah itu sendiri,” lanjut beliau.

Sebelum menutup kegiatan Musrenbang, Bupati Banggai Kepulauan  berharap, “Saya berharap semoga seluruh bangsa Indonesia dan seluruh wilayah Republik Indonesia ini secepatnya terbebas dari pandemi Covid-19 ini, kami pemerintah Banggai Kepulauan akan mendukung sepenuhnya program pemerintah pusat dalam rangka memfokuskan penanganan Virus Corona ini, sehingga kami juga yang berada di wilayah yang terpencil ini akan senantiasa mendukung dan bekerja keras untuk membasmi penyebaran Covid-19,” tutup Bupati. (TrisKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Tindak lanjut kerja Tim Relawan Covid-19 Kecamatan Buko dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus berjalan, bukan saja hanya sebatas penjagaan dipintu masuk dan keluar Kec. Buko melalui pelabuhan penyebrangan, tetapi upaya pencegahan Covid-19 pun dilakukan dengan pemantauan keadaan warga yang datang dari luar daerah.

Setiap hari Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko memantau terus warga yang datang dari luar daerah yang melaksankan karantina mandiri dirumah masing-masing yang terdiri dari 13 Desa yang ada di Kecamatan Buko.

dr. Nurul Istiqomah Tri Astuti selaku koordinator lapangan saat dijumpai di PKM Tataba (7/4/2020) menjelaskan pemantauan bagi masyarakat yang baru datang dari luar daerah sangatlah penting dalam upaya pencegahan Covid-19.

“Tujuan dari pemantauan adalah yang pertama apakah benar mereka melaksanakan karantina mandiri sesuai protokol pencegahan Covid-19, kemudian memastikan keberadaan kesehatan mereka apa lagi bagi mereka yang datang dari daerah yang masuk zona merah atau sudah terpapar Covid-19, yang dikategorikan pelaku perjalanan beresiko, kita harus memastilan perkembangan mereka selama 14 hari kedepan sejak kedatangan sampai selesai menjalani masa karantina mandiri”, ujar dr. Nurul.

Kepala PKM Tataba Sianti, Amd.Kep juga menegaskan bahwa “Saya sudah mengintruksikan juga kepada tenaga medis yang ditempatkan di desa se Kecamatan Buko agar dapat memantau warga yang datang dari luar daerah bekerja sama dengan Pemdes setempat serta terus melaporkan setiap saat keberadaan mereka yang menjalani karantina mandiri”, jelas Kepala PKM Tataba. (AmosKominfo)

Labasiano, BanggaiKep.go.id – Sebagaimana instruksi Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam melalui suratnya kepada Kepala-kepala Desa se-Kab. Banggai Kepulauan guna melakukan pencegahan dan pengendalian serta memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 dengan membentuk tim relawan tiap desa serta tindakan nyata dalam upaya pencegahan Covid-19.

Pemerintah Desa Labasiano dibawah pimpinan Kades Labasiano Nurlan Nurdin terus bersinergi mulai menghimbau masyarakat yang ia pimpin dalam upaya pencegahan Covid-19, melakukan penyemprotan Disinfektan disarana umum dan rumah warga.

Tindakan Pemdes Labasiano tidak hanya sampai disitu saja tapi memberikan perhatian dan kepedulian bagi masyarakat yang baru datang dari luar daerah yang menjalani masa karantina mandiri dengan memberikan bantuan sembako dan vitamin.

Pemberian sembako dan vitamin bagi masyarakat Desa Labasiano yang menjalani Karantina Mandiri adalah yang kedua kalinya, kegiatan pemberian sembako dan vitamin kali ini disalurkan oleh Sekretaris Desa Muhram Aimang dan Anggota BPD Desa Labasiano Fihrin Mambuhu pada Rabu (8/4/2020) dan didampingi tenaga medis PKM Tataba Jhon Rambu yang juga memantau kesehatan bagi yang menjalani karantina. (AmosKominfo)

Lalengan, BanggaiKep.go.id- Tim Relawan Covid-19 Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan terus bersinergi dan berupaya dalam pencegahan dan pengendalian serta memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Desianse 2019 (Covid-19) di wilayah Kecamatan Buko.

Pada Jumat (10/4/2020), Tim Relawan Covid-19 Kecamatan Buko yang beranggotakan Pemerintah Kecamatan Buko, PKM Tataba, Polsek Buko, Koramil 1308-13 Buko, Dinas Perhubungan dan Jurnalis DisKominfo BanggaiKep, melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Pelabuhan Lalengan Kec. Buko bagi penumpang dan pedagang yang datang menggunakan bodi (kapal ukuran kecil) dari Toili dan Batui guna berdagang di Pasar Lalengan.

Para pedagang dan penumpang terlebih dahulu dilaksanakan pemeriksaan suhu badan serta pendataan  dan menanyakan riwayat perjalanan beberapa hari terakhir, selanjutnya di arahkan untuk mencuci tangan sebelum meninggalkan lokasi pelabuhan.

Kegiatan ini adalah yang kedua kalinya dilakukan oleh Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko yang ditindak lanjut pada keesokan harinya Sabtu (11/4/2020) dengan mengunakan pengeras suara Tenaga Medis PKM Tataba mendatangi lokasi pasar Lalengan guna mensosialisasikan dan memberi himbauan kepada pedagang dan pengunjung Pasar dalam mencegah penyebaran Covid-19. (AmosKominfo)

Lalengan, BanggaiKep.go.id – Upaya pencegahan penularan dan pemutusan mata rantai Corona Virus Desianse (Covid-19) terus dilakukan oleh semua pihak guna menuju Kabupaten Banggai Kepulauan bebas dari Covid-19.

Demikian halnya dengan Pemerintah Desa Lalengan Kecamatan Buko Kab. Banggai Kepulauan terus bersinergi dan berupaya bersama masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai Covid-19.

Setelah mengelar rapat guna pembentukan tim relawan Covid-19 tingkat desa, Plt. Kades Lalengan Abubakar Yanduke, S.Sos langsung bertindak cepat bersama aparat dan masyarakat dengan melaksankan kegiatan pemasangan instalasi air bersih dilokasi pelabuhan Lalengan dan pasar, guna tempat cuci tangan bagi penumpang dan pendagang serta pembeli yang mengunjungi pasar Lalengan, Kamis (9/4/2020) disertai dengan pembersihan lokasi.

Dari pemantauan Jurnalis DisKominfo BanggaiKep nampak terlibat dalam kegiatan tersebut Kepala Desa bersama Aparat Desa, BPD dan anggota masyarakat Desa Lalengan. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Menyikapi dengan serius penanganan pencegahan covid-19 dan guna mengevaluasi kegiatan Gugus Tugas Kabupaten Banggai Kepulauan,  Bupati H. Rais D. Adam menggelar rapat bersama Forkopimda, Ketua DPRD, Kapolres, Kajari diwakili oleh Kasi Intelijen dan Perwira Penghubung Dandim 1308 LB, di Ruang Rapat Kantor Bupati BanggaiKep, Senin, (13/04/2020).

Hadir segenap Gugus Tugas,  Sekretaris Daerah Rusli Moidady ST.,MT, Kepala Perangkat Daerah, Ketua MUI, Ketua FKUB, dan undangan lainnya.

Rapat bertujuan untuk mendengarkan pemaparan penjelasan dari Tim Gugus Tugas sehingga dapat diketahui kegiatan yang telah di laksanakan maupun kendala-kendala di lapangan guna diambil langkah-langkah selanjutnya, baik di tingkat Kabupaten maupun Kecamatan dan Desa/Kelurahan.

Pembentukan Gugus Tugas ini antara lain dari Kapolri, TNI, Forkopimda, sudah berjalan dan tetap terus memantau setiap orang yang datang dari luar Banggai Kepulauan melalui beberapa pintu masuk pelabuhan.

Sekretaris Daerah Rusli Moidady ST., MT selaku Sekretaris Gugus Tugas melaporkan bahwa telah aktif melakukan sosialisasi maupun upaya tindakan pencegahan penyebaran covid-19, yang dilakukan secara terkoordinasi bersama TNI, Polri serta masyarakat pada setiap kesempatan.

Ketua DPRD Kab. Banggai Kepulauan Rusdin Sinaling menegaskan bahwa setiap orang yang masuk di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan harus terpantau bahkan terkait dengan pemberian pembagian bantuan kepada masyarakat.

Kapolres BanggaiKep Aditya Surya Dharma, SIK menyampaikan bahwa “Virus covid-19 ini sangat rentan untuk orang yang mempunyai penyakit bawahan, namun kita jangan panik karena banyak juga yang sembuh, namun yang paling utama kita harus terus berhati hati antisipasi dan edukasi”.

Disampaikan juga dari MUI agar jangan menolak jenazah akibat virus tersebut, kita wajib menghargai dan sudah ada prosedurnya penanganannya.

Mendengar laporan Camat-Camat, Bupati mengevaluasi kegiatan sudah berjalan sesuai koridor yang dilaksanakan 12 kecamatan.

Bupati memberikan dorongan kepada Camat, “Sosialisasi langsung dari masing masing camat agar dapat bermanfaat dan juga camat tidak sendirian dimana dibantu parah Tokoh-tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan sebagainya agar bisa memahami”.

“Yang pertama adalah kita harus memahami bahwa Virus corona ini seperti apa, terutama jika ada yang menanyakan corona berasal dari mana katakan saja berasal dari tidak jelas, agar mereka yang menanyakan hal tersebut tidak akan menanyakan kembali, sehingga sampai disitu saja pertanyaan”, sambung Rais yang disambut riuh oleh Peserta rapat.

Lanjut beliau, “Yang kedua itu mengenai pertanyaan masyarakat tentang fakir miskin dan anak terlantar diatur dalam UUD pasal 34 tentunya melalui Camat kita harus menyampaikan dengan baik dan bisa dimengerti oleh masyarakat, agar kita tidak salah menyampaikan yang berakibat menjadi masalah baru karena kita memahami bahwa masyarakat kita ini masyarakat yang suka menerimanya namun jika tidak bisa disampaikan dengan bahasa Indonesia, maka gunakan bahasa daerah pun dengan cara yang baik humanis”.

“Hal pembelian pengadaan APD (alat pelindung diri) saat yang lalu sudah disampaikan oleh para petinggi-petinggi, Ketua KPK, Ketua BPK, Ketua LKPP dan sebagainya melalui video conference, sudah ditunjuk Perusahaan yang terdaftar pada Kemendagri  dengan spesifikasi khusus dari Kementerian Kesehatan, namun tidak dijual bebes”‘

Mengenai penggunaan masker, “Kemudian untuk pemakaian masker ini oleh Presiden dan masukan dari Kementrian Kesehatan itu ada pembagian tiga macam masker yang di buat dari kain biasa itu bisa cukup di gunakan masyarakat contoh seperti yang dipakai oleh kepala Badan Pendapatan”, jelas Rais sambil memberikan contoh.

“Namun yang kita pakai ini warna hijau sebenarnya digunakan oleh bagian bedah, dan ada juga yang model N 95 itu yang di pakai oleh team Dokter dan sebagainya, Kita berharap juga mungkin ada masyarakat yang menjahit untuk pembuatan masker itu diperbolehkan untuk pemakaian sendiri sesuai standar”.

Menyangkut PSBB, sudah disampaikan ketegasan oleh Menko Polkam dan Mendagri bahwa bagi yang sudah masuk kategori PSBB silahkan melakukan penutupan-penutupan karna ini sudah ada aturanya.

Selanjutnya dikatakan, “Tapi bagi daerah seperti daerah kita ini yang masih dalam pencegahan dan penangan maka yang kita lakukan masih seperti yang sudah kita biasa lakukan pencegahan”.

“Saya menerima laporan juru bicara  tgl 12 April 2020 ada 8 orang ODP, sementara orang yang datang dari luar tapi orang kita juga sudah 1.000 orang lebih Kita berdoa mudah mudahan 8 ini tidak naik menjadi positif”, harap Rais.

Laporan para Camat rata- rata sudah membentuk Gugus Tugas di Kecamatan dan di Desa-desa dibantu oleh Relawan dari masyarakat setempat.

Kendala di lapangan masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak memakai masker baik di pelabuhan maupun pasar-pasar.

Begitu pula Camat Peling Tengah juga melaporkan bahwa pada tanggal 23 April 2020 telah melakukan penyemprotan dispektan yang terdiri dari 11 Desa dan di kantor Camat, Rumah Ibadah seperti Gereja dan Mesjid, menggunakan mobil corong Kapolsek. Dari pihak Danramil juga mengadakan rapat pembentukan satgas Kecamatan dan Desa-Desa se Kecamatan Peling Tengah.

Camat Liang menyampaikan bahwa sebagian di depan rumah-rumah masyarakat sudah di pasang tempat cuci tangan.

Camat Tinangkung Selatan juga melaporkan mahasiswa sebanyak 120 orang dari jakarta sesuai hasil pemantauan semuanya aman.

Untuk Kecamatan Totikum Selatan sudah menyiapkan 6 anggota team covid-19 dan 2 desa sudah bentuk Tim tiap minggu untuk melaksanakan penyemprotan di pasar-pasar dan Fasilitas umum dan kepada masyarakat diwajibkan menggunakan masker.

Disampaikan pula oleh Bupati, “Dihimbau untuk Jamaah Tabliq yang baru datang dari luar daerah Kabupaten Banggai Kepulauan jangan dulu langsung ke mesjid melainkan mengikuti isolasi terlebih dahulu sesuai yang telah dianjurkan Pemerintah Daerah.”

Antisipasi jika terjadi Pasien positif, Bupati memberikan petunjuk, “Camat seperti di Buko, Buko Selatan manfaatkan tempat khusus perawatan bagi yang sudah positif, alasannya, bayangkan kalau dibawa ke sini (Salakan) virusnya sepanjang jalan menular,  Nah, dari Buko, Buko Selatan kita tinggal dorong dengan speedboat ke Luwuk yang merupakan Rumah Sakit rujukan, jadi kita efisien daripada dibawa lagi ke Salakan”, jelas Rais.

Tak lupa pula Bupati mengingatkan melalui Camat, “Wajibkan Masyarakat untuk pakai masker apabila beraktifitas di luar rumah, ke pasar dan sebagainya”. (ViktorKominfo)