Salakan, BanggaiKep.go.id – Menyikapi dengan serius penanganan pencegahan covid-19 dan guna mengevaluasi kegiatan Gugus Tugas Kabupaten Banggai Kepulauan,  Bupati H. Rais D. Adam menggelar rapat bersama Forkopimda, Ketua DPRD, Kapolres, Kajari diwakili oleh Kasi Intelijen dan Perwira Penghubung Dandim 1308 LB, di Ruang Rapat Kantor Bupati BanggaiKep, Senin, (13/04/2020).

Hadir segenap Gugus Tugas,  Sekretaris Daerah Rusli Moidady ST.,MT, Kepala Perangkat Daerah, Ketua MUI, Ketua FKUB, dan undangan lainnya.

Rapat bertujuan untuk mendengarkan pemaparan penjelasan dari Tim Gugus Tugas sehingga dapat diketahui kegiatan yang telah di laksanakan maupun kendala-kendala di lapangan guna diambil langkah-langkah selanjutnya, baik di tingkat Kabupaten maupun Kecamatan dan Desa/Kelurahan.

Pembentukan Gugus Tugas ini antara lain dari Kapolri, TNI, Forkopimda, sudah berjalan dan tetap terus memantau setiap orang yang datang dari luar Banggai Kepulauan melalui beberapa pintu masuk pelabuhan.

Sekretaris Daerah Rusli Moidady ST., MT selaku Sekretaris Gugus Tugas melaporkan bahwa telah aktif melakukan sosialisasi maupun upaya tindakan pencegahan penyebaran covid-19, yang dilakukan secara terkoordinasi bersama TNI, Polri serta masyarakat pada setiap kesempatan.

Ketua DPRD Kab. Banggai Kepulauan Rusdin Sinaling menegaskan bahwa setiap orang yang masuk di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan harus terpantau bahkan terkait dengan pemberian pembagian bantuan kepada masyarakat.

Kapolres BanggaiKep Aditya Surya Dharma, SIK menyampaikan bahwa “Virus covid-19 ini sangat rentan untuk orang yang mempunyai penyakit bawahan, namun kita jangan panik karena banyak juga yang sembuh, namun yang paling utama kita harus terus berhati hati antisipasi dan edukasi”.

Disampaikan juga dari MUI agar jangan menolak jenazah akibat virus tersebut, kita wajib menghargai dan sudah ada prosedurnya penanganannya.

Mendengar laporan Camat-Camat, Bupati mengevaluasi kegiatan sudah berjalan sesuai koridor yang dilaksanakan 12 kecamatan.

Bupati memberikan dorongan kepada Camat, “Sosialisasi langsung dari masing masing camat agar dapat bermanfaat dan juga camat tidak sendirian dimana dibantu parah Tokoh-tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan sebagainya agar bisa memahami”.

“Yang pertama adalah kita harus memahami bahwa Virus corona ini seperti apa, terutama jika ada yang menanyakan corona berasal dari mana katakan saja berasal dari tidak jelas, agar mereka yang menanyakan hal tersebut tidak akan menanyakan kembali, sehingga sampai disitu saja pertanyaan”, sambung Rais yang disambut riuh oleh Peserta rapat.

Lanjut beliau, “Yang kedua itu mengenai pertanyaan masyarakat tentang fakir miskin dan anak terlantar diatur dalam UUD pasal 34 tentunya melalui Camat kita harus menyampaikan dengan baik dan bisa dimengerti oleh masyarakat, agar kita tidak salah menyampaikan yang berakibat menjadi masalah baru karena kita memahami bahwa masyarakat kita ini masyarakat yang suka menerimanya namun jika tidak bisa disampaikan dengan bahasa Indonesia, maka gunakan bahasa daerah pun dengan cara yang baik humanis”.

“Hal pembelian pengadaan APD (alat pelindung diri) saat yang lalu sudah disampaikan oleh para petinggi-petinggi, Ketua KPK, Ketua BPK, Ketua LKPP dan sebagainya melalui video conference, sudah ditunjuk Perusahaan yang terdaftar pada Kemendagri  dengan spesifikasi khusus dari Kementerian Kesehatan, namun tidak dijual bebes”‘

Mengenai penggunaan masker, “Kemudian untuk pemakaian masker ini oleh Presiden dan masukan dari Kementrian Kesehatan itu ada pembagian tiga macam masker yang di buat dari kain biasa itu bisa cukup di gunakan masyarakat contoh seperti yang dipakai oleh kepala Badan Pendapatan”, jelas Rais sambil memberikan contoh.

“Namun yang kita pakai ini warna hijau sebenarnya digunakan oleh bagian bedah, dan ada juga yang model N 95 itu yang di pakai oleh team Dokter dan sebagainya, Kita berharap juga mungkin ada masyarakat yang menjahit untuk pembuatan masker itu diperbolehkan untuk pemakaian sendiri sesuai standar”.

Menyangkut PSBB, sudah disampaikan ketegasan oleh Menko Polkam dan Mendagri bahwa bagi yang sudah masuk kategori PSBB silahkan melakukan penutupan-penutupan karna ini sudah ada aturanya.

Selanjutnya dikatakan, “Tapi bagi daerah seperti daerah kita ini yang masih dalam pencegahan dan penangan maka yang kita lakukan masih seperti yang sudah kita biasa lakukan pencegahan”.

“Saya menerima laporan juru bicara  tgl 12 April 2020 ada 8 orang ODP, sementara orang yang datang dari luar tapi orang kita juga sudah 1.000 orang lebih Kita berdoa mudah mudahan 8 ini tidak naik menjadi positif”, harap Rais.

Laporan para Camat rata- rata sudah membentuk Gugus Tugas di Kecamatan dan di Desa-desa dibantu oleh Relawan dari masyarakat setempat.

Kendala di lapangan masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak memakai masker baik di pelabuhan maupun pasar-pasar.

Begitu pula Camat Peling Tengah juga melaporkan bahwa pada tanggal 23 April 2020 telah melakukan penyemprotan dispektan yang terdiri dari 11 Desa dan di kantor Camat, Rumah Ibadah seperti Gereja dan Mesjid, menggunakan mobil corong Kapolsek. Dari pihak Danramil juga mengadakan rapat pembentukan satgas Kecamatan dan Desa-Desa se Kecamatan Peling Tengah.

Camat Liang menyampaikan bahwa sebagian di depan rumah-rumah masyarakat sudah di pasang tempat cuci tangan.

Camat Tinangkung Selatan juga melaporkan mahasiswa sebanyak 120 orang dari jakarta sesuai hasil pemantauan semuanya aman.

Untuk Kecamatan Totikum Selatan sudah menyiapkan 6 anggota team covid-19 dan 2 desa sudah bentuk Tim tiap minggu untuk melaksanakan penyemprotan di pasar-pasar dan Fasilitas umum dan kepada masyarakat diwajibkan menggunakan masker.

Disampaikan pula oleh Bupati, “Dihimbau untuk Jamaah Tabliq yang baru datang dari luar daerah Kabupaten Banggai Kepulauan jangan dulu langsung ke mesjid melainkan mengikuti isolasi terlebih dahulu sesuai yang telah dianjurkan Pemerintah Daerah.”

Antisipasi jika terjadi Pasien positif, Bupati memberikan petunjuk, “Camat seperti di Buko, Buko Selatan manfaatkan tempat khusus perawatan bagi yang sudah positif, alasannya, bayangkan kalau dibawa ke sini (Salakan) virusnya sepanjang jalan menular,  Nah, dari Buko, Buko Selatan kita tinggal dorong dengan speedboat ke Luwuk yang merupakan Rumah Sakit rujukan, jadi kita efisien daripada dibawa lagi ke Salakan”, jelas Rais.

Tak lupa pula Bupati mengingatkan melalui Camat, “Wajibkan Masyarakat untuk pakai masker apabila beraktifitas di luar rumah, ke pasar dan sebagainya”. (ViktorKominfo)

Selain menyiapkan jaring pengaman sosial untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kebijakan tanggap darurat Covid-19, pemerintah juga menyiapkan program padat karya tunai. Program tersebut utamanya ditujukan bagi masyarakat lapisan bawah di pedesaan yang terdampak pandemi Covid-19.

Dalam rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 7 April 2020, Presiden Joko Widodo meminta agar pelaksanaan program tersebut dipercepat untuk membuka lapangan kerja dan menjaga daya beli masyarakat pedesaan.

“Kita ingin mempercepat pelaksanaan program padat karya tunai yang dapat membuka lapangan pekerjaan dan menjaga daya beli masyarakat kita di pedesaan,” kata Presiden.

Jajarannya di kementerian, lembaga, dan daerah diminta oleh Presiden untuk memperbanyak program-program tersebut. Menurutnya, di tengah keadaan pandemi Covid-19 saat ini, program tersebut akan dapat membantu masyarakat lapisan bawah di pedesaan.

“Ini adalah keadaan yang tidak normal dan masyarakat pada posisi yang sulit. Oleh sebab itu, memperbanyak program-program padat karya tunai adalah menjadi kewajiban semua kementerian, lembaga, dan daerah,” ujarnya.

Namun, Kepala Negara menegaskan bahwa pelaksanaan program padat karya tunai ini harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Yakni tetap menjaga jarak dan memakai masker bagi setiap pekerjanya.

“Menjaga jarak dan memakai masker sehingga pelaksanaan program padat karya tunai tidak mengganggu upaya kita dalam memutus rantai penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Presiden sendiri melihat sejumlah kementerian memiliki program-program yang dalam implementasinya bisa dikaitkan dengan padat karya tunai. Seperti program-program yang ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta di Kementerian BUMN.

Selain itu, padat karya tunai juga dapat diterapkan secara masif menggunakan skema dana desa. Kepala Negara mengatakan bahwa dana desa dalam situasi saat ini setidaknya dapat dimanfaatkan untuk dua hal, yaitu sebagai bantuan sosial bagi warga yang terdampak serta sebagai program padat karya tunai di desa-desa.

“Laporan yang saya terima di akhir Maret 2020, dana desa yang tersalur baru 32 persen yaitu hanya pada posisi angka Rp9,3 triliun dari pagu tahap yang pertama sebesar Rp28 triliun. Artinya kalau dari total Rp72 triliun, itu baru 13 persen. Masih kecil sekali,” ujarnya.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo menginstruksikan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk membuat pedoman dan memberikan panduan agar program padat karya tunai dengan memanfaatkan skema dana desa tersebut dapat terlaksana secara masif dan tepat sasaran.

“Ini harus diberikan prioritas pada keluarga-keluarga miskin, pengangguran, atau yang setengah menganggur. Kalau bisa memang upah kerja itu diberikan setiap hari. Tapi kalau tidak bisa ya satu minggu,” tuturnya.

Jakarta, 7 April 2020

(Sumber: Biro Pers, Media dan Informasi Setretariat Presiden)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam melakukan rapat bersama Forkopimda Kabupaten, Inspektur, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (KA BPKAD), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta melalui Video Converence (ViCon) dengan Direktur CV. Era Konstruksi, di ruang Video Conference Sekretaris Daerah,  Rabu (11/04/2020).

Mengawali rapat, Bupati meminta kepada unsur Forkopimda untuk memberikan masukan tentang besaran yang dilakukan oleh BPK, “Hari ini saya ingin mendapatkan masukan dari Forkopimda terkait besaran biaya, apakah besaran jumlah ini sudah sesuai dengan besarannya dan lain-lain supaya  semuanya ini tidak mau sampai ke ranah hukum,” ucap Bupati.

“Kemudian yang kedua terkait instruksi pemerintah pusat, seperti yang kita ketahui bahwa saat ini sudah banyak instruksi dari pemerintah pusat. Apakah instruksi itu berkaitan dengan tempat pelaksanaan sholat. Sholat Jumat kemudian sholat tarwih,” lanjut Rais Adam.

“Dalam instruksi itu sudah jelas oleh Menteri Agama sudah melarang untuk melaksanakan sholat jama’ah. Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTNU) lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pimpinan Organisasi Islam. Nah kita perlu bahas mengenai sikap kita terhadap instruksi tersebut. Jadi itu dua hal yang akan kita bahas dalam rapat kali lni”, sambung Rais Adam.

Selanjutnya pada kesempatan ini juga perwakilan dari Dinas PU memaparkan materi tentang pematangan lahan lokasi eks MTQ, “Dalam pematangan lahan ini terdiri dari dua materi, yang satu progresnya 95% dan yang satu 85%, artinya yang 95% itu sesuai dengan kondisi real yang ada sekarang dan yang 85% itu rencana akan diterangkan lagi oleh CV. Era Konstruksi”. (TrisKominfo)

Liang, BanggaiKep.go.id – Himbauan Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah ditanggapi positif oleh masyarakat desa Liang, Sabtu, (11/04/2020).

Tidak terkecuali Pemuda dan Mahasiswa di Desa Liang Kecamatan Liang Kabupaten Banggai Kepulauan, mereka yang terdiri dari berbagai universitas tinggi sangat antusias dalam membagikan masker secara gratis kepada warga desa guna membantu mencegah penyebaran Covid-19 di desa Liang.

“Masker ini didapat dari penggalangan donasi yang kami lakukan beberapa waktu lalu, dan hasilnya Alhamdulillah terkumpul sekitar 291 buah masker”, kata Moh. Amin sebagai salah satu mahasiswa sekaligus pencetus ide pembagian masker gratis.

“Pembagian masker kami prioritaskan kepada warga yang kurang mampu dan lansia diseluruh desa Liang dan sub desa Pal, karena menurut kami mereka yang tergolong sangat rentan terpapar virus ini, dengan jumlah masker yang terbatas, kami membagikannya satu rumah satu masker itupun masih ada yang belum kebagian”, jelas Amin.

Lanjutnya, “Tanggapan masyarakat sangat positif, bahkan ada yang meminta untuk dibagikan satu orang satu masker. Tapi karena persediaan kami terbatas sehingga kami harus membagikannya juga secara terbatas”, kata Amin.

Amin juga mengungkapkan harapannya serta mendoakan masyarakat, “Saya berharap masih ada donatur yang membantu memfasilitasi program pembagian masker gratis ini agar seluruh masyarakat desa Liang bisa mendapatkan dan menggunakan masker ketika berada diluar rumah dan Semoga Allah selalu melindungi kita semua dari bahaya dan musibah yang ada saat ini”, tutup Amin. (TrisKominfo)

Liang, Banggaikep.go.id – Untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19), Pemerintah Desa Liang melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah warga, Kamis, (09/04/2020).

Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dari tim relawan Covid-19 yang ada di Desa Liang Kecamatan Liang Kabupaten Banggai Kepulauan. Dengan penuh semangat, tim relawan yang didampingi oleh Polsek dan Puskesmas Liang lakukan penyemprotan dari rumah ke rumah di seluruh desa Liang.

“Saya sangat senang dengan adanya penyemprotan disinfektan ini, agar kita semua terhindar dari Virus-virus yang bisa mendatangkan penyakit termasuk Covid-19”, ucap Lia salah satu warga desa Liang.

Dalam kesempatan ini juga, Pemdes Liang menyampaikan, “Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini dan rencananya dilakukan selama 2 hari untuk seluruh rumah warga, namun berkat bantuan adik-adik mahasiswa dan karang taruna kegiatan ini telah selesai hanya dalam waktu 1 hari” jelas Ruslan Lamada selaku Sekretaris Desa.

“Kantor desa ini juga kami fungsikan sebagai Posko Relawan Covid-19 desa Liang, agar masyarakat yang merasa ada gejala-gejala Covid bisa langsung datang kesini,” lanjut Ruslan.

Sekdes Ruslan juga mengungkapkan harapannya “Semoga dengan adanya penyemprotan ini desa Liang terhindar dari Covid-19 dan semoga wabah pandemi ini cepat berlalu”, harap Ruslan. (TrisKominfo)

Leme-leme Bungin, BanggaiKep.go.id – Kapal pengangkut penumpang penyebrangan antar pulau Luwuk-Leme-leme dan sebaliknya, KM. Puspita Sari pada hari Rabu (8/4/2020) mengalami musibah kandas di rep dalam perjalanan dari Luwuk dengan tujuan pelabuhan Leme-leme kira-kira pada pukul 16.30, dengan jarak yang masih harus ditempuh kurang lebih 1 Mil jauhnya dari pelabuhan Leme-leme.

Beruntung saat insiden itu terjadi Tim Relawan Covid-19 Kecamatan Buko sudah berada ditempat sehingga dengan sigap Anggota Polsek Buko yang ada di pelabuhan langsung memerintahkan perahu milik nelayan (perahu pajala) dan beberapa bodi batang milik nelayan dan Speed Desa Leme-leme Bungin untuk mengevakuasi para penumpang yang berada di KM. Puspita Sari.

Proses evakusi penumpang berjalan dengan lancar dan tidak ada korban dan kerugian harta benda dari insiden kandasnya KM. Puspita Sari ditengah laut.

Sampai berita ini diturunkan Nahkoda dan ABK KM. Puspita Sari tidak bisa dikonfirmasi oleh jurnalis DisKominfo BanggaiKep, apa yang menjadi penyebab kapal kandas di rep, dikarenakan kapal masih berada ditengah laut. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Guna memastikan pencegahan penyebaran dan memutus mata rantai Corona Virus Desianse 2019 (Covid-19) di Kabupaten Banggai Kepulauan, khususnya wilayah Kecamatan Buko pada hari Selasa (7/4/2020) Anggota DPRD Kab. Banggai Kepulauan melaksanakan kegiatan monitoring.

Monitoring penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kecamatan Buko dilakukan Anggota Komisi I DPRD Kab. Banggaikep yang yakni Ketua Komisi I DPRD Irwanto T. Bua beserta 3 orang anggota lainnya yakni Esrim Elim Welong, H.Suhardin Sabalino, Fice Siska Delengan dan Samsul Saimbi.

H. Suhardin Sabalino yang lebih akrap dipanggil dengan sebutan Haji Muda saat dijumpai oleh jurnalis DisKominfo BanggaiKep di Pelabuhan Leme-leme memaparkan tujuan pelaksanaan monitoring ini adalah memastikan pelaksanaan pencegahan guna memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 disemua kecamatan di Banggai Kepulauan berjalan lancar.

“Mengiventarisir apa yang menjadi kebutuhan dari Tim Pencegahan Covid-19 dimasing-masing kecamatan, sehingga kami sebelum ke pelabuhan sudah terlebih dulu menjumpai Camat Buko dan Kepala PKM Tataba guna memastikan apa yang menjadi kebutuhan dari tim penanganan dan pencegahan Covid-19 agar segera dianggarkan sebab dalam waktu dekat ini DPRD BanggaiKep akan melaksanakan rasionalisasi APBD 2020 sehubungan adanya bencana covid-19 ini”, ujar Haji Muda.

Anggota Komisi I DPRD Kab. Banggai Kepulauan juga turun langsung ke pelabuhan guna memantau pelaksanaan Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko dalam pencegahan Covid-19 melalui pemeriksaan dan pendataan penumpang yang baru tiba balik dari Luwuk dan Luar Daerah. (AmosKominfo)

Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Guna memaksimalkan pelayanan Pemerintah Desa Sambulangan kepada masyarakat sejak berakhirnya masa jabatan Kepala Desa Sambulangan yang dijabat oleh Plt. Kades Sambulangan Hajis Hajim, S.Sos pasca diberhentikanya Kades Sambulangan atas tuntutan masyarakat, berdasarkan perintah Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam, Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, MAP melaksanakan pelantikan Pj. Kades Sambulangan Kecamatan Bulagi Utara.

Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, MAP saat dikonfirmasi melalui Via Telepon oleh jurnalis DisKominfo BanggaiKep membenarkan bahwa telah melaksanakan pelantikan Pj. Kepala Desa Sambulangan pada hari Selasa (7/4/2020).

Menurut Edison pelantikan Pj. Kades Sambulangan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Banggai Kepulauan Nomor 134 Tahun 2020, pelantikan Hajis Hajim, S.Sos sebagai Pj. Kepala Desa Sambulangan dilaksanakan pada hari Selasa (7/4/2020) yang bertempat di balai rakyat Desa Sambulangan dihadiri oleh Kapolsek Bulagi/Bulagi Utara, Kades se Bulagi Utara, Ketua dan Anggota BPD Sambulangan, aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat.

Dalam sambutannya Edison berharap Pj. Kades Sambulangan agar bekerja lebih maksimal demi lancarnya program pembangunan dan lancarnya pelayanan bagi masyarkat desa.

Hajis Hajim, S.Sos sebelumnya juga adalah Plt. Kades Sambulangan dan juga merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan pada Kantor Camat Bulagi Utara. (AmosKominfo)

 

Malanggong, BanggaiKep.go.id – Menindak Lanjuti Instruksi Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam dan hasil Rapat Koordinasi Camat Buko dan Kepala Desa serta Ketua BPD se Kecamatan Buko pada beberapa waktu yang lalu, setelah membentuk Tim Relawan Covid-19 Tingkat Desa pada hari Senin (6/4/2020) Pemdes Malanggong mulai bergerak dalam upaya pencegahan penyebaran Virus corona (Covid-19).

Kepala Desa Malanggong Isak Monggilali pasca terbentuknya Tim Relawan Covid-19 Desa Malanggong, Beliau langsung memerintahkan Tim bersama Aparat Desa dan Anggota Linmas Desa Malanggong melakukan upaya pencegahan Covid-19 yang diawali dengan penyemprotan Disinfektan dirumah warga dan sarana umum yang ada di Desa Malanggong.

Penyemprotan Disinfektan oleh Tim Relawan Covid-19 Desa Malanggong dilaksanakan pada hari Selasa (7/4/2020) kegiatan ini didampingi oleh Tenaga Medis PKM Tataba dan Babinkamtibmas Desa Malanggong.

Segala kebutuhan sehubungan dengan penyemprotan disinfektan baik tengki penyemprotan dan cairan Disinfektan disiapkan oleh Pemerintah Desa Malanggong yang bersumber dari Dana Desa (DD). (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Dalam upaya bersama melakukan pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Desianase 2019 (Covid-19) di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan khususnya Desa Tataba Kecamatan Buko, semua komponen yang ada terus bersinergi bersama.

Pemdes Tataba bersama BPD Tataba dan Babinkantimas Desa Tataba didampingi oleh Tenaga Kesehatan PKM Tataba melaksanakan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan cara penyemprotan Disinfektan di wilayah Desa Tataba baik sarana umum dan rumah warga yang dilaksanakan pada hari Selasa, (7/4/2020).

Kades Tataba Muhri Mapata menyampaikan, “Ini adalah langkah awal dari kami dari guna melakukan pencegahan Covid-19 di Desa Tataba dengan melakukan penyemprotan Disinfektan bekerjasama dengan Babinkantimas serta tenaga Kesehatan PKM Tataba”.

Saat ditanya tentang Tim Relawan Covid-19 di Desa Tataba, Muhri menyampaikan “Itu sudah terbentuk setelah selesai rakor dengan Camat buko pada minggu yang lalu bahkan SKnya pun sudah dikirim kepada Camat Buko” ujar Kades Tataba.

Lanjut Muhri, “Kami pun selaku pemerintah Desa terus menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada dan menerapkan sosial Distancing, bahkan budayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (AmosKominfo)