Salakan, BanggaiKep.go.id – Bank Indonesia bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggelar kegiatan layanan penukaran uang sekaligus edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah di gedung BPU Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Bangkep, Senin (22/9/2025).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Pj Sekda Bangkep Suripto Nurdin, Komandan KRI Lumba-lumba 881 Letkol Laut (P) Guntur Prastiyawan, Deputi Bank Indonesia Perwakilan Sulteng Glenn Nataniel Pandelaki, unsur TNI, pemerintah kecamatan, kepala desa, pelajar SMA 1 Tinangkung, serta masyarakat Kelurahan Salakan.

Acara dimulai dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan dengan sambutan dari deputi BI, komandan KRI Lumba-lumba, dan Pj Sekda Bangkep, yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam membentuk generasi muda yang mengerti makna rupiah sebagai simbol kedaulatan negara serta peran TNI AL dalam mendistribusikan rupiah ke wilayah 3T (terdepan, terluar, terpencil).

“Semoga menjadi harapan kami smua dalam upaya untuk menumbuhkan kecintaan, kebanggaan dan pemahaman rupiah yang lebih baik melalui pengenalan ciri-ciri dan cara merawat rupiah, meningkatkan kebanggaan rupiah melalui pengenalan sejarah uang serta memberikan pemahaman rupiah yang memiliki fungsi penting dalam perekonomian Indonesia oleh perwakilan Bank Indonesia,” ucap Sekda.

Deputi BI juga memaparkan metode edukasi praktis untuk mengenali keaslian rupiah, seperti teknik 3D (dilihat, diraba, diterawang) dan 5J (jangan dilipat, dicoret, distaples, diremas, atau dibasahi).

“Kami berharap para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik agar dapat menjadi agen edukatif dilingkungan sekolah masing-masing,” ujarnya.

“Kami juga akan mendemonstrasikan teknik mengenali keaslian Rupiah melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta teknik 5J (Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan distaples, Jangan diremas, dan Jangan dibasahi), sebagai bagian dari edukasi praktis mengenai pentingnya merawat dan menjaga Rupiah”.

Dalam Sambutan Komandan KRI Lumba Lumba 881 juga menekankan pentingnya gerakan Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP Rupiah)sebagai wujud bela negara dan kedaulatan bangsa, dengan TNI AL mendukung BI dalam distribusi rupiah ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

TNI AL berperan krusial dalam program ERB dengan menyediakan kapal perang untuk mendistribusikan uang rupiah, baik baru maupun yang layak edar, ke daerah 3T.

Distribusi rupiah oleh TNI AL juga bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan kesadaran masyarakat di wilayah perbatasan terhadap mata uang negara.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Bank Indonesia, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, terutama melalui distribusi uang baru atau layak edar menggantikan uang lusuh di daerah-daerah terpencil. Acara ditutup sekitar pukul 10.40 WITA dengan situasi yang aman dan kondusif. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pada hari Senin, 22 September 2025, sekitar pukul 09.00 WITA di Kota Salakan telah berlangsung aksi damai oleh Aliansi Masyarakat Adil Sejahtera Desa Lumbi-Lumbia, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan.

Massa aksi berjumlah sekitar 24 orang dengan koordinator lapangan Mahyudin Kohida. Aksi menggunakan mobil Daihatsu Gran Max DB 8062 DC dilengkapi sound system.

Tuntutan massa aksi meliputi: Dugaan ketidaktransparanan pengelolaan dana desa, Pengadaan perahu fiber yang tidak sesuai pembagian dan Permasalahan pengadaan hewan ternak (sapi).

Pada pukul 09.45 WITA massa diterima DPRD Bangkep dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama perwakilan komisi DPRD, Inspektorat (Jasto Pulia), serta perwakilan aliansi.

Aliansi menyampaikan dugaan korupsi dana desa, ketidaksesuaian pengadaan perahu fiber, serta keterlambatan realisasi bantuan tahun 2024–2025. Aliansi juga meminta agar RDP selanjutnya dapat digelar di Desa Lumbi-Lumbia.

DPRD Bangkep menanggapi dengan menyatakan DPRD hanya memfasilitasi dan menekankan perlunya menghadirkan kepala desa, camat, dan inspektorat. DPRD berjanji akan menggelar RDP lanjutan.

Inspektorat (Jasto Pulia) menegaskan akan melakukan pemeriksaan sesuai prosedur dan melaporkan hasilnya ke Bupati. Inspektorat juga mengimbau massa untuk tetap tertib serta mengingatkan kepala desa agar menyelesaikan masalah melalui musyawarah terlebih dahulu. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, Banggai Kepulauan – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan rangkaian kegiatan strategis dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah Tahun 2025–2029.

Kegiatan ini diawali dengan Desk Verifikasi Renstra Perangkat Daerah yang berlangsung pada 10–12 September 2025 di Kantor Bappeda dan Litbang, Salakan. Desk ini diikuti oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas P3AP2KB, Dinas Pencatatan Sipil, serta OPD teknis lainnya.

Selanjutnya, pada 17–19 September 2025, Bappeda dan Litbang menyelenggarakan Rapat Identifikasi Awal Indikator Kinerja Kunci (IKK) dan Cascading Kinerja Perangkat Daerah. Forum ini bertujuan memastikan keterkaitan antar indikator kinerja dengan target pembangunan daerah, sekaligus memperkuat penyelarasan Renstra OPD dengan RPJMD Kabupaten Banggai Kepulauan.

Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan pula Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelarasan Indikator hingga Selaras ke Penganggaran. Kegiatan ini menjadi bagian penting agar indikator kinerja yang telah ditetapkan dapat diimplementasikan secara konsisten dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.

Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Banggai Kepulauan, Dr. Ariyono Orab, S.Pd., S.Sos., MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan RPJMD dan Renstra Perangkat Daerah Tahun 2025–2029.

“Seluruh perangkat daerah diharapkan mampu menyusun dokumen perencanaan yang lebih terukur, selaras dengan visi misi kepala daerah, serta terintegrasi dalam sistem penganggaran daerah,” ujar Ariyono.

Rangkaian kegiatan yang melibatkan lintas perangkat daerah ini diharapkan dapat memperkuat konsistensi perencanaan pembangunan Kabupaten Banggai Kepulauan, sehingga capaian pembangunan dapat terukur secara jelas dan selaras dengan arah kebijakan nasional maupun daerah. (Sumber: Bidang Sosbud Bappeda dan Litbang)

Ambelang, BanggaiKep.go.id- Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banggai Kepulauan kembali melaksanakan kegiatan dalam rangka program “Satpol PP Berkah Seru (Siswa Sekolah dan Guru)” yang kali ini berlangsung di SMP Negeri 3 Tinangkung, Desa Ambelang, Senin (22/9/2025).

Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi tugas dan fungsi Satpol PP dan Damkar dalam penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat sebagaimana diatur dalam peraturan daerah. Fokus utama kegiatan adalah sosialisasi Pasal 21 ayat (1) Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum yang menegaskan:

“Setiap pelajar dilarang berada di luar lingkungan sekolah pada jam pembelajaran, kecuali untuk kepentingan tertentu dan atas izin dan/atau diketahui oleh pihak sekolah yang dibuktikan dengan surat keterangan/izin.”

Selain sosialisasi perda, kegiatan juga dirangkaikan dengan simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Turut hadir Anggota Sat Pol PP dan Pemadam kebakaran serta Siswa-siswi SMP Ambelang. (Roy-KOMDIGI)

Palu, BanggaiKep.go.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan penelitian pengembangan (Bappeda & Litbang) Kabupaten Banggai Kepulauan mengikuti Best practice Penyusunan Logical Framework Kinerja Terintegrasi Perangkat Daerah melalui aplikasi Berkah Selaras.

Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 15 Juli 2025 dan 1–4 September 2025 dilakukan di Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Palu, sebagai tindak lanjut dari adopsi sistem Berani Selaras.

Bimtek ini merupakan bagian dari implementasi Rancangan Aksi Perubahan “Berkah Selaras” dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator Tahun 2025. Kegiatan tersebut bertujuan memperoleh pembelajaran, arahan teknis, serta praktik terbaik (best practice) dari Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah untuk mendukung penyempurnaan dan penerapan sistem di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Study banding best practice pertama dilakukan pada tanggal 15 Juli 2025 dihadiri oleh Kepala Bidang Makro, Kabid Sosbud, Kabid Ekonomi, Kabid Fispra dan berapa fungsional bappeda & litbang dan ortal Bangkep.

Study banding Best Practice kedua dilakukan selama 4 hari. Pada hari kedua dan ketiga, yakni 2–3 September 2025, kegiatan dihadiri oleh Hermanto Mar’un, S.P.,M.P (Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setda Sulteng) dan Fitriah Bidalo, S.Si.,M.Si (Kabid Perencanaan Sosial Budaya Bappeda dan Litbang Banggai Kepulauan).

Sementara itu, Tim Arsitektur Kinerja Provinsi Sulawesi Tengah yang hadir antara lain: Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Provinsi Sulteng, Mappatoba Andi, S.H., M.Eng. – Wakil Koordinator Tim Teknis, Azwan, S.Pi., M.Si. – Staf Bidang Perekonomian dan SDA Bappeda Provinsi Sulteng, Nurezqi, S.E., M.M. – Staf Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Provinsi Sulteng, Ario Sadewo Putra, S.P.W.K. – Staf Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Provinsi Sulteng.

Adapun tujuan Bimtek ini untuk memperkuat sistem cascading kinerja dan penganggaran terintegrasi. Hasil kegiatan yang diharapkan mencakup: Kemudahan mengukur kinerja perangkat daerah dan individu ASN, Ketepatan pencapaian target kinerja perangkat daerah dan ASN, Evaluasi kinerja yang objektif sebagai dasar pemberian reward dan punishment, Mengukur ketercapaian visi dan misi kepala daerah dan Peningkatan nilai SAKIP Pemerintah Daerah serta peluang memperoleh reward Rp12 miliar dari pemerintah pusat.

Dengan adanya kegiatan ini, Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah berharap implementasi aplikasi Berkah Selaras dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah berbasis kinerja dan akuntabilitas. (Sumber: Bidang Sosbud Bappeda Bangkep)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) melaksanakan sosialisasi Program Makanan Bergizi Nasional (MBG), Program ini bertujuan untuk bagaimana ke depan bisa meningkatkan sumber daya manusia dan Bangsa ini, kemudian bagaimana bisa menurunkan stunting dan gizi buruk serta bagaimana bisa meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak, Senin (22/09/2025).

Kegiatan bertempat di Aula Bappeda dan Litbang dan di hadiri Dandim L/B 1308, Ketua DPRD, Kepala Kantor PPG Prov. Sulteng, Kapolres, Kajari, Ketua Bawaslu, Ketua KPU, Kepala OPD Lingkup Pemda serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyampaikan terima kasih dan ucapan selamat datang kepada Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Rudi setiawan bersama rombongan yang berkesempatan hadir bersama di Banggai Kepulauan.

“Agenda pertemuan kita sosialisasi program makanan bergizi gratis kita tahu bersama bahwa program ini adalah program dari Pemerintah pusat yang tentu didukung oleh seluruh pemerintah baik provinsi maupun kabupaten seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Rusli.

Menurutnya, anak-anak yang terdampak keracunan makanan bergizi gratis (MBG) bukanlah disebabkan oleh programnya yang keliru, tetapi tata kelola di dapur, “Ke depan harus benar-benar mendapat perhatian dan pengawasan yang tepat sehingga apa yang terjadi di tempat ini tidak terulang lagi,” tegas Bupati.

“Kita berharap insyaallah ke depan yang menjadi pelajaran penting bagi kita semuanya sehingga tujuan yang mulia ini Insyaallah bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat Banggai Kepulauan khususnya,” tambahnya.

“Saya secara pribadi maupun Pemerintah Daerah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada kita semuanya pada masyarakat umum,” ujar Rusli.

Ia melaporkan bahwa pasien kurang lebih 200 lebih sudah kembali ke rumah dan dinyatakan sehat, “Ada beberapa yang sedang dirawat tapi alhamdulillah kondisinya tidak ada yang kritis semuanya tinggal menunggu waktu untuk kembali ke rumah,” tuturnya.

Dalam sambutan Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III Rudi Setiawan mengatakan bahwa beliau merupakan penanggung jawab di wilayah III. “Saya bertanggung jawab di Wilayah III, jadi kalau pembagian wilayah kita di bagi menjadi tiga wilayah, wilayah satu Pulau Sumatera dari mulai Aceh sampai Lampung membawahi 10 Provinsi kemudian itu wilayah 2 Pulau Jawa dan Madura membawahi 8 Provinsi dan kami wilayah tiga membawahi 22 Provinsi dari mulai Kalimantan, Bali, Sulawesi, Ntt, Ntb, Maluku, Maluku Utara sampai Papua,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan bahwa Tugasnya selain melaksanakan pemantau dan pengawasan tugasnya juga apabila ada kejadian-kejadian luar biasa, beliau akan datang ke wilayah tersebut. “Jadi kami datang ke wilayah kabupaten Banggai Kepulauan ini kesannya jadi tidak baik karena ada kasus ini,” katanya.

Kunjungan ini menekankan fokus pada penanganan kasus dan pemulihan pasien pasca insiden keamanan pangan terkait program MBG di Banggai Kepulauan.

Saat ini juga banyak beredar di masyarakat oknum-oknum yang mengatasnamakan BGN kemudian yayasan yayasan mengatasnamakan BGN, intinya adalah meminta sejumlah dana bahwa apabila mitra ingin bermitra dengan BGN yang jadikan dapur itu tidak dipungut biaya sepeserpun, kalau ada itu berarti penipuan nanti akan diproses oleh pihak Kepolisian.

“Jadi pesan yang akan saya sampaikan dari video tersebut adalah bahwa program makan bergizi gratis ini bukan program dadakan, program yang tiba-tiba ditimbulkan oleh bapak presiden pada saat debat jadi program ini pada saat bapak presiden masih menjabat sebagai menteri pertahanan beliau sudah membuat satu dapur percontohan pada bulan januari 2024 di kabupaten warungkiara kecamatan morgan kabupaten sukabumi,” pungkasnya.

“Januari 2024 dari sebuah ruko yang disekat untuk dijadikan dapur percontohan, kemudian mengapa perlu dilakukan evaluasi dapur harus distandarisasi secara National karena kita memberikan makan bergizi jadi dapur dapur nanti yang akan dilibatkan dalam program ini harus ada standar memenuhi 16 syarat yang harus ada di dalam dapur, jadi tidak bisa seenaknya apabila mitra ingin membangun dapur secara sendiri, harus di standarisasi,” jelasnya. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Direktur Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah III, Kol. Arm. Rudi Setiawan, S.IP., M.Han, melakukan kunjungan kerja ke RSUD Trikora, dalam rangka meninjau langsung kondisi pasien terdampak kejadian luar biasa terkait program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan, Minggu (21/9/2025).

Kunjungan ini turut didampingi oleh Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST., MT., AIFO, bersama unsur Forkopimda dan pejabat terkait lainnya, sebagai bentuk perhatian dan evaluasi bersama atas peristiwa yang menjadi perhatian nasional tersebut.

Dalam penyampaiannya, Direktur RSUD Trikora, dr. Feldy Deki, SpB, FinaCS, menyampaikan ucapan syukur atas kunjungan tersebut serta menyampaikan perkembangan penanganan pasien:

“Sejak tanggal 17 hingga dini hari 21 September 2025, total kunjungan mencapai 338 pasien. Dari jumlah itu, sebanyak 317 pasien sudah pulang, 88 kasus tercatat sebagai pasien yang sempat kembali, dan saat ini tersisa 21 pasien yang masih dalam perawatan,” ungkap dr. Feldy.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat untuk pengadaan alat kesehatan, serta perlunya perhatian terhadap kesiapan rumah sakit dalam menangani kejadian serupa di masa mendatang.

Selanjutnya Direktur BGN Wilayah III Kol. Arm. Rudi Setiawan dalam arahannya menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang menimpa ratusan siswa akibat makanan yang dikonsumsi melalui program MBG. Ia menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat di dapur pelayanan gizi.

“Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Mulai dari proses pemasakan, pemilihan bahan baku, hingga distribusi makanan, semuanya harus sesuai prosedur dan diawasi dengan ketat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar dapur-dapur penyedia makanan bergizi harus dilengkapi water heater, peralatan higienis, serta petugas yang bekerja sesuai standar. Pemerintah melalui BGN juga akan terus memberikan dukungan anggaran dan perlindungan kerja, termasuk jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh relawan dan tenaga dapur.

“Yang menggaji Bapak/Ibu adalah pemerintah, bukan mitra. Bekerjalah dengan hati dan ikhlas, karena kita melayani anak-anak kita. Jangan ada bahan makanan kadaluarsa, jangan ada yang membawa pulang makanan. Ini semua untuk kebaikan bersama,” pungkasnya.

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST.,MT dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan memberikan perhatian atas peristiwa ini, khususnya Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN Wilayah III serta tim dari RS Wahidin.

“Kita semua belajar dari kejadian ini. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami di daerah untuk memperbaiki sistem pelayanan, khususnya pada sektor pemenuhan gizi,” kata Bupati.

Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjamin keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak penerima manfaat program MBG.

Turut hadir Ketua DPRD Banggai Kepulauan, Arkan Supu, S.Th.I., MH, Pj. Sekda Banggai Kepulauan, Suripto Nurdin, S.Sos, Dandim 1308/LB, Letkol Kav. Azhar Hamid, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Ryan Afriandi Setiawan Putra, S.T., Tenaga Pendukung Sarpras, Yudhi Riandy Pk Lamarauna, SSTP., MAP., Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Sulteng, Andre Paschal Lapod, Kepala Regional Prov. Sulteng, Fitri Utami, Wakil Regional Prov. Sulteng, Pj. Pabung 1308/LB, Letda Kav. Rahman R. Luande, Tim medis dari RS Wahidin Makassar dan jajaran RSUD Trikora Salakan. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, ST., MT., AIFO menerima kunjungan Direktur Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah III, Kol. Arm. Rudi Setiawan, S.IP., M.Han, bertempat di Rumah Jabatan Bupati Banggai Kepulauan, Sabtu (20/9/2025).

Kunjungan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, serta turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait. Hadir pula Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Provinsi Sulawesi Tengah Yudhi Riandy Pk Lamarauna, S.STP., M.AP., Kepala Regional Provinsi Sulawesi Tengah Andre Paschal Lapod, Wakil Regional Sulawesi Tengah Fitri Utami, Dandim 1308/LB Letkol Kav Azhar Hamid, Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Ronaldus Karurukan, S.I.K., serta Direktur RSUD Trikora Salakan dr. Feldy  Deki, Sp.B. FinaCS

Dalam penyampaiannya, Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN Wilayah III Kol. Arm. Rudi Setiawan menjelaskan mengenai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian penting dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

“SPPG merupakan unit layanan yang menyediakan makanan bergizi bagi murid sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta kelompok rentan lainnya. Selain itu, SPPG juga berfungsi mengelola dapur umum yang memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan gizi,” jelas Rudi Setiawan.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa fungsi utama SPPG adalah memastikan mutu menu, kandungan gizi, penyimpanan, hingga distribusi makanan, sehingga benar-benar bermanfaat bagi penerima. BGN menargetkan pembangunan 30.000 unit SPPG di seluruh Indonesia, dan hingga saat ini ribuan unit telah beroperasi.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja, Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN Wilayah III bersama rombongan dijadwalkan melakukan peninjauan ke RSUD Trikora Salakan dan Dapur MBG Kabupaten Banggai Kepulauan pada Minggu (20/9/2025).

Kegiatan penerimaan tamu ini berjalan aman, lancar, serta mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat program pemenuhan gizi masyarakat, khususnya di Kabupaten Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO BANGKEP)

Salakan, BanggaiKeo.go.id – Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat bersama tim medis tiba di Kabupaten Banggai Kepulauan pada Sabtu, (20/9/2025) melalui Lapangan RTH Salakan, Jalan Bukit Trikora, Kelurahan Salakan, Kecamatan Tinangkung.

Kehadiran tim ini didampingi langsung oleh Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan sebagai langkah percepatan penanganan korban insiden keamanan pangan yang terjadi beberapa hari terakhir.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua BGN Pusat bersama tenaga medis spesialis dari RSUP Wahidin Makassar dan RS Dody Sardjoto, dengan dukungan penuh unsur TNI AU dan tim protokoler BGN. Turut serta tim medis yang membawa berbagai perlengkapan obat-obatan penting untuk menunjang penanganan pasien di RSUD Trikora Salakan.

Penyambutan kedatangan tim pusat ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Banggai Kepulauan Suripto Nurdin, Dandim 1308/LB Letkol Kav Azhar Hamid, Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Ronaldus Karurukan, Ketua DPRD Banggai Kepulauan Arkam Supu, unsur Kodim, serta Direktur RSUD Trikora Salakan dr. Fedly Deki.

Setelah penyambutan, rombongan langsung meninjau situasi pasien dan menggelar rapat bersama Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan di RSUD Trikora Salakan.

Direktur RSUD Trikora, dr. Fedly, melaporkan bahwa sejak 17 September hingga 20 September 2025, tercatat sebanyak 335 pasien masuk, 301 di antaranya sudah dinyatakan pulih dan dipulangkan, sementara 34 pasien masih dalam perawatan. Seluruh update data pasien selanjutnya akan disampaikan secara resmi melalui direktur rumah sakit agar tidak terjadi simpang siur informasi.

Sementara itu, tim dokter spesialis menyampaikan kondisi pasien, termasuk tiga pasien yang dirawat di ICU dalam keadaan stabil dan tidak mengalami gejala kerusakan syaraf. “Yang perlu diperhatikan adalah dukungan psikis pasien, karena banyak dari mereka mengalami kecemasan,” jelas salah satu dokter.

Kapolres Banggai Kepulauan, AKBP Ronaldus Karurukan, menambahkan bahwa kepolisian telah melakukan pengamanan di RSUD Trikora, mengevakuasi pasien dari puskesmas, serta mengamankan dapur sehat. Pihak kepolisian juga telah memeriksa 20 saksi dan mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium kesehatan masyarakat Donggala.

Pada pukul 16.00 WITA, konferensi pers dilaksanakan di ruang rapat RSUD Trikora bersama Tim Investigasi BGN dan jajaran medis. Dalam penyampaiannya, dr. Fedly menegaskan bahwa sebagian besar pasien menunjukkan gejala awal berupa pusing, sakit kepala, sesak napas, mual, nyeri dada, dan gatal-gatal. Sebagian besar pasien merupakan pelajar SD, SMP, dan SMA.

Hingga Sabtu (20/9) pukul 10.48 WITA, dari 335 pasien yang dirawat, 171 telah pulih dan dipulangkan, sementara 34 pasien masih menjalani perawatan. Pihak rumah sakit bersama tim BGN terus melakukan monitoring intensif dan penanganan sesuai rekomendasi dokter spesialis.

“Dengan dukungan tenaga medis dari pusat serta kolaborasi lintas sektor, kami akan terus memaksimalkan pelayanan medis dan memberikan informasi resmi kepada publik secara berkala,” ujar dr. Fedly.

Kehadiran Ketua BGN Pusat dan tim medis di Banggai Kepulauan mendapat apresiasi dari masyarakat dan pemerintah daerah. Selain memperkuat layanan kesehatan darurat, langkah ini juga menjadi bagian dari evaluasi bersama untuk memperbaiki pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Banggai Kepulauan.

“Program MBG adalah program nasional yang baik. Tugas kita bersama adalah memastikan pelaksanaannya berjalan aman, sehat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup dr. Fedly.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar dengan pengamanan ketat dari aparat TNI-Polri serta dukungan penuh Pemda Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO BANGKEP)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap musibah yang menimpa para pelajar di wilayah Ibu Kota Salakan, Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Banggai Kepulauan menyalurkan bantuan dana kepada siswa-siswa yang terdampak kasus keracunan massal akibat program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Trikora Salakan, pada Sabtu, 20/09/2025.

Kejadian luar biasa (KLB) ini terjadi pada Rabu, 17 September 2025, yang menyebabkan ratusan pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA harus mendapatkan perawatan medis intensif di RSUD Trikora setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis yang diduga terkontaminasi.

Koordinator Presidium (Korpres) MD KAHMI Banggai Kepulauan yang di wakili Presedium MD KAHMI Banggai Kepulauan, Risno Salim serta serta para pengurus MD KAHMI dan  Kohati menyampaikan bahwa Kegiatan ini ada wujud Kepedulian Kami dan keprihatinan mendalam atas musibah keracunan massal akibat makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa pala Pelajar di Banggai Kepulauan, Penyerahan Donasi yang  dilakukan Jajaran Pengurus MD KAHMI BANGKEP Langsung memberikan kepada Orang Tua Siswa sebagai bentuk empati dan solidaritas dari keluarga besar KAHMI terhadap musibah yang di alami oleh pelajar Khususnya yang berada di Ibu Kota Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan. Dalam keterangannya, Risno Salim menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian mendalam dari keluarga besar KAHMI atas musibah yang menimpa para pelajar.

Sementara itu, Muslim Abd. Bakara, selaku salah satu pengurus MD KAHMI Banggai Kepulauan menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan aksi sosial  dari dukungan kolektif KAHMI di beberapa daerah Sulawesi Tengah Kami hadir di sini bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa doa, empati, dan solidaritas dari seluruh jajaran pengurus MD KAHMI Banggai Kepulauan. Ini adalah bentuk perhatian kami terhadap dunia pendidikan dan keselamatan anak-anak generasi penerus bangsa, Semoga ini bisa sedikit meringankan beban dan memberikan semangat bagi adik-adik pelajar serta keluarganya, ujarnya.

Sebagaimana diketahui, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat sebagai strategi besar membangun Generasi Emas Indonesia generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

Meskipun dalam pelaksanaannya masih menghadapi tantangan, termasuk peristiwa yang tidak diharapkan seperti di Banggai Kepulauan, namun semangat dan optimisme untuk terus menyempurnakan program ini tetap menjadi komitmen bersama. Kita berharap musibah ini menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak agar ke depan implementasi program MBG dapat berjalan lebih baik dan aman, demi masa depan anak-anak kita yang lebih cerah. (IKP- DeKy-KOMINFO)