Salakan, BanggaiKep.go.id — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banggai Kepulauan melanjutkan program FKUB Mengajar dengan menyasar pelajar tingkat SMA dan SMK di Kecamatan Tinangkung, Kamis, (8/10/2026).

Program tersebut dilaksanakan di dua titik, yakni SMKN 1 Tinangkung dan SMAN 1 Tinangkung. Kegiatan dimulai pukul 08.30 WITA dengan melibatkan pengurus FKUB, unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta sejumlah pihak terkait.

FKUB Mengajar diarahkan untuk memberikan penguatan kepada siswa dalam memahami moderasi beragama. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi pelajar dalam membangun sikap saling menghargai di tengah keberagaman agama dan latar belakang sosial.

Selain moderasi beragama, kegiatan ini juga menitikberatkan pada upaya membentengi siswa dari berbagai bentuk perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

Melalui pendekatan edukatif dan dialogis, para siswa diajak memahami pentingnya menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

Di SMKN 1 Tinangkung, tim FKUB dipimpin oleh Drs. Ahmad Yani. Tim tersebut beranggotakan Harson Misilan, Yudianto, Kaban Kesbangpol, Pa Putu, Pdt. Romi Egetan, Ita, Arahaman, dan Sarpin Dayanun.

Sementara di SMAN 1 Tinangkung, tim dipimpin Drs. Aswad U. Buhun, dengan anggota Zainuddin Adam, Jumaiyah Yusuf, Zainuddin Maloters, Kabid Kesbangpol, Pdt. Meiske, Kornelis, Yosalina, dan Riko.

Pelaksanaan FKUB Mengajar menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai kerukunan sejak bangku sekolah. Para pelajar tidak hanya didorong memahami keberagaman sebagai kenyataan sosial, tetapi juga memiliki sikap untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama.

FKUB berharap penguatan moderasi beragama di sekolah dapat mendorong tumbuhnya budaya saling menghormati dan mencegah munculnya tindakan diskriminasi maupun perundungan yang dapat mengganggu kenyamanan siswa dalam mengikuti proses pendidikan.

Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga tempat membangun karakter generasi muda yang mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Banggai Kepulauan yang akan diperingati pada 3 November 2026 mendatang.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat panitia HUT Kabupaten Banggai Kepulauan yang dihadiri Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey, Ketua Panitia HUT Banggai Kepulauan, serta jajaran panitia dan perangkat daerah terkait, Kamis (8/10/2026).

Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey dalam arahannya mengatakan bahwa rapat tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh persiapan HUT berjalan dengan baik, mengingat waktu pelaksanaan yang semakin dekat.

“Panitia sudah terbentuk. Hari ini kita membicarakan apa saja yang akan kita lakukan untuk menyambut, melaksanakan, maupun setelah pelaksanaan HUT Banggai Kepulauan,” ujar Serfi.

Ia menekankan bahwa salah satu hal penting yang harus segera dipersiapkan adalah pengelolaan tamu undangan. Dengan adanya rencana kehadiran pejabat dari tingkat nasional maupun provinsi, jumlah tamu yang datang diperkirakan akan cukup banyak.

Menurutnya, aspek akomodasi, khususnya penginapan, perlu mendapat perhatian serius. Jika Gubernur Sulawesi Tengah hadir, maka kemungkinan besar akan turut hadir jajaran OPD provinsi, ajudan, serta rombongan lainnya. Demikian pula dengan tamu dari luar daerah maupun kabupaten lain yang diperkirakan akan menghadiri kegiatan tersebut.

“Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana mengelola semua ini dengan baik. Tamu yang datang pasti banyak, sehingga penginapan dan kebutuhan lainnya harus kita persiapkan sejak awal,” jelasnya.

Serfi juga kembali mengingatkan arahan Bupati Banggai Kepulauan agar peringatan HUT dapat berlangsung semeriah mungkin, namun tetap dengan pengelolaan anggaran yang efisien.

“Semeriah mungkin, tetapi anggaran tetap kita tekan. Ini yang harus kita pikirkan bersama, bagaimana caranya kegiatan bisa berjalan dengan baik, masyarakat terlibat, tetapi tidak menggunakan anggaran secara berlebihan,” tegasnya.

Wakil Bupati berharap seluruh panitia dapat bekerja secara terkoordinasi dan segera mematangkan setiap kebutuhan, mulai dari rangkaian kegiatan, lokasi, sarana dan prasarana, akomodasi tamu, hingga kebutuhan teknis lainnya.

Dengan waktu pelaksanaan yang tinggal sekitar tiga minggu, seluruh persiapan diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga pelaksanaan HUT Kabupaten Banggai Kepulauan ke depan dapat berjalan lancar, meriah, dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam perayaan hari jadi daerah.

Sementara itu dalam laporannya, Ketua Panitia Suripto Nurdin menyampaikan bahwa panitia saat ini tengah mempersiapkan berbagai rangkaian kegiatan, termasuk pelaksanaan sayembara atau seleksi logo HUT yang akan menjadi identitas peringatan tahun ini. Logo tersebut diharapkan dapat disesuaikan dengan tema yang telah dipersiapkan dan ketentuan yang telah ditetapkan panitia.

“Untuk logo, kita akan melihat hasil yang masuk sesuai dengan ketentuan dan tema yang telah disiapkan. Nantinya beberapa logo yang sudah diterima akan ditampilkan untuk kita lihat dan sepakati bersama,” jelasnya.

Ketua Panitia juga menegaskan bahwa peringatan HUT Banggai Kepulauan tetap harus dilaksanakan secara meriah dengan melibatkan masyarakat, namun tetap mengedepankan efisiensi anggaran.

Menurutnya, sesuai arahan Bupati Banggai Kepulauan, perayaan HUT diharapkan mampu menghadirkan suasana yang semarak tanpa membebani anggaran daerah.

“Prinsipnya, HUT tetap dilaksanakan dengan meriah dan melibatkan masyarakat, tetapi dengan anggaran seminimal mungkin. Karena itu, kita perlu mengatur dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada,” ujarnya.

Rapat tersebut juga membahas rencana kegiatan dan jadwal kerja masing-masing seksi kepanitiaan. Setiap seksi diminta memaparkan rencana kegiatan sekaligus kebutuhan anggaran atau Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk selanjutnya dibahas dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

Selain dukungan anggaran yang telah tersedia dalam APBD, panitia juga membuka peluang adanya dukungan dari pihak lain, termasuk para donatur, sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Aspek lokasi pelaksanaan kegiatan turut menjadi pembahasan. Sejumlah lokasi diusulkan untuk menjadi tempat pelaksanaan rangkaian kegiatan, di antaranya Taman Kota Salakan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan kawasan alun-alun. Penentuan lokasi selanjutnya akan dibahas dan disepakati bersama panitia.

Terkait tamu undangan, panitia menyampaikan bahwa sejumlah tokoh dan pejabat direncanakan menghadiri puncak peringatan HUT Banggai Kepulauan pada 3 November 2026. Salah satunya adalah Profesor Dr. Sudan, yang direncanakan hadir bersama rombongan sekitar 20 orang.

Apabila Gubernur Sulawesi Tengah turut hadir, maka diperkirakan sejumlah pimpinan OPD dan instansi vertikal tingkat provinsi juga akan hadir dalam rangkaian peringatan tersebut. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Serfi Kambey yang juga selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Banggai Kepulauan, menyerahkan piagam penghargaan kepada adik-adik anggota Dewan Saka Adhyasta Pemilu Kwarcab Banggai Kepulauan, Rabu (7/10/2026).

Penyerahan piagam penghargaan tersebut berlangsung pada pukul 07.30 WITA, bertempat di Kantor Bawaslu Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Satuan Karya Adhyasta Pemilu Kwartir Cabang Banggai Kepulauan, para pimpinan Satuan Karya Pramuka, pembina dan pendamping, serta anggota Dewan Saka Adhyasta Pemilu.

Dalam kesempatan tersebut, Serfi Kambey menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi, semangat, serta partisipasi para anggota Dewan Saka dalam menjalankan kegiatan kepramukaan, khususnya melalui Saka Adhyasta Pemilu.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Serfi juga memberikan motivasi kepada seluruh anggota Dewan Saka agar terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta menjadi generasi muda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah.

“Adik-adik anggota Dewan Saka yang saya cintai dan saya banggakan, teruslah belajar, berkarya dan menjaga semangat kebersamaan. Jadilah generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” pesan Serfi.

Ia berharap pemberian piagam penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para anggota Dewan Saka untuk terus aktif dalam kegiatan kepramukaan serta memberikan kontribusi bagi kemajuan Gerakan Pramuka dan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan secara simbolis kepada anggota Dewan Saka Adhyasta Pemilu Kwarcab Banggai Kepulauan. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey memimpin Rapat Koordinasi Pemantauan Kinerja dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Semester I Tahun 2026, Kamis (8/10/2026).

Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Ruang Kerja Wakil Bupati Banggai Kepulauan, mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting berjalan secara efektif.

Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Serfi Kambey menekankan pentingnya pemantauan kinerja secara berkala serta sinergi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui capaian program, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta merumuskan langkah tindak lanjut yang tepat.

“Penanganan stunting membutuhkan kerja bersama dan koordinasi yang kuat dari seluruh pihak. Setiap OPD memiliki peran penting sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing,” ujar Serfi Kambey.

Ia berharap hasil pemantauan kinerja Semester I Tahun 2026 dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas intervensi, khususnya dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada keluarga serta kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program penurunan stunting.

Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta seluruh Kepala OPD terkait yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh pejabat masing-masing.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banggai Kepulauan kembali melaksanakan program FKUB Mengajar sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman moderasi beragama di kalangan pelajar sekaligus membangun karakter siswa yang toleran, saling menghargai dan bebas dari perundungan.

Kegiatan FKUB Mengajar tersebut dilaksanakan pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 08.30 WITA, dengan menyasar dua satuan pendidikan di Kecamatan Tinangkung, yakni SMKN 1 Tinangkung dan SMAN 1 Tinangkung.

Program ini menjadi ruang edukasi bagi para siswa untuk memahami pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah yang memiliki keberagaman latar belakang agama, sosial dan budaya.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diberikan penguatan mengenai nilai-nilai toleransi, saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Selain penguatan moderasi beragama, kegiatan FKUB Mengajar juga diarahkan untuk membentengi pelajar dari berbagai bentuk perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Para siswa didorong untuk membangun budaya sekolah yang aman, nyaman dan saling menghargai, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merendahkan, menyakiti maupun mendiskriminasi sesama.

Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua tim. Tim yang bertugas di SMKN 1 Tinangkung dipimpin oleh Drs. Ahmad Yani selaku ketua tim, bersama Harson Misilan, Yudianto, Kaban Kesbangpol, Bapak Putu, Pdt. Romi Egetan, Ibu Ita, Ibu Arahaman dan Sarpin Dayanun.

Sementara itu, tim yang bertugas di SMAN 1 Tinangkung dipimpin oleh Drs. Aswad U. Buhun, bersama Zainuddin Adam, Jumaiyah Yusuf, Zainuddin Maloters, Kabid Kesbangpol, Pdt. Meiske, Kornelis, Ibu Yosalina dan Bapak Riko.

Kegiatan FKUB Mengajar diharapkan tidak hanya menjadi agenda edukasi sesaat, tetapi dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam membentuk karakter generasi muda Banggai Kepulauan yang toleran, berkarakter, menghargai perbedaan dan mampu menolak segala bentuk perundungan.

Melalui sinergi antara FKUB, pemerintah daerah dan satuan pendidikan, nilai-nilai moderasi beragama diharapkan semakin tertanam dalam diri generasi muda sebagai modal penting dalam menjaga kerukunan dan persatuan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

FKUB Mengajar: Menanamkan Moderasi, Menguatkan Toleransi, Mewujudkan Sekolah yang Aman dan Harmonis. (IKP-KOMINFO)

Jakarta, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menandatangani Nota Kesepakatan dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan dan peningkatan kapasitas aparatur daerah, Rabu (7/10/2026).

Penandatanganan Nota Kesepakatan tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Lembaga Administrasi Negara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam membangun kerja sama kelembagaan dengan pemerintah pusat.

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, S.T., M.T.,AIFO, Sekretaris Daerah, Asisten III Setda hadir dalam agenda penandatanganan tersebut. Kerja sama dengan LAN diharapkan dapat menjadi pijakan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas penyelenggaraan pemerintahan, khususnya melalui peningkatan kompetensi aparatur dan pengembangan tata kelola birokrasi.

Nota kesepakatan ini juga menjadi ruang bagi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk memperluas dukungan kelembagaan dalam menjalankan agenda reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kerja sama dengan LAN dinilai penting di tengah tuntutan pemerintah daerah untuk menghadirkan birokrasi yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Pemerintah daerah tidak hanya dituntut menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga memastikan kebijakan dan pelayanan publik memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui kesepakatan tersebut, Pemkab Banggai Kepulauan berharap sinergi dengan LAN dapat terus dikembangkan menjadi program konkret yang mendukung peningkatan kapasitas sumber daya aparatur serta memperkuat efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

Penandatanganan Nota Kesepakatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk membangun birokrasi yang lebih kuat, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan koordinasi antar instansi dalam pemantauan sekaligus perlindungan terhadap orang asing di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan.

Hal tersebut disampaikan Serfi Kambey saat membuka Rapat Koordinasi Pemantauan dan Perlindungan Orang Asing di Wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), para kepala perangkat daerah terkait, para camat se-Kabupaten Banggai Kepulauan, serta seluruh peserta rapat.

Dalam sambutannya, Serfi Kambey menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan persepsi dan memperkuat koordinasi dalam menyikapi keberadaan orang asing di daerah.

“Banggai Kepulauan merupakan daerah yang memiliki potensi di bidang pariwisata, kelautan, perikanan, investasi maupun berbagai kegiatan ekonomi lainnya. Potensi tersebut tentu dapat menarik kehadiran warga negara asing untuk berbagai kepentingan, baik dalam bidang usaha, pariwisata, penelitian maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, kehadiran orang asing pada dasarnya dapat memberikan manfaat bagi daerah. Namun demikian, keberadaan dan aktivitas orang asing perlu dipastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Karena itu, menurut Serfi, pemantauan terhadap orang asing tidak semata-mata dimaknai sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga sebagai upaya memberikan perlindungan dan memastikan terciptanya kondisi daerah yang aman, tertib dan kondusif.

“Saya berharap melalui rapat koordinasi ini dapat semakin diperkuat sinergi dan komunikasi antar instansi. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi vertikal, pemerintah kecamatan dan seluruh unsur terkait perlu memiliki koordinasi yang baik dalam memperoleh informasi, melakukan pemantauan serta mengambil langkah apabila ditemukan persoalan di lapangan,” katanya.

Lebih lanjut, Serfi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keterbukaan daerah dengan kepentingan keamanan dan ketertiban.

Banggai Kepulauan, kata dia, harus tetap terbuka terhadap investasi, pariwisata dan kerja sama internasional. Namun, seluruh aktivitas yang berlangsung di daerah harus dilakukan secara legal, bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak agar tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan membangun komunikasi, saling berbagi informasi serta melaksanakan tugas sesuai kewenangan masing-masing.

“Saya berharap rapat koordinasi ini menghasilkan langkah-langkah konkret dan pola kerja sama yang semakin efektif dalam pemantauan sekaligus perlindungan orang asing di Kabupaten Banggai Kepulauan,” tutur Serfi.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi dalam rapat koordinasi tersebut.

Ia berharap koordinasi yang dibangun dapat memberikan kontribusi terhadap terciptanya Kabupaten Banggai Kepulauan yang aman, tertib, kondusif dan terbuka bagi berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat. (Decky-KOMINFO)

Jakarta, BanggaiKep.go.id — Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr. Tb. Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc., Senin, (5/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Audiensi Dirjen Perikanan Budidaya tersebut membahas koordinasi pelaksanaan program prioritas nasional budidaya rumput laut yang akan dikembangkan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Audiensi ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, dalam mendorong pengembangan sektor perikanan budidaya.

Banggai Kepulauan memiliki wilayah kepulauan dengan potensi sumber daya kelautan yang besar. Pengembangan budidaya rumput laut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas sektor perikanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah dan KKP membahas arah pengembangan program agar pelaksanaannya dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Program budidaya rumput laut juga dinilai strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan komoditas unggulan yang memiliki peluang pasar.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berkomitmen mengawal koordinasi dan kesiapan daerah sehingga program prioritas nasional tersebut dapat diimplementasikan secara optimal di wilayah Banggai Kepulauan.

Audiensi dengan Dirjen Perikanan Budidaya KKP menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memastikan potensi kelautan Banggai Kepulauan dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey membuka Focus Group Discussion (FGD) Proyek Lentera Bonua Karstik Banggai di Kabupaten Banggai Kepulauan, Rabu, (7/10/2026).

Kegiatan ini mempertemukan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, International Union for Conservation of Nature (IUCN), tim pelaksana Proyek Lentera, perangkat daerah, akademisi, lembaga penelitian, organisasi masyarakat, pemerhati lingkungan, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Serfi mengatakan kegiatan tersebut memiliki arti strategis bagi Banggai Kepulauan. Wilayah kabupaten ini merupakan bagian dari kawasan Bonua Karstik Banggai yang memiliki nilai penting dari sisi ekologis, sosial, dan ekonomi.

Menurut dia, kawasan karst bukan sekadar bentang alam dan kekayaan geologi. Ekosistem tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, ketersediaan sumber air, keanekaragaman hayati, sekaligus menopang kehidupan masyarakat.

“Pengelolaan Bonua Karstik Banggai memerlukan pendekatan yang terintegrasi, berbasis ilmu pengetahuan dan data yang akurat,” kata Serfi.

Ia menilai pengelolaan kawasan karst juga harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari ekologi, hidrologi, sosial, budaya hingga kondisi ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, kata Serfi, menyambut baik pelaksanaan Proyek Lentera. Pemkab siap mendukung proses tersebut melalui penyediaan informasi daerah, koordinasi lintas perangkat daerah, serta pelibatan para pemangku kepentingan lokal.

“Pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan hasil proyek ini nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Serfi juga menekankan pentingnya membangun kesamaan pemahaman mengenai tujuan dan arah Proyek Lentera melalui forum tersebut. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, lembaga penelitian, masyarakat, dan pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam merumuskan pengelolaan kawasan karst yang berkelanjutan.

Ia secara khusus menyoroti keterlibatan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan karst. Pengetahuan serta pengalaman lokal masyarakat, menurutnya, dapat memperkaya hasil kajian ilmiah.

“Pengelolaan Bonua Karstik Banggai harus dibangun melalui kolaborasi dan partisipasi seluruh pihak,” kata Serfi.

Pemerintah daerah berharap keberadaan kawasan Bonua Karstik Banggai tetap terjaga, sumber daya air terlindungi, dan keanekaragaman hayati tetap lestari. Pada saat yang sama, kawasan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat saat ini maupun generasi mendatang. (Roy-KOMINFO)

Gansal, BanggaiKep.go.id — Suasana khidmat menyelimuti Gereja GPIBK Syalom Desa Gansal, Kabupaten Banggai Kepulauan, saat jemaat mengikuti Ibadah Pengurapan Vikaris menjadi Pendeta, Selasa, (6/10/2026).

Ibadah yang dimulai pukul 14.30 WITA tersebut diikuti oleh seluruh umat jemaat. Prosesi pengurapan menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan pelayanan gerejawi, sekaligus menandai kesiapan seorang Vikaris menjalankan tugas pelayanan sebagai pendeta.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (P2TSP), serta Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPIBK.

Kehadiran pemerintah daerah bersama unsur Sinode GPIBK dan jemaat menunjukkan dukungan terhadap kehidupan keagamaan serta pelayanan gereja di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam suasana ibadah yang berlangsung khidmat, prosesi pengurapan menjadi bagian penting dari pengutusan pelayan gereja. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan kependetaan tidak hanya berkaitan dengan tugas liturgi, tetapi juga pengabdian kepada jemaat dan masyarakat.

Seluruh umat jemaat yang hadir mengikuti rangkaian ibadah hingga selesai. Doa dan harapan turut dipanjatkan agar pendeta yang baru dikukuhkan dapat menjalankan tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, serta berpegang pada nilai-nilai kasih dan pengabdian.

Ibadah Pengurapan Vikaris menjadi Pendeta di GPIBK Syalom Gansal pun berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan. Bagi jemaat, momentum tersebut menjadi bagian dari perjalanan kehidupan gereja sekaligus awal dari babak baru pelayanan di tengah umat. (Roy-KOMINFO)