Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan rapat koordinasi untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di tengah pandemi Covid-19, di lantai dua ruang rapat Bupati, kantor Bupati, Kamis (23/4/2020).

Hadir dalam rapat ini Forkopimda Kabupaten Banggai Kepulauan, Perwakilan Kejari Banggai Laut, Kapolres BanggaiKep,  Dandim 1308 LB, Asisten Pemerintahan, Kepala OPD se – Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Kemenag Kabupaten Banggai Kepulauan, Camat, Ormas Islam, Organisasi keagamaan yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banggai Kepulauan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banggai Kepulauan serta para tokoh agama

Plt. Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam saat memimpin rapat menyampaikan, Kementerian Agama RI dan MUI telah mengeluarkan imbauan bahwa pelaksanaan ibadah shalat wajib berjamaah di masjid selama pandemi covid-19 dapat diganti dengan shalat sendiri atau berjamaah dengan keluarga di rumah masing-masing untuk mencegah penularan virus.

Olehnya untuk menjamin keselamatan dan kekhusyukan umat dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan, maka Bupati merasa perlu mendengar pertimbangan-pertimbangan dari peserta rapat sebelum dituangkan jadi instruksi Bupati terkait penyelenggaraan ibadah Ramadhan sesuai ketentuan protokol kesehatan pencegahan covid-19 di BanggaiKep dan SE Mentri Agama nomor SE 6 Tahun 2020.

“Ini untuk mencegah penularan Covid-19 di tempat ibadah kita dan orang-orang yang kita sayangi, supaya masyarakat tidak bersikeras lagi shalat berjamaah di masjid selama ramadhan”, harap Bupati.

Senada dengan Bupati, Kepala Kemenag BanggaiKep H. Junaidin S.Ag MA  menjelaskan “Ada lebih kurang 8 poin panduan ibadah ramadhan dalam SE Menag No 6 Tahun 2020 yang harus dilaksanakan salah satunya yaitu masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan dihimbau untuk melaksanakan sholat tarwih di rumah, intinya adalah untuk menghindari kerumunan.  Jika kita berkerumun sementara tidak menutup kemungkinan ada yang membawa virus itu maka pasti akan tertularlah orang-orang yang ada disitu”.

“Yang harus digaris bawahi adalah informasi menyatakan bahwa untuk meninggalkan masjid, sesungguhnya ini bukan meninggalkan masjid, kita dianjuran sebagai agama islam untuk melaksanakan sunnah didalam Mesjid dalam kondisi yang normal yaitu tidak ada wabah”, sambung Junaidin.

Lanjut Junaidin, “Tapi ketika ada wabah maka kita diperintahkan melaksanakan sunnah yang lain baik dirumah. Meninggalkan sunnah didalam mesjid dan melaksanakan sunnah yang lain dirumah itu juga sunnah menurut anjuran Rasulullah SAW. Kalau kita berkumpul maka menimbulkan mudarat maka kita harus meninggalkan diantara itu”.

Sementara Ketua MUI BanggaiKep Suardi A Esa, SE menegaskan, “Kementerian agama menjelaskan melalui surat edaran Kementerian agama disitu sudah disebutkan bahwa pengumpulan Zakat Fitrah dengan menjemput dirumah-rumah warga untuk menghindari kerumunan”.

Selanjutnya Ibu Pendeta Meiske menyampaikan pendapatnya, “Kami dari Organisasi Gereja itu sejiwa dengan perkataan Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) sudah disampaikan secara menyeluruh dilembaga gereja-gereja. Bahwa gereja diajak untuk membangun kerja sama yang baik dengan Pemerintah, dalam hal ini ada tindakan memutuskan mata rantai  peyebaran Covid-19.  Salah satu tindakannya adalah dengan melakukan ibadah dirumah masing-masing dengan alasan untuk menghindari perkumpulan orang”. (TrisKominfo)

Bulubung, BanggaiKep.go.id – Penanganan dan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus dilaksanakan oleh gugus tugas pencegahan Covid-19 dimasing-masing wilayah di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Demikian halnya dengan Tim Relawan Covid-19 Desa Bolubung Kecamatan  Bulagi Utara Kab. Banggai Kepulauan yang dikoordinir langsung oleh Kepala Desa Bulubung Jefri Matabal dan didampingi ketua TP-PKK Desa Bolubung Sukria Kobaa, Amd.Kep, Tenaga Pendamping Desa Ke.Bulagi Utara serta Tenaga Medis PKM Sabang juga terlibat dalam kegiatan pencegahan dan pemutusan mata rantai Covid-19 yang diawali dengan penyemprotan Disinfektan ditempat umum serta rumah masyarakat, serta melakukan sosialisasi upaya pencegahan Covid pada masyarakat disertai pembagian masker kain yang dilaksanakan pada Sabtu, (11/4/2020).

Tenaga Pendamping Desa (TPD) Kec. Bulagi Utara Mikhal Yolisan saat dijumpai oleh Jurnalis Diskominfo Kab. BanggaiKep pada hari Rabu (22/4/2020) menjelaskan bahwa semua desa yang ada di Bulagi Utara sudah giat dan gencar dalam upaya pencegahan Covid-19.

“Seperti halnya dengan Desa Bolubung dalam APBDesnya setelah ada surat edaran untuk melakukan perubahan APBDes sehubungan dengan pencegahan dan penangulangan Covid-19, Desa Bolubung sudah mengangarkan Rp. 20 Juta diluar BLT kepada masyarakat miskin”, ujar Mikhal. (AmosKominfo)

 

Assalamualaikum dan selamat siang, Bapak/Ibu yg kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan update 21 April 2020 jam 14.00 WITA.

Sesuai dengan data yang masuk ke Covid-19 Center terlapor tidak ada tambahan kasus baru ODP maupun PDP.

Total kasus ODP sampai dengan update data hari ini adalah 5 ODP.

Selanjutnya pelaku perjalanan yang selesai masa pemantauan sebanyak 1.599 orang.

Terimakasih🙏 Salam Sehat
#StayAtHome
#JagaJarak
#CuciTanganPakaiSabun
#PHBS

Memutus rantai penularan covid-19 adalah tanggung jawab kita bersama
“Bangkep Bersatu cegah covid-19″💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM. (ElsiKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Video Conference (VidCon) antara Tim Koordinator Wilayah Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wilayah II bersama Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah dihadiri seluruh Kepala Inspektur Inspektorat se – Sulawesi Tengah, tak terkecuali Kepala Inspektur Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Senin, (20\04\2020).

Dalam laporannya kepada Tim KPK RI, Muhammad Ilyas  menyampaikan, “Yang pertama kami ingin menyampaikan berkaitan dengan capaian rencana arsip bahwa untuk Kabupaten Banggai Kepulauan mencapai 60% dan insya Allah ditahun 2020 kita sudah bisa minimal mencapai 80%”, ucapnya.

“Ada beberapa kendala terkait dengan pencapaian ini yaitu yang pertama respon dari OPD masih kurang, dan kami sudah melaporkan pada Bupati dan Sekda untuk menyampaikan kepada para OPD agar selalu proaktif dan respon tentang apa yang kami sampaikan”, lanjut Ilyas.

Disamping itu juga, Ilyas menyampaikan terkait pelaporan dana Desa, “Sesungguhnya yang kami laporkan disini terkait pelaporan dana desa, penggunaan anggaran dana dan lewat BPMD belum memberikan laporan sehingga kita 0%, Sehingga ada beberapa dari perencanaan yang sudah mencapai 100% dan kita upayakan yang bidang lain juga akan mengejar ketertinggalan ini”.

“Kemudian selanjutnya para pejabat struktural juga masih kurang respon  juga sudah kami laporkan pada pak Bupati dan Pak Sekda bahkan kami sudah turunkan tim untuk menjemput ke masing-masing OPD untuk menjemput laporan berkaitan dengan pelaporan RKPD dan berkaitan dengan penjagaan Covid – 19 kita sudah tanggap dan Alhamdulillah sudah dianggarkan untuk membentuk tim review ke OPD-OPD untuk menyusun anggaran untuk pencagahan Covid – 19“, kata Ilyas.

Menutup laporannya Kepala Inspektur menyampaikan, “Dan yang terakhir berkaitan dengan sertifikasi, kami sudah mengikuti penyuluhan kemarin tapi kami belum mendapatkan sertifikatnya, mudah-mudahan tahun 2020 ini kalau sudah selesai masalah Covid-19 ini kita sudah bisa ikutkan dari staf atau editor inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan”, tutup Ilyas. (TrisKominfo)

 

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bertempat di kantor Dinas Kesehatan di ruang Media Center Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan, keterangan Pers melalui Juru Bicara mengenai perkembangan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten BanggaiKep yang disampaikan oleh Arabia Tamrin, SKM, Jumat (17/04/2020).

Sesuai data yang diterima Arabia menjelaskan, “Sesuai data yang masuk ke covid center hari ini tidak ada tambahan kasus ODP (Orang Dalam Pemantauan) maupun PDP (Pasien Dalam Pengawasan), selanjutnya Alhamdulilah pada hari ini dua orang dalam pemantauan wilayah Kecamatan Totikum Selatan, pada hari ini di nyatakan SEHAT, yakni telah menjalani pemantauan selama 14 hari dan juga telah menjalani pemeriksaan rapid test sebanyak dua kali pemeriksaan dan hasilnya Negatif”.

“Selanjutnya total kasus ODP yang telah selesai masa pemantauan sampai dengan hari ini sudah berjumlah tiga orang, sehingga total jumlah orang yang sementara di pantau sebanyak lima orang pemantauan di Kabupaten Banggai Kepulauan”, lanjut Jubir.

“Perlu kami sampaikan walaupun perkembangan dalam pemantauan mulai terlihat adanya penurunan tetapi atas nama Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menghimbau, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, sampai pada Pemerintah Kecamatan dan Desa untuk tetap memperhatikan langkah-langkah pencegahan covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan, karena dimana saja, kapan saja resiko penularan Covid-19 dapat terjadi selama kita tidak menerapkan langkah tersebut sesuai dengan yang dianjurkan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan secara tepat”, ucap Jubir.

Sehingga Jubir juga menegaskan kembali bahwa Pemerintah Daerah juga tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan tindakan Diskriminatif kepada seseorang atau atas sekelompok orang yang didalam masa Karantina, karena menurutnya sepanjang orang tersebut tetap menjaga kesehatan selama Karantina yaitu tetap menerapkan Sosial Distensing dan Fisikal Distensing dengan baik tentunya sesusi protokol yang ada maka Virus yang mungkin pada seseorang tersebut itu tidak akan berpotensi untuk menularkan kepada orang lain.

“Satu tekat yang kuat dari kita semua akan mampu menghalau penyebaran Virus di daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Banggai bersatu cega Covid-19”, tutup Arabia dengan Semangat. (ViktorKominfo)

Batangono, BanggaiKep.go.id – Hari Selasa malam masyarakat Dusun Ebenheizer Desa Batangono Kecamatan Buko gempar dengan meninggalnya seorang lansia yang baru 7 hari tiba di Eben dari Desa Lauwon Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai untuk menggunjungi anak dan cucunya.

Pada hari Rabu, (15/4/2020) pukul 5.30 anggota Polsek Buko menerima laporan via HandPhone dari salah satu anggota BPD Batangono yang tinggal di dusun Eben yang bernama Yet menyampaikan bahwa di Eben ada yang meninggal dan masyarakat takut dan enggan membantu keluarga yang berduka, karena Almarhuma baru 7 hari tiba di Dusun Eben.

Anggota Polsek Buko langsung menghubungi Jurnalis Diskominfo BanggaiKep untuk berkoordinasi dengan Kepala PKM Tataba langka apa yang harus dilakukan.

Kepala PKM Tataba, Sianti, Amd.Kep saat dijumpai dikediamannya pukul 06.00 menjelaskan bahwa sudah menghubungi petugas medis untuk naik ke Eben beserta Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko.

Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko yang terdiri dari 4 orang dari PKM Tataba, 1 orang Anggota Polsek Buko dan 1 orang anggota Koramil 1308-13 Buko serta Jurnalis DisKominfo pada pukul 07.15 langsung bergerak ke Dusun Ebenheizer Desa Batangono, setiba di Dusun Eben suasana kampung tampak sepi hanya ada beberapa orang saja dijalan yang lain dirumah masing-masing.

dr. Nurul selaku penanggungjawab lapangan menjumpai tenaga medis di Dusun Eben untuk menanyakan kronologi peristiwa, Ses Feby selaku tenaga kesehatan di Eben menjelaskan bahwa “Beberapa hari yang lalu almarhum datang ke Pustu untuk memeriksakan diri karena sakit dan dari hasil pemeriksaan almarhuma menderita hipertensi dan juga pengaruh usia yang sudah rentah dan dari pemantauan kami sampai almarhuma meninggal tidak ada sedikit pun menunjukkan gejala Covid-19”, ujar Ses Feby.

Kemudian Tim menuju rumah duka untuk menggali keterangan dari pihak keluarga ternyata almarhuma memang memiliki riwayat penyakit Hipertensi dan Jantung dipengaruhi juga dengan usia yang sudah tua, menurut keluarga usia almarhuma berkisaran 80an tahun.

Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko pun langsung mengambil langka dan memberikan himbauan dan sosialisasi serta penjelasan kepada masyarakat Ebenheizer melalui pengeras suara yang ada di gereja sedangkan masyarakat didepan rumah masing-masing, Tim menjelaskan “Kona Tambu nia mate bolikon Covid-19, kona tambu nia motua mo, tambu nia ano ko penyakit Dara Tinggi dan Jantung, jadi komiu pelengele tambu nia mate boliko ko Virus penyebabnya”, soasialisasi dan himbauan disampaikan dengan mengunakan bahasa Banggai sehingga masyarakat muda mengerti dan memahaminya.

Setelah selesai himbauan dan sosialisasi dari Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko masyarakat satu persatu mulai berdatangan untuk membantu keluarga membuat peti karena mayat akan dikebumikan di Desa Lauwon Kec. Luwuk Timur Kab. Banggai.(AmosKominfo)

Salakan, BanggaKep.go.id – Musrenbang RKPD Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2021 dilaksanakan melalui Video Conference (VidCon) dibuka oleh Bupati BanggaiKep H. Rais D Adam. Rabu, 15/04/2020.

Mengawali sambutannya, Bupati BanggaiKep menyampaikan beberapa potret realita BanggaiKep antara lain potret ekonomi, kesehatan dan pendidikan.
“Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai Kepulauan mengalami peningkatan dimana Banggai Kepulauan berada pada peringkat ke 4 dari 13 Kabupaten/Kota se – Sulteng, ini sebelum Covid”.

Lanjut Rais “Dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2019 sebesar 6,23% meningkat dari tahun 2018 sebesar 6,8%, hal ini menjadi pemicu semangat kita bersama untuk selalu optimis ditahu-tahun yang akan datang dan selalu berusaha dan bekerja keras lagi sehingga hal ini dapat kita pertahankan lagi”, kata Bupati Rais Adam.

Selanjutnya Kepala BAPENNAS RI yang di wakili oleh Direktur pengembangan wilayah dan kawasan Drs. Sumedi Andono Mulyo, MA. Ph.D berkata, “Kita harus menyiapkan langkah-langkah antara lain, dalam menangani virus Corona, penguatan jaring pengamanan sosial dan pemulihan ekonomi, Langkah pemulihan ekonomi dibutuhkan komunikasi dan kerja sama antara Dinas Pertanian, Kehutanan, Kelautan, Perindustrian, Perdagangan, PU untuk bersama-sama membangun desa dan kecamatan yang tak lupa koordinasi antara kabupaten, provinsi dan pusat di dalam mengembangkan daerah dan yang terakhir bagaimana nanti penguatan kecamatan terhadap perubahan pusat transformasi”, kata Sumedi.

Sedangkan Kepala BAPPEDA Sulteng dalam paparannya menjelaskan “Dalam paparan ini ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan, yang pertama adalah terkait dengan mekanisme perencanaan, pencapaian secara umum Sulawesi Tengah, Pertumbuhan ekonomi relatif stabil, bisa kita lihat di tahun 2019 sebesar 6,23% dan di tahun 2018 sebesar 6,8%, Secara Provinsi Kabupaten Banggai Kepulauan telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan”.

“Ada beberapa daerah yang pembangunannya sangat pesat disebabkan daerah tersebut mempunyai satu sektor yang mendukung. Contohnya adalah Banggai dan Morowali Utara. Daerah tersebut didukung oleh sektor pangan yang bisa membantu daerah itu sendiri,” lanjut beliau.

Sebelum menutup kegiatan Musrenbang, Bupati Banggai Kepulauan  berharap, “Saya berharap semoga seluruh bangsa Indonesia dan seluruh wilayah Republik Indonesia ini secepatnya terbebas dari pandemi Covid-19 ini, kami pemerintah Banggai Kepulauan akan mendukung sepenuhnya program pemerintah pusat dalam rangka memfokuskan penanganan Virus Corona ini, sehingga kami juga yang berada di wilayah yang terpencil ini akan senantiasa mendukung dan bekerja keras untuk membasmi penyebaran Covid-19,” tutup Bupati. (TrisKominfo)

Sebagai upaya peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19,RSUD Trikora menerapkan aturan bagi pengunjung atau keluarga pasien.

Dapat di lihat pada gambar diatas👆

Liang, BanggaiKep.go.id – Himbauan Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah ditanggapi positif oleh masyarakat desa Liang, Sabtu, (11/04/2020).

Tidak terkecuali Pemuda dan Mahasiswa di Desa Liang Kecamatan Liang Kabupaten Banggai Kepulauan, mereka yang terdiri dari berbagai universitas tinggi sangat antusias dalam membagikan masker secara gratis kepada warga desa guna membantu mencegah penyebaran Covid-19 di desa Liang.

“Masker ini didapat dari penggalangan donasi yang kami lakukan beberapa waktu lalu, dan hasilnya Alhamdulillah terkumpul sekitar 291 buah masker”, kata Moh. Amin sebagai salah satu mahasiswa sekaligus pencetus ide pembagian masker gratis.

“Pembagian masker kami prioritaskan kepada warga yang kurang mampu dan lansia diseluruh desa Liang dan sub desa Pal, karena menurut kami mereka yang tergolong sangat rentan terpapar virus ini, dengan jumlah masker yang terbatas, kami membagikannya satu rumah satu masker itupun masih ada yang belum kebagian”, jelas Amin.

Lanjutnya, “Tanggapan masyarakat sangat positif, bahkan ada yang meminta untuk dibagikan satu orang satu masker. Tapi karena persediaan kami terbatas sehingga kami harus membagikannya juga secara terbatas”, kata Amin.

Amin juga mengungkapkan harapannya serta mendoakan masyarakat, “Saya berharap masih ada donatur yang membantu memfasilitasi program pembagian masker gratis ini agar seluruh masyarakat desa Liang bisa mendapatkan dan menggunakan masker ketika berada diluar rumah dan Semoga Allah selalu melindungi kita semua dari bahaya dan musibah yang ada saat ini”, tutup Amin. (TrisKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dampak Viru Corona (Covid-19) telah dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun bahan pangan. Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam menjelaskan beberapa hal mengenai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di BanggaiKep saat diwawancarai di Kantor Bupati, Selasa, (07/04/2020).

Bupati BanggaiKep didampingi Sekretaris Daerah memberikan penjelasan-penjelasan inti upaya Pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 ini dan masalah bahan pangan, ”Apa yang terlihat hari ini merupakan kegiatan dari Gugus tugas Pemerintah Banggai Kepulauan, yang terdiri dari Pemda, PolRI dan TNI, dalam susunan satgas ini bukan hanya ditingkat Pemda tapi juga ditingkat Desa yang disebut Relawan Covid-19”, ucap Bupati saat diwawancarai setelah menyalurkan bantuan beras operasi pasar.

“Kami titik beratkan pada pencegahan Covid-19 dalam satgas gugus tugas ini, pencegahan ini sudah bergerak dan Alhamdulillah sudah hasilnya memuaskan, seperti penyemprotan disinfektan, penggunaan masker dan anjuran mencuci tangan diberbagai daerah BanggaiKep termasuk isolasi mandiri bagi masyarakat yang baru tiba dari daerah zona merah,” lanjut Rais.

Selanjutnya Rais menambahkan, “Hari ini penyaluran beras yang dilakukan merupakan rencana dari satgas melalui beberapa kali rapat dan dihadiri oleh petugas lengkap, gunanya adalah untuk membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19, operasi pasar ini akan dilakukan ke seluruh wilayah Banggai Kepulauan yang diawali oleh tiga kecamatan hari ini,” jelasnya.

Disamping itu juga Bupati Rais mengatakan harapannya, “Harapan saya kepada seluruh masyarakat Banggai Kepulauan yang berada didalam maupun diluar daerah untuk tidak pulang selama berlangsungnya Covid-19 ini guna menjaga orang tua kita yang masih terbebas dari virus”.

Selain itu dalam kesempatan ini juga Bupati menganjurkan untuk selalu menggunakan masker saat berada diluar rumah sehingga dapat mencegah virus, “Selalu gunakan masker ketika keluar rumah agar mencegah penularan virus, selalu cuci tangan dan jaga jarak ketika berada dikeramaian dan terakhir selalu berdoa pada Allah SWT agar wabah pandemi global ini segera berakhir”, ucap Bupati. (TrisKominfo)