Tataba, BanggaiKep.go.id – Dalam upaya tanggap cepat penyebaran Corona Virus Desease  2019 (Covid-19) Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam, menginstruksikan kepada jajaran OPD Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan untuk melakukan Sosialisasi Kepatuhan Pakai Masker dan Kepatuhan Pada Himbauan Pemerintah.

Menindak lanjuti instruksi Bupati Banggai Kepulauan, Satgas Pencegahan Covid-19 Kecamatan Buko Kab. BanggaiKep pada hari Jumat (8/5/2020) dibawah pimpinan Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos bersama dr. Maria tenaga medis PKM Tataba, Anggota Polsek Buko dan Anggota Koramil 1308-13 Buko serta Pj. Kades Lalengan Abubakar Yanduke, S.Sos, melaksanakan kegiatan Soaialisasi Kepatuhan Pakai Masker dan Kepatuhan Pada Himbauan Pemerintah di Pasar Lalengan Kec. Buko dengan menggunakan pengeras suara.

Dilanjutkan dengan membagikan masker yang disalurkan oleh Pemda BanggaiKep kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker di lokasi pasar Lalengan baik pembeli maupun penjual.

Kori Yalume dalam himbaunya kepada masyarakat mengatakan “Mulai hari ini wajib pakai masker ketika melakukan aktifitas diluar rumah, apalagi mengunjungi tempat umum seperti pasar, mulai besok jika ada masyarakat baik penjual dan pembeli yang tidak pakai masker akan ditindak oleh aparat keamanan dan disuruh pulang dari pasar”, ujarnya.

Kori Yalume juga mengungkapkan harapannya, “Kami berharap dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 masyarakat patuh dan taat pada himbauan pemerintah dalam upaya pencegahan Cobid-19, demi keamanan, dan kebaikan serta keselamatan kita bersama”.

Kori Yalume juga berharap kepada Pemda, “Masih ada lagi pembagian masker dari Pemda ke Kecamatan Buko agar kami bisa salurkan lagi ke masyarakat yang masih membutuhkan”, tutup Camat. (AmosKominfo)

Salakan, Banggaike.go.id – Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai Kepulauan peduli kepada masyarakat terdampak Covid-19 melaksanakan bakti sosial di dua kecamatan, Kamis(07/05/2020).

Sebagai organisasi yang beranggotakan Istri ASN dan ASN Perempuan lingkup Pemerintah Kab. Banggaikep, merasa ini sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat awam yang terdampak Covid-19 serta bertujuan untuk meringkatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan bakti sosial ini berupa pembagian sembako gratis dan edukasi pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan di dua kecamatan yaitu Kecamatan Bulagi Utara Desa Sabang dan Kecamatan Tinangkung Desa Kautu Kawalu.

Selain memberi bantuan sembako, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai Kepulauan oleh Wakil Ketua Ny. Yoritha Kondrad menghimbau masyarakat Kawalu untuk bersama-sama mencegah Covid-19.

“Untuk melawan pandemi Covid-19, kita perlu melakukan 5 langkah anjuran pemerintah yaitu cuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas, tetap tinggal dirumah, jaga jarak, hindari kerumunan, dan selalu gunakan masker ketika keluar rumah,” ujarnya.

“Kalaupun ke kebun pulang langsung dirumah dan cuci tangan, selalu memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, jangan panik atau takut tapi tetap semangat dengan satu tekat lawan Covid. Insya Allah kita semua akan selamat. Aamiin,” tutup Yoritha. (TrisKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Kamis, 7 April 2020, Anggota Polsek Buko terus bersinergi dan melibatkan diri bersama Tim Relawan Covid-19 Kecamatan Buko dalam upaya pencegahan dan memutus mata rantai Corona Virus Desase 2019 (Covid-19) di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan khususnya di Kecamatan Buko dan Buko Selatan yang sudah memasuki hari ke 47.

Dari pemantauan Jurnalis Diskominfo Kab. Banggaikep sejak diberlakukannya protokol pencegahan Covid-19 di wilayah Kec. Buko, anggota Polsek Buko terus melibatkan diri mulai dari penjagaan dipintu masuk dan keluar pelabuhan Leme-leme dan pelabuhan Lalengan tidak pernah absen.

Bahkan ketika tim tenaga medis PKM Tataba Kec. Buko hendak turun lapangan guna mantau pelaku perjalanan dari luar daerah yang melakukan karantina mandiri, anggota Polsek Buko terus mendampingi sehingga para tenaga medis merasa aman dan terlindungi dalam menjalankan tugas karena terus dikawal oleh petugas keamanan.

Ketika ada pelaku perjalanan yang tidak mengindakan dan patuh terhadap arahan tenaga medis pihak polsek tidak segan-segan untuk memberikan peringatan dan penegasan, seperti apa yang selalu disampaikan Brigadir Yengki Kumano dan Brigadir Piccah kepada pelaku perjalanan apalagi yang dari daerah transmisi lokal dan zona merah.

Mereka selalu tegaskan kepada pelaku perjalanan, “Kalau anda tidak mau menjalani karantina secara mandiri, kami dari pihak kepolisian tidak akan segan-segan menindak anda dan nanti akan kami karantinakan saudara sesuai undang-undang yang berlaku dalam penanganan Covid-19”, kata Yengki Kumano salah satu anggota Polsek Buko.

Pihak Polsek Buko selalu membacakan undang-undang yang berhubungan pencegahan Covid-19. (AmosKominfo)

Batangbabasal, BanggaiKep.go.id – Untuk mengantisipasi dan memutus penyebaran virus Corona di Desa Batangbabasal Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan maka tim Relawan Covid-19 mengadakan penyemprotan disinfektan, Kamis, (07/05/2020).

Pelaksanaan kegiatan ini dihadiri oleh Camat Totikum Irwan Mayang, Kepolisian, Kepala Desa Batangbabasal, Sekdes, Linmas, BPD dan Anggota, Karang Taruna, Posyandu, Posbindu, dan seluruh Lembaga-Lembaga Desa Batangbabasal.

Dalam sambutan Camat Totikum Irwan Mayang, “Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh tim pencegah covid-19, adapun penyampaian saat ini saya sangat senang jika ada kegiatan seperti ini dimana kita harus lebih peduli dan lebih peka dengan hal seperti ini yakni mengenai pencegahan atau pemutusan penyebaran covid-19 di daerah Kecamatan Totikum terlebih di Desa Batangbabasal ini”, ujarnya.

“Untuk menyikapi pencegahan dan pemutusan mata rantai virus tentunya kita harus tetap menjaga kebersihan dilingkungan Desa dan Rumah kita masing-masing, begitu juga untuk tidak lupa selalu cuci tangan disetiap saat mau masuk Rumah, memasang tempat cuci tangan pada setiap depan pintu rumah rumah”, Lanjut Irwan.

penyemprotan tidak hanya dilakukan di Rumah-Rumah masyarakat namun penyemprotan juga di lakukan di area tempat umum seperti di Kantor-Kantor Dinas, Sekolah, Rumah Ibadah,Tokoh dan Kios, Tempat-Tempat nongkrog lainnya.

Tim juga tidak hanya melaksanakan penyemprotan namun sekaligus mengadakan penyuluhan atau penyampaian disetiap Rumah-Rumah untuk kiranya masyarakat bisa memasang tempat cuci tangan disetiap depan rumah, saat sebelum masuk rumah supaya terlebih dahulu mencuci tangan baik pemilik Rumah atau Tamu yang datang. (ViktorKominfo)

Mandok, BanggaiKep.go.id – Menindak lanjuti Permendes Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi (PDTT) No.6 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Permendes No. 11 Tahun 2020 Tentang Prioritas Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020, yang dimana dana desa digunakan untuk membantu masyarakat miskin dampak dari Pandemi Corona Virus melalai Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa.

Dalam menetapkan masyarakat penerima BLT-DD, Pemerintah Desa Mandok Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan mengelar musyawarah Desa penetapan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kamis, (7 Mei 2020).

Musyawarah Desa ini dilaksanakan di balai pertemuan Desa Mandok yang dihadiri oleh Kepala Desa Mandok, Dipen Kama’i, Ketua dan anggota BPD, aparat desa, perwakilan masyarakat serta pendamping desa Kec. Bulagi Utara.

Mudes finalisasi penentuan penerima BLT yang bersumber dari dana desa dipimpin oleh Ketua BPD Mandok Edy Katiandagoh.

Dalam sambutan Kades Mandok Dipen Kama’i berharap “Bagi masyarakat penerima BLT kiranya dapat memanfaatkan bantuan yang diterima dengan bertangungjawab serta digunakan untuk kebutuhan pokok dalam situasi pandemi virus corona, serta kita berharap bersama agar bencana virus ini segera berakhir”.

Selanjutnya penjelasan dari pendamping Desa Mikhal Yolisan, SE mengenai BLT yang bersumber dari dana desa karena masyarakat beranggapan BLT diberikan bagi semua masyarakat.

Mikhal menjelaskan bahwa “BLT diperuntukan bagi masyarakat miskin yang tidak mendapat bantun sosial seperti Program Keluarga Harapan, Bantuan Sembako Non Tunai, serta Bantuan Sosial Tunai, sesuai dengan 14 kareteria penerimaan BLT dana desa”.

Untuk itu Mikhal berharap masyarakat agar masyarakat dapat memahaminya dan paham.

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan daftar penerima BLT sebanyak 34 keluarga,  dan diakhiri dengan penetapan penerima BLT Desa Mandok oleh ketua BPD. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bertempat di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Ruang Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah.

Juru Bicara perkembangan kasus Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten BanggaiKep yang disampaikan oleh Arabia Tamrin, SKM melalui keterangan Pers, Kamis (07/05/2020).

Jubir Arabia menjelaskan, “Sesuai data yang masuk ke covid center hari ini tidak ada tambahan kasus baru ODP (Orang Dalam Pantauan) maupun PDP (Pasien Dalam Pengawasan),” ujarnya.

“Selanjutnya sesuai dengan hasil pemeriksaan Laboratorium Covid-19 yang dilakukan oleh Laboratorium Biologi Molekulerm, UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah tertanggal 06 Mei 2020 menyatakan bahwa dari 4 (empat) sampel yang di kirim ke Laboratorium kesehatan Provinsi untuk 2 (dua) yang terduga Covid-19 yang telah dilakukan pemeriksaan RT Pc Art di dapatkan hasil adalah sebagai berikut : OTG (Orang Tanpa Gejala) Wilayah Kecamatan Totikum terkonfirmasi Covid-19 dan ODP (Orang Dalam Pemantauan) Kecamatan Tinangkung Utara di nyatakan Negatif,” jelas Arabia.

Arabia juga menambahkan, “Untuk pengambilan sampel Swab yang telah di lakukan Tim Dokter dari Rumah Sakit Trikora Salakan, dilaksanakan sebanyak 2 kali berturut-turut pada masing-masing orang. Yakni di aksanakan pada tanggal 2 Mei 2020 dan 3 Mei 2020 sesuai dengan Prosedur yang ada,”.

“Oleh karena itu sampel yang di periksa sebanyak 4 sampel untuk 2 orang terduga Covid dan 1 di antaranya di nyatakan Positif,” jelas Jubir.

Sesuai dengan hasil penelusuran Tim Gugus Kecamatan dan Kabupaten terdapat 6 orang kontak erat dinyatakan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG), sehingga pada hari ini sesuai dengan data yang ada terdapat tambahan kasus OTG (Orang Tanpa Gejala) 6 orang.

Sehingga total OTG di Kabupaten Banggai Kepulauan berjumlah 7 orang 1 orang terkonfirmasi Positif dan 2 ODP sementara dalam pemantauan petugas kesehatan selanjutnya pasian dalam pengawasan sampai dengan hari ini 0 (nol).

Arabia juga menerangkan, “Perlu kami jelaskan mengenai Orang Tanpa Gejala (OTG) yang mempunyai kontak erat dengan kasus terkonfirmasi posistif di mana mereka yang telah punya kontak secara fisik kasus posistif, yang berada di dalam ruangan atau berkunjung dalam radius 1 meter”.

“Dan penelusuran akan tetap di lakukan secara terus menerus dalam mengembangkan pencarian dan selanjutnya dilakukan karantina untuk membatasi penyebaran Covid-19,” lanjut jubir.

Oleh karena itu Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan  kepada melalui Jubir menghimbau seluruh lapisan masyarakat yang merasa pernah kontak dengan kasus positif dimanapun dan kapanpun harap segera melapor ke gugus tugas yang telah dibentuk baik di tingkat desa, kecamatan maupun Kabupaten.

Pemda meminta kepada masyarakat untuk tidak resah dan tidak menyebarkan informasi yang salah. Pemerintah akan berusaha untuk memerangi wabah ini bersama seluruh elemen masyarakat.

Perlunya untuk selalu ikuti dan patuhi himbauan pemerintah antara lain tetap tinggal di rumah jika tidak berkepentingan, jaga jarak dengan orang sekitar, pakai masker bila harus keluar rumah, cuci tangan sebelum dan sesudah melaksanakan aktifitas, berperilaku hidup bersih dan sehat.

Selanjutnya informasi yang diterima harus diyakini dari sumber informasi yang dapat di pertanggung jawabkan.

“Salam sehat Bangkep Bersatu Cegah Covid-19″ kata penutup Jubir setiap akhiri laporan pers. (DeckyKominfo)

Montop, BanggaiKep.go.id – Guna mengantisipasi masuk keluarnya orang di Desa Montop Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan, Tim Relawan Pencegahan Covid-19 Desa Montop membuat pos penjagaan dipintu masuk keluar Desa Montop.

Pembuatan pos penjagaan pencegahan virus corona dikoordinir langsung oleh Kepala Desa Montop Istono Iyong yang juga merupakan ketua tim relawan desa, turut serta dalam pembuatan pos penjagaan seluruh aparat desa, BPD Montop, Karang Taruna, Pendamping Desa serta mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu.

Jumlah pos penjagaan dibuat sebanyak 3 titik, yang pertama di lokasi pelabuhan penyebrangan ke Salakan dan jalur masuk dari Desa Paisuluno serta jalur jalan poros dari Desa Bolubung.

Kasie Pemerintahan Desa Montop  Ismanto A. Sadalla saat diwawancarai (7/5/2020) menjelaskan “Pembuatan pos penjagaan pencegahan Covid-19 adalah upaya dari Pemdes Montop dan Tim Relawan Pencegahan Covid-19 Desa Montop dalam menangulangi penyebaran Virus Corona, serta mengidentifikasi masyarakat yang masuk keluar Desa Montop”.

“Bagi masyarakat yang masuk dan keluar Desa Montop wajib menggunakan masker, pedagang dari dalam dan luar wajib pakai masker dan sarung tangan, bagi yang tidak mengikuti aturan protokol pencegahan Covid-19 serta melanggarnya kami tidak akan izinkan untuk memasuki Desa Montop demi keamanan bersama”, kata Ismanto.

Lanjut Ismanto, “Serta kami akan menerapkan mengaktifkan kembali Siskambling dengan pembagian waktu mulai dari jam 07.00-24.00 Wita dengan sistem shef sesuai jadwal dan pembagian waktu”. (AmosKominfo)

 

Bangunemo, BangaiKep.go.id – Menindak lanjuti hasil rapat bersama dengan Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam pada Senin, (4/5/2020), Satgas Pencegahan Covid-19 Kecamatan Bulagi Utara dibawah pimpinan Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, MAP, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kepatuhan Pakai Masker dan Kepatuhan terhadap himbauan Pemerintah.

Kegiatan Sosialisasi Kepatuhan Pakai Masker dan Kepatuhan terhadap himbauan pemerintah sehubungan dengan pencegahan penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) dilaksanakan di Desa Bangunemo Kec. Bulagi Utara Kab. Banggai Kepulauan pada Kamis, (7/5/2020).

Kegiatan diawali dengan sosialisasi di Balai Desa Bangunemo selanjutnya dilakukan operasi kepatuhan pakai masker dengan turun ke lapangan wilayah desa Bangunemo termasuk jalan poros trans peling.

Dalam Sosialisasi kali ini didapat pengendara mobil dan penumpang maupun motor yang tidak mengenakan masker diberikan sosialisasi langsung oleh Camat Bulagi Utara Edison Moligay selanjutnya sebelum disilahkan melanjutkan perjalanan diberikan/dipakaikan masker oleh Satgas Pencegahan Covid-19 Kec. Bulagi Utara.

Edison Moligay memaparkan kegiatan ini adalah upaya pencegahan penularan Covid-19 sekaligus mengingatkan terus kepada masyarakat wajib memakai masker ketika berada diluar rumah, serta patuhi dan laksanakan apa yang menjadi himbauan pemerintah sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Menyikapi situasi dan keadaan saat ini diharapkan masyarakat tetap tenang tapi waspada, jaga jarak, hindari keluar rumah untuk urusan yang tidak penting serta terus budayakan pola hidup bersih dan sehat”, ucap Edison. (AmosKominfo)

 

Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) benar-benar sangat berdampak dalam semua lini kehidupan masyarakat bukan cuma hubungan sosial dan kegiatan perekonomian yang terdampak sampai dunia pendidikan pun baik dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Tapi walaupun dalam situasi pandemi Corona Virus kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara online dan berbagai metode yang dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Demikian halnya dengan Universitas Tompotika Luwuk (Untika Luwuk) pada tahun 2020 ini dalam agenda akademik yakni melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan XXVII bagi mahasiswa yang memasuki masa akhir perkulihannya, walau pun dalam situasi pandemi Virus Corona.

Salah satu mahasiswa KKN-PPM Untika Angkatan XXVII dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Jhoin F.Karamoy saat dijumpai oleh jurnalis DisKominfo BanggaiKep pada hari Rabu (6/5/2020) dikomples pelabuhan Bolonan Desa Sambulangan Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan selesai menjalani kegiatan pemeriksaan bersama dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kec. Bulagi Utara.

Jhoin menjelaskan bahwa “KKN kali ini beda dengan KKN mahasiswa Untika sebelumnya karena dalam situasi pandemi virus corona, pihak kampus mewajibkan kami mahasiswa yang menjalani masa KKN-PPM kali ini diarahkan untuk terlibat aktif dalam pencegahan penyebaran Covid-19, dan dilaksanakan secara mandiri atau perorangan tidak berkelompok dan kembalikan ke kecamatan masing-masing, tapi kami hanya sebatas pada pencegahan bukan penanganan karena penanganan adalah bagian dari para tenaga medis”, ungkap Jhoin.

“Yang dapat kami lakukan adalah melaksanakan kegiatan pencegahan Covid-19 bersama Satgas penanganan Covid-19 baik tingkat Kecamatan Maupun desa, melalui sosialisasi bagi masyarakat bagaimana cara pencegahan penyebaran Cobid-19, pembagian masker bagi masyarakat serta mengajak masyarakat untuk terus dapat membudayakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)”, lanjut Jhoin.

“Jadi kegiatan KKN kali jauh sekali perbedaannya dengan mahasiswa yang menjalani KKN diwaktu yang lalu ketika situasi aman dan kondusif tanpa virus. corona”, Jelas Jhoin. (AmosKominfo)

 

Sambulangan, BanggaiKep.go.Id – Walau dalam situasi pandemi Corona Virus Desease 2020 (Covid-19) bukan berarti menghambat kegiatan kampus yang berhubungan dengan akademi yang harus dijalani oleh mahasiswa dalam memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan semua program mata kuliah untuk merebut gelar Strata 1 (S1).

Sekretaris Camat Bulagi Utara Bakar Samaida, S.Sos menerima kedatangan mahasiswa Universitas Tompotika Luwuk (Untika Luwuk), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang akan menjalani Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan XXVII selama beberapa bulan kedepan di Desa Sambulangan Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan.

Jhoin F. Karamoy Mahasiswa Untika Luwuk Fakultas Kesehatan masyarakat saat diwawancarai oleh jurnalis DisKominfo Kab.BanggaiKep pada hari Rabu (6/5/2020) mengatakan bahwa “KKN yang kami jalani saat ini beda dengan mahasiswa KKN sebelumnya yang ditempatkan di desa sesuai lokasi penempatan dari pihak kampus dan setiap posko didesa terdiri dari beberapa orang mahasiswa untuk menjalankan program KKN yang telah disepakati bersama mahasiswa KKN bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat”, ungkap Jhoin.

Lanjut Jhoin, “Tapi kami kali ini mahasiswa KKN Untika angkatan ini melaksanakan Kuliah Kerja Nyata secara mandiri atau perorangan berdasarkan konsentrasi program study yang diambil, seperti saya melaksanakan KKN dengan cara terlibat langsung dalam upaya penanganan dan pencegahan Covid-19 baik dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Satgas Penanganan Covid-19 maupun kegiatan mandiri sehubungan dengan pencegahan Covid-19”, tandas Jhoin. (AmosKominfo)