Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Dampak dari Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang sangat mempengaruhi seluruh lini kehidupan masyarakat terutama perekonomian yang lambat bahkan ada yang sampai kehilangan lapangan pekerjaan.

Menyikapi hal ini pemerintah luncurkan berbagai bantuan sosial guna meringankan beban penderitaan dan kesulitan ekonomi masyarakat ditengah situasi pandemi covid-19, bansos tersebut berupa penambahan penerima PKH, Bantuan Sembako Non Tunai, Bantuan Soasial Tunai serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Menyikapi hal ini Pemerintah Desa Sambulangan Kec.Bulagi Utara Kab.Banggai Kepulauan mengelar musyawarah insidentil sehubungan dengan bantuan sosial yang akan diterima oleh masyarakat desa dilaksanakan di Balai Desa Sambulangan pada hari Rabu, (6/5/2020).

Musyawarah ini dihadiri oleh Pj.Kades Sambulangan Hajis Hadjim, S.Sos, Ketua BPD Sambulangan beserta anggota BPD, perangkat Desa dan perwakilan masyarakat dan dihadiri juga oleh pendamping desa Mikhal Yolisan, SE dan Aprioni Totu’u, S.T

Musyawarah dipimpin oleh Ketua BPD Desa Sambulangan Dermin Yopolio, tujuan dilaksanakannya musyawarah ini agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penerimaan bantuan sosial dari pemerintah, maka dibutuhkan trasparansi dalam penyaluran bantuan sosial dengan berpedoman pada kriteria yang telah ditentukan oleh pemerintah.

“Agar jelas siapa yang penerima PKH, Bantuan Sembako Non Tunai, Bantuan Sosial Tunai serta Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari dana desa agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penerimaan bantuan sosial ini tidak ada yang dobel menerima bansos dari pemerintah”, jelas pendamping Desa Mikhal Yolisan.

Dalam musyawarah ini telah ditetapkan nama-nama penerima bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa dan akan dilakukan perubahan RKPDes sesuai Permendes Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Prioritas Pengunaan Dana Desa Tahun 2020.(AmosKominfo)

Sabelak, BanggaiKep.go.id – Camat Bulagi Selatan Tommy Luasusun, SH., MAP memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan tanaman hidroponik Desa Sabelak Kecamatan Bulagi Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Tommy Luasusun, SH., MAP menjelaskan bahwa budidaya tanaman hidroponik merupakan kegiatan inovasi dari Desa Sabelak, budidaya tanaman hidropanik yang dilaksanakan oleh Pemdes Sabelak beda dengan yang lazimnya menggunakan jaringan pipa paralon tapi dengan metode yang baru yang anggarannya bersumber dari Dana Desa.

“Dari hasil yang telah dilihat rencana kedepan Pemdes Sabelak akan meningkatkan inovasi tanaman hidroponik ini dengan setiap kepala keluarga mendapat bantuan program pemberdayaan yang bersumber dari dana desa”, jelas Tommy.

Camat Bulagi Selatan juga berharap “Dengan keberhasilan yang telah dicapai oleh Desa Sabelak dalam Inovasi Tanaman Hidroponik harapan kami kiranya ini menjadi pilot projek dan dapat tertular kedesa-desa lain dalam berinovasi meningkatkan dan mengembangkan potensi yang ada di desa”, kata Camat.

Melalui wawancara Jurnalis DisKominfo BanggaiKep Camat Bulagi Selatan pada Rabu, (6/5/2020) di kantornya beliau mengatakan, “Kami sebagai pemerintah kecamatan hanyalah perlanjangan tangan pemerintah Daerah dan pusat, yang selalu memberikan motivasi, pembinaan dan pendampingan serta pengawasan”, tutur Tommy. (AmosKominfo)

Lolantang, BanggaiKep.go.id – Dalam situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) saat ini yang membuat segala menjadi sulit baik beraktifitas maupun harga pangan yang meningkat dampak dari penyebaran Covid-19 yang bukan saja hanya dirasakan masyarakat kota tapi sampai dipelosok pedesaan.

Camat Bulagi Selatan Tommy Luasusun, SH.MAP mengajak masyarakat yang ada di Bulagi Selatan untuk dapat mendekatkan pasar kehalaman rumah, karena banyak manfaat serta kegunaannya.

Tommy Luasusun saat diwawancarai Jurnalis DisKominfo BanggaiKep pada Rabu (6/5/2020) mengatakan, “Dalam situasi dan keadaan seperti sekarang ini dampak dari Pademi Covid-19, saya dalam berabagai kegiatan pemerintah Kecamatan Bulagi selatan baik rapat-rapat maupun kunjungan langsung ke desa-desa diwilayah kerja kami selalu menyampaikan motto kami “Mari Dekatkan Pasar Kehalaman Rumah” dari motto ini ada berapa hal positif yang kita dapat”, kata Tommy.

Lanjut Tommy, “Ini merupakan suatu strategi yang pertama memanfaatkan pekarangan rumah karena hampir mayoritas masyarakat pedesaan itu memiliki halaman rumah yang luas, ketika halaman rumah ditanami berbagai sayur-sayuran, rempah-rempah dan umbi-umbian pasti lingkungan rumah akan kelihatan asri, bersih serta sehat karena selalu dibersihkan. Dari apa yang ditanam sudah dapat memenuhi kebutuhan keluarga jika lebih pasti dapat dijual dan menambah penghasilan keluarga”.

“Apalagi sekarang ini banyak anak muda yang tidak tertarik lagi berkebun karena mungkin rata-rata lokasi berkebun di Kecamatan Bulagi Selatan cukup jauh, tapi dengan memanfaatkan halaman rumah sebagai sumber persediaan pangan keluarga pasti dengan sendirinya anak muda akan melibatkan diri bersama orang tua menanam kebutuhan pangan keluarga”, ucap Tommy.

“Dalam situasi Covid-19 saat ini kita harus mampu menyiapkan pangan tambahan atau cadangan apabila situasi memburuk dapak  dari pandemi kita tidak akan kwatir karena tersedia pangan keluarga dipekarangan,” jelas Camat Bulagi Selatan. (AmosKominfo)

Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Pendemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) benar menyita perhatian semua pihak dan bukan saja hanya sampai memperhatikan apa yang terjadi tapi terjun langsung dan bersinergi bersama guna menanggulangi penyebaran Covid-19.

Demikian halnya dengan pendamping desa (PD) Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepualaun, ketika giatnya semua pihak dalam memerangi penyebaran Corana Virus di desa-desa pendamping desa bukan saja hanya terlibat dalam pendampingan secara administrasi dalam pemerintah desa menyusun RPJM, RKPDes dan APBDes  tetapi pendamping desa Kec. Bulagi Utara terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan pencegahan Covid-19.

Melalui sambungan via Handphone (HP) Jurnalis DisKominfo Kab. Banggai Kepulauan pada Selasa (5/5/2020) malam mengkonfirmasi kegiatan pendamping desa sehubungan dengan melawan Covid-19, pendamping desa Kec. Bulagi Utara Mikhal Yolisan, SE dan Aprioni Totu’uk, S.T memaparkan bahwa “Dalam situasi pandemi Covid-19 ini kami para pendamping desa bukan saja hanya terlibat bagaimana mendampingi pemdes yang ada di Bulagi Utara dalam menyusun RKPDes dan APBDes tahun berjalan serta mendampingi dalam perubahan-perubahan APBDes sehubungan dengan pencegahan Covid-19 berdasarkan surat keputusan dan surat edaran Menteri”, kata Mikhal Yolisan.

Mikhal Yolisa, SE mengatakan “Dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 kami pendamping desa selalu pro aktif bersama dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa se Kecamatan Bulagi Utara dalam memerangi penyebaran Corona Virus, ketika ada kegiatan di desa baik itu sosialisasi pencegahan Corona virus, penyemprotan disinfektan dan bagi masker dan lain sebagainya kami tetap turun lapangan bersama guna bersatu padu melawan Corona Virus”, jelas Mikhal. (AmosKominfo)

Talas-talas, BanggaiKep.go.id – Dampak pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang mengakibatkan melonjaknya harga beras di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan jauh dari harga yang tadi hanya Rp.430-450 ribuan/karung berisi 6oan liter menembus harga Rp. 570-600 ribu dibeberapa kecamatan di Banggai Kepulauan, membuat Bupati Banggai Kepulauan mengambil langkah melalui pasar murah yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Koperindag Kab. Banggai Kepulauan.

Sebagian besar masyarakat desa menyambut baik dengan kegitan pasar murah yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Koperindag Kab. Banggai Kepulauan lain halnya dengan masyarakat Desa Talas-talas Kec. Buko menolak pasar murah dengan alasan tidak punya uang untuk menebus harga beras Rp. 8.100 per/Kg.

Sekretaris Desa Talas-talas Aser Lombua saat dijumpai di Kantor Desa Talas-talas  pada (24/4/2020) saat monitoring Anggota Komisi III DPRD Kab.Banggai Kepulauan, memaparkan kepada Anggota DPRD BanggaiKep bahwa “Kami tidak menerima kegiatan pasar murah beras karena masyarakat tidak ada yang mau menebus atau membayar beras yang menjadi kuota desa Talas-talas, baik mereka yang ada dalam daftar yang berhak membeli maupun yang tidak masuk dalam daftar”, kata Aser.

Menurut Aser alasan masyarakat bahwa “Mereka tidak memiliki uang sejumlah itu untuk menebus beras yang ada, apalagi dengan situasi sekarang ini menurunnya pendapatan masyarakat akibat dari Virus Corona membuat daya beli mastarakat pun menurun dan perputaran ekonomi lambat”.

Lanjut aser “Apalagi masyarakat Talas-talas mayoritas petani dan harga komoditi pertanian semakin hari semakin memburuk”, ungkap Aser Lombua. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Operasi pasar dalam situasi pandemi Covid-19 melalui kegiatan pasar murah beras yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Dinas Koperindag dan Dinas Ketahanan Pangan Kab. BanggaiKep disambut baik oleh masyarakat desa Batangono Kecamatan Buko.

Aparat Desa Batangono Ibu Rini selaku penangungjawab penyaluran beras pasar murah di desa Batangono menyampaikan kepada Anggota DPRD Kab. Banggai Kepulauan, Feliks Go saat monitoring (23/4/2020). Rini menyatakan bahwa masyarakat menyambut baik kegiatan pasar murah dalam situasi harga beras yang melonjak tinggi sampai dengan Rp.10 ribu bahkan 11 ribu perliter.

Bebarapa masyarakat Desa Batangono saat dijumpai di Balai Desa  saat mengambil beras mengatakan bahwa “Cukup terbantu dengan kegiatan pasar murah ini karena harga beras yang lagi mahal tapi melalui pasar murah ini kami bisa membeli beras Rp.8.100/Kg kalau di warung sudah 10 ribu bahkan 11 ribu perliter”, ungkap salah satu ibu.

Saat ditanyakan apa yang menjadi harapan masyarakat dalam situasi saat ini meraka hanya mampu berharap agar ada lagi kegiatan pasar murah yang menyediakan sembako lengkap bukan hanya beras serta mungkin ada bantuan dari Pemerintah. (AmosKominfo)

Labasiano, BanggaiKep.go.id – Sejak diumumkannya bahwa setiap orang wajib menggunakan masker saat berada diluar rumah sesuai dengan himbauan dari Satuan Gugus Tugas Covid-19 Nasional, bahkan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) gencar melakukan sosialisasi.

Sehubungan dengan himbauan wajib menggunakan masker, PKM Tataba Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepualaun memasang spanduk pemberitahuan di lokasi PKM Tataba bagi pasien maupun pengunjung atau siapa saja yang berurusan di lokasi PKM Tataba wajib menggunakan masker ketika berada di lingkungan puskesmas.

Pada Senin (4/5/2020) ada hal menarik yang dipantau Jurnalis DisKominfo Banggai Kepulauan saat berkunjung ke PKM Tataba, sejak diberlakukannya wajib kenakan masker tapi masih masyarakat yang datang berobat di PKM Tataba tidak mengenakan masker.

Hal yang menyita perhatian jurnalis DisKominfo adalah pasien yang datang berobat yang tidak mengenakan masker saat berada diruang tunggu untuk pendaftaran diberikan sosialisasi pemakaian masker oleh tenaga medis sekaligus memakaikan masker kain pada pasien, tentunya kalau dibeberapa tempat ketika tidak mematuhi apa yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat ketika memasuki suatu area pasti tidak dilayani dan langsung dianjurkan untuk pulang.

Kepala PKM Tataba, Sianti, A.Md.Kep saat dikonfirmasi memaparkan, “Itu sudah sesuai dengan kesepakan kita saat melayani pasien dimasa Pandemi Covid-19.”

“Saya selalu memberikan arahan kepada rekan kerja ketika melayani pasien layanilah dengan baik, penuh keramah tamaan, senyum serta membangun keakrapan dengan pasien agar mereka merasa nyaman dan aman ketika berobat di Puskesmas”, tutur Sianti.

“Kami pun ketika ada pasien yang tidak menggunakan masker kami pakaikan masker serta mensosialisasikan pentingnya menggunakan masker dimasa Pandemi Covid-19”, lanjut Sianti.

Salah satu tenaga medis Suntike Lapaso, A.Md.Kep saat dijumpai di PKM Tataba (4/5/2020) menyatakan, “Mereka yang sakit butuh perhatian sehingga kami ketika ada pasien yang tidak mengenakan masker kami tidak pulangkan, kasihan kalau yang bersangkutan jarak ke Puskesmas jauh pasti sangat mengecewakan, maka dengan itu kami sebagai tenaga medis mengambil langkah untuk memberikan masker bagi pasien yang tidak mengenakan masker saat berobat”. (AmosKominfo)

Paisuluno, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Desa Paisuluno Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan terus bersinergi bersama semua pihak terkait dalam upaya bersama melakukan pencegahan dan pemutusan mata rantai Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Desa Paisuluno, mulai dari membentuk Tim Relawan Desa, sosialisasi pencegahan Covid-19 berdasarkan himbauan pemerintah serta melakukan langkah-langkah lain.

Pemerintah Desa Paisuluno dibawah pimpinan Kades Paisuluno Basri Dale bersama jajarannya dan Tim Relawan Pencegahan Covid-19 Desa Paisuluno melaksankan penyemprotan Disinfektan kerumah warga dan sarana umum serta seluruh lingkungan pemukiman masyarakat, Selasa, (5/5/2020).

Juga terlibat dalam kegiatan ini jajaran PKM Sabang yang dikoordinir langsung Kepala PKM Sabang Asrion, A.MG, Babikantibmas baik dari Koramil Bulagi dan Polsek Bulagi/Bulagi Utara serta Pendamping Desa Kec. Bulagi Utara.

Pendamping Desa Bulagi Utara Mikhal Yolisan, SE memaparkan bahwa “Desa Paisuluno merupakan desa yang paling pertama di Kecamatan Bulagi Utara dalam upaya pencegahan Covid-19 dengan menyediakan sarana cuci tangan disetiap rumah warga dan menghimbau untuk selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS)”, ucap Mikhal. (AmosKominfo)

 

 

Sambulagan, BanggaiKep.go.id – Camat Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan laksanakan rapat bersama pihak terkait dalam penanganan pencegahan Covid-19 di wilayah Kecamatan Bulagi Utara Kab. BanggaiKep, Senin, (4/5/2020).

Rapat Evaluasi penanganan Pencegahan Covid-19 Kec. Bulagi Utara dilaksanakan di ruang rapat kantor Camat Bulagi Utara dengan melibatkan Pendamping Desa Bulagi Utara dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) rapat ini dipimpin oleh Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, MAP dan dihadiri oleh Kapala Desa, Sekretaris Desa, Ketua BPD  se Kec. Bulagi Utara serta Lurah dan Sekretaris Kelurahan Sabang.

Edison Moligay memaparkan bahwa “Tujuan penyelengaraan rapat ini guna mengevaluasi bersama bagaimana pencegahan penanganan penyebaran Covid-19 di masing-masing desa dan kelurahan dan sudah berjalan sejauh mana tindakan kita dalam upaya menangani dampak dari pademi Covid-19”.

Dalam rapat ini setiap Kades dan Lurah Sabang menyampaikan hasil penanganan pencegahan Covid-19 dimasing-masing desa dan dilanjutkan dengan penyampaian pemaparan data penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Rastra, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Sosial Tunai (BTS).

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dan penjelasan mengenai program pemerintah sehubungan dengan pencegahan Covid-19 dari Pendamping Desa Kec. Bulagi Utara dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). (AmosKominfo)

Sabang, BanggaiKep.go.id – Alat Pelindung Diri (APD) dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) sangatlah dibutuhkan oleh semua pihak baik masker, sarun tangan dan baju Hazamat terutama bagi para tenaga medis yang berada dilapangan merupakan garda terdepan dalam menangulangi penyebaran Virus Corona.

Berdasarkan keterangan yang didapat Jurnalis DisKominfo Banggai Kepulauan (BanggaiKep) melalui Via HandPhone dari Mantri Jhoin F. Karamoy selaku tenaga PKM Sabang, beliau menjelaskan bahwa “PKM Sabang pada hari Senin, 4 Mei 2020 menerima bantuan alat pelindung diri (APD) dari pengurus DPD partai Nasdem berupa bantuan 5 pasang baju Hazamat”, kata Mantri Jhoin.

Bantuan baju hazamat bagi PKM Sabang Kecamatan Bulagi Utara diserahkan oleh Sekretaris DPD Partai Nasdem Kab. Banggai Kepulauan Hari Purnama didampingi Anggota DPRD Kab. BanggaiKep dari Fraksi Nasdem Sri Yeni bantuan APD dan diterima oleh Kepala TU PKM Sabang Cristina Sumaa, karena pada saat itu berhubung Kepala PKM Sabang berada di Salakan sehubungan dengan kegiatan dinas.

Selanjutnya, Pihak PKM Sabang sangat berterima kasih kepada partai Nasdem yang sudah peduli terhadap tenaga medis dalam upaya pencegahan Covid-19 dengan memberikan bantuan alat pelindung diri. (AmosKominfo)