Toi-Toi Bulagi Selatan, BanggaiKep.go.id-Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama Bank Indonesia dan TP-PKK Banggai Kepulauan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Toi-Toi, Kecamatan Bulagi Selatan, sebagai langkah menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, Sabtu (15/11/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banggai Kepulauan bersama TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan.

Perwakilan TPID dan anggota PKK Kabupaten Banggai Kepulauan Nuryani Tangiduk S.E dalam sambutannya menjelaskan bahwa salah satu tugas utama tim ini adalah mengumpulkan dan menganalisis data perkembangan harga kebutuhan pokok dan jasa di wilayah Banggai Kepulauan. Adapun pelaksanaan pasar murah dan gerakan pangan murah menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi yang dinilai efektif terutama saat periode meningkatnya permintaan masyarakat.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah stabilisasi harga pangan. Kami hadir di tempat ini untuk melaksanakan Gerakan Pangan Murah dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru,” ujarnya

Melalui GPM ini, masyarakat memperoleh akses lebih mudah terhadap komoditas pangan strategis dengan harga lebih rendah dari harga pasar, terutama beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat di wilayah Bulagi Selatan, khususnya Desa Toi-Toi, untuk menghadapi potensi kenaikan harga pangan imbas meningkatnya permintaan menjelang akhir tahun.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia dan TP-PKK di berbagai kecamatan lain guna menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Turut hadir Camat Bulagi Selatan, Ketua TP-PKK Bulagi Selatan, Sekdes Toi-Toi seta undangan lainnya. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Dalam kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banggai Kepulauan, perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di daerah.

Mewakili pimpinan Bank Indonesia yang berhalangan hadir karena agenda mendadak dari kantor pusat, perwakilan BI Bapak Benediktus S. Kuspratama, Ekonomi Bank Indonesia menyampaikan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.

Bank Indonesia berperan menjaga kestabilan harga dari sisi permintaan, sementara pengendalian dari sisi penawaran membutuhkan dukungan aktif dari perangkat daerah terkait.

“Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Di sisi penawaran, kami harus bersinergi dengan seluruh anggota TPID. Dinas pertanian misalnya, berperan dalam meningkatkan produksi pangan, sementara dinas perdagangan memastikan distribusi pasokan berjalan lancar dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar perwakilan BI dalam sambutannya.

Lebih lanjut dijelaskan, meski Kabupaten Banggai Kepulauan belum termasuk dalam kota perhitungan inflasi di Sulawesi Tengah yang saat ini meliputi Kota Palu, Morowali, Tolitoli, dan Luwuk namun BI tetap berkomitmen hadir dan berperan aktif membantu menjaga kestabilan harga di wilayah tersebut.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan launching Warkop TPID (Warung Komoditas Pangan) sebagai salah satu inovasi dalam mendukung pengendalian inflasi daerah. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

“Nama Warkop dipilih agar lebih familiar di masyarakat. Kalau biasanya Warkop tempat nongkrong bapak-bapak, maka Warkop TPID ini justru akan disukai ibu-ibu, karena bisa belanja kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” ungkapnya sambil tersenyum.

Melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antar instansi, Bank Indonesia berharap Kabupaten Banggai Kepulauan dapat terus memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga demi kesejahteraan masyarakat. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting dan Capacity Building TPID bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Kamis (13/11/2025).

Kegiatan dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, PJ. Pabung 1308 LB, Asisten Setda, unsur Forkopimda, para narasumber dari Bank Indonesia dan BPS, serta kepala perangkat daerah dan camat se-Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antar instansi dalam pengendalian inflasi daerah.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyatukan langkah dan strategi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar kebijakan yang diambil dapat saling mendukung dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan mengusung tema “Upaya Pengendalian Inflasi Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Menyambut Natal dan Tahun Baru serta Strategi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Stabilisasi Harga dan Mewujudkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Banggai Kepulauan”.

Pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menguraikan beberapa arahan utama Presiden RI dalam pengendalian inflasi, yaitu:
– Menjaga Ketersediaan Pasokan Dan Stabilitas Harga, Utamanya Barang Kebutuhan Pokok Dengan Mengatasi Kendala Produksi Dan Distribusi Yang Ada Di Daerah.
– Melanjutkan Upaya Yang Tidak Hanya Fokus Pada Stabilitas Harga, Tapi Juga Proaktif Mendorong Sektor Ekonomi Yang Tumbuh Makin Produktif. Mendorong Peningkatan Produktivitas Petani Dan Nelayan Serta Memperkuat Sektor Umkm Agar Mampu Bertahan Dan Naik Kelas.
– Meningkatkan Nilai Tambah Disektor Pertanian Sehingga Memiliki Kontribusi Yang Semakin Besar Dalam Menggerakkan Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Tidak Hanya Untuk Meningkatkan Nilai Tukar Petani Dan Kesejahteraan Petani.

Selain itu, Bupati menegaskan tiga poin penting yang perlu diperkuat oleh TPID, yakni: Optimalisasi Anggaran Untuk Program Pengendalian Inflasi, Peningkatan Sinergi Dan Kolaborasi Antar Instansi, Kewaspadaan Terhadap Lonjakan Inflasi Pangan Serta Pemanfaatan Teknologi Dan Data Dalam Pengambilan Keputusan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan TPID dapat memperkuat pemahaman dan kapasitas dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah atas dukungannya dalam pelaksanaan kegiatan ini, termasuk subsidi transportasi pada Gerakan Pangan Murah di beberapa kecamatan dan inisiatif pembentukan Warung Komoditas Pangan di Banggai Kepulauan. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan Sosialisasi Akreditasi Sekolah Negeri dan Swasta Tahun 2025 di Aula Bappeda Banggai Kepulauan. Kegiatan ini diikuti oleh para kepala sekolah dari seluruh jenjang pendidikan se-Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin (10/11/2025).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banggai Kepulauan, H. Ikhsan Nursin, S.Pd., MM, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan proses akreditasi sekolah secara matang. Ia menyebut akreditasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan cerminan tanggung jawab lembaga pendidikan dalam menjaga mutu dan disiplin pengelolaan sekolah.

“Akreditasi adalah wujud nyata tanggung jawab kita bersama. Melalui proses ini, kita bisa melihat kondisi riil satuan pendidikan dan berupaya meningkatkan kualitasnya. Dari nilai C bisa menjadi B, dari B bisa menjadi A  asal kita semua berkomitmen memperbaikinya,” ujar Ikhsan.

Dalam arahannya, Ikhsan juga menyoroti masalah kedisiplinan tenaga pendidik yang menurutnya masih menjadi tantangan besar di daerah tersebut. Ia bahkan mengungkapkan telah menahan gaji beberapa guru dan kepala sekolah karena masalah ketidakhadiran dan kurangnya tanggung jawab.

“Saya turun langsung ke lapangan, bahkan ke wilayah Totikum, dan mendapati banyak sekolah tanpa guru saat jam pelajaran. Ini persoalan serius. Kepala sekolah adalah perpanjangan tangan dinas. Kalau kita tidak menegakkan disiplin, jangan berharap kualitas pendidikan kita naik,” tegasnya.

Ikhsan menambahkan, berdasarkan evaluasi Dinas Pendidikan, Banggai Kepulauan masih berada di posisi terbawah dari 12 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam hal kualitas pendidikan. Ia menilai perbaikan disiplin, budaya kerja, dan manajemen sekolah adalah langkah mendasar untuk keluar dari kondisi tersebut.

Selain membahas akreditasi, Ikhsan juga menyinggung Permendiknas Nomor 7 Tahun 2025 tentang seleksi kepala sekolah. Ia menyebut, terdapat 107 satuan pendidikan yang akan mengalami rotasi atau pengisian jabatan kepala sekolah baru, dengan total sekitar 662 calon yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi.

“Pendaftaran akan dilakukan langsung melalui link resmi Kemendiknas. Ini bagian dari transparansi dan kompetisi yang sehat. Kepala sekolah yang sudah melewati masa jabatan delapan tahun akan diselesaikan periodenya dan kembali ke tugas mengajar,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ikhsan juga mengapresiasi hasil riset Litbang Bappeda terkait bahasa Banggai yang telah dikaji dari sisi morfologi dan sintaksis. Ia berencana membentuk tim penyusun modul pembelajaran agar bahasa daerah tersebut dapat diajarkan di tingkat SD dan SMP sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.

Di akhir sambutan, Ikhsan mengingatkan pentingnya kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan sebagai sarana pembentukan karakter dan moral peserta didik. Ia meminta seluruh kepala sekolah mencantumkan kegiatan Pramuka dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS) 2026.

“Di tengah derasnya arus teknologi dan informasi, Pramuka menjadi benteng pendidikan karakter. Jika kegiatan ini tidak dimasukkan dalam RKS, saya akan tindak. Ini bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi bagian dari pembentukan generasi berkarakter,” tandasnya.

Selanjutnya wakili Bupati Banggai Kepulauan Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Banggai Kepulauan, Iswan Saleh, S.Sos dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik, penyediaan sarana-prasarana, serta dorongan bagi sekolah untuk meraih akreditasi terbaik.

“Akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, melainkan upaya sistematis menjamin mutu pendidikan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah,” tutur Iswan.

Ia pun mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pemahaman menyeluruh mengenai mekanisme, instrumen, dan indikator akreditasi menjadi bekal penting bagi para kepala sekolah dalam memperbaiki mutu pendidikan di satuan masing-masing.

“Mari jadikan akreditasi sebagai motivasi untuk terus berbenah dan berinovasi demi tercapainya pendidikan yang bermutu dan berdaya saing,” kata Iswan menutup sambutannya.

Kegiatan yang dihadiri oleh Narasumber, Sekretaris Dikbud, Staf Dikbud, para kepala sekolah, pengawas, dan guru se-Kabupaten Banggai Kepulauan itu diharapkan menjadi momentum perbaikan kualitas pendidikan di daerah Banggai Kepulauan. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November dilaksanakan dengan penuh khidmat di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan.

Upacara tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Banggai Kepulauan Muh. Aris Susanto, SE. ME, selaku Inspektur Upacara, didampingi oleh Maslan S. STP sebagai Perwira Upacara, serta Firmansyah sebagai Komandan Upacara.

Kegiatan diikuti oleh perangkat pemerintah daerah, termasuk Asisten II Setda, Edison Moligay, S. Sos. M. A. P., seluruh kepala OPD di Kabupaten Banggai Kepulauan, serta pasukan upacara yang terdiri dari satu peleton TNI, satu peleton Pol PP, satu peleton Damkar, dan sepuluh peleton ASN.

Rangkaian acara upacara diawali dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara, laporan komandan, pengibaran bendera Merah Putih disertai lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan mengheningkan cipta. Dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, serta pesan-pesan pahlawan nasional yang mengingatkan akan pengorbanan para pahlawan untuk kemerdekaan bangsa.

Amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf, yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, menyampaikan pesan penting mengenai keteladanan dari para pahlawan bangsa. Poin utama yang ditekankan adalah kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa, dan pandangan jauh ke depan demi generasi masa depan Indonesia.

Amanat tersebut juga menegaskan bahwa perjuangan saat ini dilanjutkan melalui ilmu, empati, dan pengabdian dengan semangat memperkuat ketahanan nasional serta memajukan pendidikan dan keadilan sosial.

Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Kabag Kesra, penghormatan terakhir kepada Inspektur Upacara, dan diakhiri pada pukul 08.12 WITA. Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Upacara ini menjadi momentum penting untuk mengingat jasa para pahlawan sekaligus mengobarkan semangat generasi sekarang dalam meneruskan perjuangan demi kemajuan bangsa. (IKP-KOMINFO)

Palu, Sulawesi Tengah. banggaikep.go.id  Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menyatakan komitmennya dalam mendukung Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025–2029. Komitmen tersebut ditandai dengan kehadiran dan penandatanganan dokumen Berita Acara Konsultasi Publik RPKD oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey bersama para wakil kepala daerah dari 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Kegiatan ini berlangsung dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) sekaligus Forum Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Gubernur tentang RPKD Provinsi Sulawesi Tengah 2025–2029, yang digelar di Ruang Nagana, Lantai 2 Kantor Bappeda Provinsi Sulteng, Jumat (7/11/2025).

Rapat koordinasi tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, dengan mengusung tema “Penguatan Kelembagaan TKPKD dan Kolaborasi Multi Pihak dalam Mendorong Efektivitas Penanggulangan Kemiskinan melalui Transformasi Sosial, Ekonomi, Infrastruktur, dan Tata Kelola di Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025.”

Agenda kegiatan diawali dengan pemaparan dari Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, yang menyampaikan materi mengenai Strategi dan Arah Kebijakan Nasional Penanggulangan Kemiskinan. Selanjutnya, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah memaparkan rancangan Peraturan Gubernur tentang RPKD Sulteng 2025–2029, disusul oleh Kepala Pusdatin Kementerian Sosial yang menjelaskan Pedoman Teknis Verifikasi dan Validasi serta Pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey, menyampaikan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap RPKD ini merupakan bentuk sinergi dan komitmen bersama dalam menurunkan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah, khususnya di wilayah Banggai Kepulauan.

“Penanggulangan kemiskinan bukan hanya tanggung jawab pemerintah provinsi, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh kabupaten/kota. Melalui kolaborasi dan data yang valid, kita dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Serfi Kambey.

Melalui penandatanganan dokumen RPKD ini, Pemerintah Banggai Kepulauan berharap program-program pengentasan kemiskinan di masa mendatang dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan, sesuai dengan visi pembangunan inklusif dan berkeadilan di Provinsi Sulawesi Tengah. (ROY- KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Dr. Sulistyo, S.Si., ST., MSi, memberikan arahan strategis dalam kegiatan asistensi dan bimbingan tim tanggap insiden siber Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah yang digelar di Auditorium Bappeda dan Litbang Kabupaten Banggai Kepulauan, Kamis (06/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Persandian Prov. Sulteng, Kadis Kominfo Bangkep, peserta dan para agen tim tanggap insiden siber dari seluruh Kabupaten/Kota Se-provinsi Sulteng, serta sejumlah undangan dari instansi pemerintah daerah di wilayah Sulawesi Tengah.

Dalam arahannya, Dr. Sulistyo menegaskan bahwa di era digital yang semakin maju, ancaman terhadap keamanan siber semakin berkembang dan kompleks.

Oleh karena itu, penting bagi setiap daerah untuk memiliki tim tanggap insiden siber yang terlatih dan siap menghadapi berbagai potensi ancaman yang bisa mengganggu stabilitas pemerintahan dan pelayanan publik.

“Keamanan siber adalah aspek yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Serangan siber dapat merusak infrastruktur kritis, merusak data pribadi, bahkan mengganggu sistem pelayanan publik. Maka dari itu, setiap tim tanggap insiden siber di daerah harus siap dengan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni,” ujar Dr. Sulistyo.

Lebih lanjut, Deputi Sulistyo menyampaikan bahwa keamanan siber harus menjadi prioritas utama, tidak hanya di level pusat, tetapi juga di daerah. Kegiatan ini, menurutnya, merupakan langkah penting untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menangani insiden siber. ”

Pemerintah daerah harus dapat mengidentifikasi potensi ancaman dengan cepat, merespons dengan efektif, dan melakukan pemulihan sistem yang terdampak. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk menciptakan sistem yang lebih aman dan tangguh,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi kegiatan ini dan berharap agar seluruh peserta, yang terdiri dari tim tanggap insiden siber di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, dapat mengambil manfaat maksimal dari pelatihan ini.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap tim-tim tanggap insiden siber di daerah dapat lebih siap dalam menghadapi ancaman yang ada. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga keamanan sistem pemerintahan dan layanan publik yang semakin bergantung pada teknologi,” tegasnya.

Di akhir acara, Dr. Sulistyo menekankan pentingnya kerja sama yang erat antar instansi pemerintah dan sektor swasta dalam menjaga keamanan siber. “Keamanan siber bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama. Semua pihak harus terlibat dalam menciptakan ekosistem digital yang aman, terutama di tingkat daerah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan asistensi dan bimbingan ini diharapkan dapat membekali para peserta dengan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman dunia maya. Dengan adanya tim tanggap insiden siber yang terlatih dan siap siaga, diharapkan pelayanan publik di Sulawesi Tengah tetap dapat berjalan dengan aman dan tanpa gangguan. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan daerah dalam menghadapi ancaman kejahatan siber, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo Santik) Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan Asistensi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Tim Tanggap Insiden Siber (Computer Security Incident Response Team/CSIRT) bagi kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah Tahun 2025 bertempat di Auditorium Bappeda Banggai Kepulauan, Rabu (05/11/2025).

Kegiatan di hadiri Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Prov. Sulteng, Narasumber dan Instruktur Bimbingan Teknis, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Se-provinsi Sulteng, peserta dan para agen tim tanggap insiden siber dari seluruh Kabupaten/Kota Se-provinsi Sulteng.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan yang di wakili Sekretaris Daerah Moh. Aris Susanto sekaligus membuka secara resmi mengatakan di era digital saat ini, teknologi informasi telah menjadi tulang punggung dalam penyelenggaraan pemerintah, pelayanan publik, dan kegiatan sosial ekonomi masyarakat.

Namun, di balik kemudahan dan kecepatan yang di tawarkan teknologi digital, terdapat pula ancaman dan risiko yang perlu diwaspadai, terutama terkait keamanan siber.

Ia menegaskan bahwa kita tidak bisa menutup mata terhadap berbagai insiden kebocoran data, peretasan sistem informasi, dan penyalahgunaan teknologi digital yang belakangan ini kian sering terjadi, baik ditingkat nasional maupun Daerah.

“Oleh karena itu, penguatan kapasitas dan koordinasi tim tanggap insider siber menjadi langkah strategis yang harus dilakukan,” kata Sekda.

Sehingga Aris berharap para peserta dapat, Meningkatkan kemampuan teknis dalam mendeteksi, menganalisis, dan menanggulangi insiden siber di wilayah masing-masing, Memperkuat koordinasi antar instansi, baik ditingkat kabupaten/kota maupun provinsi, serta dengan lembaga Nasional seperti BSSN (badan siber dan sandi Negara), dan Membangun budaya kesadaran keamanan informasi (cyber security awareness) di lingkungan pemerintahan dan masyarakat luas.

Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan data dan informasi publik. karena itu, keberadaan TTIS di setiap daerah menjadi bagian penting dari upaya kita bersama dalam mewujudkan ketahanan siber daerah yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara, para narasumber, serta seluruh peserta yang berkomitmen mengikuti kegiatan ini. Semoga kegiatan bimtek ini dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kemampuan kita menghadapi ancaman siber yang terus berkembang,” ungkapnya.

Selain itu, Kadis KominfoSantik Sulteng diwakili Sekretaris Dinas Drs. Aswin Saudo, M.Si dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada badan cyber dan Sandi Negara Republik Indonesia, atas nama pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan yang sudah bersedia menjadi tuan rumah kegiatan bimbingan teknis ini.

“Sulawesi Tengah ini adalah provinsi yang ke-4 yang seluruh Indonesia yang sudah terbentuk, bimbingan teknis ini merupakan upaya dari badan cyber untuk terus mengawal dan tentunya kita sebagai pemerintah provinsi maupun kabupaten kota akan terus berupaya untuk mengawal kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan Perlindungan data pribadi ini merupakan tanggung jawab kita karena undang-undang mengamanatkan itu kalau kita lihat yang tentunya keamanannya harus dijaga ini juga menjadi tanggung jawab kita ke depan sehingga Bagaimana menjaga keamanan data pribadi itu menjadi keharusan Bapak Ibu sekalian.

“Kami juga mengapresiasi dan penghargaan atas upaya yang sudah diberikan kepercayaan yang sudah diberikan untuk pelaksanaan bimbingan teknis ini karena kita ketahui bersama pada saat ini memang terjadi efisiensi secara Nasional bukan saja di pusat tapi di pemerintah provinsi dan Kabupaten Kota,” tutur Sekdis.
(Decky-KOMDIGI)

Palu, BanggaiKep.go id — Malam Penganugerahan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2025 berlangsung meriah dan megah. Kegiatan yang digelar sebagai puncak dari rangkaian seleksi dan penilaian GTK terbaik se-Sulawesi Tengah ini menjadi ajang apresiasi bagi para pendidik yang telah menunjukkan dedikasi dan inovasi luar biasa dalam dunia pendidikan. Senin, (03/11/2025)

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGGTK) Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. H. Agustina Ernawati, M.Pd., serta dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, para kepala dinas pendidikan kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, serta Kepala Cabang Dinas Wilayah I sampai VI. Suasana malam penghargaan tampak semarak dengan tata panggung yang elegan dan nuansa kebersamaan yang hangat di antara para insan pendidikan.

Sebanyak 98 guru dan tenaga kependidikan terbaik dari berbagai jenjang pendidikan hadir menerima penghargaan. Mereka merupakan sosok-sosok inspiratif yang telah bekerja dengan sepenuh hati, berinovasi dalam pembelajaran, serta menaklukkan berbagai tantangan dalam melaksanakan tugas di sekolah masing-masing.

Dari jumlah tersebut, enam GTK berasal dari Kabupaten Banggai Kepulauan yang berhasil meraih prestasi membanggakan dalam dua kategori, yakni GTK Transformatif dan GTK Dedikatif.

Untuk kategori GTK Transformatif, empat GTK yang mewakili Kabupaten Banggai Kepulauan yaitu:
1. Sri Rahayu Baid, Kepala TK Pertiwi
2. Sucy Pratiwi Maliki, Guru TK Percontohan
3. Muhamad Hariri, Kepala SMA Negeri 1 Buko Selatan
4. Afriadi A. Palasong, Guru SMA Negeri 1 Totikum
Sementara itu, dua GTK lainnya masuk dalam kategori GTK Dedikatif, yaitu:

1. Hariati Yunus, Guru SMP Satap Ombuli
2. Sahima R. Mita, Guru TK Negeri Patukuki

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Kepulauan menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih oleh para guru tersebut. Menurutnya, prestasi yang ditorehkan keenam GTK ini menjadi bukti bahwa guru-guru di Banggai Kepulauan memiliki potensi besar dan mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.

Kebanggaan itu semakin bertambah ketika Ibu Sahima R. Mita berhasil meraih predikat Terbaik I pada kategori GTK Dedikatif jenjang Guru TK. Dengan prestasi tersebut, ia berhak mewakili Provinsi Sulawesi Tengah pada ajang Apresiasi GTK Dedikatif tingkat nasional di Jakarta, serta menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional pada 27 November 2025.

Inovasi yang mengantarkan Ibu Sahima meraih penghargaan tertinggi berasal dari kreasinya dalam mengembangkan permainan tradisional khas Banggai Kepulauan, “Todde”, sebagai media pembelajaran anak usia dini. Melalui metode pembelajaran berbasis budaya lokal tersebut, ia berhasil menanamkan nilai-nilai karakter, kerja sama, dan kecintaan terhadap budaya daerah kepada peserta didik.

Kini, permainan tradisional “Todde” tidak hanya menjadi warisan budaya lokal, tetapi juga Go Nasional berkat tangan kreatif seorang guru dari pelosok Banggai Kepulauan yang berdedikasi tinggi untuk dunia pendidikan. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST.,MT. AIFO secara resmi melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten Banggai Kepulauan masa bakti 2025–2027, kegiatan yang berlangsung dengan khidmat itu dihadiri oleh Ketua DPW Srikandi Pemuda Pancasila Sulawesi Tengah, Ketua MPC Pemuda Pancasila Banggai Kepulauan, serta seluruh jajaran pengurus dan tamu undangan, Senin (3/11/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Rusli menyampaikan apresiasi dan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada pengurus yang baru dilantik. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan,” ujar Bupati Rusli.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Srikandi Pemuda Pancasila memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila dan menegakkan semangat persatuan, khususnya dalam meningkatkan peran aktif perempuan di berbagai bidang pembangunan.

“Di era sekarang, perempuan bukan lagi pelengkap, tetapi mitra sejajar dalam pembangunan di bidang sosial, ekonomi, politik, maupun budaya. Saya berharap Srikandi Pemuda Pancasila menjadi pelopor gerakan perempuan tangguh, berintegritas, dan berjiwa nasionalis,” tambahnya.

Bupati Rusli juga menegaskan bahwa Pemerintah Daerah siap bersinergi dengan seluruh organisasi masyarakat, termasuk Srikandi Pemuda Pancasila, dalam mewujudkan Banggai Kepulauan yang lebih maju, berkarakter, dan sejahtera.

Ia mengajak seluruh anggota organisasi untuk menjadikan momentum pelantikan ini sebagai awal baru dalam memperkuat komitmen dan kerja nyata, serta menumbuhkan solidaritas dan semangat gotong royong di kalangan perempuan daerah.

“Kepada pengurus yang baru, jaga solidaritas, tumbuhkan semangat gotong royong, dan jadilah inspirasi bagi perempuan Banggai Kepulauan,” pesan Bupati.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi perempuan Banggai Kepulauan untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan semangat kebersamaan. (Roy-KOMDIGI)