Salakan, BanggaiKep.go.id – Menjelang ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) yang akan digelar di Palu, Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar kegiatan pembinaan dan pelepasan atlet daerah yang akan mewakili Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (14/10/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, ST., MT., AIFO, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para atlet muda asal Banggai Kepulauan yang berhasil menorehkan prestasi hingga tingkat nasional.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pak Kadis dan seluruh jajaran Dispora yang sudah melakukan pembinaan dan pengarahan kepada anak-anak kita ini. Alhamdulillah, hari ini mereka tidak merasa sendiri. Mereka merasa didampingi oleh orang tua dan kakak-kakak mereka,” ujar Bupati Rusli.

Menurutnya, keberhasilan atlet Banggai Kepulauan menembus ajang nasional menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki putra-putri terbaik yang berpotensi bersaing di level lebih tinggi. “Saya merasa bangga dan senang sekali, ternyata di Banggai Kepulauan ada anak-anak berprestasi tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi sudah sampai ke tingkat nasional. Ini satu kebanggaan, bahwa kalau kita mau, insya Allah kita bisa,” ucapnya.

Bupati Rusli juga berpesan kepada para atlet agar menjaga disiplin dan stamina selama menjalani pemusatan latihan di Palu. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara semangat latihan dan menjaga kondisi fisik agar terhindar dari cedera.

“Latihan itu penting, tapi jangan terlalu keras sampai cedera. Persiapkan diri dengan baik, dan yang paling penting tanamkan mental juara. Punya kemampuan hebat tidak cukup tanpa mental yang kuat. Katakan pada diri sendiri saya bisa, saya pasti bisa!” tegasnya.

Ia menambahkan, para atlet yang bertanding membawa nama besar masyarakat Banggai Kepulauan. “Ingat, kalian membawa nama 130 ribu jiwa masyarakat Banggai Kepulauan. Jadikan itu motivasi dan semangat untuk berjuang dengan sportif,” ujarnya menutup sambutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banggai Kepulauan menyampaikan bahwa pada ajang sebelumnya, kontingen Sulawesi Tengah berhasil meraih posisi ketujuh dengan dua medali emas, dua perak, dan dua perunggu. “Dari Banggai Kepulauan sendiri, ada dua atlet yang menyumbang medali di cabang atletik. Satu lagi, Abdul, peraih medali perunggu cabang karate, hari ini akan menerima penghargaan secara simbolis dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan moral dan motivasi bagi para atlet muda Banggai Kepulauan yang akan berlaga di kancah nasional, membawa semangat daerah dan cita-cita meraih prestasi terbaik untuk Sulawesi Tengah.

Turut hadir Staf Diposra, Pelatih serta para atlet muda Banggai Kepulauan.(Roy-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas, yang dihadiri langsung oleh Bupati Banggai Kepulauan, H. Rusli Moidady, S.Pd., M.M. Kegiatan ini menandai langkah awal pembangunan infrastruktur strategis untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah, Senin (13/10/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat Forkopimda, OPD terkait, dan perwakilan instansi vertikal, termasuk Kantor Pertanahan Kabupaten Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Mohammad Yasir, S.E., Kepala Subbagian Tata Usaha. Kehadiran perwakilan Kantor Pertanahan menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan infrastruktur pelabuhan yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kegiatan ekonomi, khususnya sektor perdagangan dan logistik di wilayah kepulauan.

Dalam sambutannya, Bupati Banggai Kepulauan menyampaikan bahwa pembangunan Pelabuhan Peti Kemas ini merupakan salah satu program prioritas daerah dalam rangka memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong distribusi barang dan jasa yang lebih efisien.

“Pelabuhan ini nantinya akan menjadi gerbang utama kegiatan ekonomi dan perdagangan di Banggai Kepulauan. Kami berharap dukungan dari semua pihak agar pembangunan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Sementara itu, perwakilan dari Kantor Pertanahan Kabupaten Banggai Kepulauan, Mohammad Yasir, S.E., menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung kelancaran proses administrasi pertanahan yang berkaitan dengan pembangunan pelabuhan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur strategis ini, khususnya dalam aspek pengelolaan dan penataan tanah,” ungkapnya.

Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan akses distribusi hasil bumi dan perikanan dari Banggai Kepulauan ke berbagai wilayah di Indonesia. (Sumber: Admin ATR/BPN)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar Sidang Paripurna DPRD dengan agenda Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Banggai Kepulauan Arkam Supu dan dihadiri langsung oleh Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, ST., MT., AIFO, Wakil Bupati, Wakil Ketua DPRD, Anggota DPRD, para staf ahli, asisten, pimpinan OPD, serta unsur Forkopimda, Senin (13/10/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Rusli Moidady menyampaikan arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2026 yang berpedoman pada RPJMD 2025–2029 serta memperhatikan RKP Nasional dan RKPD Provinsi Sulawesi Tengah. Arah kebijakan tersebut, kata Bupati, difokuskan pada tema besar “Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif melalui Peningkatan Produktivitas Pertanian, Perikanan, dan Pariwisata yang Berkelanjutan.”

“Kebijakan pembangunan tahun 2026 kami arahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis potensi lokal dengan prinsip inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Rusli.

Bupati menjabarkan empat arah kebijakan utama pembangunan Banggai Kepulauan tahun 2026, yakni:

1. Pemerataan penyediaan infrastruktur pelayanan dasar jalan, air bersih, dan kelistrikan untuk mendukung daya saing perekonomian.

2. Percepatan peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.

3. Peningkatan produksi, produktivitas, dan daya saing produk pertanian, perikanan, dan pariwisata guna memperkuat ekonomi kerakyatan.

4. Peningkatan inovasi serta tata kelola pemerintahan yang berwibawa dengan dukungan nilai religius dan budaya lokal.

Lebih jauh, target kinerja daerah tahun 2026 meliputi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen, tingkat kemiskinan 11,85 persen, dan penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 1,52 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan mencapai 68,55, sementara Indeks Reformasi Birokrasi 68 poin, dengan penurunan intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 2,63 persen.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan proyeksi keuangan daerah tahun anggaran 2026. Total pendapatan daerah diperkirakan mencapai Rp759,56 miliar, terdiri dari:

Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp64,63 miliar, dan Pendapatan Transfer sebesar Rp694,37 miliar.

Meski mengalami koreksi sebesar 25,53 persen dibanding tahun sebelumnya, penurunan ini disebabkan belum dimasukkannya proyeksi dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp759,56 miliar, dengan rincian:
-Belanja Operasi Rp559,29 miliar,
-Belanja Modal Rp33,82 miliar,
-Belanja Tidak Terduga Rp3 miliar,
-Belanja Transfer Rp163,44 miliar.

Bupati menegaskan bahwa kebijakan pendanaan pembangunan tahun 2026 akan mengedepankan prinsip transparansi, efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas. Pendekatan money follows program diharapkan menjamin bahwa anggaran daerah benar-benar diarahkan pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“KUA-PPAS menjadi jembatan penting antara perencanaan dan penganggaran. Dokumen ini memastikan keterpaduan seluruh program nasional dan daerah dalam meningkatkan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat,” jelas Bupati Rusli.

Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas sinergi yang selama ini terjalin baik antara eksekutif dan legislatif. Ia berharap pembahasan KUA-PPAS dapat berjalan lancar hingga tercapai kesepakatan bersama demi kemajuan Banggai Kepulauan. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Dalam prosesi peletakan batu pertama pembangunan tahap I Pelabuhan Salakan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyampaikan sambutan yang diwakilkan oleh Kepala Kantor Syahbandar Pelabuhan Kelas II Luwuk, Haspar.

Dalam sambutannya, Haspar mengawali dengan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga seluruh pihak dapat hadir bersama dalam kegiatan bersejarah ini.

Ia menyampaikan salam dan apresiasi dari Dirjen Perhubungan Laut kepada Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, DPRD, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung penuh terwujudnya pembangunan pelabuhan tersebut.

“Atas izin Allah dan berkat dukungan seluruh pihak, hari ini pembangunan Pelabuhan Salakan resmi dimulai. Ini merupakan wujud nyata dari kerja keras, doa, dan kesabaran panjang masyarakat Salakan,” ungkap Haspar dalam sambutannya mewakili Dirjen Perhubungan Laut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rencana pembangunan Pelabuhan Salakan telah dimulai sejak tahun 2014, namun sempat menghadapi berbagai tantangan, baik dalam hal perencanaan maupun penganggaran. Setelah melalui proses panjang dan dukungan dari berbagai pihak, akhirnya proyek strategis ini mendapatkan persetujuan untuk dilaksanakan.

“Perjalanan menuju tahap ini tidak mudah. Bahkan, pelabuhan Salakan sempat terhenti dari daftar prioritas Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP). Namun, berkat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan Kementerian Perhubungan, akhirnya proyek ini dapat direalisasikan,” tambahnya.

Dalam laporannya, Haspar juga mengungkapkan bahwa pembangunan Pelabuhan Salakan menggunakan anggaran sebesar hampir Rp99 miliar, dengan metode multiyears contract (kontrak tahun jamak). Pekerjaan tahap pertama dianggarkan sebesar Rp15 miliar pada tahun 2025 untuk kegiatan pemadatan lahan, sedangkan tahap kedua sebesar Rp84 miliar akan dilanjutkan pada tahun 2026 tanpa melalui proses lelang ulang.

“Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat besar bagi peningkatan konektivitas antar pulau, khususnya di wilayah Banggai Kepulauan,” ujarnya menutup sambutan.

Dirjen Perhubungan Laut juga berpesan agar seluruh pihak terus bersinergi dan mengawasi proses pembangunan dengan penuh tanggung jawab, sehingga hasilnya dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar prosesi peletakan batu pertama pembangunan tahap I Pelabuhan Salakan, Senin (13/10/2025). Kegiatan ini menandai dimulainya pembangunan infrastruktur pelabuhan yang diharapkan menjadi gerbang utama transportasi laut dan pusat aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Acara yang berlangsung di kawasan Pelabuhan Salakan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bangkep Serfi Kambey, Ketua DPRD Arkan Supu, S.Th.,I.MH, Pj. Sekda Suripto Nurdin, S.Sos, Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Ronaldus Karurukan, S.I.K, Sekda Banggai Kepulauan Terpilih Moh. Arisusanto, SE.,ME, Asisten, Staf Ahli Setda Banggai Kepulauan, Ketua Bawaslu Muslim Bakara, S.Kom.,MM, Kepala Kantor Kementerian Agama H. Sofyan Arsyad, S.Pd.I.M.Si, Danramil Tinangkung di wakili oleh Pelda Ahmat Djamila, Kepala OPD se- Kab. Banggai Kepulauan, Kepala Bank Mandiri Salakan, Tokoh agama, Tokoh masyarakat serta undangan.

Dalam sambutan Bupati Bangkep Rusli Moidady menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan penting ini. Ia menegaskan bahwa Pelabuhan Salakan memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama transportasi laut di Kabupaten Banggai Kepulauan, sekaligus menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas antar pulau.

“Dengan meningkatnya mobilitas barang dan orang, keberadaan pelabuhan yang representatif dan modern menjadi kebutuhan mendesak. Melalui pembangunan tahap pertama ini, kita mengambil langkah awal untuk mewujudkan sarana transportasi laut yang aman, nyaman, dan berdaya saing,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam perencanaan dan pendanaan proyek strategis ini. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawasi pelaksanaan pembangunan agar berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai harapan bersama.

“Kepada pelaksana proyek, kami berpesan agar menjaga kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, dan kelestarian lingkungan. Pembangunan ini harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tambahnya.

Pembangunan Pelabuhan Salakan diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, memperlancar arus logistik, serta mendukung sektor perdagangan dan pariwisata di Banggai Kepulauan. (Decky-KOMDIGI)

Peling Seasa, BanggaiKep.go.id — Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan almarhumah Ibu Elfira Sidalu, seorang guru yang dikenal berdedikasi tinggi dalam mendidik dan membimbing generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut,Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) turut menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang berduka.

Kegiatan bertempat di Desa Peling Seasa, Kec. Bulagi, Kab. Banggai Kepulauan dan di hadiri Anggota IGI, Aparat Desa Seasa, Guru-guru Kec. Bulagi masyarakat yang sempat hadir.

Dalam sambutannya, Ketua IGI Kabupaten Banggai Kepulauan Moh. Haeiril Lumuan, S.Pd.,M.Pd menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kehidupan yang masih diberikan hingga hari ini.

Meski suasana duka menyelimuti, beliau mengajak seluruh hadirin untuk tetap bersyukur dan menjadikan momen kehilangan ini sebagai pengingat akan pentingnya meneruskan perjuangan kebaikan.

“Kami menyadari, kehilangan orang yang kita cintai bukanlah hal yang mudah. Almarhumah Ibu Elfira adalah sosok guru hebat yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Obor perjuangan beliau tidak akan padam, kami akan melanjutkannya,” ujar Ketua IGI.

Lebih lanjut, Ketua IGI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga almarhumah yang telah membesarkan serta mendukung beliau menjadi sosok pendidik yang berdedikasi dan menginspirasi banyak orang.

“Semoga segala amal kebaikan, pengabdian, dan jasa-jasa beliau dalam dunia pendidikan menjadi ladang pahala dan penerang di alam keabadian,” tambahnya

Sambutan tersebut juga menegaskan bahwa setiap insan akan melewati fase kehidupan yang sama, dan penting bagi yang ditinggalkan untuk tetap kuat dan melanjutkan kehidupan dengan semangat yang diwariskan almarhumah.

Acara diakhiri dengan doa bersama agar almarhumah Ibu Elfira diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan resmi menjalin kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tengah Cabang Salakan dalam implementasi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online.

Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut berlangsung di Salakan dan dihadiri oleh pimpinan dan jajaran Bank Sulteng Cabang Salakan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), para Kepala Perangkat Daerah, serta Direktur RSUD Trikora Salakan. Jumat, (10/10/2025)

Dalam sambutan Wakil Bupati Serfi Kambey menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan penting ini yang menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan dan modern.

“Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam tata kelola pemerintahan, termasuk dalam bidang pengelolaan keuangan daerah. Implementasi SP2D Online merupakan langkah nyata untuk mewujudkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan,” ujarnya.

Dengan sistem SP2D Online, proses pencairan dana yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat dilakukan secara lebih cepat, aman, dan terintegrasi antara Pemerintah Daerah dan pihak perbankan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja perangkat daerah dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Sulteng Cabang Salakan atas kemitraan strategis yang dibangun.

“Kolaborasi ini bukan sekadar digitalisasi sistem, tetapi juga merupakan komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah yang modern, transparan, dan berintegritas,” tambahnya.

Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam upaya transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, sekaligus mendukung visi mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, pihak Bank Sulteng Ramiyatie, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini bertujuan untuk mempercepat implementasi SP2D Online di daerah, khususnya di Kabupaten Banggai Kepulauan. Melalui sistem ini, proses administrasi keuangan pemerintah daerah akan menjadi lebih transparan dan akuntabel, sekaligus memitigasi risiko terjadinya penyimpangan dan korupsi.

Diketahui, dari seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah, tinggal dua daerah yang belum menandatangani kerja sama SP2D Online, yakni Kabupaten Banggai Laut (Balut) dan Tolitoli. Penerapan sistem ini diharapkan mampu menertibkan tata kelola administrasi keuangan daerah, sebab seluruh transaksi nantinya dilakukan secara daring melalui jaringan internet.

Selain SP2D Online, Kemendagri juga tengah menyiapkan beberapa aplikasi pendukung, di antaranya aplikasi “Situs Desa” yang akan membantu aparatur desa dalam pengelolaan keuangan. Aplikasi ini telah diujicobakan di Kabupaten Poso dan Ampana, dan terbukti efektif mencegah potensi kebocoran dana desa karena pencairan dana dilakukan sesuai kebutuhan riil.

Pihak Bank Sulteng juga memaparkan komitmennya dalam mendukung digitalisasi layanan keuangan daerah, termasuk sistem pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang kini dapat dilakukan melalui ATM. Bank Sulteng sendiri merupakan milik bersama pemerintah daerah di Sulawesi Tengah, termasuk Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai salah satu pemegang sahamnya.

Melalui kerja sama ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Sulteng dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan serta memberikan kontribusi berupa deviden yang semakin besar bagi pembangunan daerah. Saat ini, kinerja keuangan Bank Sulteng tercatat sangat baik dengan rasio kesehatan tinggi dan laba tahun 2024 mencapai Rp329 miliar, serta menargetkan peningkatan laba menjadi sekitar Rp380 miliar pada tahun 2025.

Dengan penandatanganan MoU ini, Kabupaten Banggai Kepulauan resmi bergabung dalam sistem keuangan daerah berbasis digital yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien, sejalan dengan arahan Kemendagri dan upaya nasional pencegahan korupsi di tingkat daerah.

Kegiatan bertempat di Ruang Auditorium Bappeda dan Litbang dan di hadiri Direktur Bank Sulteng, Ibu Ramiyatie, Kepala Cabang Bank Sulteng Salakan, Sirajuddin, Kaban Keuangan Stevan Moidady, SE. ME, Sekda terpili Banggai Kepulauan, Moh. Arisusanto, SE. ME, Asisten I Setda Banggai Kepulauan, Iwan Saleh, S. Sos, Kepala OPD se- Kab. Banggai Kepulauan, Kabag, Camat se- Kab. Banggai Kepulauan. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Ketua Komisi Informasi (KI) Wilayah Sulawesi Tengah Hi. Abbas H.A Rahim bersama Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo Santik) Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Aswin Saudo, M.Si melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) keterbukaan informasi publik di Kabupaten Banggai Kepulauan, Kamis (9/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penilaian keterbukaan informasi Kabupaten/Kota Tahun 2025, yang bertujuan untuk menilai sejauh mana badan publik di daerah melaksanakan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Tim penilai dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Informasi Perwakilan Sulawesi Tengah, dengan didampingi oleh Sekretaris Dinas Kominfo Santik Provinsi Sulawesi Tengah, serta anggota tim dari Komisi Informasi dan Diskominfo Santik.

Saat penilaian lapangan di ruang layanan informasi PPID Utama dan SP4N LAPOR, Ketua Komisi Informasi mengingatkan kepada admin PPID Utama dan SP4N LAPOR, syarat utama sebagai pemohon perorangan yaitu memberikan identitas diri, dan jika lembaga/organisasi menunjukkan surat tugas dan menyampaikan informasi yang diminta diperuntukkan untuk apa, selain itu admin memberikan formulir permohonan informasi.

Selain itu beliau menegaskan, PPID utama harus menyiapkan Daftar Informasi Publik (DIP) dan Daftar Informasi DiKecualikan (DIK), sebagai dasar pemberian informasi PPID Utama dan PPID Pelaksana yang ada di seluruh Perangkat Daerah.

Ketua Komisi Informasi juga berharap sosialisasi untuk PPID Pelaksana di Perangkat Daerah untuk lebih meningkatkan perannya sebagai PPID Pelaksana.

Sebelumnya, PPID Utama Kabupaten Banggai Kepulauan telah mengirimkan kuisioner penilaian keterbukaan informasi kepada pihak Komisi Informasi pada 19 September 2025 sebagai bagian dari tahapan awal proses evaluasi.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan pemerintah daerah dapat semakin memperkuat komitmen dalam menerapkan prinsip keterbukaan informasi publik sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Banggai menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Tahun 2025, bertempat di Aula Penginapan Bharata, Salakan, Kamis (9/10/2025)

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey, bersama sejumlah pejabat lintas instansi, antara lain Kepala Dinas Pariwisata dr. Jems Pinintoan, Kepala BNN Bangkep Kombes Baharuddin, Kepala Dinas Dukcapil Hari A. Masenge, Kepala Dinas DPMPTSP Din Lamasada, serta perwakilan unsur Forkopimda dan camat, Tim dari Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Banggai yang dipimpin oleh Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Galih Nur Rahartadi.

Dalam sambutan Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Galih Nur Rahartadi menegaskan pentingnya penguatan koordinasi antar instansi untuk menegakkan pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing di wilayah Banggai Kepulauan.

“Isu tentang keberadaan orang asing kini menjadi perhatian nasional. Imigrasi tidak bisa bekerja sendiri, tetapi perlu berkoordinasi dengan instansi pemerintah lain, baik pusat maupun daerah,” ujar Galih.

Ia menambahkan, Banggai Kepulauan memiliki posisi strategis sebagai daerah tujuan dan transit lalu lintas orang maupun barang. Kondisi ini, kata dia, membuka potensi penyalahgunaan izin keimigrasian dan kegiatan ilegal seperti penyelundupan manusia maupun peredaran narkotika.

Dalam kesempatan itu, pihak Imigrasi juga memperkenalkan program Desa Binaan Imigrasi, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu keimigrasian serta memperkuat sinergi antara aparat imigrasi dan warga desa.

Sementara itu, Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pengawasan terhadap orang asing merupakan upaya strategis untuk menjaga kedaulatan dan keamanan daerah di tengah arus globalisasi.

“Kita tidak bisa menolak kedatangan warga negara asing, baik yang datang sebagai wisatawan maupun tenaga kerja profesional. Namun, kita juga harus waspada terhadap potensi pelanggaran hukum dan penyalahgunaan izin tinggal,” kata Wabup.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat hukum, dan masyarakat dalam menjalankan fungsi pengawasan. “Sebagai anak daerah, kita perlu memahami aturan dasar mengenai hak dan kewajiban warga negara asing agar dapat menjaga Banggai Kepulauan dari potensi penyimpangan,” ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai instansi. Kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif dan diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan tugas TIMPORA di wilayah Banggai Kepulauan. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, Banggai Kepulauan – Menjelang, pelaksanaan Festival Trikora tahun 2025, berbagai persiapan terus dimatangkan oleh panitia pelaksana bersama pemerintah daerah dengan dilaksanakannya rapat di ruang rapat kantor Bupati, Kamis (09/10/2025).

Kegiatan yang menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Banggai Kepulauan ini rencananya akan dipusatkan di Kota Salakan.

Dalam sambutan Kepala Dinas Dikbud H. Ikhsan Nursin, S.Pd.,M.M menyampaikan rasa syukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan untuk melaksanakan agenda penting ini.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta rapat yang telah meluangkan waktu guna membahas teknis dan langkah strategis menjelang pelaksanaan festival tersebut.

“Agenda ini bukanlah kegiatan kecil. Festival Trikora memiliki nilai sejarah dan budaya yang perlu kita angkat dan perkenalkan lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional dan mancanegara,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan komunitas pecinta budaya dan aparat satuan pamong praja, demi memastikan pelaksanaan festival berlangsung aman dan tertib. Selain itu, panitia diimbau untuk lebih intens berkoordinasi dan memperkuat komunikasi mengingat waktu pelaksanaan yang semakin dekat.

“Festival Trikora 2025 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana eksplorasi dan promosi budaya lokal Banggai Kepulauan,” terangnya.

Ia mengingatkan agar pelaksanaan tidak sebatas pada lingkup kabupaten, melainkan memiliki daya tarik luas dengan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

“Kita harus memastikan kegiatan ini memberi dampak nyata. Jangan sampai hanya kita yang melaksanakan dan menonton. Festival ini harus mampu mengangkat nilai budaya daerah agar lebih dikenal secara luas,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tema dan konsep Festival Trikora akan difokuskan pada penguatan nilai-nilai budaya serta refleksi perjuangan sejarah, sehingga masyarakat dapat memahami makna di balik kegiatan tersebut. Ia berharap, dengan kerja sama semua pihak, festival ini dapat menjadi agenda tahunan tetap Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan budaya ini, dan kapan lagi kalau bukan sekarang,” ujarnya penuh semangat.

Rapat juga menyepakati bahwa pelaksanaan Festival Trikora akan diselaraskan dengan peringatan HUT Banggai Kepulauan ke-26, yang dipusatkan antara tanggal 28 Oktober hingga 2 November 2025.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk terus bermusyawarah dan bekerja sama demi mewujudkan festival yang sukses dan berkesan bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia HUT Bangkep ke-26 Mohamad Wahyudi, ST.,MP menjelaskan, salah satu agenda utama dalam rangkaian HUT adalah Festival Trikora, yang akan dikolaborasikan dengan kegiatan kesenian dari dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Festival ini diharapkan menjadi wadah hiburan bagi masyarakat, bukan sekadar acara internal ASN seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Acara ini adalah milik masyarakat Banggai Kepulauan. Kami ingin masyarakat bisa menikmati hiburan dan merasa memiliki momen tahunan ini,” tambahnya.

Ketua Panitia HUT Bangkep menegaskan pentingnya peran generasi muda di bidang teknologi informasi untuk membantu mempublikasikan kegiatan HUT ke-26 Banggai Kepulauan agar lebih dikenal luas.

“Kita harus mampu menampilkan kegiatan ini ke dunia maya. Karena lewat publikasi digital, wisatawan bisa tertarik datang, dan itu berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia pun menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif memeriahkan perayaan HUT Banggai Kepulauan tahun ini, dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan demi kemajuan daerah.

Turut hadir Sekdis Dikbud dan Panitia Festival Trikora yang sempat hadir. (Decky-KOMDIGI)