Palu, BanggaiKep.go.id — Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menghadiri kegiatan Gerakan 1000 Pelaku Usaha Berani Ekspor yang dirangkaikan dengan kunjungan kerja Badan Karantina Indonesia, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia. Kegiatan tersebut bertempat di Hotel Best Western Coco Palu, Senin (28/9/2026)

Agenda ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha di daerah agar semakin siap memasuki pasar ekspor. Penguatan kapasitas pelaku usaha, peningkatan kualitas produk, serta pemenuhan standar dan persyaratan ekspor menjadi bagian penting dalam membuka akses pasar yang lebih luas.

Sejumlah pejabat pemerintah pusat hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka adalah Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, S.T., Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto, S.Pt., M.Si., serta Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si.

Kehadiran pemerintah daerah dalam agenda tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, terutama dalam mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah serta potensi komoditas daerah agar memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Bagi Kabupaten Banggai Kepulauan, penguatan sektor usaha dan potensi komoditas daerah menjadi salah satu ruang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Akses terhadap pasar, pendampingan usaha, standardisasi produk, hingga dukungan proses karantina menjadi faktor penting dalam mempersiapkan produk daerah menuju pasar ekspor.

Melalui forum tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat menangkap peluang kerja sama dan dukungan program pemerintah pusat untuk memperkuat ekosistem usaha serta meningkatkan kemampuan pelaku usaha daerah dalam menembus pasar nasional maupun internasional. (Roy-KOMINFO)

Leme-Leme, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama sejumlah instansi terkait melaksanakan survei persiapan pengoperasian Pelabuhan Penyeberangan Leme-Leme, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai tersebut dipusatkan di kawasan Pelabuhan Leme-Leme. Survei dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan fasilitas dan berbagai aspek pendukung sebelum pelabuhan penyeberangan tersebut mulai dioperasikan.

Survei melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), serta instansi teknis terkait.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muh. Aris Susanto, Kepala Bidang Laut Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tengah, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Kepala Seksi Sarana BPTD Kelas II Sulawesi Tengah, Kepala UPP Kelas II Luwuk, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai Kepulauan, serta Camat Buko.

Dalam survei tersebut, tim melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi dan kesiapan kawasan pelabuhan, termasuk sarana dan prasarana yang berkaitan dengan pelayanan penyeberangan.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menyatakan dukungannya terhadap upaya percepatan kesiapan operasional Pelabuhan Penyeberangan Leme-Leme. Kehadiran layanan penyeberangan diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi laut serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang antardaerah.

Melalui koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, BPTD, UPP, serta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), berbagai aspek teknis dan pelayanan diharapkan dapat dipersiapkan secara optimal sebelum pelabuhan resmi beroperasi. (Decky-KOMINFO)

Leme-Leme Kecamatan Buko, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan survei persiapan pengoperasian Pelabuhan Penyeberangan Leme-Leme, Senin, (28/9/2026.

Survei yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai itu menjadi bagian dari persiapan pengoperasian layanan penyeberangan kapal yang akan dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Luwuk.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Pelabuhan Leme-Leme dan melibatkan unsur pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pengelola penyeberangan, serta instansi teknis yang berkaitan dengan operasional pelabuhan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan hadir bersama Kepala Bidang Laut Dinas Perhubungan Provinsi, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Luwuk, Kepala Seksi Sarana BPTD Kelas II Sulawesi Tengah, serta Kepala UPP Kelas II Luwuk.

Turut hadir Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai Kepulauan dan Camat Buko.

Survei tersebut difokuskan pada kesiapan fasilitas dan sarana pendukung pelabuhan sebelum layanan penyeberangan mulai dioperasikan. Pemeriksaan lapangan juga menjadi ruang koordinasi antarlembaga untuk memastikan aspek teknis dan pelayanan dapat dipersiapkan sesuai kebutuhan operasional.

Kehadiran PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam survei ini menandai pentingnya kesiapan Pelabuhan Leme-Leme sebagai bagian dari konektivitas transportasi penyeberangan di wilayah Banggai Kepulauan.

Bagi pemerintah daerah, pengoperasian pelabuhan penyeberangan diharapkan dapat memperkuat akses mobilitas masyarakat serta mendukung kelancaran arus orang dan barang antardaerah.

Hasil survei selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi instansi terkait dalam mematangkan persiapan pengoperasian Pelabuhan Leme-Leme. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Banggai Kepulauan, Muchsin H.S. Yasano, S.Ag, memimpin apel gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin (28/9/2026).

Apel gabungan tersebut dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan dan diikuti oleh para pejabat serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam arahannya, Muchsin H.S. Yasano meyampaikan sejumlah arahan dan penekanan yang menjadi perhatian seluruh perangkat daerah, sebagai tindak lanjut penyampaian Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keseragaman dan kelengkapan seragam ASN. Seluruh ASN diminta mempersiapkan kelengkapan seragam sesuai ketentuan yang berlaku.

Hal tersebut kembali ditegaskan karena kelengkapan dan keseragaman seragam akan menjadi perhatian dalam evaluasi pada bulan Oktober mendatang.

“Untuk seragam, ini sudah beberapa kali disampaikan kepada kita semua. Karena pada bulan Oktober akan dilakukan pengecekan, maka mulai sekarang agar dipersiapkan kelengkapan seragam masing-masing,” ujar pejabat yang menyampaikan arahan dalam apel.

Selain kedisiplinan, seluruh OPD juga diminta segera melakukan percepatan penginputan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dalam rangka penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027.

Percepatan tersebut dinilai penting mengingat tahapan pembahasan APBD 2027 telah berjalan, termasuk pembahasan melalui Badan Anggaran (Banggar) DPRD. Karena itu, masing-masing OPD diminta segera menyelesaikan penginputan sesuai tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan.

Selanjutnya, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap persiapan Zona Integritas pada tujuh OPD yang telah ditetapkan sebagai prioritas.

Meski menjadi fokus pada tujuh OPD, upaya membangun Zona Integritas diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab perangkat daerah yang ditunjuk. Seluruh OPD diminta turut mendukung pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Hal lain yang turut ditekankan adalah penataan dan kelengkapan aset daerah. Masing-masing perangkat daerah diminta segera melengkapi dokumen dan persyaratan terkait aset yang berada di lingkungan instansinya.

Penataan aset menjadi perhatian penting karena persoalan aset masih menjadi salah satu hal yang perlu dibenahi secara berkelanjutan dalam pengelolaan pemerintahan daerah.

Selain aset, seluruh OPD juga diminta memperhatikan rekonsiliasi anggaran dan realisasi sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan. Rekonsiliasi diharapkan dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan sehingga proses pelaporan berjalan tertib dan tepat waktu.

Dalam kesempatan tersebut, ASN juga diingatkan mengenai penyelesaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Tahun 2025. Berdasarkan data yang ada, masih terdapat sejumlah ASN yang belum menyelesaikan SKP tahun sebelumnya.

Mengingat batas waktu penyelesaian masih dibuka hingga akhir September 2026, seluruh ASN yang belum melengkapi SKP diminta segera menyelesaikannya.

Demikian pula dengan pemutakhiran melalui sistem DMS, yang juga menjadi perhatian dan diminta segera dilengkapi oleh seluruh perangkat daerah.

Melalui apel gabungan tersebut, seluruh ASN lingkup Pemkab Banggai Kepulauan diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan, tertib administrasi, serta mempercepat penyelesaian berbagai agenda pemerintahan yang menjadi tanggung jawab masing-masing OPD.

Seluruh arahan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti secara serius sehingga pelaksanaan pemerintahan, pengelolaan anggaran, administrasi kepegawaian, hingga penataan aset daerah dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan sesuai ketentuan. (Decky-KOMINFO)

Luwuk Banggai, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mulai menjajaki kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Luwuk dalam rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan.

Koordinasi awal tersebut berlangsung di Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai. Pertemuan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Muhamad Aris Susanto, S.E., M.E., didampingi Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda dan Litbang, Fitriah Bidalo, S.Si., M.Si. Sabtu (26/9/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membahas rencana penempatan mahasiswa KKN Tematik di Banggai Kepulauan. Program tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pembangunan daerah dengan kompetensi akademik mahasiswa.

Dari pihak Universitas Muhammadiyah Luwuk, pertemuan dihadiri Rektor Dr. Sutrisno K. Djawa, S.E., M.M., Wakil Rektor III Dr. Kisman Karinda, S.Ag., M.Si., serta jajaran pimpinan fakultas.

Turut hadir Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Wahyudin Rahman, S.E., M.M.; Wakil Dekan II FISIP/Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Politik Maria Ulfa, S.I.Kom., M.I.Kom.; Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Moh. Gifari Sono, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng; Dekan Fakultas Hukum Mustating Dg. Maroa, S.H., M.H.; serta Dekan Fakultas Agama Islam Dr. Jumahir, S.Ag., M.Pd.

Pertemuan juga dihadiri Wakil Dekan I FKIP Dr. Muhammad Salahuddin, S.Pd., M.Pd.; Dekan Fakultas Pertanian Dr. Mustafa Abd Rahim, S.P., M.P.; Pj. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Sulasmi Anggo, S.Farm.; Ketua LP3M Dr. Risno Mina, S.H., M.H.; serta Koordinator Pengabdian Masyarakat LP3M Unismuh Luwuk Erwin Nursin, S.Sos., M.Si.

KKN Tematik dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan akademik mahasiswa, tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diperlukan agar program yang nantinya dijalankan mahasiswa dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan di daerah.

Melalui koordinasi awal tersebut, Pemkab Banggai Kepulauan dan Universitas Muhammadiyah Luwuk membahas ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan melalui program KKN Tematik, termasuk keterlibatan lintas fakultas sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat dua arah: mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengimplementasikan ilmu di tengah masyarakat, sementara pemerintah daerah dan masyarakat mendapatkan dukungan akademik dalam mendorong berbagai program pembangunan di tingkat desa. (Roy-KOMINFO)

Palu, BanggaiKep.go.id — Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, S.T., M.T., AIFO menghadiri Anugerah Pendidikan “Bago Nggabelo” Tahun 2026 yang digelar di Swis-Belhotel Silae Palu, Jumat, (25/9/ 2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 WITA tersebut menjadi momentum apresiasi terhadap pemerintah daerah atas kinerja di bidang pendidikan selama periode 2025–2026.

Anugerah Pendidikan “Bago Nggabelo” diberikan sebagai bentuk penghargaan atas komitmen dan capaian pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Penghargaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memberikan apresiasi kepada daerah yang dinilai menunjukkan kinerja dalam penyelenggaraan pendidikan.

Kehadiran Bupati Rusli Moidady dalam agenda tersebut sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam menjadikan sektor pendidikan sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, apresiasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Penghargaan menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat kinerja satuan pendidikan, serta memastikan program pendidikan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pemerintah daerah juga terus mendorong sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, satuan pendidikan, dan masyarakat agar peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Anugerah Pendidikan “Bago Nggabelo” Tahun 2026 berlangsung di Swis-Belhotel Silae Palu pada Jumat malam, dan menjadi salah satu agenda yang dihadiri Bupati Banggai Kepulauan dalam kunjungan kerjanya di Palu. (Roy-KOMINFO)

Jakarta, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Serfi Kambey, menghadiri audiensi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah bersama para kepala daerah se-Sulawesi Tengah dengan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P (K), Kamis (24/9/2026).

Audiensi yang berlangsung di Ruang Pertemuan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia tersebut menjadi forum pembahasan berbagai isu strategis di bidang kesehatan, khususnya terkait sarana dan prasarana kesehatan serta program penanganan Tuberkulosis (TBC) di wilayah Sulawesi Tengah.

Dalam audiensi tersebut, Wakil Bupati Banggai Kepulauan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Banggai Kepulauan, dr. James Hendrik Dirk Pinontoan. Sementara dari Kementerian Kesehatan hadir Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P (K) bersama tim.

Pembahasan sarana dan prasarana kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam audiensi, mengingat ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai merupakan faktor pendukung dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di daerah.

Selain itu, audiensi juga membahas program penanganan TBC sebagai salah satu upaya memperkuat pencegahan, deteksi, pengobatan, serta pengendalian TBC di daerah.

Kehadiran Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam audiensi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan serta penanganan berbagai permasalahan kesehatan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus mendorong penguatan sektor kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mendorong penguatan budaya literasi di tengah masyarakat melalui kegiatan Semarak Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca Tahun 2026, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri dan ditutup secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Tommy B. Luasusun, yang mewakili Bupati Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Tommy menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai Kepulauan serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca tidak seharusnya dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya membaca dalam meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan kualitas sumber daya manusia.

“Budaya membaca menjadi semakin penting. Membaca mengajarkan kita untuk tidak hanya tahu, tetapi juga memahami. Tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu berpikir dan memilih informasi yang benar,” ujar Tommy dalam sambutannya.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi melalui telepon genggam maupun media sosial harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami serta memilah informasi secara tepat.

Ia juga menekankan bahwa perpustakaan saat ini harus terus berkembang dan tidak hanya dipandang sebagai tempat menyimpan buku. Perpustakaan diharapkan menjadi ruang belajar, ruang bertemu, ruang berkreasi, serta ruang tumbuh bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.

“Saya ingin anak-anak Banggai Kepulauan menjadikan perpustakaan sebagai salah satu tempat yang menyenangkan untuk belajar,” katanya.

Tommy juga mengajak para pelajar dan generasi muda untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari proses meraih cita-cita.

Menurutnya, apa pun profesi yang ingin dicapai, baik dokter, guru, pengusaha, petani, nelayan, ASN, seniman, maupun penulis, semuanya membutuhkan pengetahuan yang dapat diperoleh melalui proses belajar dan membaca.

“Kalau ingin menjadi dokter, bacalah. Kalau ingin menjadi guru, bacalah. Kalau ingin menjadi pengusaha, petani, nelayan, ASN, seniman, penulis, atau profesi apa pun yang dicita-citakan, semuanya membutuhkan pengetahuan. Dan salah satu jalan untuk mendapatkan pengetahuan itu adalah membaca,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong tumbuhnya budaya literasi di tengah masyarakat.

Karena itu, semangat membaca diharapkan tidak hanya hadir pada momentum Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca, tetapi dapat terus diterapkan di sekolah, keluarga, desa, tempat kerja, dan lingkungan masyarakat.

Tommy juga mengajak para orang tua untuk membiasakan anak-anak membaca sejak dari rumah. Menurutnya, kegiatan membaca dapat dimulai dari berbagai jenis bacaan yang sesuai dengan usia anak, seperti cerita, pengetahuan tentang alam, sejarah daerah, hingga budaya Banggai Kepulauan.

Kepada anak-anak dan generasi muda, ia berpesan agar tidak takut memiliki cita-cita dan mimpi besar. Namun, mimpi tersebut harus diiringi dengan kemauan untuk terus belajar.

“Jangan takut bermimpi besar. Tetapi ingat, mimpi besar harus diikuti dengan kemauan untuk belajar. Dan membaca adalah salah satu cara terbaik untuk terus belajar,” pesannya.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, Banggai Kepulauan dapat terus membangun masyarakat yang gemar membaca, kaya pengetahuan, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Semoga Semarak Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca Tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi dan melahirkan generasi Banggai Kepulauan yang cerdas, berkarakter, kreatif, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai Kepulauan Ratnasari N. Turungku, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan Ratnasari dalam sambutannya pada kegiatan Semarak Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca Tahun 2026, yang dilaksanakan di Kabupaten Banggai Kepulauan, Kamis (24/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ratnasari juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan literasi, khususnya kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi.

“Pada kesempatan ini akan dilaksanakan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Tentunya kepada para pemenang, saya ucapkan selamat. Jadikan hadiah ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus berprestasi,” ujar Ratnasari.

Ia juga memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati. Menurutnya, semangat membaca dan belajar merupakan bagian penting dalam membangun masa depan generasi muda.

“Bagi yang belum mendapatkan juara, jangan berkecil hati. Tetaplah membaca, tetaplah belajar, dan terus mencoba. Karena sesungguhnya setiap anak yang mau membaca dan belajar adalah pemenang bagi masa depannya sendiri,” katanya.

Ratnasari menegaskan, momentum Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca harus menjadi langkah bersama dalam membangun masyarakat Banggai Kepulauan yang cerdas, kreatif dan berkarakter.

“Mari kita hidupkan perpustakaan, mari kita ramaikan perpustakaan, dan yang paling penting, mari kita jadikan membaca sebagai kebiasaan dan kebutuhan dalam kehidupan kita sehari-hari,” ajaknya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi dapat mendorong tumbuhnya budaya literasi secara berkelanjutan di berbagai lingkungan masyarakat.

“Semoga literasi terus bertumbuh di sekolah, di keluarga, di desa maupun di tengah masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan,” harapnya.

Menutup sambutannya, Ratnasari menyampaikan permohonan kepada pejabat yang mewakili Bupati Banggai Kepulauan untuk memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Semarak Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca Tahun 2026.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai kegiatan dan lomba dalam rangka memeriahkan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca Tahun 2026. (Decky-Kominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mengikuti Penilaian Nasional Sertifikasi Kabupaten/Kota Bebas Frambusia Tahun 2026. Penilaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pengendalian frambusia berjalan secara berkelanjutan, Kamis (24/9/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muh. Aris Susanto, S.E., M.E., mewakili Bupati Banggai Kepulauan membuka kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom. Tim Penilai Nasional Sertifikasi Kabupaten/Kota Bebas Frambusia turut mengikuti proses tersebut.

Hadir dalam kegiatan itu Tim Eradikasi Frambusia Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan, serta para kepala puskesmas se-Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Aris mengatakan penilaian nasional tidak semata-mata berkaitan dengan perolehan sertifikat atau pengakuan administratif. Menurut dia, proses tersebut menjadi kesempatan bagi Banggai Kepulauan untuk menunjukkan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam melindungi masyarakat dari penyakit frambusia.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada Banggai Kepulauan untuk mengikuti proses penilaian ini,” ujar Aris.

Ia mengatakan pengendalian frambusia membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Upaya tersebut, kata dia, tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, hingga masyarakat.

Aris juga memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam pencegahan, pemantauan, edukasi, serta pengendalian frambusia di wilayah Banggai Kepulauan.

“Keberhasilan dalam pengendalian frambusia tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Dibutuhkan kerja bersama dan dukungan serta kesadaran masyarakat,” katanya.

Menurut Aris, penilaian nasional diharapkan memberikan gambaran objektif terhadap berbagai program dan langkah pengendalian frambusia yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berdasarkan indikator yang ditetapkan.

Namun, ia menegaskan sertifikasi bebas frambusia bukanlah akhir dari upaya pengendalian penyakit tersebut.

Jika Banggai Kepulauan memperoleh sertifikasi, pemerintah daerah bersama jajaran kesehatan tetap harus menjaga kondisi tersebut. Surveilans dan deteksi dini, kata Aris, harus terus dilakukan.

“Surveilans harus tetap berjalan, deteksi dini harus terus dilakukan, dan edukasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady juga memberikan arahan melalui Zoom. Ia menyampaikan apresiasi kepada Tim Penilai Nasional, Tim Eradikasi Frambusia Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan, serta seluruh kepala puskesmas yang terlibat dalam proses penilaian.

Rusli mengatakan assessment sertifikasi bebas frambusia merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mewujudkan masyarakat Banggai Kepulauan yang bebas dari frambusia.

Diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan kesehatan di Banggai Kepulauan. Ia berharap upaya pengendalian frambusia dapat bermuara pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Ini sebuah langkah strategis agar benar-benar apa yang menjadi harapan ke depan di bidang kesehatan, khususnya masyarakat yang bebas frambusia, bisa benar-benar terwujud di Kabupaten Banggai Kepulauan,” ujarnya.

Rusli mengatakan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap upaya pengendalian frambusia. Ia berharap hasil assessment dapat memperkuat langkah pemerintah dalam membangun masyarakat yang sehat dan produktif.

“Keberhasilan dari kegiatan ini insyaallah menjadi harapan kita bersama sehingga apa yang menjadi keinginan masyarakat Banggai Kepulauan sebagai masyarakat yang sehat dan produktif ke depan bisa terwujud,” katanya.

Bupati menyampaikan arahan tersebut secara daring karena pada waktu yang sama harus mengikuti agenda lain. Meski tidak hadir secara langsung, Rusli memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan assessment tetap berjalan.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan selanjutnya menyatakan kesiapan mengikuti seluruh tahapan penilaian secara terbuka, termasuk menerima masukan, catatan, dan rekomendasi dari Tim Penilai Nasional sebagai bahan evaluasi dan perbaikan.

Penilaian tersebut diharapkan tidak berhenti pada pencapaian sertifikasi, tetapi menjadi momentum memperkuat surveilans, deteksi dini, pencegahan, edukasi, serta keterlibatan masyarakat dalam mempertahankan pengendalian frambusia secara berkelanjutan.(Roy-KOMINFO)