Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi, Monitoring, dan Evaluasi Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Komunitas Desa se-Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumat, (12/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Luwuk beserta jajaran, Kadis Disnakertrans Bangkep, Sekdis PMD, para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Desa se- Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Serfi Kambey menegaskan bahwa program jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja, khususnya masyarakat yang bekerja di sektor informal.

Menurutnya, perlindungan tersebut sangat penting mengingat berbagai risiko pekerjaan dapat terjadi kapan saja dan berdampak pada keberlangsungan ekonomi keluarga.

“Program BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk perlindungan dan investasi sosial bagi masa depan keluarga,” ujar Serfi.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Banggai Kepulauan menggantungkan hidup pada sektor informal, seperti petani, nelayan, pelaku usaha mikro, dan pekerja mandiri. Kelompok pekerja tersebut memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah sehingga perlu mendapatkan perlindungan yang layak melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Wakil Bupati berharap kegiatan sosialisasi dapat meningkatkan pemahaman masyarakat desa mengenai manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja, kematian, maupun risiko lain yang dapat memengaruhi kesejahteraan keluarga.

Selain sosialisasi, kegiatan tersebut juga menjadi forum monitoring dan evaluasi untuk mengukur sejauh mana pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan di tingkat desa.

Pemerintah daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan dan pemerintah desa diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai capaian, kendala, serta langkah strategis yang perlu dilakukan guna meningkatkan cakupan kepesertaan di seluruh wilayah Banggai Kepulauan.

“Monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum untuk melihat perkembangan program di desa-desa sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan yang masih dihadapi,” kata Serfi.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk terus mendukung perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan perlindungan sosial yang merata.

Serfi juga mengajak seluruh pihak untuk menumbuhkan semangat kepedulian terhadap sesama melalui dukungan terhadap program perlindungan sosial. Ia menilai upaya memastikan masyarakat pekerja memperoleh jaminan sosial yang layak merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap hasil sosialisasi, monitoring, dan evaluasi dapat melahirkan langkah-langkah konkret yang semakin memperluas perlindungan bagi masyarakat pekerja di Banggai Kepulauan.

Pemerintah daerah berharap program tersebut mampu menghadirkan rasa aman bagi para pekerja dan keluarganya serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. (Roy-KOMINFO)

Saiyong, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menyambut pelaksanaan Penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Saiyong, Kecamatan Tinangkung, Kamis (11/06/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh tim penilai lomba desa dari Provinsi Sulawesi Tengah, unsur pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Saiyong.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Gubernur Sulawesi Tengah bersama Ketua Tim Penilai dan rombongan yang hadir untuk melakukan penilaian di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Desa Saiyong, TP-PKK, kader, serta seluruh masyarakat yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong sehingga Desa Saiyong dipercaya mewakili Kabupaten Banggai Kepulauan pada ajang lomba desa tingkat provinsi.

Menurutnya, keikutsertaan Desa Saiyong bukan sekadar karena penunjukan, melainkan merupakan hasil dari prestasi, inovasi, serta keberhasilan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Lomba desa bukanlah tujuan akhir, tetapi menjadi sarana evaluasi untuk melihat sejauh mana keberhasilan tata kelola pemerintahan desa serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Wakil Bupati.

Desa Saiyong ditetapkan sebagai perwakilan Kabupaten Banggai Kepulauan berdasarkan Keputusan Bupati Banggai Kepulauan Nomor 1.3.3.2/228 Tahun 2026 tentang Penetapan Pemenang Lomba Desa Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan.

Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa semangat gotong royong dan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat menjadi modal utama Desa Saiyong dalam menghadapi penilaian tingkat provinsi. Pemerintah daerah pun optimis Desa Saiyong mampu memberikan hasil terbaik dan melanjutkan prestasi ke tahapan penilaian berikutnya.

Lomba Desa Tahun 2026 mengusung tema “Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menekankan pentingnya desa sebagai fondasi pembangunan bangsa melalui penguatan tata kelola pemerintahan, transformasi pelayanan publik berbasis inovasi dan digitalisasi, ketahanan pangan, ketahanan sosial budaya, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi desa, BUMDes, dan UMKM.

Selain menjadi ajang kompetisi, pelaksanaan lomba desa juga merupakan instrumen evaluasi terhadap perkembangan desa melalui berbagai indikator, termasuk pemanfaatan Indeks Desa serta penanganan isu strategis seperti pencegahan stunting dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati berharap tim penilai dapat melaksanakan penilaian secara objektif serta memberikan masukan dan evaluasi bagi kemajuan Desa Saiyong ke depan.

“Kami berharap segala kerja keras, inovasi, serta potensi yang dimiliki Desa Saiyong dapat memberikan kesan terbaik bagi tim penilai, sehingga Desa Saiyong mampu menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah,” tutupnya. (Decky – KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka bagian dari rangkaian memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tahun 2026, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Banggai Kepulauan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga menyelenggarakan talkshow bertajuk “Perempuan Cerdas Digital” yang dilaksanakan di Gedung Aula Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan, Rabu (10/6).

Kegiatan ini mengusung semangat “Kunci Keluarga Bahagia, Indonesia Sejahtera” sebagai bagian dari upaya mendorong peran strategis perempuan dalam membangun keluarga berkualitas di era digital.

Ketua GOW Kabupaten Banggai Kepulauan, Ny. Anita Serfi Kambey, dalam sambutannya menegaskan pentingnya literasi digital bagi perempuan, khususnya para ibu, dalam membimbing anak dan menjaga ketahanan keluarga dari dampak negatif teknologi.

“Perempuan harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan keluarga yang cerdas digital, mampu memanfaatkan teknologi secara bijak serta melindungi anggota keluarga,” ujarnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber yang kompeten, yaitu: Dra. Jeane B. Rorimpandey (Wakil Ketua GOW Banggai Kepulauan), Suryati, S.Th.I., M.Psi (Konselor Keluarga) dalam paparannya menyampaikan bahwa Skill yang penting bagi wanita di era digital dalam mendukung ketahanan keluarga adalah :
1.Membangun kesadaran 2. Mengokohkan keteladanan 3. Melakukan blok konten negatif dan memfilter konten 4. Memahami kebersamaan dan 5. Literasi digital.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Banggai Kepulauan Ramlin M. Hamid, S.Pd.SD., M.Si bertindak sebagai pemantik dalam kegiatan talkshow tersebut.

Talkshow dilaksanakan mulai pukul 08.30 WITA hingga selesai dan diikuti oleh Pengurus Organisasi Wanita, DWP DP3AP2KB, DWP Inspektorat dan DWP Diskominfo serta peserta lainnya, baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari imbauan resmi Dinas P3AP2KB kepada seluruh organisasi wanita di Kabupaten Banggai Kepulauan untuk berperan aktif dalam menyukseskan peringatan Harganas melalui penguatan 8 Fungsi Keluarga.

Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan pemahaman tentang literasi digital dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang kuat, perempuan berdaya, melek digital, serta mendukung Indonesia yang lebih sejahtera.

Acara secara resmi dibuka oleh Ketua GOW Kabupaten Banggai Kepulauan dengan harapan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik serta membawa manfaat bagi keluarga dan lingkungan masing-masing. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Edukasi Pasar Modal bertema “Gerakan Masyarakat Investasi Saham: Investasi Bijak di Era Volatilitas” Rabu, (10/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan melibatkan unsur pemerintah daerah, pelaku jasa keuangan, turut dihadiri  Asisten dan Staf Ahli Setda Banggai Kepulauan, para kepala perangkat daerah, serta narasumber dari industri pasar modal.

Dalam sambutannya, Serfi menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang membuka akses luas masyarakat terhadap instrumen investasi, khususnya saham. Ia mengingatkan, kemudahan akses tersebut harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat tidak terjebak pada spekulasi maupun investasi ilegal.

“Investasi saham bukan sekadar mencari keuntungan jangka pendek, tetapi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang yang membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan disiplin,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti dinamika pasar keuangan yang kerap dipengaruhi faktor global, kebijakan moneter, hingga sentimen pasar, sehingga diperlukan kemampuan analisis berbasis data dan rasionalitas dalam mengambil keputusan investasi.

Pemerintah daerah, kata dia, mendukung penuh program edukasi keuangan sebagai upaya memperkuat inklusi keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mendorong generasi muda, ASN, pelaku usaha, dan mahasiswa untuk aktif belajar mengenai pasar modal yang legal dan diawasi regulator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah daerah dengan pelaku industri pasar modal, termasuk Bursa Efek Indonesia, dalam memperluas literasi investasi di daerah.

Di akhir sambutannya, Serfi secara resmi membuka kegiatan tersebut dan berharap edukasi pasar modal dapat melahirkan investor-investor baru yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Hal senada disampaikan dalam sesi pemaparan yang menghadirkan perwakilan Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tengah, Dewi Nur Qomariah.

Ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap investasi yang legal dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Menurutnya, peningkatan jumlah investor di Banggai Kepulauan tidak lepas dari sinergi pemerintah daerah dan BEI melalui program edukasi serta pembentukan galeri investasi.

“Pertumbuhan investor di Banggai Kepulauan sampai April 2026 sudah lebih dari 30 persen dibanding tahun lalu. Ini capaian yang sangat positif dan menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan maraknya penipuan berkedok investasi yang masih terjadi di berbagai daerah. Literasi keuangan, katanya, menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan besar dari investasi ilegal.

“Ketika masyarakat tidak memahami investasi yang legal, mereka rentan terjebak pada investasi bodong,” tegasnya.

Dewi juga menjelaskan pentingnya investasi sebagai upaya menjaga nilai uang dari tekanan inflasi, serta membandingkan strategi menabung konvensional dengan investasi jangka panjang yang dinilai lebih efektif dalam mencapai tujuan keuangan seperti rumah, pendidikan, dan pensiun.

Di akhir sesi, ia mengingatkan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan dalam pengelolaan keuangan sebagai fondasi membangun kebiasaan investasi yang sehat.

Dengan meningkatnya minat masyarakat dan dukungan berbagai pihak, Banggai Kepulauan diharapkan menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan literasi keuangan yang semakin kuat di Sulawesi Tengah. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menekan angka pengangguran melalui berbagai program peningkatan keterampilan kerja.

Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembukaan Pelatihan Program Tailor Made Training (TMT) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Gedung Loka Latihan Kerja (LLK) Mondopulian, Desa Saiyong, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Tommy B. Luasusun, yang hadir mewakili Bupati Banggai Kepulauan. Turut hadir Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Banggai Kepulauan beserta jajaran, instruktur pelatihan, serta para peserta pelatihan.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan yang dibacakan oleh Asisten III Setda, disampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pelatihan tersebut sebagai salah satu langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kemampuan dan kompetensi masyarakat, khususnya generasi muda agar mampu bersaing di dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha secara mandiri.

“Keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar serta akses terhadap pekerjaan sering menjadi faktor penyebab kemiskinan dan pengangguran di masyarakat. Oleh karena itu, menjadi cita-cita kita bersama untuk menciptakan masyarakat Banggai Kepulauan yang memiliki motivasi kuat, keterampilan, dan kompetensi yang mampu bersaing di berbagai bidang,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa program pelatihan ini sejalan dengan salah satu program unggulan Bupati Banggai Kepulauan, yaitu Berkah Sejahtera, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi rakyat, pemberdayaan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja produktif.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga terus berupaya menekan angka pengangguran terbuka yang saat ini tercatat sebanyak 1.144 orang dari total 68.490 angkatan kerja. Salah satu strategi yang dilakukan adalah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Program Tailor Made Training ini merupakan hasil kerja sama antara Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar dengan UPTD Loka Latihan Kerja (LLK) Mondopulian. Pelatihan yang diselenggarakan mencakup tiga bidang kejuruan, yakni Junior Make Up Artist, Pengolahan Roti dan Kue, serta Penjahitan Pakaian dengan Mesin.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai sehingga mampu menjadi tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan memiliki daya saing, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, khususnya Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, tim penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pelatihan.

Menutup sambutannya, Bupati melalui Asisten III mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam mengatasi persoalan kemiskinan dan pengangguran. Pemerintah berharap program seperti Tailor Made Training dapat terus berkelanjutan dan melahirkan putra-putri daerah Banggai Kepulauan yang memiliki keterampilan, inovasi, serta mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey secara resmi membuka Rapat Evaluasi Capaian Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Tahun 2025 yang digelar di ruang rapat kantor Bupati, Selasa (9/6/2026).

Dalam sambutannya, Serfi Kambey menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah atas kerja keras dalam pelaksanaan reformasi birokrasi selama ini. Ia menegaskan bahwa capaian Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Banggai Kepulauan masih berada pada kategori C, yang menurutnya menunjukkan bahwa proses reformasi telah berjalan namun belum optimal.

“Masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi, di antaranya penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta konsistensi penerapan sistem kerja berbasis kinerja,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa reformasi birokrasi tidak boleh berhenti pada pemenuhan dokumen administratif semata, melainkan harus menghadirkan perubahan nyata dalam pola pikir, budaya kerja, serta komitmen aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Serfi juga mendorong penguatan implementasi rencana aksi reformasi birokrasi, peningkatan kualitas monitoring dan evaluasi yang ditindaklanjuti dengan perbaikan konkret, pengembangan inovasi pelayanan publik, serta penguatan integritas dan disiplin ASN.

“Kita berharap capaian indeks reformasi birokrasi ke depan dapat terus meningkat, sehingga tata kelola pemerintahan semakin profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” katanya.

Dalam forum yang sama, Asisten III Tommy Boy Luasusun S.H. M.A.P menegaskan pentingnya evaluasi kinerja pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia menyebut seluruh perangkat daerah memiliki tanggung jawab yang sama dalam memastikan pelayanan berjalan efektif dan dirasakan masyarakat.

“Pemerintah itu pelaksana pelayanan publik. Di dalamnya ada proses perencanaan yang harus benar-benar memastikan masyarakat bisa menikmati hasil dari setiap tanggung jawab kita,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sistem penilaian kinerja yang dinilai masih perlu diperkuat agar lebih objektif dan mencerminkan capaian nyata. Menurutnya, masih terdapat indikator penilaian yang bersifat sederhana.

“Yang kita lihat ini ada kesamaan dalam penilaian, bahkan ada yang masih 0 dan 1. Ini tentu perlu kita evaluasi agar lebih objektif,” katanya.

Tommy menambahkan, setiap pelaporan dan pelaksanaan kegiatan di perangkat daerah harus memiliki orientasi yang jelas terhadap peningkatan kinerja dan manfaat bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat koordinasi dan tanggung jawab kerja demi meningkatkan kinerja pemerintahan daerah secara keseluruhan.

“Kalau pengelolaan dan tanggung jawab kita berjalan baik, maka kinerja institusi juga akan ikut membaik,” ujarnya.

Rapat evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam memperkuat pelaksanaan reformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Sekretariat Daerah, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala), para kepala OPD, serta jajaran pemerintah daerah lainnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Inspektur Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan Dra. Jeane Rorimpandey, membuka rapat pembahasan perencanaan dan pelaksanaan penganggaran sektor kesehatan yang melibatkan Dinas Kesehatan, rumah sakit, serta seluruh Puskesmas di wilayah kabupaten, Senin, (8/6/ 2026).

Rapat tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola keuangan daerah, khususnya dalam perencanaan program kesehatan, penggunaan anggaran, serta pertanggungjawaban kegiatan yang bersumber dari APBD maupun dana kesehatan lainnya.

Jeane menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu bidang prioritas yang harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Ia menyoroti masih ditemukannya sejumlah catatan pemeriksaan, termasuk pada aspek perjalanan dinas, pengelolaan aset, serta perencanaan kebutuhan obat.

“Pengelolaan anggaran kesehatan harus benar-benar sesuai aturan dan kebutuhan riil di lapangan. Jangan sampai kegiatan hanya formalitas administrasi, tetapi tidak memberikan dampak pada pelayanan masyarakat,” kata Jeane.

Dalam forum tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muh. Aris Susanto, juga memberikan penekanan terkait pembinaan ASN dan efektivitas penggunaan anggaran. Ia meminta seluruh perangkat daerah, khususnya Puskesmas dan rumah sakit, lebih selektif dalam menyusun surat tugas dan pertanggungjawaban perjalanan dinas.

Menurutnya, sejumlah temuan menunjukkan perlunya perbaikan dalam pola administrasi, termasuk kesesuaian antara tujuan kegiatan dan dokumen pendukung. Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi, termasuk dalam pengadaan dan distribusi logistik kesehatan.

“Perjalanan dinas harus jelas output-nya, bukan sekadar formalitas. Gunakan pola koordinasi dan konsultasi yang rasional dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan, dr. James Pinontoan, menyoroti pentingnya penguatan perencanaan kebutuhan obat (RKO) dan sistem logistik kesehatan. Ia menyebut masih adanya potensi obat kedaluwarsa akibat lemahnya perencanaan dan penyesuaian data kebutuhan.

Ia menekankan agar Puskesmas dan rumah sakit lebih disiplin dalam menyusun laporan penggunaan obat berbasis data penyakit, tren kebutuhan, serta masa pakai obat.

“Perencanaan obat harus berbasis data yang valid. Jangan sampai terjadi penumpukan atau kedaluwarsa karena kesalahan perhitungan kebutuhan,” ujarnya.

Selain itu, Inspektorat juga menyoroti pengelolaan aset daerah di fasilitas kesehatan, termasuk penggunaan dan keberadaan barang inventaris yang tidak lagi tercatat secara jelas. Pemerintah daerah memberi batas waktu untuk melakukan penertiban dan pengembalian aset yang masih berada di luar penguasaan unit kerja.

Rapat tersebut juga menegaskan kembali tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK RI, yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan capaian opini tata kelola keuangan yang lebih baik pada tahun anggaran berjalan.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap, melalui penguatan pengawasan dan pembinaan ini, sektor kesehatan dapat semakin efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperbaiki kualitas tata kelola anggaran daerah secara menyeluruh.

Turut hadir Direktur RSUD Trikora, Direktur RSUD Pratama Lumbi-lumbia, Kepala Puskesmas se- Bangkep serta bendahara dan undangan lainnya.(Roy-KOMINFO)

Sigi, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady didampingi Ketua TP-PKK Halima U. Hamid, S.sos, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rachman Hasan, ST.,M.Si, Kabag Kesra Hamja Bakalinga dan Kadis Koperindag Kismanto, SH menghadiri Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung di Taman Likuifaksi, Kabupaten Sigi, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan MTQ ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dan akan berlangsung hingga 13 Juli 2026. Acara ini diikuti oleh kafilah dari 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Banggai Kepulauan, yang berkompetisi dalam berbagai cabang lomba Al-Qur’an seperti seni baca, hafalan, dan pemahaman isi Al-Qur’an.

Tahun ini MTQ mengusung tema “Berani Membangun Generasi yang Cinta Al-Qur’an dan Memperkuat Harmoni dalam Keberagaman Sulawesi Tengah Nambaso Pakarosi.”

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tengah menegaskan bahwa MTQ tidak hanya berorientasi pada prestasi dan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri serta memperdalam pemahaman Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Selain sebagai wadah syiar Islam dan pengembangan potensi generasi muda, pelaksanaan MTQ ke-XXXI ini juga diharapkan dapat mempererat ukhuwah antar daerah serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat melalui berbagai aktivitas selama kegiatan berlangsung.

Bupati Banggai Kepulauan juga menyampaikan harapannya agar kafilah Kabupaten Banggai Kepulauan dapat tampil maksimal, menjunjung tinggi sportivitas, serta membawa nama baik daerah dengan prestasi terbaik, sekaligus menjadikan MTQ sebagai sarana memperkuat keimanan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Sumber: Prokopim Bangkep (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar apel gabungan perangkat daerah yang dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) penugasan kepala sekolah di lingkungan pemerintah daerah, Senin, (8/6/2026).

Sebanyak 53 Kepala sekolah menerima SK penugasan, sementara sejumlah nama lainnya masih menunggu proses verifikasi dari Kemendikbud dan BKN.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Serfi Kambey dan diikuti oleh Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, serta ASN, PPPK, dan para kepala sekolah penerima SK.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa apel gabungan bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk memperkuat disiplin, integritas, dan etos kerja aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia meminta ASN di lingkungan Pemkab Banggai Kepulauan untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, serta menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

“Disiplin dan tanggung jawab adalah fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan,” tegasnya dalam sambutan.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah daerah juga menyerahkan SK penugasan kepala sekolah sebagai bentuk amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Para kepala sekolah diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan di satuan pendidikan masing-masing.

Wakil Bupati menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam membangun budaya kerja yang produktif, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi tenaga pendidik.

“Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Nama-nama Kepala Sekolah yang menerima SK Bupati Banggai Kepulauan, silahkan di unduh link:

1000189109 (1)

Selain itu, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas laporan keuangan tahun anggaran 2025.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa opini WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus terus dijaga melalui peningkatan kualitas pengelolaan keuangan serta tindak lanjut atas setiap rekomendasi pemeriksaan secara tepat waktu.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati menekankan bahwa tantangan pembangunan daerah ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan kerja sama, inovasi, serta semangat pengabdian yang lebih kuat dari seluruh aparatur pemerintah.

“Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan daerah yang kita cintai,” tutupnya.

Apel gabungan tersebut diakhiri dengan ajakan untuk terus menjaga kekompakan, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan publik. (Roy-KOMINFO)

Lalong, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana, Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta Relawan Desa Menuju Desa Tangguh Bencana Berbasis Ekowisata yang berlangsung di Desa Lalong, Kecamatan Tinangkung Utara, Senin (8/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BPBD beserta jajaran, Camat Tinangkung Utara, unsur Forkopimcam, Kepala Desa Lalong, Narasumber serta peserta pelatihan yang berasal dari berbagai unsur masyarakat desa.


Dalam sambutan wakil Bupati Serfi Kambey menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Indonesia sebagai negara yang memiliki kondisi geografis, geologis, dan iklim yang kompleks, memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, baik bencana alam maupun non alam.

“Oleh karena itu, upaya pengurangan risiko bencana tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar Wabup

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan terkait pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, serta penanganan awal saat terjadi bencana. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan Relawan Desa, yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam mendukung kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di tingkat desa.

Wakil Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.

“Desa yang tangguh terhadap bencana akan memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus meningkatkan daya saing daerah sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan,” ucap Serfi Kambey.

Karena itu, sinergi antara program pengurangan risiko bencana dengan pengembangan ekowisata dinilai sebagai langkah yang tepat untuk mewujudkan pembangunan desa yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Kepada Forum Pengurangan Risiko Bencana dan Relawan Desa yang dibentuk, diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara aktif, membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, dan seluruh unsur masyarakat dalam mewujudkan Desa Lalong sebagai desa tangguh bencana yang mendukung pengembangan ekowisata berkelanjutan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa menghadapi ancaman bencana sekaligus mendukung pembangunan sektor pariwisata yang aman, nyaman, dan berwawasan lingkungan. (Decky-KOMINFO)