Pandaluk, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memperkuat kerja sama dengan pemerintah pusat untuk menjawab persoalan air bersih di wilayah Bulagi Bersaudara. Langkah itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah, Sabtu, (19/9/2026).

Penandatanganan berlangsung di Balai Desa Pandaluk, Kecamatan Bulagi Selatan, dan dirangkaikan dengan kunjungan kerja kedua balai teknis tersebut ke Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kerja sama tersebut secara khusus berkaitan dengan penyelenggaraan Unit Air Baku Paisulalomo dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Bulagi. Program ini diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan air bersih bagi masyarakat di wilayah Bulagi Bersaudara.

Bupati Banggai Kepulauan berharap pembangunan Unit Air Baku Paisulalomo dan SPAM IKK Bulagi dapat menjadi jawaban atas persoalan krisis air bersih yang selama ini dihadapi masyarakat.

Pembangunan infrastruktur air tersebut juga diarahkan untuk menghadirkan pelayanan air bersih yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Penandatanganan nota kesepakatan ini sekaligus mempertegas pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui unit pelaksana teknis di bidang sumber daya air, bangunan, prasarana, dan kawasan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, dukungan balai teknis pemerintah pusat menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Banggai Kepulauan, Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Perwira Penghubung 1308, perwakilan Kapolres Banggai Kepulauan, Asisten Sekretariat Daerah, serta pimpinan dan jajaran BWS Sulawesi III dan BPBPK Sulawesi Tengah.

Sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan turut hadir. Hadir pula Camat Bulagi Selatan, Camat Bulagi, Camat Bulagi Utara, Kepala Desa Pandaluk bersama para kepala desa dari wilayah terkait.

Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Pandaluk juga hadir dalam agenda tersebut.

Kunjungan kerja BWS Sulawesi III dan BPBPK Sulawesi Tengah di Banggai Kepulauan diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama. Kehadiran dua balai teknis itu menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai kebutuhan daerah.

Dengan adanya kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap pembangunan Unit Air Baku Paisulalomo dan SPAM IKK Bulagi dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Persoalan air bersih di wilayah Bulagi Bersaudara pun ditempatkan sebagai salah satu kebutuhan dasar yang membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan, mulai dari perencanaan, pembangunan infrastruktur, hingga keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat. (Roy-KOMINFO)

Makassar, BanggaiKep.go.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Muhamad Aris Susanto, SE., ME., menghadiri kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sulawesi, yang dirangkaikan dengan agenda Rapat Koordinasi Pertumbuhan Ekonomi bertempat di Ruangan Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo No. 269, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sekda Banggai Kepulauan didampingi oleh Inspektur Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan, Dra. Jeane B. Rorimpandey.

Agenda ini dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. H. Bima Arya Sugiarto, S.I.P., Wakil Kepala BPS Dr. Sonny Harry Budiutomo Harmadi, S.E., M.E., serta Sekretaris Menteri PPN/BAPPENAS, Teni Widuriyanti, S.E., M.A.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari koordinasi antarpemerintah dalam membahas perkembangan dan penguatan pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memberikan apresiasi terhadap pemerintah daerah yang dinilai memiliki capaian dan kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan daerah.

Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung peningkatan kinerja pemerintahan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di daerah. (Decky-KOMINFO)

Makassar, BanggaiKep.go.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Muhamad Aris Susanto, S.E.,M.E menghadiri kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sulawesi di Ruangan Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Jumat (18/9/2026).

Agenda yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut dirangkaikan dengan rapat koordinasi mengenai pertumbuhan ekonomi. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi antarpemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan serta penguatan pertumbuhan ekonomi di kawasan Regional Sulawesi.

Dalam kegiatan tersebut, Sekda Banggai Kepulauan didampingi Inspektur Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan, Dra. Jeane B. Rorimpandey.

Sejumlah pejabat pemerintah pusat turut hadir dalam agenda tersebut. Di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. H. Bima Arya Sugiarto, S.I.P.; Wakil Kepala Badan Pusat Statistik, Dr. Sonny Harry Budiutomo Harmadi, S.E., M.E.; serta Sekretaris Menteri PPN/Bappenas, Teni Widuriyanti, S.E., M.A.

Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari agenda apresiasi pemerintah daerah berprestasi sekaligus ruang untuk memperkuat sinkronisasi kebijakan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, keikutsertaan dalam forum regional tersebut menjadi kesempatan untuk mengikuti perkembangan kebijakan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Forum ini juga menempatkan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di kawasan Sulawesi melalui perencanaan dan pelaksanaan program yang selaras dengan arah pembangunan nasional. (Roy-KOMINFO)

Bobu, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menghadiri kegiatan Safari Jumat di Masjid Al-Rahman, Desa Bobu, Kecamatan Tinangkung Selatan, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 WITA hingga selesai tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus membangun komunikasi secara langsung dengan jamaah dan tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Tinangkung Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Rusli Moidady didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai Kepulauan, Camat Tinangkung Selatan, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Safari Jumat turut dihadiri para tokoh masyarakat dan jamaah Masjid Al-Rahman Desa Bobu.

Melalui kegiatan Safari Jumat, diharapkan terjalin silaturahmi yang semakin erat antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus menjadi ruang untuk mendengarkan aspirasi serta berbagai hal yang menjadi perhatian masyarakat di tingkat desa. (Decky-KOMINFO)

Kampung Baru, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Rusli Moidady meninjau langsung kondisi lahan persawahan yang terdampak kekeringan dan mengalami gagal panen di Desa Kampung Baru, Kecamatan Tinangkung Selatan, Jumat (18/9/2026).

Peninjauan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi areal persawahan sekaligus mendengarkan kondisi yang dihadapi masyarakat pemilik lahan akibat kekeringan.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Rusli Moidady melihat kondisi tanaman padi dan lahan persawahan yang terdampak kekurangan air. Pemerintah daerah juga menggali informasi dari masyarakat serta penyuluh pertanian terkait dampak kekeringan terhadap hasil produksi pertanian.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam merespons kondisi yang dihadapi para petani, khususnya masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Bupati didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan, Camat Tinangkung Selatan, perwakilan Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, Kepala Desa Kampung Baru, Kepala Desa Mansamat, serta masyarakat pemilik lahan persawahan.

Melalui peninjauan langsung tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi persawahan dan kebutuhan masyarakat sebagai bahan dalam menentukan langkah penanganan terhadap dampak kekeringan dan gagal panen. (Decky-KOMINFO)

Olusi, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey melakukan monitoring langsung terhadap pengerjaan jalan sekaligus mengikuti kegiatan gotong royong bersama masyarakat di Desa Olusi, Kecamatan Buko, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat serta melihat secara langsung kondisi di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Serfi Kambey menyampaikan bahwa kunjungan lapangan penting dilakukan agar pemerintah tidak hanya menerima laporan dari meja kantor, tetapi dapat mengetahui secara langsung perkembangan pekerjaan, kondisi infrastruktur, serta kebutuhan masyarakat.

“Kami dari pemerintah tidak ingin hanya menerima laporan dari meja kantor. Kami ingin melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan, apa yang sudah dikerjakan, dan apa yang masih menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Serfi Kambey.

Menurutnya, keberadaan jalan yang baik memiliki peranan penting dalam menunjang aktivitas masyarakat. Infrastruktur jalan yang memadai akan mempermudah mobilitas warga, pengangkutan hasil perkebunan, akses anak-anak menuju sekolah, serta berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan pemerintah. Pembangunan, kata dia, dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan daerah dan program yang telah ditetapkan.

“Pemerintah tentu akan berusaha melakukan pembangunan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan program yang ada. Tetapi masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga apa yang sudah dibangun,” jelasnya.

Wabup Serfi juga mengapresiasi semangat gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Olusi. Menurutnya, budaya gotong royong merupakan kekuatan penting dalam mendukung pembangunan desa.

Ia menegaskan, pembangunan bukan semata-mata menjadi tugas pemerintah. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menyediakan program dan pembangunan, sementara masyarakat berperan dalam mendukung serta menjaga hasil pembangunan tersebut.

“Pemerintah membangun, masyarakat ikut menjaga. Pemerintah membuat program, masyarakat ikut mendukung. Kalau pemerintah dan masyarakat sama-sama bergerak, pekerjaan akan terasa lebih ringan,” ungkapnya.

Wabup juga meminta masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan melalui pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan agar dapat dikoordinasikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

Ia mengakui bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan sekaligus. Namun, dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara bertahap.

Lebih lanjut, Serfi Kambey berharap semangat kebersamaan dan gotong royong yang terlihat dalam kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika terdapat kegiatan pemerintah.

“Gotong royong harus menjadi kebiasaan kita dalam membangun desa. Pada akhirnya, pembangunan ini adalah untuk masyarakat. Kita ingin jalan yang lebih baik, akses yang lebih mudah, dan kehidupan masyarakat yang semakin baik,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, Wabup Serfi Kambey menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Olusi, Pemerintah Kecamatan Buko, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pengerjaan jalan dan kegiatan gotong royong.

Ia berharap pengerjaan jalan tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mendukung kelancaran aktivitas serta peningkatan perekonomian warga.

“Mari kita kerja bersama, gotong royong bersama, dan membangun Desa Olusi bersama-sama,” pungkasnya.

Kegiatan dihadiri Asisten 3 sekretariat daerah kabupaten Banggai kepulauan, Kepala Badan kesbangpol Banggai kepulauan, Camat buko, Kepala desa olusi, Kabag pembangunan, Dinas perhubungan, Tokoh masyarakat desa olusi. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey pimpin rapat persiapan pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Ruang Kerja Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Kamis, (17/9/ 2026).

Rapat yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai itu secara khusus membahas partisipasi dan keikutsertaan berbagai unsur dalam pelaksanaan CFD yang dijadwalkan dimulai pada Sabtu, 19 September 2026.

Kegiatan CFD akan mengambil rute dari Taman Kota Salakan hingga komplek Polres Banggai Kepulauan. Pemerintah daerah menyiapkan kegiatan tersebut sebagai ruang bersama bagi masyarakat untuk beraktivitas secara sehat sekaligus memanfaatkan ruang publik di kawasan perkotaan.

Dalam rapat tersebut, Serfi Kambey membahas keterlibatan sejumlah instansi, lembaga, pemerintah kecamatan dan desa, hingga satuan pendidikan. Kehadiran berbagai unsur itu diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan CFD.

Rapat dihadiri Perwira Penghubung 1308, perwakilan Kapolres Banggai Kepulauan, Kepala Kementerian Agama Banggai Kepulauan, Kepala BNN, Ketua Bawaslu, Ketua KPU, Kepala ATR/BPN, Kepala BPS, Kepala BPJS Kesehatan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Direktur RS Trikora, Direktur PDAM, Manajer PT PLN, Camat Tinangkung, seluruh kepala desa se-Kecamatan Tinangkung, serta kepala sekolah SD, SMP, MTs, SMK dan SMA se-Kecamatan Tinangkung.

Pemerintah daerah berharap CFD tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga, tetapi berkembang menjadi ruang interaksi warga. Masyarakat dapat memanfaatkan kawasan bebas kendaraan untuk berjalan kaki, berolahraga, berkumpul bersama keluarga, dan membangun silaturahmi.

Selain aspek kesehatan dan sosial, pelaksanaan CFD juga diarahkan untuk membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Kehadiran UMKM di sepanjang kegiatan diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memasarkan produk sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.

Dengan melibatkan pemerintah, lembaga, sekolah, pemerintah desa, serta masyarakat, pelaksanaan CFD diharapkan berlangsung tertib, aman, dan menjadi agenda yang dapat memberikan manfaat langsung bagi warga Banggai Kepulauan. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Krisis air bersih masih membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah mencatat sedikitnya 1.020 kepala keluarga atau 2.951 jiwa terdampak kekeringan di 10 desa yang tersebar di Kecamatan Bulagi dan Bulagi Selatan.

Data itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai Kepulauan, Ir. Asrin, S.T., M.Si., dalam rapat penanganan siaga darurat di ruang rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Kamis, (16/9/ 2026).

Menurut Asrin, BPBD telah mendistribusikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa siaga darurat. Dari sekitar 2.000 jiwa yang menjadi sasaran pelayanan berdasarkan asesmen awal, sebanyak 1.868 jiwa telah menerima distribusi air. Sekitar 183 jiwa lainnya masih belum terlayani.

Secara keseluruhan, kebutuhan air bersih yang terdata mencapai sekitar 8.226.280 liter. Hingga saat ini, air yang telah disalurkan sekitar 5.003.120 liter atau 63,3 persen. Dengan demikian, masih terdapat kebutuhan sekitar 3.223.160 liter.

“Permohonan bantuan dari kecamatan dan desa untuk distribusi air bersih masih berlangsung sampai saat ini,” kata Asrin.

Distribusi air tidak hanya diarahkan ke rumah warga. BPBD juga menyalurkan air ke masjid, gereja, dan sekolah, dengan jadwal disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fasilitas.

Asrin menyebut permintaan distribusi datang dari sejumlah desa di Bulagi dan Bulagi Selatan. Selain wilayah yang telah ditangani, terdapat permohonan baru dari beberapa desa yang kini masih dalam proses asesmen.

Persoalan lain yang dihadapi pemerintah daerah adalah keterbatasan armada pengangkut air. Saat ini, armada yang digunakan antara lain kendaraan PMI, satu unit kendaraan pemadam kebakaran, serta kendaraan dari PDAM.

“Armada operasional masih sangat kurang dibandingkan dengan situasi dan permohonan yang ada,” ujar Asrin.

Untuk menambah kapasitas distribusi, BPBD berencana memodifikasi kendaraan serbaguna bantuan BNPB dengan memasang tangki air. Langkah itu diharapkan dapat menambah armada sekaligus memperbesar kapasitas pengiriman air ke desa-desa terdampak.

BPBD juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait kemungkinan dukungan kendaraan dari TNI. Namun, menurut Asrin, kebutuhan serupa juga diajukan oleh sejumlah kabupaten lain. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan Banggai Kepulauan akan menjadi salah satu prioritas apabila bantuan kendaraan dari pemerintah pusat tersedia.

Krisis air bukan satu-satunya persoalan yang muncul akibat musim kemarau. BPBD juga mencatat sedikitnya 10 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Banggai Kepulauan hingga pertengahan September 2026.

Beberapa kejadian antara lain terjadi di Desa Bakalan, Desa Kautu, Desa Koyobunga, Desa Popoki, wilayah Totikum, Desa Lalong, Desa Tompudau, dan Desa Luk Sagu.

Luas lahan yang terbakar bervariasi, mulai sekitar 0,3 hektare hingga kejadian dengan luasan mencapai sekitar 72 hektare.

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady mengatakan kondisi kemarau panjang perlu disikapi secara bersama-sama karena berdampak pada krisis air bersih dan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi.

“Keadaan yang saat ini kita rasakan dengan adanya kemarau panjang dan berdampak pada bencana hidrometeorologi serta krisis air bersih di beberapa wilayah perlu menjadi perhatian serius kita,” kata Rusli.

Pemerintah daerah, kata dia, telah melakukan upaya pemadaman terhadap kebakaran hutan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Rusli juga mengingatkan masyarakat untuk mengubah kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Menurut dia, praktik tersebut berpotensi memperbesar risiko kebakaran ketika kondisi lahan kering.

Rusli mengatakan terdapat informasi mengenai penurunan debit pada salah satu sumber air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jika debit terus menurun, distribusi air berpotensi tidak mampu mengimbangi kebutuhan warga.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah mulai memetakan sumber-sumber air yang masih dapat dimanfaatkan untuk distribusi.

“Jangan sampai masyarakat yang sudah kita layani masih membutuhkan air, sementara persediaan sumber air kita sudah tidak mencukupi,” ujarnya.

Rusli juga meminta jajaran kecamatan dan desa memperkuat pemantauan. Potensi kekurangan air maupun kebakaran, kata dia, harus segera dilaporkan sebelum berkembang menjadi keadaan darurat.

Ia meminta pos-pos pemantauan di desa diaktifkan dan kondisi wilayah dilaporkan secara berkala.

“Kalau sudah ada potensi harus segera disikapi. Jangan nanti sudah terjadi keadaan darurat baru kita melakukan langkah-langkah,” kata Rusli.

Pemerintah daerah dalam rapat tersebut juga membahas kemungkinan memperpanjang status siaga darurat. Keputusan itu akan mempertimbangkan perkembangan krisis air bersih, potensi karhutla, hasil asesmen lapangan, serta kebutuhan masyarakat yang masih terus masuk.

Kegiatan bertempat di ruang Kantor Bupati Banggai Kepulauan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Camat Bulagi, Camat Bulagi Selatan, Camat Tinangkung Selatan, serta sejumlah undangan lainnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menerima penyampaian aspirasi dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beraktivitas di kawasan Taman Kota Salakan, Rabu (16/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Bupati Banggai Kepulauan tersebut membahas penataan dan penertiban gerai-gerai UMKM di kawasan Taman Kota Salakan, termasuk keberadaan lapak-lapak yang tidak sesuai dengan ketentuan penataan gerai yang telah ditetapkan.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bagian Pembangunan, serta seluruh pelaku UMKM yang beraktivitas di Taman Kota Salakan.

Dalam pertemuan tersebut, para pelaku UMKM menyampaikan aspirasi dan masukan terkait kondisi serta penataan tempat usaha mereka. Aspirasi tersebut menjadi bahan pembahasan bersama dalam upaya menciptakan penataan kawasan Taman Kota Salakan yang lebih tertib, rapi, dan sesuai dengan ketentuan.

Penertiban diharapkan dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan kepentingan para pelaku UMKM, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus berjalan sekaligus menjaga fungsi dan kenyamanan kawasan Taman Kota Salakan sebagai ruang publik.

Pemerintah daerah melalui koordinasi perangkat daerah terkait akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut sebagai bagian dari upaya penataan UMKM dan pengelolaan kawasan Taman Kota Salakan secara lebih teratur. (Decky-KOMINFO)

Ambelang, BanggaiKep.go.id — Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady resmikan Gedung TK Negeri Ambelang, Desa Ambelang, Kecamatan Tinangkung, Rabu (16/9/2026).

Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang layak, aman, dan nyaman bagi anak-anak.

Kegiatan peresmian dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Camat Tinangkung, serta Kepala Sekolah dan para guru TK Negeri Ambelang.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur karena seluruh pihak dapat hadir dalam peresmian gedung sekolah tersebut dalam keadaan sehat.

Bupati menegaskan bahwa peresmian gedung TK Negeri Ambelang bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak usia dini.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan tahapan yang sangat penting dalam membangun fondasi masa depan. Pada usia tersebut, karakter, kebiasaan baik, rasa percaya diri, kreativitas, serta nilai-nilai kehidupan mulai ditanamkan.

“Memberikan lingkungan belajar yang baik kepada anak-anak berarti kita sedang menyiapkan fondasi bagi masa depan daerah kita,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Gedung TK Negeri Ambelang. Penghargaan turut disampaikan kepada para guru, orang tua, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat yang terus memberikan dukungan terhadap kemajuan pendidikan.

Kepada para guru dan tenaga kependidikan TK Negeri Ambelang, Bupati berpesan agar tidak hanya menjaga dan merawat fasilitas sekolah, tetapi juga memelihara semangat belajar anak-anak dengan memberikan pendidikan yang dilandasi kasih sayang, kesabaran, keteladanan, dan nilai-nilai moral.

Sementara kepada para orang tua, Bupati mengajak untuk terus membangun kerja sama yang erat dengan pihak sekolah. Sebab, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga dimulai dari rumah dan lingkungan keluarga.

“Pemerintah, sekolah, dan orang tua harus berjalan bersama untuk membentuk generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berakhlak mulia,” pesannya.

Bupati berharap kehadiran gedung baru tersebut dapat meningkatkan semangat belajar anak-anak, memberikan motivasi kepada para guru, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kecamatan Tinangkung, khususnya di Desa Ambelang.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas pendidikan tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat bagi generasi demi generasi.

Mengakhiri sambutannya, Bupati secara resmi menyatakan Gedung TK Negeri Ambelang Kecamatan Tinangkung dibuka dan dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan.

“Semoga gedung ini menjadi tempat tumbuhnya generasi penerus yang cerdas, berkarakter, berbudaya, dan mampu membawa daerah kita menuju masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Peresmian Gedung TK Negeri Ambelang diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat perhatian terhadap pendidikan anak usia dini sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Banggai Kepulauan. (Decky-Kominfo)