Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menghadiri rapat persiapan pelaksanaan Car Free Day (CFD) yang dilaksanakan di Ruang Kerja Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Rabu (9/9/2026).

Rapat yang dimulai pukul 08.30 WITA tersebut membahas berbagai persiapan teknis dan koordinasi lintas perangkat daerah dalam rangka pelaksanaan kegiatan Car Free Day di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kegiatan Car Free Day diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, beraktivitas secara sehat, sekaligus menciptakan ruang publik yang nyaman dan interaktif bagi masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Serfi Kambey menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapan seluruh perangkat daerah terkait agar pelaksanaan CFD dapat berjalan tertib, aman, lancar, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pelaksanaan Car Free Day bukan hanya sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta menghidupkan ruang publik di daerah,” ujar Serfi Kambey.

Rapat tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), perwakilan Dinas Perhubungan, perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, serta Sekretaris Dinas Kesehatan.

Melalui rapat persiapan ini, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berkomitmen memastikan pelaksanaan Car Free Day dapat terlaksana secara terkoordinasi dan menjadi kegiatan positif yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. (Decky-KOMINFO)

Totikum Selatan, BanggaiKep.go.id — Plt. Kepala Badan Kesbangpol Banggai Kepulauan Umara Pundeng, S.H.,S.Sos.,M.H didampingi Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni Budaya, Kemasyarakatan dan Agama dan staf Bidang Kewaspadaan hadir secara langsung memberikan pembekalan dan sosialisasi pemahaman moderasi beragama kepada para siswa di SMKN 1 Totikum Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banggai Kepulauan, Rabu (9/9/2026).
Dalam pemaparannya yang bertajuk “Peran Pemerintah Dalam Membangun Kerukunan di Banggai Kepulauan”, Umara Pundeng menekankan pentingnya peran strategis generasi muda dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah kepulauan. Beliau menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar kondisi damai tanpa konflik, melainkan fondasi utama pembangunan daerah yang aman dan inklusif.
“Keragaman agama, budaya, dan adat istiadat di Banggai Kepulauan adalah modal sosial yang sangat berharga. Perbedaan tidak boleh memecah belah, tetapi harus dikelola dengan saling menghormati dan menghargai,” ujar Umara Pundeng di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, beliau memaparkan beberapa poin kunci yang harus dipegang teguh oleh para pelajar diantaranya: Pentingnya Moderasi Beragama: Beliau mengajak pelajar untuk bersikap adil, seimbang, dan tidak berlebihan dalam beragama, serta menghargai keyakinan orang lain tanpa mengorbankan akidah sendiri.
Peran Pelajar sebagai Agen Kerukunan: Pelajar diharapkan menjadi teladan kerukunan, baik di lingkungan kelas, lingkungan sekolah, maupun masyarakat.
Bijak Ber-Media Sosial: Umara Pundeng mengingatkan para siswa agar selalu menerapkan prinsip “saring sebelum berbagi”. Beliau meminta para pelajar untuk tidak ikut menyebarkan berita hoaks, fitnah, atau konten provokatif yang dapat merusak persatuan.
Langkah Menghadapi Provokasi: Jika menemukan isu yang mengadu domba di grup pertemanan atau media sosial, beliau mengimbau para siswa untuk tidak panik, memeriksa kebenaran informasi, bermusyawarah secara santun, dan melaporkannya kepada guru atau pihak yang berwenang jika diperlukan.
Mengakhiri pemaparannya, Umara Pundeng menegaskan komitmen Kesbangpol bersama FKUB untuk terus hadir memberikan pengarahan, fasilitas, dan edukasi bagi generasi muda. Beliau berharap para pelajar SMKN 1 Totikum Selatan mampu menjadi pilar perdamaian dan penerus masa depan Banggai Kepulauan yang harmonis. (IKP-KOMINFO)

Totikum, BanggaiKep.go.id — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banggai Kepulauan terus mendorong penguatan nilai toleransi dan kerukunan sejak dini melalui kegiatan Sosialisasi Peningkatan Pemahaman Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar yang digelar di SMKN 1 Totikum Selatan, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FKUB Banggai Kepulauan dalam menanamkan pemahaman tentang pentingnya hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman agama, suku, budaya dan latar belakang masyarakat.

Mengusung tema “Implementasi Nilai-nilai Pendidikan dalam Membangun Moderasi Beragama di Kabupaten Banggai Kepulauan”, sosialisasi menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang keagamaan, pemerintahan dan kerukunan umat beragama.

Materi yang disampaikan antara lain mengenai implementasi nilai-nilai kurikulum berbasis cinta dalam membangun toleransi di kalangan pelajar, peran pemerintah dalam membangun kerukunan di Kabupaten Banggai Kepulauan, serta kearifan lokal dalam membangun keberagaman di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Ketua FKUB Kabupaten Banggai Kepulauan Drs. H. Ahmad Yani turut memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya menjadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Sementara itu, narasumber lainnya berasal dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan yang juga merupakan Dewan Penasihat FKUB, serta Kepala Kesbangpol Kabupaten Banggai Kepulauan selaku Dewan Penasihat FKUB.

Di hadapan para pelajar, pesan utama yang dibangun adalah bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan bagaimana setiap pemeluk agama dapat menjalankan keyakinannya dengan baik sekaligus menghormati keyakinan orang lain.

Pelajar dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga masa depan kerukunan di Banggai Kepulauan. Lingkungan sekolah menjadi ruang penting untuk membangun karakter generasi muda yang terbuka, saling menghargai, tidak mudah terprovokasi, serta mampu menyikapi perbedaan secara bijaksana.

Melalui kegiatan tersebut, FKUB Banggai Kepulauan berharap nilai-nilai toleransi tidak berhenti pada pemahaman di ruang sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

Dari sekolah, moderasi beragama ditanamkan. Dari generasi muda, kerukunan Banggai Kepulauan dilanjutkan. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Musyawarah Ranting (Musran) II Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting Salakan menjadi momentum penting dalam memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan, khususnya dalam mendukung kesehatan ibu dan anak, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti.”

Dalam sambutan sekaligus membuka secara resmi Camat Tinangkung Eriyati Mando menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta serta tamu undangan yang telah hadir, termasuk Camat Tinangkung Selatan, Danramil Tinangkung, Kepala Puskesmas, Ketua PC IBI Kabupaten Banggai Kepulauan, Ketua Ranting IBI Salakan, organisasi profesi, perwakilan OPD teknis, pihak rumah sakit, organisasi perempuan, serta jajaran pengurus dan anggota IBI.

Ia juga memberikan penghargaan kepada Majelis Pertimbangan Organisasi IBI yang turut hadir, termasuk Ibu Ramlah Hasan, yang merupakan orang tua dari Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan.

Menurutnya, Musran merupakan momentum tertinggi dalam proses pengambilan keputusan di tingkat ranting, sekaligus menjadi ruang untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja, dan menentukan kepengurusan organisasi ke depan.

“Musyawarah Ranting II ini merupakan momentum penting bagi IBI Ranting Salakan. Kita berharap melalui musyawarah ini, organisasi semakin kuat dan mampu mewujudkan pelayanan yang paripurna, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan pelayanan kebidanan harus senantiasa berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan, regulasi profesi, serta kode etik yang berlaku. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara profesional, aman, dan berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga koordinasi dan membangun kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, OPD teknis, organisasi profesi, serta berbagai pihak terkait.

“Dalam rangka penguatan organisasi, koordinasi dan kolaborasi lintas sektor harus terus kita jaga. Dengan koordinasi yang baik, kita dapat menciptakan pelayanan kesehatan yang semakin baik ke depan,” katanya.

Terkait agenda pemilihan Ketua Ranting IBI Salakan, ia berharap proses tersebut dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi menjadi lebih baik, solid, dan mampu menjawab tantangan pelayanan kebidanan di tengah transformasi sektor kesehatan.

Ia juga mengapresiasi perkembangan organisasi IBI Kabupaten Banggai Kepulauan yang dinilai terus menunjukkan kemajuan dan mampu menjaga eksistensinya di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

“Kita berharap IBI Kabupaten Banggai Kepulauan dan seluruh rantingnya terus berada di depan, semakin maju, solid, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan kesehatan di daerah,” ungkapnya.

Sebagai kepala wilayah Kecamatan Tinangkung, ia berharap hubungan koordinasi dan kolaborasi antara IBI dengan pemerintah kecamatan dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mendukung berbagai program peningkatan kesehatan ibu dan anak.

“Yang kami harapkan adalah kita dapat terus berkoordinasi dan berkolaborasi, khususnya dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, kegiatan Musyawarah Ranting II IBI Ranting Salakan dengan tema “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti” secara resmi dibuka dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.

Musran diharapkan menghasilkan keputusan organisasi yang strategis, kepengurusan yang solid, serta program kerja yang mampu memperkuat peran bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak di wilayah Kecamatan Tinangkung dan Kabupaten Banggai Kepulauan. (Decky-KOMINFO)

Bulagi, BanggaiKep.go.id – Persiapan pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Kecamatan Bulagi Tahun 2026 terus dimatangkan. Berbagai persiapan dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan lomba dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan sukses.Persiapan tersebut dibahas dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung BPU Kantor Camat Bulagi, Selasa (08/09/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyatukan persepsi serta mematangkan kesiapan panitia dan pihak-pihak terkait menjelang pelaksanaan lomba Pesparawi tingkat kecamatan.

Dalam pembahasan, sejumlah aspek teknis kegiatan menjadi perhatian, mulai dari kesiapan peserta, cabang lomba, jadwal pelaksanaan, tempat kegiatan, kepanitiaan, hingga kebutuhan pendukung lainnya. Koordinasi dan komunikasi antarpihak terus diperkuat agar seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai rencana.

Pesparawi tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni dan musikalitas paduan suara, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, persaudaraan, serta membangun semangat kebersamaan antargereja dan masyarakat di Kecamatan Bulagi.

Melalui persiapan yang matang, pelaksanaan Pesparawi Tingkat Kecamatan Bulagi Tahun 2026 diharapkan dapat berlangsung dengan lancar, menjunjung tinggi sportivitas, serta memberikan ruang bagi para peserta untuk mengembangkan talenta dan potensi di bidang seni musik gerejawi.

Seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat berperan aktif dan saling mendukung sehingga pelaksanaan Pesparawi Tingkat Kecamatan Bulagi Tahun 2026 dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) Muh. Aris Susanto menyoroti rendahnya penilaian terhadap upaya pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah. Ia meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) segera berbenah, mulai dari integritas, disiplin, hingga kualitas pelayanan publik.

Pernyataan itu disampaikan Aris saat memimpin Apel Gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin, (07/09/2026).

Aris mengatakan, persoalan integritas ASN tidak dapat dipandang sebagai masalah kecil. Menurut dia, terdapat sejumlah indikator yang menjadi perhatian dalam penilaian pencegahan korupsi, termasuk transparansi, pengelolaan anggaran, tata kelola organisasi, dan kualitas pelayanan publik.

Ia menyebut Banggai Kepulauan saat ini masih berada pada posisi rendah dalam penilaian tersebut dibandingkan pemerintah daerah lain di Sulawesi Tengah.

“Posisi kita masih berada di urutan ke-12. Ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Aris dalam arahannya.

Menurut dia, terdapat beberapa aspek utama yang menjadi bagian dari penilaian. Pertama, penilaian internal yang dilakukan ASN pada perangkat daerah, terutama organisasi yang memberikan pelayanan publik.

Penilaian tersebut, kata Aris, berkaitan dengan transparansi penggunaan anggaran, transparansi pengelolaan pengadaan serta budaya kerja organisasi.

Kedua, penilaian eksternal yang melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk melihat sejauh mana pelayanan publik benar-benar berjalan secara baik.

“Yang ketiga adalah penilaian dari ahli atau expert. Mereka akan melihat bagaimana regulasi dan strategi pencegahan korupsi diterapkan di instansi maupun perangkat daerah,” ujarnya.

Aris meminta seluruh perangkat daerah menjadikan hasil penilaian tersebut sebagai momentum untuk melakukan pembenahan. Pemerintah daerah, kata dia, akan melakukan pemantauan hingga 31 Desember 2026 sebelum dilakukan penilaian kembali pada awal 2027.

“Kita masih punya waktu sampai 31 Desember 2026 untuk melakukan perbaikan. Insyaallah ketika dilakukan penilaian kembali oleh KPK pada awal 2027, hasilnya bisa berubah,” katanya

Selain persoalan integritas dan pencegahan korupsi, Aris menyoroti masalah kedisiplinan ASN yang dinilainya masih perlu diperbaiki.

Ia mempertanyakan kepatuhan pegawai terhadap ketentuan penggunaan pakaian dinas, jam kerja, hingga tata tertib di lingkungan kantor.

“Apakah kita sudah disiplin dalam berpakaian dan menggunakan pakaian dinas? Jangan sampai warna pakaian dinas kita sangat beragam dan tidak sesuai ketentuan,” ujar Aris.

Ia meminta seluruh ASN menyesuaikan penggunaan pakaian dinas paling lambat 1 Oktober 2026, dengan tetap memperhatikan ketentuan bagi pegawai yang memiliki kondisi atau tugas tertentu.

Menurut Aris, kedisiplinan merupakan bagian dari etika dan integritas ASN. Hal-hal sederhana seperti datang dan pulang sesuai jam kerja, menggunakan pakaian dinas sesuai aturan, serta menjaga lingkungan kantor harus menjadi budaya bersama.

“Kita perbaiki pakaian dinas kita, kita perbaiki jam kerja kita, mulai dari masuk sampai keluar kantor. Hal-hal sederhana ini harus kita benahi untuk meningkatkan etos kerja,” katanya.

Aris juga mengingatkan ASN agar menjaga kebersihan dan ketertiban ruang kerja, termasuk tidak merokok di dalam gedung perkantoran.

Ia mengaku masih menemukan perilaku pegawai yang tidak sesuai dengan etika lingkungan kerja, termasuk adanya pegawai yang menaruh asbak di atas meja kerja dan merokok di dalam ruangan.

“Jangan lagi ada ASN yang merokok di dalam gedung kantor pemerintah. Hal-hal seperti ini harus kita hentikan,” tegasnya.

Aris mengatakan, seluruh pembenahan tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, yakni meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia meminta ASN tidak hanya bekerja untuk memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga membangun budaya kerja yang berintegritas dan bertanggung jawab.

“Jangan karena satu orang melakukan kesalahan, kemudian seluruh komunitas ASN dianggap buruk. Tetapi kita harus bersama-sama memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa integritas, disiplin, dan pelayanan publik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Aris juga menyinggung lambannya pelaksanaan sejumlah pekerjaan di perangkat daerah. Ia meminta setiap OPD memperhatikan target waktu penyelesaian pekerjaan, baik dalam pelaksanaan program maupun perencanaan dan penganggaran.

“Jangan sampai karena kita lalai, pekerjaan menjadi terlambat,” katanya.

Aris mengatakan pemerintah daerah saat ini juga tengah melakukan penyusunan rencana pembangunan. Dokumen tersebut telah melalui tahapan pembahasan dan selanjutnya akan disampaikan kembali kepada publik untuk mendapatkan masukan sebelum dibahas lebih lanjut.

Ia meminta seluruh perangkat daerah tidak bekerja secara lambat karena waktu pelaksanaan program dan pembenahan tata kelola pemerintahan terus berjalan.

“Waktu kita terbatas. Sampai dengan 31 Desember harus sudah ada perbaikan dan pembenahan yang bisa kita tunjukkan,” ujar Aris.

Ia menutup arahannya dengan mengajak seluruh ASN menjadikan pembenahan integritas, disiplin, dan pelayanan publik sebagai tanggung jawab bersama.

“Yang kita perbaiki bukan hanya satu hal. Kita perbaiki etika, disiplin, pelayanan, dan integritas. Semua ini untuk memastikan pemerintah hadir memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya. (Decky—Kominfo)

Ponding-Ponding, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan meninjau langsung kesiapan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandiri di Desa Ponding-ponding, Kecamatan Tinangkung Utara, dan Desa Sambiut, Kecamatan Totikum, Jumat, (4/9/2026).

Peninjauan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai itu menjadi bagian dari pengawasan pemerintah daerah terhadap kesiapan fasilitas penyedia makanan dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Banggai Kepulauan.

Rombongan pemerintah daerah dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama Kepala Dinas Kesehatan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup turut terlibat melalui perwakilan, serta pengurus Dapur SPPG Mandiri di masing-masing lokasi.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah melihat secara langsung kondisi dapur dan kesiapan pengelola dalam mendukung penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat.

Aspek kebersihan lingkungan dan sanitasi menjadi bagian penting dalam peninjauan. Pemerintah daerah perlu memastikan pengelolaan dapur tidak hanya berorientasi pada pemenuhan jumlah makanan, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan dan kebersihan lingkungan.

Kehadiran Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup dalam peninjauan tersebut menunjukkan bahwa operasional dapur SPPG tidak semata-mata berkaitan dengan penyediaan makanan. Kualitas bahan pangan, proses pengolahan, kebersihan peralatan, hingga kondisi lingkungan dapur menjadi faktor yang harus diperhatikan.

Pengurus Dapur SPPG Mandiri juga diberikan ruang untuk menyampaikan kondisi serta kesiapan operasional di lapangan. Pemerintah daerah kemudian dapat mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu dibenahi agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.

Peninjauan di Desa Ponding-ponding dan Desa Sambiut sekaligus menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap pelaksanaan program MBG. Pemerintah daerah tidak hanya dituntut memastikan program berjalan, tetapi juga menjamin makanan yang diberikan aman, bergizi, dan layak dikonsumsi.

Dengan peninjauan langsung tersebut, Pemkab Banggai Kepulauan berharap pengelola SPPG Mandiri dapat terus meningkatkan standar pelayanan, terutama dalam aspek higienitas, keamanan pangan, dan pengelolaan lingkungan.

Program MBG pada akhirnya bukan sekadar soal makanan yang sampai ke tangan penerima manfaat. Kualitas proses di balik dapur menjadi penentu apakah program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang masyarakat. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan Kegiatan Seminar Eksekutif dan Sosialisasi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 5 Pilar yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Jumat (04/09/2026).

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Dinas P3AP2KB, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Serfi Kambey menegaskan bahwa pembangunan kependudukan tidak semata-mata berbicara mengenai jumlah penduduk, melainkan lebih jauh menyangkut pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, kependudukan berkaitan dengan bagaimana anak-anak memperoleh pendidikan yang layak, mendapatkan pelayanan kesehatan, memiliki kesempatan kerja, serta tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Pembangunan kependudukan harus kita pikirkan dan rencanakan dari sekarang. Jangan menunggu masalah datang, baru kita bertindak. Kita harus mampu melihat kondisi penduduk hari ini dan merencanakan seperti apa kualitas penduduk kita 10, 20, bahkan 30 tahun ke depan,” ungkapnya.

Wakil Bupati menjelaskan bahwa Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) menjadi salah satu pedoman penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun arah dan strategi pembangunan kependudukan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan generasi muda melalui program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).

Menurutnya, anak-anak yang saat ini berada di bangku sekolah merupakan generasi yang akan menentukan wajah dan masa depan Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Saya berharap Sekolah Siaga Kependudukan bukan hanya menjadi sebuah program dengan nama dan kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar menjadi sebuah gerakan di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Melalui SSK, diharapkan para pelajar dapat memperoleh pemahaman sejak dini mengenai pentingnya perencanaan masa depan, menjaga kesehatan, membangun keluarga yang berkualitas, menghindari pernikahan usia anak, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang produktif dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Wakil Bupati menambahkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk mempelajari ilmu pengetahuan seperti matematika, bahasa, dan berbagai mata pelajaran lainnya, tetapi juga harus menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak dalam mempersiapkan kehidupan dan masa depan mereka.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menyukseskan pembangunan kependudukan. Pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat, menurutnya, harus bergerak bersama karena pembangunan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi atas dilaksanakannya penandatanganan MoU Sekolah Siaga Kependudukan pada kegiatan tersebut.

“Saya berharap MoU ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, tetapi menjadi sebuah komitmen untuk bekerja bersama. Setelah penandatanganan hari ini harus ada tindak lanjut, kegiatan, pembinaan, perubahan, dan yang paling penting adalah manfaat yang benar-benar dirasakan oleh anak-anak kita,” ujarnya.

Wakil Bupati mengajak seluruh pihak untuk menjadikan pembangunan kualitas penduduk sebagai perhatian bersama, karena penduduk yang berkualitas merupakan kunci utama bagi masa depan dan kemajuan daerah.

“Kalau penduduk kita berkualitas, daerah kita akan maju. Kalau anak-anak kita sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki perencanaan hidup yang baik, maka sesungguhnya kita sedang mempersiapkan masa depan daerah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa membangun kependudukan pada hakikatnya adalah membangun masa depan. Karena itu, upaya tersebut harus dimulai dari keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, hingga dari diri masing-masing.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan Seminar Eksekutif dan Sosialisasi GDPK 5 Pilar serta Penandatanganan MoU Sekolah Siaga Kependudukan.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi langkah nyata dan berkelanjutan dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas serta Kabupaten Banggai Kepulauan yang semakin maju. (Decky-KOMINFO)

Bongganan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus memperkuat komitmen dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Bongganan, Jumat (04/09/2026),

Program GENTING merupakan salah satu bentuk kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak dalam memberikan perhatian kepada keluarga yang berisiko stunting, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan pendampingan bagi anak-anak serta keluarga.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Ketua TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Nuryamin, STP., MM, Kepala Dinas yang membidangi Program Bangga Kencana/BKKBN Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan, Ketua Penyuluh KB, serta masyarakat Desa Bongganan.

Melalui Program GENTING, diharapkan terbangun semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam mencegah serta menangani stunting. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi Banggai Kepulauan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus mendorong keterlibatan seluruh pihak untuk bersama-sama menjadi bagian dari gerakan pencegahan stunting, sebagai investasi penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul di masa depan. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pencegahan stunting tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Di Desa Bonggganan, Kabupaten Banggai Kepulauan, pemerintah mendorong keterlibatan masyarakat melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Jumat (4/9/2026).

Program tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat untuk memastikan anak-anak yang berisiko mengalami stunting mendapatkan perhatian dan dukungan yang memadai.

Kegiatan kolaborasi Program GENTING berlangsung di BPU Desa Bonggganan. Wakil Bupati Banggai Kepulauan hadir bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan dan Ketua Dharma Wanita Kabupaten Banggai Kepulauan.

Turut hadir Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi, Nuryamin, STP., MM, Kepala Dinas P3AP2KB Banggai Kepulauan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan, Ketua Ikatan Penyuluh KB, serta warga Desa Bonggganan.

GENTING menempatkan keluarga dan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan stunting. Pendekatan ini tidak hanya berbicara mengenai persoalan gizi, tetapi juga menyangkut perhatian terhadap tumbuh kembang anak, pola pengasuhan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Keterlibatan orang tua asuh diharapkan dapat memperkuat pendampingan terhadap keluarga yang memiliki anak berisiko stunting. Pemerintah daerah pun mendorong agar program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menghasilkan pendampingan yang berkelanjutan.

Kehadiran BKKBN, perangkat daerah, penyuluh keluarga berencana, Kementerian Agama, TP-PKK, Dharma Wanita, hingga masyarakat menunjukkan bahwa penanganan stunting membutuhkan kerja lintas sektor.

Di tengah tantangan pembangunan sumber daya manusia di daerah, pencegahan stunting menjadi investasi jangka panjang. Anak yang tumbuh sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga menjadi indikator keberhasilan intervensi pemerintah dan kepedulian masyarakat.

Melalui GENTING, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berupaya membangun pola gotong royong dalam memastikan tidak ada anak yang tumbuh tanpa dukungan yang layak.

Desa Bonggganan menjadi salah satu titik penguatan gerakan tersebut. Dari desa, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pengasuhan dapat semakin kuat. (Roy-KOMINFO)